Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Strategi Pencitraan Merek, Internasionalisasi Produk Lokal demi Tingkatkan Penjualan

7 menit baca
Silwa Alya Khansa
Ditulis oleh Silwa Alya Khansa diterbitkan Minggu 15 Jun 2025, 06:14 WIB
Banyak konsumen lebih percaya pada rekomendasi dari orang yang mereka ikuti, seperti pembuat konten, dibandingkan iklan tradisional. (Sumber: Pexels/Tembela Bohle)

Banyak konsumen lebih percaya pada rekomendasi dari orang yang mereka ikuti, seperti pembuat konten, dibandingkan iklan tradisional. (Sumber: Pexels/Tembela Bohle)

Di era digital saat ini, cara pemasaran dan perilaku konsumen telah banyak berubah. Salah satu perubahan besar adalah semakin pentingnya peran pembuat konten digital dalam memengaruhi keputusan pembelian dan membentuk citra merek.

Pembuat konten kini tidak hanya menciptakan hiburan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran, terutama bagi merek lokal yang bersaing di pasar yang ramai dan cepat berubah. Mereka mampu membangun cerita yang menarik dan sesuai dengan karakter audiens. Konten yang dibuat terasa lebih personal dan alami, tidak seperti iklan biasa yang sering dianggap membosankan.

Karena itu, konten dari pembuat konten lebih mudah diterima dan bisa membangun hubungan emosional antara merek dan konsumen. Hubungan ini penting karena dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk. Kepercayaan ini sangat memengaruhi keputusan pembelian.

Banyak konsumen lebih percaya pada rekomendasi dari orang yang mereka ikuti, seperti pembuat konten, dibandingkan iklan tradisional. Pembuat konten tidak hanya memberi informasi, tetapi juga menunjukkan langsung cara penggunaan produk, menjawab pertanyaan pengikut, dan berbagi pengalaman pribadi yang membuat produk terasa lebih dekat dan menarik. 

Salah satu platform yang sangat mendukung peran pembuat konten adalah TikTok. TikTok memungkinkan konten menjadi viral dengan cepat karena algoritma yang menyesuaikan dengan minat pengguna. Ini memberi peluang besar bagi merek lokal untuk menjangkau pasar luas tanpa biaya besar.

Bahkan, layanan e-commerce lewat TikTok tumbuh 4,4% dari 2022 ke 2023 dan kini menyumbang 13,2% dari pasar, menunjukkan pergeseran besar dari belanja melalui marketplace biasa ke platform video pendek seperti TikTok.

TikTok bukan lagi hanya untuk hiburan, tapi juga menjadi pasar digital yang penting, terutama bagi anak muda. Banyak pembuat konten di TikTok yang bisa membuat tren baru, memperkenalkan produk lokal ke banyak orang, bahkan sampai ke pasar internasional.

Pengaruh Media Sosial terhadap Branding dan Penjualan di Era Digital

Di era digital, media sosial sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Tak hanya untuk komunikasi, media sosial kini berperan besar dalam membentuk opini, menyebarkan informasi, dan memengaruhi keputusan konsumen.

Menurut data dari Databoks.katadata.co.id, pada 2024,  sekitar 73,7% penduduk Indonesia, atau sekitar 191 juta orang, menggunakan media sosial. Dari jumlah tersebut, 63,4% atau sekitar 167 juta orang merupakan pengguna aktif. Selain itu, akses internet di Indonesia telah mencakup 93,4% populasi, yang setara dengan sekitar 242 juta orang. Data ini menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia telah terhubung secara digital, menjadikan media sosial sebagai wadah yang sangat potensial untuk menjangkau konsumen secara luas dan efektif.

Angka ini menunjukkan bahwa hampir seluruh masyarakat Indonesia sudah terhubung secara digital, menjadikan media sosial sebagai tempat yang sangat potensial untuk menjangkau konsumen. Salah satu strategi yang efektif adalah bekerja sama dengan kreator konten. Mereka mampu menyampaikan promosi dengan cara yang lebih alami, menarik, dan mudah dipahami.

Kreator tak hanya menunjukkan produk, tapi juga bercerita tentang manfaat dan bagaimana produk itu digunakan dalam kehidupan nyata. Ini membuat calon pembeli lebih mudah tertarik dan mengingat brand tersebut.

