Bagaimana MPLS Menjadi Orientasi Pendidikan Berkelanjutan?

3 menit baca
Muh Husen Arifin
Ditulis oleh Muh Husen Arifin diterbitkan
ilustrasi kegiatan MPLS tahun 2026. (Sumber: Gemini AI | Foto: Gemini AI)
ilustrasi kegiatan MPLS tahun 2026. (Sumber: Gemini AI | Foto: Gemini AI)

Semester baru bagi sekolah merupakan awal yang menegangkan. Setiap sekolah perlu menyiapkan diri untuk menyelenggarakan kegiatan pengenalan kepada murid. Khususnya untuk menjadikan kegiatan di sekolah berjalan sesuai perencanaan di kalender akademik terstruktur dan efisien.

MPLS atau masa pengenalan lingkungan sekolah di lingkungan sekolah pada dasarnya tidak ada hal yang baru. Meskipun kebaruan tidak dimunculkan, tetapi kegiatan MPLS mesti diterapkan dengan suasana yang menyenangkan, sebagaimana disebutkan menjadi sekolah yang ramah dan aman. 

Kebutuhan MPLS tahun 2026 sudah tertuang pada aturan terbaru yaitu Permendikdasmen nomor 12 tahun 2026, telah disebutkan bahwa kegiatan dilaksanakan selama 5 hari di minggu pertama, materi yang disampaikan yaitu berfokus kepada gerakan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, pagi ceria, sopan dan santun bermedia sosial, budaya 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun).

Perlu disoroti bersama tentang MPLS tidak sekadar peraturan yang menjadi hajat minggu pertama tahun ajaran baru, melainkan bagaimana MPLS menjadi orientasi pendidikan berkelanjutan?

MPLS harus direalisasikan agar menjadi orientasi pendidikan berkelanjutan sehingga pelaksanaan MPLS ini diupayakan sebagai langkah utama bagi setiap satuan pendidikan bergerak memajukan murid berprestasi sejak awal.

Tak lantas MPLS sekadar peraturan yang diungkap menyelesaikan program kemudian selesai untuk menggugurkan kegiatan. Ada yang mendesak lebih genting dari proses itu.

Kemajuan pendidikan berkelanjutan perlu diungkapkan dari sejak mengenalkan murid tentang pendidikan yang sebenarnya, pendidikan yang bermutu, pendidikan yang aman dan pendidikan yang mampu diimplementasikan sehari-hari, pendidikan yang bermuara kepada aksesibilitas murid kepada dunia.

Apakah manajemen di sekolah sudah memberi ruang tersebut kepada murid? Sementara keharusan sekolah untuk menyelenggarakan MPLS terbatas pada peraturan yang sudah ada. Apakah pendidikan berkelanjutan sudah menjadi pemahaman bersama di setiap satuan pendidikan?

Pendidikan Berkelanjutan di Indonesia (Sumber: Gemini AI | Foto: Gemini AI)
Pendidikan Berkelanjutan di Indonesia (Sumber: Gemini AI | Foto: Gemini AI)

Pendidikan berkelanjutan mengedepankan pembelajaran yang konstruktif dan holistik, di antaranya berkaitan dengan aspek kognitif, sosio-emosional, dan perilaku. Dalam aspek kognitifnya, murid dapat diarahkan untuk meningkatkan cara berpikir tingkat tinggi, memahami informasi secara utuh.

Pada aspek sosio-emosionalnya, murid diarahkan untuk menyiapkan kemampuan keterampilan sosialnya, berempati pada sekitarnya, serta memahami tentang kecerdasan sosial. Pada aspek perilakunya, murid diarahkan untuk memiliki perilaku yang positif dan tindakannya berdasarkan asas kebermanfaatan.   

Selain itu, ada kerangka pendidikan berkelanjutan yang dapat diimplementasikan melalui lima langkah utama. Pertama, memajukan kebijakan. Integrasi kebijakan pendidikan nasional dan daerah direalisasikan dengan berorientasi kepada murid. Kebutuhan kebijakan yang reflektif dan mendukung berdasarkan kebutuhan murid.

Kedua, lingkungan pembelajaran. Pendekatan antara sekolah dan universitas harus seiring dan memberikan pembelajaran bermakna dan berdampak. Operasional sehari-hari harus melibatkan murid dengan prinsip berkelanjutan.

Ketiga, membangun kapasitas pendidik. Titik beratnya adalah kapasitas pendidik dimaknai pembekalan dengan metode pedagogik yang transformatif. Inisiasi agar pendidik memiliki peranan berkelanjutan. Instruksi kepada guru agar membekali diri pada tahap pendidikan yang solutif. Pendidik mampu menyesuaikan kondisi dan situasi berbasis pendidikan inklusif.

Keempat, memberdayakan generasi muda. Mengatasi krisis iklim dan sosial sangat tepat diarahkan kepada murid. Peran pendidik sebagai fasilitator mengupayakan murid berkegiatan dengan mengentaskan permasalahan iklim dan sosialnya.

