Gagasan dan Kritik, Menuju Bandung Masa Depan

5 menit baca
Vito Prasetyo
Ditulis oleh Vito Prasetyo diterbitkan
Sisi luar rumah deret Tamansari yang menghadap ke Selatan dengan latar belakang Jalan Layang Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja (Pasuptai). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Sisi luar rumah deret Tamansari yang menghadap ke Selatan dengan latar belakang Jalan Layang Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja (Pasuptai). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Berawal dari mimpi besar bangsa, mungkin kita berharap seluruh masyarakat bisa tersenyum dan bangga melihat bangsa ini. Tetapi, fakta tentu tidak semudah impian itu. Apakah gagasan yang muncul selalu menjadi skeptis, karena solusi permasalahan global tidak kunjung terwujud. Rentetan pekerjaan rumah bangsa harus dimulai dari mana? Salah satu kota yang bisa mewujudkan impian ini, ada baiknya Kota Bandung dijadikan pilot project.

Sebuah kota tidak hanya dibangun oleh beton, baja, jalan layang, atau gedung-gedung pencakar langit. Kota sesungguhnya dibangun oleh gagasan yang hidup di dalam benak warganya. Jalan dapat diperlebar, taman dapat diperindah, dan pusat ekonomi dapat diperluas, tetapi tanpa kebudayaan berpikir yang sehat, pembangunan hanya akan menjadi tumpukan proyek yang kehilangan arah. Masa depan sebuah kota selalu lahir dari keberanian untuk mengajukan gagasan dan kerendahan hati untuk menerima kritik.

Bandung merupakan salah satu kota yang memiliki modal sejarah, budaya, dan intelektualitas yang besar. Kota ini pernah menjadi ruang lahirnya berbagai gerakan pemikiran, pusat pendidikan, laboratorium kreativitas, sekaligus tempat bertemunya berbagai kebudayaan. Namun, perkembangan zaman menghadirkan tantangan baru yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan romantisme sejarah. Urbanisasi, pertumbuhan penduduk, kemacetan, persoalan lingkungan, ketimpangan ekonomi, hingga perubahan iklim menuntut hadirnya cara berpikir yang lebih progresif sekaligus membumi.

Dalam konteks tersebut, gagasan dan kritik bukanlah dua kutub yang saling bertentangan. Keduanya merupakan pasangan yang saling melengkapi. Gagasan menawarkan arah, sedangkan kritik menjaga agar arah tersebut tidak menyimpang dari kepentingan masyarakat.

Setiap pembangunan harus dimulai dari pertanyaan mendasar: Bandung ingin menjadi kota seperti apa pada masa depan? Maka, gagasan adalah fondasi perubahan.

Pertanyaan ini tampak sederhana, tetapi mengandung konsekuensi yang besar. Kota masa depan bukan sekadar kota digital, bukan pula sekadar kota dengan gedung modern. Kota masa depan adalah kota yang mampu menghadirkan kesejahteraan, keadilan, keberlanjutan, dan ruang hidup yang manusiawi bagi seluruh warganya.

Dalam perspektif filsafat, Aristotle pernah menyatakan bahwa tujuan sebuah polis atau kota adalah menciptakan kehidupan yang baik bagi manusia. Pandangan tersebut tetap relevan hingga hari ini. Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur melalui pertumbuhan ekonomi, melainkan juga melalui kualitas kehidupan masyarakatnya.

Karena itu, Bandung membutuhkan gagasan yang berorientasi pada manusia (human-centered development). Seluruh kebijakan publik hendaknya menjadikan warga sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek administratif.

Bandung menjadi infrastruktur yang berorientasi masa depan. Pembangunan infrastruktur tetap menjadi kebutuhan utama. Namun, pembangunan fisik harus memiliki visi jangka panjang.

Transportasi publik perlu semakin terintegrasi sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi. Jalur pejalan kaki, ruang terbuka hijau, kawasan resapan air, serta sistem drainase modern harus menjadi prioritas yang berjalan bersamaan.