Kunci keberhasilan dari strategi ini adalah konten yang asli dan kreatif. Kreator yang memahami nilai dan gaya brand akan menghasilkan promosi yang terasa jujur dan tidak seperti iklan biasa. Konten seperti ini cenderung mendapat lebih banyak komentar, likes, dan share, yang artinya brand akan lebih dikenal secara alami oleh lebih banyak orang.

Baca Juga: Historisitas Rel Mati, Jejak Besi Bandoeng—Soemedang dalam Lintasan Waktu

Mempengaruhi Persepsi Konsumen Lewat Kreator Konten

Saat ini, konsumen lebih suka promosi yang terasa pribadi dan emosional, bukan iklan yang langsung dan kaku. Karena itu, banyak brand memilih bekerja sama dengan kreator konten di platform seperti TikTok, Instagram, YouTube, dan X. Kreator bisa menyampaikan pesan dengan cara yang lebih alami, akrab, dan mudah diterima. 

Kreator membagikan pengalaman pribadi dan cerita sehari-hari saat mempromosikan produk. Gaya ini membuat konten terasa lebih jujur, sehingga penonton lebih percaya dan terhubung secara emosional. Promosi lewat kreator terasa halus dan bukan seperti iklan biasa. Konsumen tidak hanya melihat produk, tapi juga merasakan pengalaman di baliknya. Ini membuat mereka lebih tertarik untuk mencoba.

Setiap kreator punya gaya dan pengikut yang berbeda. Brand bisa memilih kreator yang cocok dengan citra mereka. Pengikut kreator biasanya setia dan merasa dekat, meski hanya kenal lewat layar. Ini disebut parasocial relationship. Kedekatan ini membuat pesan dari kreator lebih dipercaya. 

Kepercayaan sangat penting dalam pemasaran. Menurut survei BrightLocal (2020), 79% orang percaya pada ulasan online hampir seperti percaya pada teman sendiri.

Membangun Citra Merek Lewat Media Sosial

Sekarang, promosi bukan hanya soal jualan, tapi juga soal membangun kerja sama antara brand, kreator, konsumen, dan komunitas. (Sumber: Pexels/Tembela Bohle)
Sekarang, promosi bukan hanya soal jualan, tapi juga soal membangun kerja sama antara brand, kreator, konsumen, dan komunitas. (Sumber: Pexels/Tembela Bohle)

Media sosial seperti TikTok, Instagram, YouTube, dan X (dulu Twitter) sekarang jadi alat penting dalam dunia pemasaran. Di sini, brand bisa berinteraksi langsung dengan kreator dan konsumen, tidak hanya sekadar memberi informasi. Konsumen juga bisa memberikan komentar, ulasan, bahkan ikut membentuk citra brand. 

Konten dari kreator sangat beragam, misalnya video unboxing, review jujur, tutorial, tips, atau vlog harian. Konten seperti ini terasa lebih nyata dan dekat, karena disampaikan secara personal. Konten yang menyentuh emosi penonton juga lebih mudah diingat dan bisa memengaruhi keputusan untuk membeli.

Cara bercerita, ekspresi kreator, dan kualitas video sangat berpengaruh terhadap kesan penonton. Kalau produk digambarkan sebagai ramah lingkungan, praktis, atau cocok untuk semua orang, penonton akan merasa lebih tertarik dan terhubung. 

Karena itu, brand harus cermat memilih kreator. Bukan cuma soal jumlah pengikut, tapi juga apakah kreator punya nilai yang sesuai dengan brand dan bisa menyampaikan pesan dengan cara yang pas. Bentuk kerja samanya pun makin beragam, seperti giveaway, konten edukatif, live streaming, atau bahkan kolaborasi produk. Live streaming sekarang juga banyak yang dilengkapi fitur belanja langsung, jadi penonton bisa langsung membeli saat itu juga.

Dampak Strategi Digital pada Loyalitas dan Go Global-nya Produk Lokal

Kerja sama dengan kreator konten bukan hanya bisa menaikkan penjualan, tapi juga membantu membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Kalau konsumen merasa cocok dan terhubung secara emosional lewat konten yang jujur dan menarik, mereka cenderung jadi pelanggan setia. Bahkan, mereka bisa ikut mempromosikan produk ke orang lain secara sukarela, baik lewat media sosial maupun obrolan sehari-hari.

