Hisaplah Asap Racun itu Sendirian

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Asap rokok yang berada pada ruangan bebas bisa berakibat kurang baik pada perokok pasif. (Sumber: Pexels/Pixabay)
Asap rokok yang berada pada ruangan bebas bisa berakibat kurang baik pada perokok pasif. (Sumber: Pexels/Pixabay)

Pagi hari adalah waktu yang tepat untuk menghirup udara yang segar. Masih jauh dari polusi kendaraan, debu jalan yang mengepul atau aktivitas lainnya yang menyebabkan polusi.

Bayangkan bila seharusnya oksigen yang terhirup tapi di sekitar ada seseorang merokok di pagi hari. Bukan lagi menjengkelkan tapi mereka sudah merampas hak orang lain untuk mendapatkan udara yang bersih di pagi hari.

Banyak yang belum sadar bahwa seharusnya merokok itu dilakukan di tempat khusus untuk menghindari pencemaran udara. Asap rokok yang berada pada ruangan bebas bisa berakibat kurang baik pada perokok pasif. Terlebih pada bayi asap rokok ini bisa menyebabkan meningitis ( peradangan pada otak ).

Sangat miris ketika seorang Ayah/ Kakek memangku cucunya sambil merokok dan lebih ngenesnya lagi mereka mencium pipi para bayi itu tanpa mengetahui resikonya. Padahal beberapa kondisi banyak kulit bayi sensitif jadi tidak bisa sembarangan disentuh atau dicium. Hal ini tentu perlu menjadi perhatian bagi kedua orangtua untuk mengedukasi pasangan, orangtua atau keluarga terdekat dan masyarakat sekitar.

Rokok dan merokok memang bukan aktivitas yang dilarang di negeri ini apalagi di atur oleh undang-undang. Meskipun di kemasan rokok sudah tertera akan bahaya mengonsumsinya tapi rasanya yang bersangkutan tidak peduli, tutup mata dan terpenting kepuasan mereka sudah terpenuhi. Rokok menjadi barang yang dilegalkan di Indonesia karena dianggap menjadi penyumbang terbesar devisa bagi negara.

Namun meski demikian seharusnya merokok bisa dilakukan di tempat khusus bukan di ranah publik yang banyak terdapat perokok pasif. Silahkan merokok tapi hisaplah sendiri racunnya dan tidak perlu berbagi dengan orang lain terutama pengidap penyakit saluran pernafasan, bayi atau manula yang rentan sistem imun tubuhnya.

Baca Juga: 6 Tulisan Orisinal Terbaik Mei 2025, Total Hadiah Rp1,5 Juta untuk Netizen Aktif Berkontribusi

Masyarakat sendiri masih banyak yang mengabaikan akan bahaya rokok sendiri. Seringkali stigma " Merokok atau Tidak Merokok, Kalau Sudah Waktunya Meninggal, Ya Akan Meninggal". Terdengar seperti perkataan yang masuk akal tapi sebetulnya esensinya bukan seperti itu. Perihal meninggal memang sudah ketentuan takdir dan cara yang akan didapat seseorang pun akan berbeda.

Namun sebagai manusia yang diberikan keistimewaan dalam berpikir sudah seharusnya digunakan dengan baik. Beberapa studi menyatakan bahwa rokok dan merokok berat bisa mengakibatkan beberapa penyakit pada saluran pernafasan, diantaranya TBC, ISPA dan PPOK.

Mari normalisasi untuk menutup hidung ketika ada orang yang sedang merokok di sekitar kita. (Sumber: Pexels/Basil MK)
Mari normalisasi untuk menutup hidung ketika ada orang yang sedang merokok di sekitar kita. (Sumber: Pexels/Basil MK)

Berdasarkan pengalaman penulis yang memiliki kenalan yang aktif merokok, rasanya rokok menjadi barang yang lebih banyak kerugiannya dibandingkan manfaatnya. Sebelumnya rokok merenggut paru-paru kanannya karena terdeteksi adanya bakteri TBC. Setelah mengalami pengobatan selama 6 bulan pasien kembali sembuh. Namun sepertinya rokok masih menjadi kebiasaan yang tidak bisa ditinggalkan. Setelah itu kembali di cek bakteri kembali aktif dan harus menjalani pengobatan selama 9 bulan. Tapi rasanya 15 bulan pengobatan masih belum cukup membuat jera. Kebiasaan merokok masih dilakukan meski batuk sesekali datang menjelma. Kondisi ini diperparah dengan pembelian antibiotik secara kurang tepat di Apotik. Hal ini mengakibatkan bakteri jadi resistance karena penggunaan antibiotik yang sembarang. Setelah berobat kembali ke dokter ternyata mengidap PPOK.