Terakhir, tentang implementasi di tingkat lokal. Supaya mendorong pembelajaran berbasis komunitas. Proyek berkelanjutan dimudahkan, sehingga murid-murid mampu memahami dan merealisasikan kebutuhan dan memecahkan permasalahan di tingkat satuan pendidikan masing-masing.

Maka dari itu, MPLS harus mengupayakan agar tidak sekadar menggurui namun keterlibatan pendidikan berkelanjutan sangat dibutuhkan. Situasi pendidikan saat ini mesti dielaborasi dan dimaksimalkan menuju pendidikan yang berkelanjutan.

Kemampuan akademis murid terbilang harus diarahkan kepada teknis yang konstruktif. Tidak semata mendalami peraturan, minim kontribusi. Sementara problematika pendidikan yang sejauh ini berkutat kepada ketercapaian numerik.

Mutu pembelajaran berdasarkan kebutuhan murid harus diutamakan. Selain program pendidikan nasional yang telah diatur. MPLS harus digambarkan secara inklusif. MPLS harus mendorong kesempatan murid meraih pendidikan berkualitas.

Ke depannya materi utama di MPLS harus dimasukkan pendekatan pembelajaran yang mendorong kesadaran lingkungan, dan aksi nyata mengentaskan isu global seperti perubahan iklim dan kesetaraan sosial.

Jika MPLS tidak menyentuh aspek tersebut, tentu tidak menampik lagi, bahwa pendidikan kita masih takut membangun kebijakan menjadi murid yang berpikir kritis di aspek yang krisis. Sementara pendidikan berkelanjutan bukan kegiatan instan lima hari. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muh Husen Arifin
Dosen Aktif di Prodi PGSD UPI Kampus Cibiru

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 30 Jun 2026, 12:43

Membangun Ingatan Adanya Jejak Stasiun Majalaya, Antara Hilang dan Dikenang

Jejak keberadaan Stasiun Madjalaja sebenarnya bukan sekadar cerita lama, tapi jadi bagian dari rencana besar yang disusun sejak akhir abad ke-19.

Terminal Majalaya yang di duga menjadi jejak dari peninggalan keberadaan stasiun Majalaya. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Fajar Rizky Ramadhan)
Ayo Netizen 30 Jun 2026, 11:28

Rektoverso Pelestarian Cagar Budaya Kota Bandung

Catatan empat tahun lebih menjalani carut-marut pelestarian cagar budaya di Kota Bandung dan upaya menanggulanginya.

Apakah Bekas Barak yang Hampir Rubuh di dalam Kompleks Militer Yon Arhanud 3/Kelelawar ini layak disebut Cagar Budaya? (Sumber: Survei Lapangan 29 Juni 2026 | Foto: Garbi Cipta Perdana)
Ayo Netizen 30 Jun 2026, 10:17

Bagaimana MPLS Menjadi Orientasi Pendidikan Berkelanjutan?

Bagaimana MPLS menjadi orientasi pendidikan berkelanjutan?

ilustrasi kegiatan MPLS tahun 2026. (Sumber: Gemini AI | Foto: Gemini AI)
Ayo Netizen 30 Jun 2026, 09:20

Gagasan dan Kritik, Menuju Bandung Masa Depan

Apakah mimpi besar bangsa bisa terwujud dari gagasan dan kritik?

Sisi luar rumah deret Tamansari yang menghadap ke Selatan dengan latar belakang Jalan Layang Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja (Pasuptai). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 30 Jun 2026, 08:41

Masuknya Genre Musik Emo dan Mekap Bergaya Emo ke Indonesia

Sejarah masuknya genre musik emo dan mekap bergaya emo ke Indonesia sekitar awal tahun 2000.

Stiker band emo masa kini oleh anak-anak muda ditempel di pintu Duff Music Studio Bandung (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Hasya Ripela Melodia)
Ayo Netizen 29 Jun 2026, 18:06

Antara Nostalgia dan Ekspektasi dalam Perilisan Live Action Film Animasi Klasik

Strategi komunikasi digital Lilo & Stitch memakai website sebagai media informatif dan Instagram sebagai platform emosional untuk membangun nostalgia dan meningkatkan antusiasme audiens.

Lilo & Stitch. (Sumber: Pexels | Foto: Vinícius Vieira ft)
Wisata & Kuliner 29 Jun 2026, 17:26

Panduan Wisata Pantai Yogyakarta, Jelajah Pantai Selatan dari Bantul hingga Gunungkidul

Rekomendasi pantai di Jogja untuk snorkeling, berenang, camping, dan menikmati sunset, termasuk Pantai Nglambor, Wediombo, dan Pok Tunggal.

Pantai Indrayanti atau Pantai Pulang Syawal di Jpgja. (Sumber: Pemkab Gunungkidul)
Ayo Netizen 29 Jun 2026, 17:02

Ketika Anak Bangsa Memilih Paspor Lain

Di era mobilitas global, tantangan Indonesia bukan sekadar mencegah talenta terbaik pergi, melainkan memastikan mereka tetap berkontribusi bagi bangsa.