Strategi ini juga membuka jalan bagi produk lokal untuk dikenal di luar negeri. Kreator yang punya pengikut dari berbagai negara bisa mengenalkan produk lokal ke pasar global, meski memakai bahasa Indonesia. Masalah bahasa bisa diatasi dengan subtitle atau penyesuaian konten agar lebih mudah dipahami. 

Misalnya, kerajinan tangan dari Indonesia bisa viral jika dibahas oleh kreator dari Jepang atau Amerika. Karena kreator dipercaya oleh pengikutnya, ulasan mereka bisa membangun kepercayaan terhadap produk lokal. Platform digital juga membantu menekan biaya promosi dan mengatasi kendala ekspor seperti logistik.

Selain promosi, kerja sama dengan kreator luar negeri bisa memberikan masukan agar produk lokal lebih cocok dengan selera pasar internasional. Dari komentar atau respon audiens, pelaku usaha bisa memperbaiki desain, fungsi, atau cara promosi produk.

Penguatan Ekonomi dan Budaya Lokal Lewat Cerita Digital

Saat ini, pemasaran digital jadi semakin penting, apalagi jika dikaitkan dengan cerita di balik sebuah produk. Konsumen, terutama generasi milenial dan Gen Z, tidak hanya peduli pada barang yang dibeli, tapi juga asal-usulnya. Mereka lebih suka produk yang punya nilai lebih, seperti ramah lingkungan, menjaga budaya lokal, dan bermanfaat bagi masyarakat. 

Cerita seperti ini bukan sekadar pelengkap, tapi jadi bagian penting dalam menarik perhatian konsumen. Orang lebih bangga membeli produk yang mendukung perubahan positif. Bagi brand lokal, ini jadi peluang untuk menonjolkan budaya dan tampil beda di pasar global.

Teknologi digital juga membantu pelaku usaha lebih memahami pasar. Alat seperti TikTok Analytics, Meta Business Suite, dan Google Trends bisa menunjukkan tren, kebiasaan konsumen, dan waktu terbaik untuk posting. Dengan data ini, promosi bisa jadi lebih tepat sasaran. Contohnya, dari komentar atau respon audiens, pelaku usaha bisa tahu apa yang disukai dan apa yang perlu diperbaiki. Strategi juga bisa disesuaikan dengan kelompok pasar yang berbeda, agar pesan terasa lebih pribadi dan pas.

Jika data pemasaran ini digabungkan dengan cerita yang menarik, hasilnya akan lebih kuat. Usaha bisa bekerja sama dengan kreator konten untuk menyampaikan pesan yang lebih jujur dan mudah dipercaya. Ini bisa memperluas pasar, memperkuat merek, dan membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Baca Juga: 3 Strategi Pemasaran 'Disruptif' yang Menggerakkan Bisnis-Bisnis Startup di Era Digital

Di era digital yang serba terhubung, kreator konten jadi bagian penting dalam strategi promosi. Berbeda dari iklan lama yang kaku dan satu arah, kreator bisa menyampaikan pesan produk lewat cerita yang lebih menarik, nyata, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ini membuat konsumen lebih mudah terhubung secara emosional dengan produk.

Kerja sama antara brand lokal dan kreator konten membuka peluang besar untuk memperkenalkan produk ke pasar yang lebih luas, termasuk internasional. Kreator yang punya pengikut dari berbagai negara bisa membantu mengenalkan produk lokal secara efektif dan murah, tanpa harus pakai cara promosi yang mahal.

Selain meningkatkan penjualan, strategi ini juga membantu pertumbuhan ekonomi lokal. UMKM bisa lebih dikenal dan menjangkau konsumen baru lewat media sosial. Kolaborasi ini juga bisa menciptakan lapangan kerja di bidang ekonomi kreatif.

Sekarang, promosi bukan hanya soal jualan, tapi juga soal membangun kerja sama antara brand, kreator, konsumen, dan komunitas. Dengan begitu, semua pihak bisa mendapat manfaat—secara ekonomi, sosial, dan budaya.

