Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Muhammad Mufti Sulthanan Nasira
Ditulis oleh Muhammad Mufti Sulthanan Nasira diterbitkan Selasa 26 Mei 2026, 12:12 WIB
Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Siapa yang tidak mengenal klub sepakbola besar Persib Bandung? tentunya semua kalangan usia mengetahui klub yang satu ini. Klub kebanggaannya masyarakat Bandung bahkan warga Jawa Barat ini telah memecahkan rekor juara tiga kali berturut-turut yang belum pernah dicapai oleh klub mana pun di Indonesia pada era sepakbola modern (1994-2026).

Persib Bandung begitu dicintai oleh semua kalangan, mulai dari anak kecil hingga orang tua yang lanjut usia, mulai dari generasi baby boomers, generasi X, generasi milenial, generasi Z hingga generasi alpha. Kepopuleran Persib Bandung bukan hanya saat ini saja, jauh sebelum adanya media sosial dan arus teknologi informasi, klub ini selalu dikenal secara luas bukan hanya karena permainan dan prestasinya saja yang membanggakan, melainkan juga menjadi sebuah budaya turun temurun antar generasi. Sehingga, penyebaran kecintaannya justru dilahirkan dari pondasi terdekat dalam hidup yakni keluarga itu sendiri, dari sang ayah, ibu, atau bahkan kakek nenek yang mengenalkan kecintaan terhadap klub sepakbola ini.

Dibalik kemewahan klub besar ini, tentu banyak supporter yang begitu mencintainya, termasuk penulis yang sedari kecil diperlihatkan, diperkenalkan, dipertemukan oleh sang ayah kepada para pemain persib, dari mulai zaman Robbi Darwis, Lorenzo Cabanas, hingga Hilton Moreira. Kecintaan para supporter terhadap klub Persib Bandung ini tidak bisa diutarakan dengan kata-kata, karena rasa cinta terhadap Persib Bandung mengalir didalam darah dan dada, terbukti pada saat momentum krusial laga melawan Persija sebagai ajang gengsi ketika menonton itu terasa dada bergetar dan darah menjadi dingin karena ingin sekali melihat Persib Bandung memenangkan pertandingan.

Penulis merasakan setidaknya 4 kali momentum Persib Bandung Juara Liga Indonesia yakni tahun 2014, 2024, 2025, 2026. Dari semua momentum juara itu hanya satu kali penulis merasakan konvoi kejuaraan di Kota Bandung. Bukan tidak bisa mengikuti konvoi di tahun-tahun selanjutnya, sebagai orang pasirkoja penulis memandang bahwa konvoi Persib Bandung tidak selalu melahirkan kebaikan untuk diri penulis pribadi khususnya. Karena pada faktanya banyak sekali orang terlibat merasakan kemenangan dan kejuaraan Persib Bandung ini.

Euforia selalu menjadi momen yang ditunggu oleh setiap orang dalam menyambut Persib Bandung sebagai sang Juara apalagi memecahkan rekor baru hattrick. Tetapi, euforia berlebihan pun tidak baik, ada satu kondisi dimana seseorang harus bisa menjaga dirinya, menenangkan dirinya, dan memastikan juga tidak mengganggu orang lain. Terlebih, jika menganggu keamanan serta kenyamanan para pemain dan official Persib Bandung.

Sebagai supporter dan atau seseorang yang sama-sama mencintai klub ini, seharusnya setiap dari kita bisa menjaga euforia tersebut agar tidak menimbulkan kesan buruk khususnya dihadapan para pemain terlebih para pemain asing yang notabene nya mereka sedang menilai dan merekam bagaimana kita menjaga budaya dan tradisi ini, hal itu bisa tercermin dari sikap kita semua sebagai pecinta bola.

Terjadi kehilangan ponsel salah seorang pemain Persib, terlalu dekatnya dengan pemain hingga membuat tidak nyaman, dan kurangnya keamanan yang baik ini merupakan tanda evaluasi, bukan hanya evaluasi birokrasi atau administrasi tetapi juga evaluasi diri masing-masing. Bahwa, euforia berlebihan sejatinya tidak melahirkan kebaikan justru menimbulkan keburukan dan kerugian bagi semua pihak. Alangkah lebih dewasanya jika seseorang mencintai dan mengekspresikannya dengan bijak, sederhana dan ini terlihat elegan.

Opini ini bukan untuk menyudutkan pihak manapun, tetapi ini menjadi catatan bersama bagaimana merawat kecintaan dan menampilkan rasa cinta itu harus dari hati dan sampai ke hati (diterima dengan baik) oleh pihak yang kita cintai juga, jangan malah menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan orang-orang yang justru sedang kita cintai bersama! (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Mufti Sulthanan Nasira
Penggiat literasi digital, magister yang minat kajian agama, media dan budaya

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 26 Mei 2026, 09:51

Dupan, Ketika Citarum Menolak Surut

Banjir kembali merendam Sapan Bandung. Luapan Sungai Citarum membuat Dupan terus hidup sebagai langganan genangan warga.