Ilustrasi paspor asing. (Sumber: Pexels | Foto: Ethan Wilkinson)
Ayo Netizen 29 Jun 2026, 16:12

Kekaguman Publik terhadap Grafik GTA VI pada Trailer 2 Rockstar Games

Membahas bagaimana Rockstar Games berhasil membangun kekaguman publik terhadap kualitas grafik pada Trailer 2 Grand Theft Auto VI.

Grand Theft Auto VI. (Rockstar Games)
Ayo Netizen 29 Jun 2026, 15:39

Pasunda Bubat: Tragedi Nyata atau Rekayasa Kolonial

Peristiwa Pasunda Bubat (1357) sebagai tragedi nyata akibat ambisi Gajah Mada yang kemudian dimanfaatkan Belanda sebagai alat adu domba untuk memecah belah persatuan Sunda dan Jawa di Nusantara.

Sebuah patung yang menggambarkan Dyah Pitaloka melakukan bunuh diri saat perang bubat. (Sumber: Wikipedia Commons)
Ayo Netizen 29 Jun 2026, 15:08

Fenomena Jualan: 'Real-Time' yang Mengubah Ritel

Live streaming commerce telah mengubah cara konsumen di Indonesia dalam membeli produk secara menyeluruh, belanja yang tadinya bersifat pasif kini telah berubah menjadi interaktif dan dinamis.

Staf NVSR sedang melakukan Live Streaming produk di platform digital. (Foto: Rizma Riyandi)
Beranda 29 Jun 2026, 14:45

Lembur Jurig, Hiburan Murah Warga Maleer di Tengah Himpitan Ekonomi

Lembur Jurig di Maleer menjadi hiburan murah bagi warga di tengah himpitan ekonomi. Wahana horor swadaya ini juga diharapkan menggerakkan ekonomi warga.

Karang Taruna Maleer berpose sebelum beraksi menakut-nakuti warga dalam wahana Lembur Jurig. (Foto: Indra)
Ayo Netizen 29 Jun 2026, 14:20

Filosofi di Balik Semangkuk Bubur Asyura: Harmoni Sejarah, Spiritual, dan Budaya Nusantara

Aroma gurih Bubur Asyura (atau Bubur Suro) selalu berhasil memanggil warga untuk berkumpul.

Bubur Asyura khas Banjar. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 29 Jun 2026, 13:39

Kendaraan Listrik Jadi Sumber Masalah Baru

Esai ini membahas dampak lingkungan kendaraan listrik akibat eksploitasi sumber daya alam dan limbah baterai serta pentingnya pengelolaan yang berkelanjutan.

Rizki Ahmad sedang melakukan pengisian baterai motor listrik di Kantor Pos Ujung Berung Kota Bandung, pada Kamis, 9 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 29 Jun 2026, 13:06

Bagaimana Ojek Online Cetak Laba Pertama Dikomunikasikan lewat Website, Instagram, dan Media Online

Mengupas di balik kabar bersejarah GoTo yang akhirnya mencetak laba bersih pertama sebesar Rp171 miliar pada kuartal I 2026 dikemas dalam tiga cara yang berbeda.

Salah satu driver ojol menunggu orderan di pinggir jalan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Wisata & Kuliner 29 Jun 2026, 11:26

Wisata Braga Bandung: Tempat Hits, Kuliner Legendaris, dan Spot Foto Terbaik

Panduan lengkap wisata Braga Bandung mulai dari Museum Asia Afrika, Sumber Hidangan, Braga Permai, hingga spot foto bangunan kolonial yang instagramable.

Suasana malam Jalan Braga, Bandung. (Sumber: bandung.go.id)
Ayo Netizen 29 Jun 2026, 11:19

Menjaga Ingatan Melalui Arsip Koleksi Koran Lawas

Setiap lembar koran yang menguning, setiap majalah yang mulai rapuh dimakan usia, menyimpan denyut kehidupan zamannya.

Koleksi surat kabar lawas milik Kin Sanubary. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 29 Jun 2026, 10:23

Kemandirian Ekonomi di Balik Bencana

Setiap bencana pasti merenggut kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Warga di lokasi bencana sedang membantu mencari korban tertimbun longsor di Arjasari, Kabupaten Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 29 Jun 2026, 09:07

Perkembangan Jalan Layang Pasupati di Kota Bandung Tempo Dulu hingga Sekarang

Jalan layang Pasopati yang megah dan selalu menjadi ikon dari Bandung itu telah digagas bahkan jauh sebelum masa kemerdekaan.

Foto pemandangan Jembatan Pasopati pada malam hari (Sumber: pexels.com)
Ayo Netizen 29 Jun 2026, 08:40

Di Balik Puing Bencana: Ancaman Asbes yang Mengintai Relawan

Bukan hanya warga, para relawan kebencanaan pun berisiko terpapar dampak asbes saat menjalankan misi kemanusiaan.

Sebuah pembangunan gedung sarana warga sudah tidak memakai asbes sebagai atap (Foto: Abah Omtris)