Sinyal Bahaya dari Sesar Lembang, Minimnya Early Warning System Jadi PR Mendesak

3 menit baca
Restu Nugraha Sauqi
Ditulis oleh Restu Nugraha Sauqi diterbitkan Rabu 27 Agu 2025, 14:59 WIB
Warga melintas di dekat rambu zona Sesar Lembang di kawasan Gunung Batu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 22 Agustus 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Warga melintas di dekat rambu zona Sesar Lembang di kawasan Gunung Batu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 22 Agustus 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

AYOBANDUNG.ID - Aktivitas seismik di wilayah Cekungan Bandung kembali menjadi sorotan setelah dalam sepekan lalu tercatat tiga kali gempa bumi yang bersumber dari jalur Sesar Lembang, khususnya di segmen Cimeta, Kabupaten Bandung Barat. Meski kekuatannya tergolong kecil, frekuensi gempa yang kian sering mengguncang menjadi sinyal yang tidak bisa diabaikan.

Catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa pertama berkekuatan Magnitudo 1,8 terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, pada 14 Agustus 2025. Beberapa hari kemudian, tepatnya 19 Agustus, gempa Magnitudo 2,3 mengguncang Desa Bojongkoneng, Kecamatan Ngamprah. Rangkaian ini dilanjutkan oleh gempa berkekuatan Magnitudo 1,7 di area perkebunan Cimanggu, Kecamatan Ngamprah, pada 23 Agustus. Tidak ada laporan kerusakan, namun guncangan sempat dirasakan warga di sekitar pusat gempa.

Peningkatan aktivitas ini langsung menjadi perhatian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Para peneliti menilai bahwa perulangan gempa kecil kemungkinan besar terkait dengan pergerakan Sesar Lembang. Jalur sesar ini memiliki panjang sekitar 29 kilometer, membentang dari Padalarang hingga Jatinangor, dan secara geologi menyimpan potensi menghasilkan gempa besar berkekuatan Magnitudo 6,5 hingga 7.

Sejarah mencatat, gempa besar terakhir yang bersumber dari Sesar Lembang terjadi sekitar abad ke-15, atau hampir 500 tahun lalu. Kajian BRIN memperkirakan siklus gempa di jalur ini berkisar antara 170 hingga 670 tahun. Artinya, meskipun waktunya tidak bisa diprediksi, kemungkinan terjadinya gempa besar semakin dekat.

Para ahli menekankan bahwa rangkaian gempa kecil yang terjadi belakangan bisa dianggap sebagai pelepasan energi bertahap yang justru lebih baik dibandingkan akumulasi yang berujung pada gempa besar mendadak, seperti yang pernah terjadi di Cianjur. Namun, tetap saja kewaspadaan menjadi kunci, mengingat ketidakpastian adalah sifat dasar gempa bumi.

Di sisi lain, kondisi Bandung Barat menunjukkan masih banyak keterbatasan dalam mitigasi bencana. Hingga saat ini, pemerintah daerah belum memiliki sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) yang bisa mendeteksi getaran secara mandiri. Seluruh pemantauan masih bergantung pada peralatan milik BMKG dan BRIN.

Padahal, data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan sedikitnya ada 20 desa di empat kecamatan—Lembang, Ngamprah, Cisarua, dan Parongpong—yang masuk zona merah rawan gempa akibat aktivitas Sesar Lembang. Jumlah itu mewakili ribuan warga yang tinggal tepat di jalur rawan bencana.

BPBD Bandung Barat memang sudah memiliki rencana kontinjensi, termasuk jalur evakuasi dan skenario penanganan darurat. Namun, tanpa didukung teknologi deteksi dini, langkah mitigasi masih belum maksimal. Kepala BPBD Bandung Barat bahkan menyebut kebutuhan anggaran pengadaan EWS di seluruh kecamatan mencapai Rp4,5 hingga Rp5 miliar, jumlah yang hingga kini belum tersedia di APBD.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat tengah mengajukan bantuan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membiayai pengadaan sistem ini. Meski begitu, prosesnya masih berjalan dan belum bisa dipastikan kapan terealisasi. Sementara itu, sosialisasi mitigasi tetap digencarkan, terutama di sekolah-sekolah dan desa-desa rawan, agar masyarakat lebih siap menghadapi kemungkinan terburuk.

Selain sistem peringatan dini, Pemkab juga melakukan pendataan rumah-rumah yang berdiri tepat di atas jalur sesar. Hasil pendataan akan menjadi dasar mitigasi, termasuk kemungkinan relokasi jika diperlukan. Meski langkah ini tidak mudah, pemerintah menilai penting untuk mengurangi risiko kerugian besar apabila gempa kuat benar-benar terjadi.

