Benarkah Penampilan Fisik Lebih Menarik Dibandingkan Isi Otak

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Cyber Bullying terhadap peserta COC 2025. (Sumber: Instagram/Rian.fahardhi)
Cyber Bullying terhadap peserta COC 2025. (Sumber: Instagram/Rian.fahardhi)

COC (Clash of Champions), merupakan sebuah gebrakan realitas pendidikan melalui sebuah permainan yang diproduksi oleh perusahaan rintisan Ruang Guru.

Pertama kali acara ini ditayangkan melalui layanan streaming pada 29 Juni 2024 dan sudah memasuki dua musim penayangan.

Acara ini mengundang perwakilan mahasiswa terbaik dari dalam maupun luar negeri. Semua berkumpul untuk berkompetisi siapa yang paling menonjol dari, siapa yang paling cerdas dari semuanya.

Bagi saya ini adalah acara yang positif bahkan seharusnya menjadi spotlight dalam kancah pertelevisian di Indonesia. Sejauh ini kita tahu bahwa dunia televisi di Indonesia seringkali mengangkat tema atau kejadian yang kurang penting untuk ditayangkan. Seperti seseorang yang viral karena bersikap absurd, perselingkuhan, percintaan para artis atau banyak hal tidak penting lainnya.

Seharusnya acara COC ini bisa menjadi pemantik api semangat bagi generasi muda dalam semangat belajar. Acara seperti ini seharusnya bisa memacu rasa curiosity bagi generasi Indonesia.

Bagaimana mereka bisa secerdas itu ? Bagaimana cara belajar mereka dan bagaimana lainnya yang secara tidak langsung membuat otak bekerja untuk menemukan sebuah ide yang selanjutnya akan berdampak pada solusi dari realitas yang ada.

Namun sangat disayangkan ketika kemunculan musim kedua ini banyak netizen yang melakukan cyber bullying kepada salah satu peserta bernama Zahran. Saat itu rasanya netizen tidak peduli dengan latar belakang Zahran yang luar biasa dimimpikan setiap generasi.

Zahran merupakan mahasiswa ITB, sebuah kampus yang di kenal di seluruh indonesia, kampus yang selalu diidamkan semua calon mahasiswa.

Zahran juga merupakan salah satu mahasiswa yang menorehkan prestasi di kancah internasional. Bahkan mahasiswa dengan Jurusan Teknik Dirgantara ini memiliki IPK yang nyaris sempurna bagi ukuran mahasiswa ITB yaitu 3.94.

Cyber Bullying Peserta COC 2025. (Sumber: Instagram/Rian.fahardhi)
Cyber Bullying Peserta COC 2025. (Sumber: Instagram/Rian.fahardhi)

Banyak netizen yang menghina fisik dan mengatakan bahwa nilai akademisnya tidak setara dengan penampilan fisiknya. Gila sih menurut saya, sejak kapan fisik menjadi tolak ukur kecerdasan seseorang.

Padahal kecerdasan adalah bukti nyata bagaimana seseorang memperjuangkan ilmu pengetahuan, kecerdasan juga merepresentasikan betapa seseorang tersebut memiliki keinginan yang kuat dalam belajar atau seseorang itu memiliki rasa ingin tau yang tinggi.

Menjadi miris ketika tujuan Indonesia Emas yang selalu digadang-gadangkan akan hadir di masa depan, justru tidak selaras dengan fakta masyarakatnya itu sendiri. Bukankah isi otak akan lebih berkontribusi untuk kemajuan suatu negara dibandingkan penampilan fisik semata.

Bukankah seharusnya manusia berpikir bahwa fisik itu adalah ciptaan Tuhan. Bagaimana pun rupanya itu sudah menjadi hak prerogatif Tuhan yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun.

Fisik bisa berubah, ia akan bermetamorfosis tergerus oleh waktu. Wajah bisa menjadi keriput karena usia yang terus bertambah. Fisik bisa rubah jika mengalami kecelakaan atau penyiraman air keras. Fisik bukan sesuatu yang bisa abadi dalam diri seseorang.

