Strategi Pencitraan Merek, Internasionalisasi Produk Lokal demi Tingkatkan Penjualan

7 menit baca
Silwa Alya Khansa
Ditulis oleh Silwa Alya Khansa diterbitkan
Banyak konsumen lebih percaya pada rekomendasi dari orang yang mereka ikuti, seperti pembuat konten, dibandingkan iklan tradisional. (Sumber: Pexels/Tembela Bohle)
Banyak konsumen lebih percaya pada rekomendasi dari orang yang mereka ikuti, seperti pembuat konten, dibandingkan iklan tradisional. (Sumber: Pexels/Tembela Bohle)

Di era digital saat ini, cara pemasaran dan perilaku konsumen telah banyak berubah. Salah satu perubahan besar adalah semakin pentingnya peran pembuat konten digital dalam memengaruhi keputusan pembelian dan membentuk citra merek.

Pembuat konten kini tidak hanya menciptakan hiburan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran, terutama bagi merek lokal yang bersaing di pasar yang ramai dan cepat berubah. Mereka mampu membangun cerita yang menarik dan sesuai dengan karakter audiens. Konten yang dibuat terasa lebih personal dan alami, tidak seperti iklan biasa yang sering dianggap membosankan.

Karena itu, konten dari pembuat konten lebih mudah diterima dan bisa membangun hubungan emosional antara merek dan konsumen. Hubungan ini penting karena dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk. Kepercayaan ini sangat memengaruhi keputusan pembelian.

Banyak konsumen lebih percaya pada rekomendasi dari orang yang mereka ikuti, seperti pembuat konten, dibandingkan iklan tradisional. Pembuat konten tidak hanya memberi informasi, tetapi juga menunjukkan langsung cara penggunaan produk, menjawab pertanyaan pengikut, dan berbagi pengalaman pribadi yang membuat produk terasa lebih dekat dan menarik. 

Salah satu platform yang sangat mendukung peran pembuat konten adalah TikTok. TikTok memungkinkan konten menjadi viral dengan cepat karena algoritma yang menyesuaikan dengan minat pengguna. Ini memberi peluang besar bagi merek lokal untuk menjangkau pasar luas tanpa biaya besar.

Bahkan, layanan e-commerce lewat TikTok tumbuh 4,4% dari 2022 ke 2023 dan kini menyumbang 13,2% dari pasar, menunjukkan pergeseran besar dari belanja melalui marketplace biasa ke platform video pendek seperti TikTok.

TikTok bukan lagi hanya untuk hiburan, tapi juga menjadi pasar digital yang penting, terutama bagi anak muda. Banyak pembuat konten di TikTok yang bisa membuat tren baru, memperkenalkan produk lokal ke banyak orang, bahkan sampai ke pasar internasional.

Pengaruh Media Sosial terhadap Branding dan Penjualan di Era Digital

Di era digital, media sosial sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Tak hanya untuk komunikasi, media sosial kini berperan besar dalam membentuk opini, menyebarkan informasi, dan memengaruhi keputusan konsumen.

Menurut data dari Databoks.katadata.co.id, pada 2024,  sekitar 73,7% penduduk Indonesia, atau sekitar 191 juta orang, menggunakan media sosial. Dari jumlah tersebut, 63,4% atau sekitar 167 juta orang merupakan pengguna aktif. Selain itu, akses internet di Indonesia telah mencakup 93,4% populasi, yang setara dengan sekitar 242 juta orang. Data ini menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia telah terhubung secara digital, menjadikan media sosial sebagai wadah yang sangat potensial untuk menjangkau konsumen secara luas dan efektif.

Angka ini menunjukkan bahwa hampir seluruh masyarakat Indonesia sudah terhubung secara digital, menjadikan media sosial sebagai tempat yang sangat potensial untuk menjangkau konsumen. Salah satu strategi yang efektif adalah bekerja sama dengan kreator konten. Mereka mampu menyampaikan promosi dengan cara yang lebih alami, menarik, dan mudah dipahami.

Kreator tak hanya menunjukkan produk, tapi juga bercerita tentang manfaat dan bagaimana produk itu digunakan dalam kehidupan nyata. Ini membuat calon pembeli lebih mudah tertarik dan mengingat brand tersebut.

