Dunia Digital makin Canggih, Kondisi Generasi Z yang kian Letih

6 menit baca
Hasna nafisah
Ditulis oleh Hasna nafisah diterbitkan
Gen Z tidak segan untuk berbicara terkait isu-isu dunia termasuk lingkungan dan kesehatan mental. (Sumber: Pexels/Tim Gouw)
Gen Z tidak segan untuk berbicara terkait isu-isu dunia termasuk lingkungan dan kesehatan mental. (Sumber: Pexels/Tim Gouw)

Generasi Z adalah generasi yang lahir dari tahun 1997-2012. Menurut Francis &  Hoefel (2018), Generasi Z adalah penduduk asli digital karena sejak usia  dini mereka telah mengenal telepon genggam dan internet.

Hal ini dibuktikan dengan sebuah data dari BPS menunjukkan bahwa dari 74,93 juta jumlah Generasi Z di Indonesia terdapat 80 % pengguna yang memiliki media sosial. 

Selain itu, Generasi Z sering disebut sebagai generasi instan. Kemudahan teknologi membuat mereka dapat menyelesaikan semua aktivitas secara gampang dan cepat.

Kondisi ini menyebabkan generasi ini memiliki sifat yang tidak sabar, materialistik, dan fleksibel. Generasi ini juga dikenal peduli terhadap hal-hal sekitar. Oleh karena itu, mereka tidak segan untuk berbicara terkait isu-isu dunia termasuk lingkungan dan kesehatan mental.

Teknologi sebagai Identitas Generasi Z Membawa Pengaruh Negatif?

Menurut Amanda Salvin (2015) dalam penelitiannya tentang Forget about millennials, Gen Z has arrived,Teknologi merupakan identitas bagi Generasi Z. Artinya, semua aktivitas sehari - hari yang dilakukan oleh Generasi Z akan selalu terhubung dengan teknologi.

Hal ini ditunjukkan hanya dengan menggunakan satu perangkat mereka bisa mengakses semua hal dari pekerjaan, hiburan hingga kebutuhan dapat terpenuhi. Akan tetapi, Kemudahan ini dapat menyebabkan kecenderungan yang berakibat negatif bagi Generasi Z.

Dampak negatif ini merujuk kelelahan pada kognitif & mental Generasi Z. Kelelahan yang dimaksud berkaitan dengan kondisi penurunan fungsi kognitif & mental akibat kecenderungan teknologi yang berlebihan. Hal ini mengakibatkan kondisi seperti Jam koma, FOMO,dll.

Maraknya aplikasi layanan hingga munculnya Artificial Intelligence tidak heran membuat manusia semakin fleksibel & mudah untuk melakukan berbagai aktivitas hanya dengan ketikan & sentuhan tanpa perlu keterampilan. Selain itu, Konten - konten media sosial yang selalu menarik & berbeda membuat nyaman untuk menikmati hiburan dalam jangka waktu lama. Kegiatan - kegiatan ini menjadi pemicu kecenderungan  teknologi pada generasi z.

Menurut Mastermind Behaviour Service di tahun 2025, Generasi Z dapat menghabiskan waktu selama 6 jam 58 menit untuk menggunakan smartphone dalam sehari. Sedangkan, batas maksimal yang dianjurkan oleh para ahli dalam sehari adalah 7 jam. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di SMA Negeri 3 Kota Kupang, banyak anak remaja yang memainkan smartphone mengalami mata perih & telinga panas. Selain itu, kecenderungan ini dapat menyebabkan kondisi tidak dapat membedakan dunia nyata & maya.

Istilah-Istilah Negatif Akibat Pengaruh Teknologi

Gen Z tidak segan untuk berbicara terkait isu-isu dunia termasuk lingkungan dan kesehatan mental. (Sumber: Pexels/cottonbro studio)
Gen Z tidak segan untuk berbicara terkait isu-isu dunia termasuk lingkungan dan kesehatan mental. (Sumber: Pexels/cottonbro studio)

Istilah FOMO mungkin tidak terdengar asing bagi Generasi Z. Fear Out Missing Out (FOMO) adalah sebuah kata yang merujuk ingin mengikuti gaya orang lain di media sosial tanpa memikirkan kondisi diri sebenarnya. Kondisi ini disebabkan tidak dapat membedakan kondisi sebenarnya dengan dunia maya. Ajang media sosial seringkali digunakan untuk menunjukkan kehebatan diri seseorang terhadap orang lain. Akibatnya, hal tersebut memicu kecemasan pada seseorang dan berkeinginan kuat untuk mempunyai keadaan yang sama seperti orang tersebut. Dari hal tersebut, muncullah aksi FOMO tersebut.