Ke depan, brand lokal yang jujur, kreatif, dan tetap menjaga identitas budaya sambil memanfaatkan kekuatan digital akan punya peluang besar untuk sukses, baik di dalam maupun luar negeri. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Silwa Alya Khansa
Universitas katolik parahyangan

News Update

Ayo Netizen 28 Mei 2026, 19:21

Takbir, Tahmid, dan Tahlil

Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaha illallah, wallahu akbar, Allahu akbar, wa lillahil hamdu.

Warga menggelar tradisi takbiran di Kampung Bunut, Margahurip, Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 15:10

Kurban dan Masakan Ibu Saat Tahun 1980-an

Suasana Hari Raya Iduladha tahun 1980-an tentang bagaimana seorang Ibu mengolah daging kurban diolah menjadi masakan yang digemari anak-anaknya

Ilustrasi salat Idul Adha. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 28 Mei 2026, 12:20

Laksa Bogor, Kuliner Peranakan Legendaris di Kota Hujan

Laksa Bogor dikenal dengan teknik penyajian unik “dikocok” yang membuat bihun dan tauge menyatu sempurna dengan kuah santan kuning berbumbu.

Laksa Bogor. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 12:03

Mengapa Nabi Mengajarkan 'Baarakallahu Laka' dan 'Baaraka Alaika' dalam Doa Pernikahan?

Mengapa Nabi menggunakan lafazh “laka” dan “‘alaika” dalam doa pernikahan? Ternyata tersimpan pesan mendalam tentang sakinah, cinta, ujian hidup, syukur, dan kesabaran rumah tangga.

Pasangan suami istri. (Sumber: Istimewa | Foto: Muhammad Mufti SN)
Beranda 28 Mei 2026, 09:45

Idul Adha 1447 H, PLN NP UP Cirata Tebar Kepedulian lewat Bantuan Hewan Kurban

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan 5 sapi dan 21 kambing kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 09:34

Harga Mahal Sebuah Piala: Saat Euforia Juara Persib Bandung Harus Dibayar dengan Nyawa

Merayakan Persib boleh menggila, tetapi logika dan kemanusiaan jangan sampai ikut mati.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 28 Mei 2026, 00:27

Kelola Belanja Keluarga lewat HP, Ibu Rumah Tangga Perlu Paham Ancaman Digital Perbankan

Era digital yang sudah serba canggih telah memberikan kemudahan untuk pelbagai sektor, termasuk perbankan.

Aplikasi BRImo dari Bank BRI. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 18:04

Wajah Ganda Kota Kembang: Ramah Wisatawan, Menantang bagi Pekerja

Bandung memikat jutaan wisatawan, tetapi pekerjanya menghadapi tekanan biaya hidup.

Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 27 Mei 2026, 15:17

Ketika BUMDes dan BRILink Jadi Duet Andalan untuk Tingkatkan Ekonomi Desa Margamukti

BRILink di Margamukti adalah cermin dari cara berpikir BUMDes Marga Makmur secara keseluruhan.

Agen BRILink BUMDes Marga Makmur, di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 13:19

Ibadah Qurban atau Ibadah Udhiyyah? Yuk Kenali Istilah yang benar dalam Islam

Seringkali terdengar ibadah qurban pada momentum Idul Adha, apa arti sebenarnya?

Hewan udhiyyah di Indonesia adalah sapi, kambing, domba, kerbau (Sumber: Pixeabay | Foto: Paskvi)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 12:31

Menolak Lupa: Surat Samantha untuk Perdamaian Dunia

Kisah seorang anak yang memberi pesan bahwa perdamaian dunia adalah hak mutlak setiap umat manusia

Samantha Smith (Sumber: Kennebec Journal)
Beranda 27 Mei 2026, 10:59

Sambut Idul Adha, PLN Nusantara Power Pastikan PLTA Cirata Beroperasi Prima

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.
Beranda 27 Mei 2026, 10:38

Kalau Tidak Ada Ketupat, Rasanya Bukan Lebaran

Lapak-lapak kecil di Jalan Gurame memperlihatkan satu hal sederhana beberapa tradisi ternyata masih bertahan.

Rio penjual ketupat musiman di Jalan Gurame, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 10:06

Cicaheum Purna, Mampukah Leuwipanjang Menanggung Bebannya?

Pemusatan terminal ke Leuwipanjang patut diapresiasi karena membawa janji modernisasi.

Suasana Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)