Salah satu gedung cagar budaya di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Salah satu gedung cagar budaya di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Persoalan banjir, sampah, dan polusi udara tidak dapat dipandang sebagai masalah teknis semata. Ketiganya merupakan persoalan tata kelola yang membutuhkan kolaborasi pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat.

Di era digital, infrastruktur juga mencakup jaringan internet yang merata, pelayanan publik berbasis teknologi, keterbukaan data, dan sistem pemerintahan yang transparan. Teknologi seharusnya mempercepat pelayanan kepada masyarakat, bukan sekadar menjadi simbol modernisasi.

Namun demikian, pembangunan fisik harus selalu mempertimbangkan daya dukung lingkungan. Kota yang mengorbankan ruang hijau demi pembangunan ekonomi sesungguhnya sedang mewariskan persoalan ekologis kepada generasi berikutnya.

Sering kali pembangunan lebih banyak berbicara mengenai infrastruktur daripada suprastruktur. Padahal, suprastruktur—yang meliputi pendidikan, kebudayaan, tata kelola pemerintahan, hukum, etika, dan kualitas sumber daya manusia—merupakan fondasi yang menentukan keberhasilan pembangunan fisik. Jalan yang baik tidak akan mengurangi kemacetan apabila budaya berlalu lintas masih rendah.

Sistem digital tidak akan efektif apabila birokrasi masih lambat. Sekolah yang megah tidak akan menghasilkan generasi unggul apabila budaya literasi belum tumbuh.

Dengan kata lain, pembangunan suprastruktur merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya mungkin tidak langsung terlihat, tetapi justru menentukan kualitas masa depan kota.

Pemikiran Paulo Freire menegaskan bahwa pendidikan harus membebaskan manusia agar mampu berpikir kritis, bukan sekadar menghafal informasi. Dalam konteks Bandung, semangat ini penting untuk membangun masyarakat yang aktif berpartisipasi dalam kehidupan publik.

Masih terdapat anggapan bahwa kritik merupakan bentuk perlawanan terhadap pemerintah. Pandangan demikian sesungguhnya kurang tepat. Kritik adalah energi demokrasi.

Dalam kehidupan demokrasi, kritik merupakan mekanisme koreksi agar kebijakan tetap berada pada jalur kepentingan publik. Kritik yang sehat tidak lahir dari kebencian, melainkan dari kepedulian.

Kritik juga harus disampaikan berdasarkan data, argumentasi yang logis, serta menawarkan alternatif penyelesaian. Sebaliknya, pemerintah pun perlu membangun budaya mendengar.

Filsuf Jürgen Habermas menjelaskan pentingnya ruang publik sebagai tempat berlangsungnya dialog rasional antara negara dan masyarakat. Kota yang maju bukanlah kota tanpa kritik, melainkan kota yang mampu mengubah kritik menjadi kebijakan yang lebih baik.

Karena itu, pemerintah, perguruan tinggi, media massa, komunitas, dan masyarakat sipil perlu membangun forum-forum diskusi yang terbuka agar berbagai persoalan kota dapat dibahas secara ilmiah dan partisipatif.

Masa depan Bandung tidak dapat dibangun hanya oleh pemerintah daerah. Dunia usaha, kampus, komunitas kreatif, organisasi masyarakat, dan warga memiliki peran yang sama penting.

Kolaborasi harus melampaui seremoni dan diwujudkan dalam program nyata, seperti penguatan ekonomi kreatif berbasis masyarakat, pengelolaan sampah terpadu, pemberdayaan UMKM, pengembangan transportasi ramah lingkungan, hingga revitalisasi kawasan bersejarah tanpa menghilangkan identitas budayanya.

Bandung memiliki potensi besar sebagai kota inovasi. Keberadaan perguruan tinggi, pusat riset, pelaku industri kreatif, dan generasi muda merupakan modal sosial yang tidak dimiliki banyak kota lain.