Banjir Citarum di Sapan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 09:29

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026

PT PLN Nusantara Power UP Cirata sukses memborong penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026 atas komitmen keberlanjutan sosial mereka.

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 08:21

Remitologisasi Sunda: Milangkala Tatar Sunda Mestinya 11 Oktober

Remitologisasi merupakan hak, bahkan kewajiban, bagi suatu bangsa yang sedang krisis jatidiri. Namun, mesti dilakukan dengan baik dan benar.

Prasasti Kebon Kopi II/Prasasti Pasir Muara. (Sumber: Leiden Library)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 07:40

Fenomena Mematikan Centang Biru pada WhatsApp dalam Perspektif Etika Komunikasi Digital

Fenomena mematikan centang biru WhatsApp mencerminkan perubahan etika komunikasi digital antara kebutuhan privasi, kenyamanan, dan ekspektasi respons instan.

Ilustrasi fenomena mematikan fitur centang biru pada WhatsApp. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 19:25

Bandung Kembali Berpestapora untuk Tiga Kali Berturut-turut

Persib Bandung resmi menyambit gelar Liga Indonesia yang ke-5 kalinya dalam tiga kali berturut-turut. Euforia perayaan di Kota Bandung pun kembali menjadi perhatian.

Para Bobotoh merayakan gelar juara Persib Bandung di Liga Super Indonesia 2025/2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis).
Ayo Biz 25 Mei 2026, 18:51

Cerita dari Sumedang Utara, ‘Revolusi Mindset’ Warga Margamukti hingga Jadi Desa BRILiaN

Masuk 15 besar Desa BRILiaN 2025 bukan garis finish, melainkan titik awal bagi Desa Margamukti.

Kepala Desa Margamukti, Siti Nuraeni Sofa (tengah berjilbab hitam baju orange) saat acara budidaya melon premium. (Sumber: Ayobandung.id)
Linimasa 25 Mei 2026, 17:18

Sisa-sisa Kejayaan Persib Bandung di Si Jalak Harupat

Si Jalak Harupat masih menyimpan jejak kejayaan Persib lewat pedagang jersey dan kenangan juara liga.

Kondisi pedagang suvenir Persib di Stadion Si Jalak Harupat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 15:29

Persib Juara ala Atomic Habits

Analisa kemenangan Persib lewat Prinsip Atomic Habits-nya James Clear.

Pemain Persib Bandung mengangkat piala usai pertandingan melawan Persijap Jepara dalam Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Sabtu 23 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 12:10

Magot, dan Kesabaran Warga Bandung Mengurus Sampah Dapur

Majelis Ta'lim Baitul Mu'min membuat acara pengajian mengundang mahasiswa ITB menggelar pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga dengan menggunakan magot BSF atau larva Black Soldier Fly.

Jamaah Masjid Baitul Mu'min Mengikuti Pelatihan Pengolahan sampah dengan Magot. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Uwes Fatoni)
Beranda 25 Mei 2026, 10:17

Bandung Berpesta Semalaman untuk Persib, Petugas dan Warga Lokal Bersihkan Sampah Sejak Pagi Buta

Pas datang tadi mah kondisinya kacau, Kang. Pabalatak pisan. Plastik, botol minuman, bungkus makanan, bekas flare, pokokna loba pisan.

Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 10:16

Persib, Bobotoh, dan Komunikasi Kota yang Membiru

Persib juara bukan sekadar prestasi, tetapi peristiwa komunikasi publik. Konvoi bobotoh menjadi bahasa kolektif yang membangun identitas, emosi, dan solidaritas kota.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 25 Mei 2026, 09:45

Support System yang Membentuk Ekosistem: Potret UMKM Bandung Hari Ini

Seperti inilah cara ekosistem UMKM di bawah binaan BRI menjalani arah bisnis yang sehat.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 09:07

Banyak Followers dan Following, api Nol Postingan: Fenomena Silent User di Instagram

Fenomena akun Instagram tanpa postingan (tren Zero Post) menunjukkan perubahan cara generasi muda memandang privasi, eksistensi, dan tekanan sosial di era media digital.

Ilustrasi profil Instagram dengan banyak followers dan following tetapi feed kosong tanpa postingan. (Sumber: Dok. Penulis)
Beranda 25 Mei 2026, 08:24

Cerita Warga Setelah Konvoi Persib Usai

Konvoi juara Persib menyisakan cerita berbeda bagi warga Bandung, dari petugas kebersihan, ojol, hingga pedagang kecil yang kebanjiran pembeli.

Hendi Suhendi bersama petugas kebersihan lainnya menyisir kawasan pusat Kota Bandung usai perayaan kemenangan Persib. Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Wisata & Kuliner 24 Mei 2026, 20:27

5 Oleh-Oleh Bandung Favorit yang Selalu Ramai Pembeli, Wajib Dibawa Pulang

Wisata ke Bandung belum lengkap tanpa membawa pulang oleh-oleh favorit seperti bolu bakar, abon gulung, dan dessert kekinian.

Bolu Bakar Tunggal, salah satu oleh-oleh legendaris Bandung.