Kunci keberhasilan dari strategi ini adalah konten yang asli dan kreatif. Kreator yang memahami nilai dan gaya brand akan menghasilkan promosi yang terasa jujur dan tidak seperti iklan biasa. Konten seperti ini cenderung mendapat lebih banyak komentar, likes, dan share, yang artinya brand akan lebih dikenal secara alami oleh lebih banyak orang.

Baca Juga: Historisitas Rel Mati, Jejak Besi Bandoeng—Soemedang dalam Lintasan Waktu

Mempengaruhi Persepsi Konsumen Lewat Kreator Konten

Saat ini, konsumen lebih suka promosi yang terasa pribadi dan emosional, bukan iklan yang langsung dan kaku. Karena itu, banyak brand memilih bekerja sama dengan kreator konten di platform seperti TikTok, Instagram, YouTube, dan X. Kreator bisa menyampaikan pesan dengan cara yang lebih alami, akrab, dan mudah diterima. 

Kreator membagikan pengalaman pribadi dan cerita sehari-hari saat mempromosikan produk. Gaya ini membuat konten terasa lebih jujur, sehingga penonton lebih percaya dan terhubung secara emosional. Promosi lewat kreator terasa halus dan bukan seperti iklan biasa. Konsumen tidak hanya melihat produk, tapi juga merasakan pengalaman di baliknya. Ini membuat mereka lebih tertarik untuk mencoba.

Setiap kreator punya gaya dan pengikut yang berbeda. Brand bisa memilih kreator yang cocok dengan citra mereka. Pengikut kreator biasanya setia dan merasa dekat, meski hanya kenal lewat layar. Ini disebut parasocial relationship. Kedekatan ini membuat pesan dari kreator lebih dipercaya. 

Kepercayaan sangat penting dalam pemasaran. Menurut survei BrightLocal (2020), 79% orang percaya pada ulasan online hampir seperti percaya pada teman sendiri.

Membangun Citra Merek Lewat Media Sosial

Sekarang, promosi bukan hanya soal jualan, tapi juga soal membangun kerja sama antara brand, kreator, konsumen, dan komunitas. (Sumber: Pexels/Tembela Bohle)
Sekarang, promosi bukan hanya soal jualan, tapi juga soal membangun kerja sama antara brand, kreator, konsumen, dan komunitas. (Sumber: Pexels/Tembela Bohle)

Media sosial seperti TikTok, Instagram, YouTube, dan X (dulu Twitter) sekarang jadi alat penting dalam dunia pemasaran. Di sini, brand bisa berinteraksi langsung dengan kreator dan konsumen, tidak hanya sekadar memberi informasi. Konsumen juga bisa memberikan komentar, ulasan, bahkan ikut membentuk citra brand. 

Konten dari kreator sangat beragam, misalnya video unboxing, review jujur, tutorial, tips, atau vlog harian. Konten seperti ini terasa lebih nyata dan dekat, karena disampaikan secara personal. Konten yang menyentuh emosi penonton juga lebih mudah diingat dan bisa memengaruhi keputusan untuk membeli.

Cara bercerita, ekspresi kreator, dan kualitas video sangat berpengaruh terhadap kesan penonton. Kalau produk digambarkan sebagai ramah lingkungan, praktis, atau cocok untuk semua orang, penonton akan merasa lebih tertarik dan terhubung. 

Karena itu, brand harus cermat memilih kreator. Bukan cuma soal jumlah pengikut, tapi juga apakah kreator punya nilai yang sesuai dengan brand dan bisa menyampaikan pesan dengan cara yang pas. Bentuk kerja samanya pun makin beragam, seperti giveaway, konten edukatif, live streaming, atau bahkan kolaborasi produk. Live streaming sekarang juga banyak yang dilengkapi fitur belanja langsung, jadi penonton bisa langsung membeli saat itu juga.

Dampak Strategi Digital pada Loyalitas dan Go Global-nya Produk Lokal

Kerja sama dengan kreator konten bukan hanya bisa menaikkan penjualan, tapi juga membantu membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Kalau konsumen merasa cocok dan terhubung secara emosional lewat konten yang jujur dan menarik, mereka cenderung jadi pelanggan setia. Bahkan, mereka bisa ikut mempromosikan produk ke orang lain secara sukarela, baik lewat media sosial maupun obrolan sehari-hari.