Potensi tersebut harus dipertemukan melalui kebijakan yang mampu menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

Filsuf Martin Heidegger pernah mengemukakan bahwa manusia tidak sekadar membangun untuk tinggal, tetapi membangun agar mampu “menghuni” dunia secara bermakna.

Pandangan ini mengingatkan bahwa kota bukan hanya kumpulan bangunan. Kota adalah ruang tempat manusia membangun hubungan, kenangan, solidaritas, dan harapan.

Bandung masa depan seharusnya menjadi kota yang tetap menjaga identitas budayanya di tengah arus globalisasi. Modernitas tidak harus menghapus tradisi. Sebaliknya, tradisi dapat menjadi fondasi moral dalam menghadapi perubahan zaman.

Kemajuan teknologi harus berjalan berdampingan dengan nilai kemanusiaan. Pertumbuhan ekonomi harus disertai pemerataan kesempatan. Pembangunan fisik harus diimbangi dengan pembangunan karakter masyarakat.

Menuju Bandung masa depan memerlukan keberanian untuk berpikir jauh melampaui masa jabatan, kepentingan politik sesaat, maupun popularitas jangka pendek. Kota yang besar lahir dari gagasan yang matang, kritik yang konstruktif, serta kolaborasi yang tulus.

Pembangunan infrastruktur harus menghasilkan kota yang nyaman, aman, dan berkelanjutan. Pembangunan suprastruktur harus melahirkan masyarakat yang cerdas, berintegritas, serta memiliki kepedulian sosial. Sementara itu, kritik harus dipandang sebagai energi demokrasi yang memperkuat kualitas kebijakan publik.

Pada akhirnya, masa depan Bandung tidak ditentukan oleh seberapa banyak proyek yang berhasil diselesaikan, melainkan oleh seberapa jauh pembangunan mampu menghadirkan kehidupan yang lebih bermartabat bagi setiap warganya. Sebab, kota yang benar-benar maju bukanlah kota yang paling megah bangunannya, melainkan kota yang mampu memelihara akal budi, keadilan, dan harapan sebagai napas utama peradabannya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Vito Prasetyo
Tentang Vito Prasetyo
Malang

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 20 Jul 2026, 16:01

Bandung Begal, Beungal, dan Bedul

Memberantas begal tidak cukup hanya dengan menangkap pelakunya.

Begal makin marak di Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 15:15

Pembongkaran Perpustakaan Gasibu Picu Kekecewaan Pembaca Buku di Bandung

Pembongkaran fisik Perpustakaan Gasibu Bandung memicu banyak kekecewan dari warga sekitar dan pegiat literasi.

Perpustakaan Gasibu yang dibongkar. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 14:34

Posisi Strategis Ibu dalam Pelestarian Bahasa Ibu

Pelestarian bahasa ibu atau bahasa daerah tidak bisa lepas dari peran ibu sendiri.

Ilustrasi masyarakat tradisional Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Wahyu Prabowo)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 13:14

Legitnya Peuyeum Ciruluk, Warisan Kuliner Khas Kalijati Subang

Sebuah kuliner tradisional yang memiliki keunikan tersendiri, yakni Peuyeum Ciruluk, tape ketan hijau yang telah menjadi identitas kuliner masyarakat setempat.

Peuyeum Ciruluk khas Kalijati, Kabupaten Subang, memiliki ciri khas dibungkus menggunakan daun muncang (daun kemiri), sehingga tampil alami sekaligus membantu menjaga cita rasa dan kualitas produknya. (Foto: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 20 Jul 2026, 11:47

Hikayat Pasar Andir Pusat Grosir Fesyen Bandung yang Mencoba Terus Bertahan

Pasar Andir pernah menjadi pusat grosir fesyen Bandung dan kini berjuang menghadapi perubahan perilaku belanja masyarakat.

Suasana Pasar Andir, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 11:42

Gernas RANA: Menepis Cemas dan Menanam Senyum di Hari Pertama Sekolah

Lewat Permendikdasmen 12/2026 & Gernas RANA, sekolah kini jadi ruang aman bebas cemas. Saatnya sambut masa depan anak dengan kasih sayang!

