Meluruskan Sejarah Kalender Hijriah

4 menit baca
Ayatullah Karim
Ditulis oleh Ayatullah Karim diterbitkan
Dengan kalender Hijriah ini pula, kaum muslimin di sepanjang masa terus terhubung dengan akar sejarah dan identitas mereka sebagai umat Nabi Muhammad saw. (Sumber: Pexels/Soner Arkan)
Dengan kalender Hijriah ini pula, kaum muslimin di sepanjang masa terus terhubung dengan akar sejarah dan identitas mereka sebagai umat Nabi Muhammad saw. (Sumber: Pexels/Soner Arkan)

Tak terasa. Bulan berganti bulan. Tahun pun berganti tahun. Bulan Dzulhijah akan segera berakhir diganti dengan Muharam sebagai pertanda tahun baru Islam 1447 Hijriah.

Walaupun setiap tahun diperingati, rasanya masih banyak yang belum mengenal dengan benar sejarah penanggalan kalender Hijriah ini. Banyak beredar anggapan keliru tentangnya yang perlu diluruskan.

Banyak yang mengira bahwa 1 Muharam adalah tanggal hijrahnya Nabi saw. dan para sahabatnya dari Mekah ke Madinah. Padahal Muharam bukanlah waktu mereka berhijrah. Hijrah juga tidak dilakukan dalam satu keberangkatan saja. Para sahabat berhijrah secara terpisah, dengan rombongan dan pada waktu yang berbeda-beda, sejak akhir Dzulhijah sampai bulan Shafar.

Anggapan keliru lainnya adalah bahwa kalender Hijriah sudah berlaku sejak zaman Nabi saw. dan dirancang oleh beliau sendiri. Yang benar, sistem penanggalan Hijriah baru resmi digunakan 17 tahun setelah hijrahnya Nabi saw. Tepatnya pada tahun ketiga masa kekhalifahan Umar bin Khattab.

Bermula dari Gubernur Bashrah (Irak) saat itu, Abu Musa Al-Asy’ari, yang mengeluhkan surat-surat yang dikirimkan Khalifah Umar kepadanya tidak memiliki catatan tahun, sehingga sulit diketahui akurasi waktu pengirimannya. Saat itu, penanggalan yang digunakan memang masih warisan Arab pra-Islam, hanya tanggal dan bulan yang ditulis tanpa tahun.

Khalifah Umar pun bermusyawarah untuk menentukan kapan atau peristiwa apa yang akan dijadikan sebagai awal tahun penanggalan. Sejumlah sahabat dari kaum Muhajirin dan Anshar diundang, sebut saja Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin Auf, Zubair bin Awwam, Sa’ad bin Waqqash, serta Thalhah bin Ubaidillah.

Disebutkan oleh Imam Ibnu Hajar dalam kitabnya Fathul Bari, ada empat usulan yang mengemuka saat itu. Pertama, Hijriah mulai dihitung dari Tahun Gajah ketika Nabi lahir. Kedua, sejak wafatnya Nabi. Ketiga, dari tahun saat Nabi diangkat menjadi Rasul ketika wahyu pertama turun. Dan terakhir, sejak tahun hijrahnya Nabi dari Mekah ke Madinah.

Dari keempat opsi tersebut, para sahabat sepakat untuk tidak memilih tahun kelahiran Nabi dan tahun diangkatnya Nabi menjadi Rasul. Alasannya karena saat itu kapan tepatnya waktu Nabi lahir dan kapan wahyu pertama turun masih menjadi perdebatan di antara mereka. Tidak juga tahun wafatnya Nabi karena tentu saja peristiwa itu meninggalkan banyak kesedihan.

Baca Juga: AI, Neraka, dan Konten Viral: Kreatif atau Blunder?

Alhasil, semua sahabat sepakat menjadikan perhitungan kalender Islam dimulai sejak tahun hijrahnya Nabi dari Mekah ke Madinah.