PPOK sendiri merupakan kondisi peradangan pada paru-paru yang berlangsung dalam jangka waktu yang panjang. PPOK bisa dikenali dari gejalanya seperti sulit bernafas, batuk berdahak dan bengek. PPOK sendiri sering menyerang pada usia paruh baya yang merokok. Jika tidak diobati dengan baik penyakit ini akan memburuk dan beresiko menyebabkan penderitanya terkena penyakit jantung dan kanker paru-paru.

Beberapa kondisi yang memperparah keadaan PPOK adalah kebiasaan merokok atau sering terpapar asap rokok (perokok pasif) , sering terpapar polusi udara, menderita penyakit saluran nafas lain seperti asma dan TBC, mempunyai keluarga dengan riwayat serupa dan berusia 40 tahun ke atas.

Sejauh ini PPOK tidak bisa sepenuhnya sembuh dan harus menjalani pengobatan seumur hidup dengan konsumsi obat-obatan saluran nafas atau inhaler khusus yang dapat digunakan ketika sesak datang. Selain pengobatan tentu mencegah lebih baik dengan cara mendapatkan vaksinasi flu, mencuci tangan setelah beraktivitas, memiliki waktu untuk istirahat yang cukup , menerapkan pola makan dan pola hidup yang sehat, mengelola stres dengan baik serta olahraga secara rutin.

Baca Juga: Ketentuan Kirim Artikel ke Ayobandung.id, Total Hadiah Rp1,5 Juta per Bulan

Mari normalisasi untuk menutup hidung ketika ada orang yang sedang merokok di sekitar kita. Terlebih jika kegiatan ini dilakukan dalam ruangan tertutup dengan fentilasi udara yang minim. Jika tidak berani menegur setidaknya biasakan menutup hidung dengan tangan, tisu, sapu tangan atau apapun dan segeralah menjauh.

Silahkan merokok tapi mohon hisaplah racun itu sendirian. Dari kami perokok pasif yang seringkali dirugikan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

News Update

Ayo Netizen 10 Jul 2026, 20:05

Melihat Dunia dari Bandung: Dari Objek Kolonial ke Subjek Global

Suara Bandung tidak selalu terdengar konsisten. Kadang menguat, kadang tenggelam. Tergantung pada konteks global yang sedang berlangsung.

Museum Konferensi Asi-Afrika. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 18:01

Urgensi Bandara Husein Sastranegara Menuju Konektivitas ASEAN

Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung perlu segera mendesak agar pemerintah pusat mengijinkan rute internasional untuk Bandara Husein

Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 17:00

Jejak-jejak Sejarah 'Kawadanaan' di Kecamatan Lembang

Salah satu potensi dan daya tarik wisata sejarah yang dimiliki Kota Lembang yaitu bangunan “Pendopo eks Kawedanaan”.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 16:44

Luas 150 Hektar, Bagaimana Cara Jelajah TMII dalam Sehari?

Bingung keliling TMII dalam sehari? Cek rute terbaik, rekomendasi anjungan, kereta gantung, museum, hingga atraksi Tirta Cerita.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 16:28

Ada Lohbener, Ada Losarang

Semula, toponimi dua kecamatan ini adalah toponim sungai yang mengalir melintasi Indramayu.

Lokasi Lohbener dan Losarang di Kabupaten Indramayu. (Sumber: Google maps)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 15:22

Sisa Peradaban Lama di Utara Bandung

Tak jauh dari kawasan Kebun Binatang Bandung terdapat arca Ganesha yang terdapat di gerbang depan Institut Teknologi Bandung.

Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 14:46

Menimbang Kembali Peran Ayah dalam Memperingati Hari Ayah Nasional

Maka di Hari Ayah Nasional ini, mari kita mencoba untuk menimbang dan melihat kembali, bagaimana peran ayah sesungguhnya terhadap anak-anak dan keluarganya.

Ilustrasi seorang ayah dan anaknya. (Sumber: Pexels | Foto: Faisal Allam)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 14:03

Panduan Wisata Situ Gunung Sukabumi: Tiket, Jembatan Gantung, dan Curug Sawer

Panduan lengkap Situ Gunung Sukabumi, mulai dari harga tiket, jalur wisata, Jembatan Gantung terpanjang di Asia Tenggara, Curug Sawer, hingga cara menuju lokasi.