Tapi bandingkan isi otak justru lebih menjanjikan untuk masa yang akan mendatang. Ia tak lekang oleh waktu. Akan semakin matang dan bijak ketika bertambah usia. Isi otak bisa menjadi penggagas lahirnya sebuah ide yang bisa menyelesaikan masalah-masalah kehidupan.

Jadi apakah fisik amat lebih penting dibandingkan dengan isi otak? Seperti iya, bagi sebagian masyarakat Indonesia. Hal ini terbukti dari tindakan sebagian netizen yang melakukan cyber bullying pada kasus di atas.

Bahkan menurut saya, sebagian masyarakat yang berlaku demikian adalah bagian dari mereka yang memiliki crab mentality. Suatu sikap yang tidak senang ketika melihat orang lain lebih pintar, lebih berprestasi, lebih bersinar dan lebih segalanya dalam berbagai aspek kehidupan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Okt 2026, 16:38

Memikirkan Kembali Sumber Daya Energi Baru: Terbarukan Berbiaya Murah dan Ramah Lingkungan

Mengulas solusi energi baru dan terbarukan yang murah serta ramah lingkungan.

Pengelola Waduk Jatiluhur menyebutkan kemarau panjang pada Juli 2023 menyebabkan tinggi muka air waduk mengalami penyusutan hingga 10 meter atau 2 meter diambang batas kritis. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 14:22

Masa Depan Podcast: Kemana Arah Komunikasi Digital Antara Manusia dan Akal Imitasi?

Perkembangan teknologi turut membuat podcast dengan pelbagai macam tema yang bisa diangkat. Maka tidak ada lagi batasan bahwa kita tidak bisa menyuarakan aspirasi melalui podcast.

Ilustrasi alat studio podcast. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 10:47

Peringati Bulan Bahasa dengan Membaca Indeks Literasi

Refleksi tingkat literasi Indonesia dalam momentum bulan bahasa tahun 2026.

Bulan Bahasa dan Literasi. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 09:59

KDM Mengingatkan Pers, tetapi Siapa yang Mengingatkan KDM?

KDM tidak perlu takut kepada wartawan yang kritis. Justru seorang gubernur memerlukan wartawan yang mampu menjadi semacam cermin yang tidak bisa diedit.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 20:31

Saat Pajak Terus Mencekik, Masihkah 'Worth It' untuk Membangun Usaha Mandiri?

Di Negara ini menjadi Karyawan atau Wirausahawan bukan satu-satunya pilihan yang menguntungkan. Keduanya punya konsekuensi yang terkadang merugikan.

Apakah kita benar-benar bisa memilih antara menjadi karyawan dan pengusaha di negeri ini? (Sumber: pixabay)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 19:15

Masjid Menara Sangat Terkait Kali Semarang

Kali Semarang dan anak-anak sungainya, dermaga sungai di Kampung Melayu dengan Masjid Menaranya, menjadi satu situs penting dalam sejarah perkembangan Kota Semarang.

Pak Ali (berbaju putih), sedang memberikan keterangan tengtang penimbunan lantai satu masjid. (Foto: T Bachtiar)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 18:02

Investasi Bangsa Dimulai dari Penguasaan Literasi Generasi Muda

Penguasaan literasi generasi muda harus ditempatkan sebagai fondasi utama untuk membangun bangsa yang kuat, mandiri, adaptif dalam menghadapi perubahan zaman.

Anak muda sedang membaca buku. (Sumber: Pexels | Foto: Abby Chung)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 16:45

Mengenang Masa Keemasan Acara Musik di Layar Kaca TVRI

Bagi generasi yang tumbuh pada era 1980-an hingga 1990-an, acara musik di TVRI bukan sekadar tontonan.

Aneka Ria Safari. Salah satu acara musik televisi favorit penonton Indonesia era 1980-1990-an. Program ini menghadirkan penyanyi dan grup musik populer serta lagu-lagu yang tengah digemari masyarakat. (Sumber: Majalah Monitor TVRI)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 15:14

Makna Filosofis, Persamaan, dan Perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak

Makna filosofis, persamaan dan perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak.