Para ahli dari BRIN dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga menekankan pentingnya pengetahuan praktis di tingkat masyarakat. Kebiasaan sederhana seperti mengenali titik evakuasi, membiasakan latihan penyelamatan diri, hingga tidak terpancing isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, dinilai bisa menyelamatkan banyak nyawa.

Koordinasi lintas wilayah pun mulai diperkuat. Pemerintah Bandung Barat, Kota Bandung, Cimahi, hingga Kabupaten Bandung intens melakukan komunikasi setiap hari untuk memantau perkembangan aktivitas Sesar Lembang. Hal ini dianggap penting, karena potensi dampak gempa besar tidak hanya terbatas di satu wilayah, melainkan seluruh kawasan Cekungan Bandung.

Di tengah keterbatasan anggaran dan teknologi, tantangan terbesar tetap pada membangun kesadaran kolektif masyarakat. Gempa bumi adalah fenomena alam global yang tidak bisa dihindari. Maka, kesiapan mental, kedisiplinan terhadap jalur evakuasi, serta kebiasaan tanggap darurat sejak dini menjadi fondasi utama mitigasi bencana.

Sepekan aktivitas Sesar Lembang ini seolah kembali menjadi pengingat keras bahwa Bandung Raya hidup di atas ancaman nyata. Tanpa langkah mitigasi yang matang, potensi bencana bisa berubah menjadi kerugian besar. Namun, dengan kesiapsiagaan bersama, dampak terburuk masih bisa ditekan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Bandung 08 Jun 2026, 19:34

Menilik Eksistensi Dawa Rempah, Racikan Minuman Herbal Tradisional dengan Sentuhan Modern

Gaya hidup sehat turut menjadi tren kekinian yang santer digandrungi oleh masyarakat di masa kini. Salah satu caranya lewat menjaga kesehatan dan kebugaran.

Dawa Rempah (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 18:31

Hari Laut Sedunia, Masih Adakah Prospek Galangan Kapal di Jabar?

Masih sedikit industri galangan kapal di Jabar. Padahal provinsi ini memiliki sebelas pelabuhan yang bisa digunakan sebagai prasarana galangan kapal.

Ilustrasi Hari Laut Sedunia 2026, pemandangan Pantai Jayanti di Kecamatan Cidaun. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Muhammad Ikhsan)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 18:01

Polemik Penggusuran Perumahan Warga di Anyer Dalam akibat Pembangunan oleh KAI

Perumahan Warga di Anyer Dalam digusur untuk pembangunan yang dilakukan oleh oleh KAI merupakan kejadian yang terjadi 5 tahun yang lalu.

Foto Grafiti Bekas 2021 di Tembok Menyusuri di Jalan Serang menyusuri Jalan Anyer Dalam, 17 April 2026. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Hikmat Nur Hidayat)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 17:29

Polemik SPPG Sukabumi: Antara Harapan Gizi dan Alarm Nyata bagi Gen Z

Tercatat sudah tiga kali gelombang unjuk rasa terjadi di pertengahan tahun ini.

Dokumentasi demo SPPG Sukabumi
Beranda 08 Jun 2026, 17:04

Bandung Pernah Jadi Kiblat Musik Indie, Kini Para Musisi Berusaha Merebutnya Kembali

Bandung pernah menjadi salah satu pusat musik independen Indonesia. Melalui Bandung Music Indie, para musisi kini berupaya membangun kembali ruang bersama dan semangat kolektif yang mulai memudar.

Atmosfer hangat dan akrab mewarnai gelaran Bandung Music Indie saat musisi lintas generasi dan penikmat musik bertemu dalam satu ruang yang sama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 16:53

Gedung BAT Cirebon, Pusat Industri yang Kini Hidup sebagai Cagar Budaya Kota

Bukan hanya bangunan kosong, Gedung BAT Cirebon merupakan saksi bisu kejayaan industri kolonial di Kota Cirebon.

Potret Gedung BAT Cirebon saat ini (Sumber: siceppot.cirebonkota.go.id)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 15:07

Gor Saparua sebagai Ruang Ekspresi Anak Muda dan Panggung Musik Kota Bandung

Satu tempat yang sekarang banyak dipakai orang untuk mencurahkan keringat selama 1990-an-2000-an.

Gor Saparua Bandung. (Sumber: Magang Ayobandung | Foto: Miftahul Zikri)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 12:00

Perempuan yang Menjerit-Membuncah Keheningan Malam Kota Bandung

Bahkan di keheningan malam pun perempuan selalu ramai dengan isi kepalanya.