Danau Situ Gunung Sukabumi.
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 13:34

Diskursus Intelektual dalam Pendidikan Bernuansa Islami

Era teknologi telah memunculkan paradigma baru, bahwa pemikiran-pemikiran baru mengalami diskursus intelektual. Apakah ini juga menjadi tantangan bagi pendidikan bernuansa islami.

Anak-anak beragama Islam sedang mengaji di masjid. (Sumber: Pexels/Hera hendrayana)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 12:09

Redesain Kota Bandung: Sehat Rakyatnya Jaya Kotanya

Dapat kita ketahui bahwa kesehatan merupakan salah satu kebijakan yang perlu diambil sesegera mungkin selain pendidikan.

Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 09:47

Menyusuri Jejak Dunia Hiburan Indonesia Era Tahun 70-an

Annie Rae sebagai pendatang baru tengah menanjak popularitasnya di blantika musik pop Indonesia.

Sampul Majalah Variasari edisi Juli 1970 yang menampilkan Annie Rae, biduanita ternama asal Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 08:01

Kecerdasan Buatan dalam Waktu ke Waktu

Menelusur sejarah perkembangan kecerdasan buatan.

Kecerdasan buatan bukan sekadar teknologi, tetapi sebagai pemahaman bahwa menusia selalu mencari lebih dari Batasan yang telah ada.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 21:54

Masjid Agung Al-Ittihad: Representasi Multikulturalisme di Kota Benteng

eberadaan Masjid Agung Al-Ittihad memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding fungsi religius semata.

Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. (Sumber: Pemerintah Kota Tangerang)
Wisata & Kuliner 09 Jul 2026, 18:37

Kerak Telor Betawi, Kuliner Tradisional Jakarta dengan Sejarah Panjang

Kerak Telor merupakan kuliner khas Betawi yang menjadi ikon Jakarta. Simak sejarah, bahan, cara memasak, dan fakta menarik di balik hidangan legendaris ini.

Kerak Telor Betawi.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 18:00

Asal Usul dan Perkembangan Ampiang Dadiah: Tradisi Kuliner Minangkabau dari Masa ke Masa

Membahas Ampiang Dadiah yogurt yang terbuat dari susu kerbau berasal dari Sumatera Barat.

Es Ampiang Dadiah, dibeli di Pasar Ateh, Bukittinggi. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:48

69 Tahun Navigasi Birokrasi: Mengukuhkan LAN sebagai Think Tank Strategis di Tengah Badai Disrupsi

LAN RI di usia ke-69 memperkuat perannya sebagai think tank strategis yang mendorong transformasi birokrasi melalui inovasi, digitalisasi, dan kebijakan berbasis bukti menuju Indonesia Emas 2045.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. (Sumber: LAN RI)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:11

Antara Bandung dan Yogyakarta, Semarak Kuliner Tiada Henti

Kuliner menjadi patron wisata yang menarik wisatawan. Bandung dan Yogyakarta memiliki karakter budaya yang berbeda, tetapi dengan wisata kuliner, dua kota itu menghadirkan Indonesia kini.

Kehadiran Tjitarum sebagai toko bolu dan kue bukan sekadar membuka ruang baru bagi wisatawan untuk membeli buah tangan. Namun simbol bagaimana kuliner bisa menjadi bahasa pelestarian budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:59

Bedah Konsistensi Strategi Digital PR pada Peluncuran Mobil Listrik Keluaran Terbaru

Peluncuran New Air ev & Cloud EV bukti konsistensi Wuling bangun citra kendaraan listrik modern. Lewat web & Instagram, Wuling tampilkan pesan & visual inovatif masa depan.

Ilustrasi mobil listrik. (Sumber: Wuling Motors)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:05

Menari, Merayakan Masa Kecil

Setiap tarian memang berhenti saat musik usai, tapi cerita ihwal keberanian Kakang berjoged untuk pertama kalinya akan terus hidup, tumbuh subur saat dirawat, dipelihara, dipupuk & menari dalam hati.

Kakang bergaya sebelum tampil menari di spot foto yang ada serambi masjid Al-Hidayah, Kebonterong Cibiru Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 15:05

Menelusuri Jejak Rasa (Bagian II): Penjaga Memori dan Tradisi Kuliner Bandung

Setelah membedah lima ikon pertama pada bagian sebelumnya, mari kita lanjutkan penelusuran enam ikon kuliner legendaris lainnya.

Hidangan Warung Kopi Purnama (Foto: GMAPS)