Selain FOMO, terdapat istilah lain yang terkenal disebut dengan jam koma. Istilah ini pertama kali dibahas oleh konten kreator Indonesia bernama Oslo Ibrahim. Istilah ini menyebar di media sosial dan sedang diteliti oleh banyak ilmuwan.  Jam koma ini memiliki kesamaan ciri dengan Brain Fog dalam dunia psikologi.

Akan tetapi, terdapat perbedaan diantara keduanya. Brain fog istilah ini pertama kali ditemukan oleh James Tunstall. Kondisi ini  merujuk pada kondisi gangguan kognitif yang dapat disebabkan oleh obat - obatan atau suatu penyakit. Sedangkan, jam koma adalah suatu kondisi sulit fokus akibat kelelahan yang ekstrem.

Jam koma dapat terjadi karena kecenderungan teknologi yang berlebihan di waktu yang seharusnya tubuh beristirahat. Biasanya, gejala ini ditandai dengan kesulitan berkonsentrasi, pikiran merasa kosong, dan kehilangan kesadaran tiba - tiba. Kondisi ini sering dialami oleh generasi z dan berbahaya karena akan menghambat aktivitas sehari - hari terutama di waktu produktif.

Baca Juga: Indonesia Harus Serius Menindaklanjuti Kejahatan Seksual

Pengaruh Teknologi Terhadap Kesehatan Mental

Menurut Kartini Sikumbang, Generasi Z dikenal sebagai generasi yang suka menyuarakan pendapat. Mereka adalah generasi yang sadar akan banyak hal  terutama tentang kesehatan mental. Menurut mereka, kesehatan bukan hanya berkaitan tentang jasmani, tetapi juga jiwa perlu diperhatikan. 

Menurut Survei McKinsey Health Institute, Di Indonesia telah ditemukan 21% responden yang melaporkan bahwa mereka memiliki kesehatan mental yang buruk. Rata-rata kondisi ini disebabkan oleh teknologi. Penggunaan media sosial cenderung membuat Generasi Z semakin resah. Munculnya influencer memotivasi mereka untuk melakukan tindakan yang sama dalam kondisi yang terbatas.

 Dunia media sosial yang penuh akan konten kesombongan & kesenangan membuat manusia lupa dengan kondisi realita. Akibatnya, kondisi keterpurukan menjadi sesuatu yang sangat dihindari dan terjebak dalam kondisi kesenangan yang sementara.  Kondisi inilah yang menyebabkan depresi yang semakin tinggi. Kondisi kesempurnaan menjadi hal yang harus dicapai.

Dalam survei yang dilakukan Mckinsey (2022) terhadap 42 miliar responder dari 16 negara, Generasi Z memiliki dampak negatif 37% lebih besar dari generasi sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi mempengaruhi penurunan fungsi kognitif & mental pada Generasi Z.Teknologi yang semakin canggih berakibat buruk terhadap generasi muda yang semakin lemah.

Saat ini, terdapat banyak contoh Gen Z yang sulit untuk menghadapi situasi yang kompleks. Mereka sulit saat menghadapi tindakan yang perlu banyak berpikir seperti saat menghadapi situasi konflik. Padahal situasi kompleks itu penting dipelajari manusia untuk membangun rasa berpikir yang kritis. Selain itu, banyak kasus yang mengangkat depresi dialami oleh Gen Z sehingga berdampak fatal melakukan bunuh diri.

Generasi Z sebagai generasi muda yang akan meneruskan dunia selanjutnya seharusnya tidak mengalami kondisi ini. Hal ini dikarenakan kedua fungsi tersebut digunakan untuk aktivitas  sehari - hari dan mempengaruhi masa depan dunia jika dampak negatif tersebut tidak ditangani. Kondisi ini akan mengakibatkan dunia masa depan yang lemah, sulit berinovasi, dan tidak stabil. Oleh karena itu, Gen Z sebagai generasi penerus dunia harus memperhatikan masalah ini.

Tindakan negatif dari teknologi ini dapat menjadi berbahaya apabila dibiarkan terus menerus. Generasi Z sebagai generasi masa depan harus bisa meminimalisir dampak negatif ini agar tidak mempengaruhi generasi selanjutnya. Tindakan ini bisa berupa  mengurangi kegiatan yang menggunakan  teknologi. Kedua fungsi tersebut bisa turun karena pengaruh teknologi tersebut.