Suasana alam di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: KOSONGDANSATU)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 10:41

Ibu Kota di Bawah Hujan Plastik: Bagaimana Peran Pemerintah dalam Mengatasinya?

Hujan mikroplastik di Ibu Kota dan pernah menjadi berita hangat pada 2025 akhir tahun.

Banjir akibat hujan deras di Jakarta. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 09:43

Fenomena Geologi Mata Air Asin dalam Memori Kolektif dan Toponimi Desa Ciuyah

Fenomena mata air asin di Desa Ciuyah, Kab. Sumedang, berasal dari air laut purba (connate water).

Kondisi terkini situs mata air asin purba (connate water) di Desa Ciuyah, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, saat didokumentasikan pada 28 Maret 2026 pukul 10.50 WIB. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Fatia Siti Biladi)
Wisata & Kuliner 08 Jun 2026, 09:42

Panduan Wisata Sea World: Dunia Bawah Laut yang Bisa Dijelajahi dalam 3 Jam

Panduan lengkap Sea World Ancol mulai dari harga tiket, Antasena Tunnel, feeding shark, Jellyfish Sphere, hingga tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Sea World Indonesia. (Sumber: KCIC)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 09:02

Rompi "Psikolog Klinis" di Puskesmas: Niat Baik yang Menabrak Aturan

Pemasangan rompi bertuliskan "Psikolog Klinis" di puskesmas menuai sorotan. Di balik niat baik meningkatkan layanan, ada aturan profesi yang dipertanyakan.

Seorang warga berkonsultasi dengan psikolog di Puskesmas Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Rabu 13 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 08:26

Wujudkan Optimasi Pajak Bumi dan Bangunan dengan Drone  

Mengelola Pajak Bumi dan Bangunan dengan drone sangat efektif untuk melakukan pemetaan udara, pemutakhiran data blok, dan penilaian properti secara presisi.

Demo drone produksi Iter Aero di Kabupaten Subang terkait dengan bidang perkebunan (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 07 Jun 2026, 19:05

Bangsa Penghafal: Ketika Pancasila Dipisahkan dari Tradisi Berpikir yang Melahirkannya

Pancasila tidak lahir dari hafalan. Ia lahir dari pergulatan pemikiran yang panjang. Ironisnya, bangsa yang mewarisinya justru semakin terbiasa menghafal daripada memahami.

Bung Karno (Foto: Dokumen Historia.ID)
Bandung 07 Jun 2026, 18:19

Dari K-Pop hingga Kuliner, Mengintip Cara Bandung dan Korea Selatan Ubah Hubungan Kultural Jadi Peluang Bisnis Kreatif

Dari kegemaran menikmati musik hingga tren produk kecantikan, adaptasi kultural ini perlahan tapi pasti membuka ruang-ruang usaha baru yang melibatkan para pelaku industri kreatif lokal.

“Oullim Korea: Rhythm & Recipes” yang memadati 23 Paskal Shopping Center, Bandung, pada 5–7 Juni 2026.
Bandung 07 Jun 2026, 15:04

Dari Tren Jadi Cuan, Kisah Mawaru Matcha Ekspansi Ratusan Gerai Lewat Minuman Kalcer

Gelombang hype yang mengakar dari tren makanan hingga minuman kalcer masa kini seperti dessert, kopi, sampai matcha greentea, kian menarik respons positif masyarakat.

Mawaru Matcha. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Sejarah 07 Jun 2026, 09:41

Riwayat Cibiru, Pusat Kesenian Hingga Kemacetan

Cibiru dikenal karena kemacetannya, tetapi kawasan ini juga menjadi rumah bagi benjang dan wayang golek.

Kondisi kemacetan di Cibiru, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 07 Jun 2026, 08:33

Jelajah Yogyakarta untuk Pemula: Destinasi, Kuliner, dan Itinerary Pilihan

Panduan lengkap untuk pertama kali ke Yogyakarta, mulai dari transportasi, tempat menginap, wisata budaya, hingga kuliner khas yang wajib dicoba.

Tugu Jogja. (Sumber: Kemenparekraf)
Ayo Netizen 07 Jun 2026, 07:09

Menelusuri Jejak Bioskop Capitol di Sukabumi

mengenai bioskop capitol di sukabumi, yang pernah menjadi pusat hiburan masyarakat ditahun 90-an

Bioskop Capitol sudah ada sejak masa kolonial Belanda. (Sumber: Dokumentasi Penulis)