Pilihan ini tentu saja bukan tanpa alasan. Selain merupakan usulan Ali bin Abi Thalib, waktu kapan Nabi hijrah juga sudah jelas. Hijrah ketika itu juga dianggap sebagai pembeda antara hak dan batil. Dan yang tak kalah penting, hijrah dipandang sebagai langkah taktis dan strategis yang mengawali kebangkitan umat Islam, setelah sebelumnya hanya berdakwah secara diam-diam.

Maka tak heran jika sistem penanggalan ini kemudian dinamakan dengan kalender Hijriah, karena erat kaitannya dengan hijrah Nabi Muhammad saw.

Tak terasa. Bulan berganti bulan. Tahun pun berganti tahun. Bulan Dzulhijah akan segera berakhir diganti dengan Muharam sebagai pertanda tahun baru Islam 1447 Hijriah. (Sumber: Pexels/Kader D. Kahraman)
Tak terasa. Bulan berganti bulan. Tahun pun berganti tahun. Bulan Dzulhijah akan segera berakhir diganti dengan Muharam sebagai pertanda tahun baru Islam 1447 Hijriah. (Sumber: Pexels/Kader D. Kahraman)

Lalu bagaimana sejarahnya Muharam bisa menjadi bulan pertama tahun Hijriah?

Perlu diketahui bahwa Muharam menjadi bulan pertama Hijriah bukanlah karena bertepatan dengan hijrahnya Nabi saw. ke Madinah seperti yang dikira banyak orang. Nabi saw. baru hijrah dari Mekah pada malam 27 Shafar (bulan setelah Muharam) dan tiba di Quba pada tanggal 8 Rabi’ul Awwal, lalu memasuki Madinah setelah shalat Jum’at pada 12 Rabi’ul Awwal.

Jadi mengapa Muharam dipilih sebagai bulan pertama tahun Hijriah?

Masih menurut keterangan Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, menjadikan Muharam sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah sesungguhnya adalah usulan Utsman bin Affan. Utsman beralasan bahwa sejak dulu Muharam memang bulan pertama dalam kalender masyarakat Arab.

Selain itu, pada bulan Muharam kaum muslimin dalam keadaan fresh karena baru saja menyelesaikan ibadah besar yaitu haji. Dan alasan terpenting, Ustman menilai bahwa rangkaian hijrah Nabi sesungguhnya sudah terjadi sejak bulan Muharam.

Karena pada bulan sebelumnya, yaitu pada akhir bulan Dzulhijjah, beberapa orang penduduk Madinah bersumpah setia kepada Nabi dalam peristiwa Baiat Aqabah kedua. Pada peristiwa inilah pertama kali muncul tekad untuk hijrah.

Maka Baiat Aqabah inilah yang menjadi dasar hijrahnya Nabi dan kaum muslimin ke Madinah. Lewat baiat ini pula, Nabi menyadari adanya dukungan dan kesetiaan penduduk Madinah kepadanya. Madinah pun diyakini menjadi destinasi hijrah yang ideal bagi dakwah Nabi dan kaum muslimin yang membutuhkan ruang untuk berkembang. Dari Hijrah ke Madinah inilah, Islam terus berkembang ke seantero dunia.

Sejak saat itu, kaum muslimin memiliki kalender Hijriah sebagai penanggalan resmi dan Muharam sebagai bulan pertamanya. Di mana awal bulannya ditentukan dengan munculnya hilal.

Baca Juga: One Piece dan Cermin Demokrasi Indonesia, Fiksi yang Merefleksikan Realitas

Tidak hanya fundamental bagi catatan sejarah perjalanan Islam, kalender Hijriah juga sangat esensial perannya sebagai pijakan waktu bagi pelaksanaan hukum-hukum Islam seperti puasa, zakat, kurban, haji, ‘iddah (masa tunggu wanita setelah cerai atau ditinggal mati suaminya), dan sebagainya.

Dengan kalender Hijriah ini pula, kaum muslimin di sepanjang masa terus terhubung dengan akar sejarah dan identitas mereka sebagai umat Nabi Muhammad saw.

Kita berdoa semoga tahun baru Hijriah ini mampu menyalakan api semangat sekaligus harapan baru bagi kita semua, layaknya hijrah Nabi yang menjadi tonggak kejayaan Islam. Amin. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)