Pengenalan sekolah bagi para siswa-siswi baru. (Foto: Oleh : bkhmvidio@gmail.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 09:09

Bedah Publikasi Pesan Program Pendampingan Gizi dalam Pencegahan Stunting

Nestle Indonesia mempublikasikan program pendampingan gizi di berbagai platform komunikasi dengan menyesuaikan karakteristik tiap platform.

Ilustrasi penulis sedang membedah narasi iklan. (Dokumentasi pribadi)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 08:39

Sudah Sehatkah Demokrasi Kita?

Apakah demokrasi bisa tumbuh secara sehat tanpa partisipasi masyarakat? Bagaimana pandangan pakar tentang ini?

Bendera negara Indonesia. (Sumber: Unsplash | Foto: Rizky Rahmat Hidayat)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 07:55

SPMB Jalur Domisili Belum Cukup Mengurangi Ketergantungan Pelajar pada Sepeda Motor

SPMB jalur domisili mendekatkan jarak antara rumah dan sekolah, tetapi belum cukup mengurangi ketergantungan pelajar pada sepeda motor dan risiko keselamatan di jalan raya.

Sejumlah sepeda motor milik siswa sebuah SMA di Kota Bandung diparkir di badan jalan. (Istimewa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 18:04

Cara Ampuh Menerangi Jalan Kota Bandung

Menindak tegas begal bukan sekadar menjadi program tapi melanjutkan keluhan masyarakat yang diprioritaskan

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 15:30

Mafia Olahraga, Sebuah Stigma Menakutkan

Olahraga yang seharusnya menjadi ruang sportivitas kini dihantui oleh mafia yang terhubung dengan jaringan global.

Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Wisata & Kuliner 19 Jul 2026, 14:01

Keripik Paru Klaten, Oleh-oleh Gurih Legendaris dari Kampung Tegal Kepatihan

Dari Kampung Tegal Kepatihan hingga dikenal luas, Keripik Paru Klaten menjadi ikon kuliner khas. Ketahui sejarah, proses, dan tempat membelinya.

Keripik Paru Klaten.
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 11:33

Marak Begal, Gangster, dan Matel Menelan Korban, Warga Bandung Pertanyakan Aksi Walikota dan Aparat

Bandung darurat 'Red Zone' akibat maraknya begal, gangster, dan matel yang menelan banyak korban.

Senjata Tajam. (Sumber: Pixabay/KhanaBadosh | Foto: Pixabay/KhanaBadosh)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 08:00

Ketika Deru Knalpot dan Distorsi Musik Menyatukan Ribuan Pecinta Otomotif Bandung

Seri pembuka Kejurnas Slalom MLDSPOT Autokhana 2026 sukses mengguncang GOR Arcamanik Bandung.

Gate masuk event MLDSPOT Autokhana, pada 11 Juli 2026 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa | Foto: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 07:50

Mengembalikan Fungsi Bandara Husein Bukan Romantisme Masa Lalu

Keberhasilan reaktivasi Bandara Husein pada akhirnya tidak akan ditentukan oleh hari pertama operasional, melainkan oleh apa yang terjadi berbulan-bulan setelahnya.

Petugas Avsec melakukan patroli di pintu keberangkatan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 21:21

Panduan Wisata ke Kawah Ijen Banyuwangi: Blue Fire, Tiket, dan Tips Lengkap

Panduan lengkap wisata Kawah Ijen Banyuwangi, mulai harga tiket 2025, fenomena Blue Fire, rute pendakian, jam terbaik, hingga tips agar perjalanan lebih aman.

Kawah Ijen Banyuwangi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 20:15

Luka, Algoritma, dan Dogma

Luka hanya dapat disembuhkan oleh kepedulian, algoritma dapat diimbangi dengan literasi, dan rapuhnya interaksi sosial hanya dapat dipulihkan saat kita meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama

Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. (Sumber: Unsplash/Carolina)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)