Seniman tembang pupuh. (Sumber: Dika Dzikriawan)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 11:49

Seragam Khaki

Cerita seorang guru honorer yang mendapat ujian ekonomi tapi tetap bekerja profesonal.

Ilustrasi 'Khaki'. (Sumber: ChatGPT)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 10:28

Mabuk Sejarah dalam 'Telunjuk dan Pelatuk'

Resensi buku kumpulan cerpen 'Telunjuk dan Pelatuk' karya Ikrom Rifai.

sampu buku Telunjuk dan Pelatuk.
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 19:02

Pengalaman Mengikuti Lomba Baca Puisi Sunda 'Wangsit Siliwangi' (1964) Karya Wahyu Wibisana

Pengalaman berharga mengikuti lomba baca puisi Sunda membawakan karya legendaris Wahyu Wibisana, "Wangsit Silwangi" (1964). Menghayati setiap bait sastra penuh makna dan nuansa perjuangan budaya.

Ilustrasi penulis sedang membacakan puisi Bahasa Sunda "Wangsit Siliwangi" karya Wahyu Wibisana (1964). (Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan ChatGPT)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 17:34

5 Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University Harumkan Nama Indonesia di ICIC 2026

Lima mahasiswa Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Lima mahasiswa Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 15:25

Hari Lansia Internasional, sebagai Momen Kebersamaan bagi para Lansia

Tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Lansia Internasional, apakah ini hanya momen peringatan? Ada sejarah yang tidak pernah dibaca generasi muda, tetapi ingatan para lansia tetap menyimpannya.

Diproyeksikan jumlah lansia terus meningkat dan pada tahun 2045 akan mencapai 20 persen atau hampir satu per lima dari total penduduk. (Sumber: Freepik/Jcomp)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 14:09

Perbedaan Antara Cara Penyangraian Torrefacto dengan Kopi Tiam

Perbedaan utama kopi torrefacto dan kopi tiam terletak pada proses karamelisasinya. Torrefacto menyangrai biji dengan gula, sementara kopi tiam menambahkan margarin atau mentega dan gula.

Proses penyangraian metode Torrefacto (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 11:26

Revitalisasi Kereta Api: Tulang Punggung Transportasi di Jawa Barat

Bagaimanapun juga hadirnya kereta api ini membuka oase panjang, transportasi yang setiap hari menjadi perbincangan di tengah masyarakat, transportasi yang ditunggu-tunggu di era kemacetan

Mengangkat barang sekaligus memandu penumpang menjadi tugas keseharian para porter di Stasiun Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 08:24

Bandung Benahi Drainase, Jangan Lupakan Pompa dan Kolam Retensi

Pembangunan drainase dan pompa tidak boleh hanya berdasarkan perkiraan. Kota membutuhkan data spasial yang akurat.

Sistem pencegahan banjir di kota Bandung dengan perbaikan drainase, pompa dan kolam retensi (Sumber: dokpri - dikreasi dengan chatgpt | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 07:55

Masa Depan Kebudayaan Kota Bandung dan Kunci Menghidupkan Museum

Kapasitas SDM pengelola museum dan pelaku seni di Bandung harus digenjot secara total.

Ilustrasi Kebudayaan Kota Bandung dan Kunci Menghidupkan Museum (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 20:36

Sarapan Pagi Estetik di Dapoer Pagi Cianjur

Menyambangi Cianjur tidak lengkap jika tidak mengeksplor kulinernya. Dapoer Pagi menjadi salah satu tempat yang bisa dicoba bagi mereka yang mencari tempat kuliner yang estetik

Menu Bubur Mandarin Dapoer Pagi Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 19:12

Kerancuan dalam Penamaan Geografi Lokal antara Gunung dan Bukit di Indonesia Khususnya di Jawa Barat

Artikel ini mengulas fenomena kerancuan penamaan geografi lokal di Indonesia, di mana perbukitan sering kali salah kaprah disebut sebagai gunung, serta dampaknya terhadap aspek pemetaan wilayah.

Potret bangunan yang menduduku perbukitan di Kawasan Bandung Utara (KBU) (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)