 Tindakan tersebut didukung dengan  melakukan aktivitas positif. Aktivitas positif ini bisa berkaitan untuk mengelola stress seperti meditasi atau meningkatkan fokus seperti membaca buku. Aktivitas lainnya juga bisa berkaitan dengan membangun interaksi sosial di dunia luar. Intinya, aktivitas yang membangun untuk mencegah penurunan kedua fungsi tersebut. 

Tindakan lainnya adalah mengutamakan kegiatan utama sebelum menggunakan gadget. Penggunaan gadget sering membuat lupa waktu. Lupa waktu ini menyebabkan kita lupa makan dan lupa tidur yang pada akhirnya bisa berdampak buruk pada kesehatan mental & fisik bagi tubih. Oleh karena itu, tindakan ini bisa membantu keseimbangan kegiatan dasar dan aktivitas digital.

Baca Juga: Eksploitasi Sumber Daya Alam, Sebuah Pilihan Sulit di Tengah Ekologi Sosial

Terapi CBT Meningkatkan Kegiatan Positif

Dunia media sosial sering membuat manusia semakin resah dan sering berpikiran negatif. Terdapat tindakan untuk mengatasi hal ini yaitu CBT (Cognitive Behavioral Therapy). CBT (Cognitive Behavioral Therapy) adalah sebuah tindakan untuk mengubah pikiran negatif menjadi sebuah positif. Terapi ini mengandalkan pemikiran, perilaku dan perasaan bekerja sama untuk menonaktifkan elemen - elemen yang membawa terhadap hal - hal negatif.

Terapi ini bisa dilakukan dengan latihan melakukan relaksasi agar bisa mengontrol emosi dengan baik. Selain itu, menjadwalkan kegiatan yang terstruktur agar manusia bisa lebih fokus terhadap kegiatan tersebut. Tindakan lainnya bisa dengan melakukan sesi menulis untuk mengungkapkan perasaan negatif dalam bentuk tulisan..

Jika solusi tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari hari, setidaknya kekhawatiran mengenai kondisi masa depan dapat dicegah. Selain itu, stereotip mengenai Gen Z yang lemah dapat dihindari. Oleh karena itu, Gen Z perlu ikut andil untuk menggunakan teknologi secara bijak dan mengubahnya dari yang awalnya dapat membuat kelemahan bisa menjadi kekuatan yang besar untuk dunianya di masa depan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 19:22

Ruang Kreatif Revitalisasi Bahasa Ibu

Sering kali orang tua jarang menggunakan bahasa daerah di rumah karena memilih membiasakan anak berbahasa Indonesia. Terkait ini ketika orang tua berlatar beda suku dan beda bahasa.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 18:23

Mengenang Peristiwa G30S Melalui Lembaran Berita Yudha

Membuka kembali Berita Yudha edisi 30 Oktober 1965, berarti membuka sebuah jendela menuju Indonesia beberapa pekan setelah G30S.

Halaman Muka surat kabar Berita Yudha edisi Oktober 1965, yang merekam pemberitaan mengenai situasi dan peristiwa penting di Indonesia pasca-G30S. (Foto: Kin Sanubary)
Bandung 06 Okt 2026, 17:53

Mengintip Potensi Ekonomi Kreatif Kota Bandung Lewat Layar Perfilman dan Kolaborasi Komunitas

Tren pemutaran film independen, festival sinema alternatif, hingga pertumbuhan ruang pemutaran komunitas di Kota Kembang membuktikan tingginya dahaga publik terhadap ragam narasi visual.

Bandung World Cinema (BWC) 2026 dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif di Kota Bandung.
Sejarah 06 Okt 2026, 17:16

Sejarah Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia

Jejak naturalisasi Timnas Indonesia bukan fenomena baru. Perjalanan dari Van der Vin pada era 1950-an hingga gelombang diaspora saat ini.

Pemain Timnas Indonesia dalam laga kontra Thailand dalam Asean Cup 2026. (Sumber: Vidio)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 17:03

Bandung, Banjir, dan Rutinitas Tahunan yang Tak Pernah Ada Solusi

Banjir di Bandung kerap kali menjadi event tahunan yang tidak pernah menemukan solusi yang pasti.

Banjir Tahunan di Kab. Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)