Strategi ini juga membuka jalan bagi produk lokal untuk dikenal di luar negeri. Kreator yang punya pengikut dari berbagai negara bisa mengenalkan produk lokal ke pasar global, meski memakai bahasa Indonesia. Masalah bahasa bisa diatasi dengan subtitle atau penyesuaian konten agar lebih mudah dipahami. 

Misalnya, kerajinan tangan dari Indonesia bisa viral jika dibahas oleh kreator dari Jepang atau Amerika. Karena kreator dipercaya oleh pengikutnya, ulasan mereka bisa membangun kepercayaan terhadap produk lokal. Platform digital juga membantu menekan biaya promosi dan mengatasi kendala ekspor seperti logistik.

Selain promosi, kerja sama dengan kreator luar negeri bisa memberikan masukan agar produk lokal lebih cocok dengan selera pasar internasional. Dari komentar atau respon audiens, pelaku usaha bisa memperbaiki desain, fungsi, atau cara promosi produk.

Penguatan Ekonomi dan Budaya Lokal Lewat Cerita Digital

Saat ini, pemasaran digital jadi semakin penting, apalagi jika dikaitkan dengan cerita di balik sebuah produk. Konsumen, terutama generasi milenial dan Gen Z, tidak hanya peduli pada barang yang dibeli, tapi juga asal-usulnya. Mereka lebih suka produk yang punya nilai lebih, seperti ramah lingkungan, menjaga budaya lokal, dan bermanfaat bagi masyarakat. 

Cerita seperti ini bukan sekadar pelengkap, tapi jadi bagian penting dalam menarik perhatian konsumen. Orang lebih bangga membeli produk yang mendukung perubahan positif. Bagi brand lokal, ini jadi peluang untuk menonjolkan budaya dan tampil beda di pasar global.

Teknologi digital juga membantu pelaku usaha lebih memahami pasar. Alat seperti TikTok Analytics, Meta Business Suite, dan Google Trends bisa menunjukkan tren, kebiasaan konsumen, dan waktu terbaik untuk posting. Dengan data ini, promosi bisa jadi lebih tepat sasaran. Contohnya, dari komentar atau respon audiens, pelaku usaha bisa tahu apa yang disukai dan apa yang perlu diperbaiki. Strategi juga bisa disesuaikan dengan kelompok pasar yang berbeda, agar pesan terasa lebih pribadi dan pas.

Jika data pemasaran ini digabungkan dengan cerita yang menarik, hasilnya akan lebih kuat. Usaha bisa bekerja sama dengan kreator konten untuk menyampaikan pesan yang lebih jujur dan mudah dipercaya. Ini bisa memperluas pasar, memperkuat merek, dan membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Baca Juga: 3 Strategi Pemasaran 'Disruptif' yang Menggerakkan Bisnis-Bisnis Startup di Era Digital

Di era digital yang serba terhubung, kreator konten jadi bagian penting dalam strategi promosi. Berbeda dari iklan lama yang kaku dan satu arah, kreator bisa menyampaikan pesan produk lewat cerita yang lebih menarik, nyata, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ini membuat konsumen lebih mudah terhubung secara emosional dengan produk.

Kerja sama antara brand lokal dan kreator konten membuka peluang besar untuk memperkenalkan produk ke pasar yang lebih luas, termasuk internasional. Kreator yang punya pengikut dari berbagai negara bisa membantu mengenalkan produk lokal secara efektif dan murah, tanpa harus pakai cara promosi yang mahal.

Selain meningkatkan penjualan, strategi ini juga membantu pertumbuhan ekonomi lokal. UMKM bisa lebih dikenal dan menjangkau konsumen baru lewat media sosial. Kolaborasi ini juga bisa menciptakan lapangan kerja di bidang ekonomi kreatif.

Sekarang, promosi bukan hanya soal jualan, tapi juga soal membangun kerja sama antara brand, kreator, konsumen, dan komunitas. Dengan begitu, semua pihak bisa mendapat manfaat—secara ekonomi, sosial, dan budaya.

Ke depan, brand lokal yang jujur, kreatif, dan tetap menjaga identitas budaya sambil memanfaatkan kekuatan digital akan punya peluang besar untuk sukses, baik di dalam maupun luar negeri. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)