Beranda
Bencana Alam Itu Tidak Jauh, Sudah di Depan Hidung Kita
Data bencana alam BNPB tahun 2024 menyatakan Jawa Barat sebagai provinsi yang paling sering mengalami bencana, yakni sebanyak 461 kejadian.
Inklusiland 2025: Mewujudkan Indonesia Inklusif
Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun ini menjadi momentum bersejarah bagi sahabat disabilitas Indonesia.
Braga Beken: Wajah Baru Braga yang Lebih Ramah Pejalan Kaki di Akhir Pekan
Tidak ada lagi klakson atau deru mesin kendaraan yang memecah riuh suasana. Para pejalan kaki mendominasi jalan sepanjang kurang lebih 380 meter itu
Banjir Bandang Cililin Bukan Lagi Bencana Tahunan, Tapi Alarm Kerusakan Hulu Bandung Barat
Air bah menyapu sedikitnya 5 hektare lahan pertanian, puluhan ton ternak ikan, serta merendam sentra wisata kuliner yang menjadi penggerak ekonomi warga.
Sinyal Krisis Ekologis Mengintai Jawa Barat
Iwang mendesak agar pemerintah memperketat aktivitas di kawasan hutan dan memperkuat penegakan hukum sebelum kondisi berubah menjadi krisis ekologis yang lebih parah.
Ratusan Hektare Kebun Teh Malabar Hilang: Benarkah Karena HGU Habis dan Lemahnya Pengawasan?
Secara keseluruhan, dalam satu tahun terakhir, sekitar 150 hektare kebun teh telah hilang akibat penyerobotan dan pembabatan liar.
Rehabilitasi Ira Puspadewi Diapresiasi Publik, DEEP Soroti Kegagalan Sistem Peradilan
DEEP menegaskan bahwa kasus ini menjadi catatan serius mengenai kegagalan peradilan dalam membedakan risiko bisnis dan tindakan kriminal.
Polusi Cahaya Bandung Tak Terkendali: Potret Boros Energi bikin Bima Sakti dan Fauna Malam Lenyap
Polusi cahaya Bandung kian meningkat, mengancam pengamatan bintang Bosscha dan merusak satwa malam hingga ritme biologis manusia.
Kisah Para Pelindung Pegunungan Karst dari Cidadap
Kisah warga Citatah menghadapi teror debu, asap lio, hingga kerusakan karst yang terus meluas. Sebuah potret pergulatan hidup di tengah eksploitasi lingkungan.
Bengkulu Media Summit 2025: Relevansi Jadi Kunci Masa Depan Media Lokal
Bengkulu Media Summit 2025 menegaskan bahwa masa depan media lokal bukan soal skala, melainkan relevansi, inovasi, upaya kolaborasi guna membangun kepercayaan publik.
Muhammad Farhan: Kota Bandung Darurat Sampah!
Jumlah total tumpukan sampah di Kota Bandung mencapai 1.496 ton setiap hari atau setara 262 rit pengangkutan.
Energi Selamatkan Nyawa: Gas Alam Pertamina Terangi Rumah Sakit di Hiruk Pikuk Kota
PGN sebagai subholding gas Pertamina terus memperluas pemanfaatan gas bumi melalui berbagai inovasi, salah satunya skema beyond pipeline menggunakan CNG.
Konservasi Saninten, Benteng Hidup di Bandung Utara
Hilangnya habitat asli spesies ini diperkirakan telah menyebabkan penurunan populasi setidaknya 50% selama tiga generasi terakhir.
Ulin Barong Sekeloa, Tarian Tua yang Hidup Kembali di Tangan Generasi Z Bandung
Ia menyesalkan bahwa dulu, banyak kegiatan kesenian tidak terekam dengan baik. Kini, dokumentasi menjadi prioritas agar generasi mendatang punya jejak untuk dipelajari.
Insinerator Digencarkan, Tapi Bukan Solusi Tuntas Atasi Krisis Sampah di Kota Bandung
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, pun mengakui bahwa penggunaan insinerator tak bisa serampangan.
Lembur Jurig Kiaracondong: Rumah Hantu dalam Gang, Penggerak Kreativitas dan Kemandirian Ekonomi Warga
Dari wisata malam ke kemandirian ekonomi warga. Itu yang kami rencanakan. Meski masih skala kecil, Lembur Jurig telah menjadi buah bibir di karang taruna lain.
Perempuan Penjaga Tradisi: Harmoni dari Dapur Kampung Adat Cireundeu
Kampung adat Cireundeu tidak hanya dikenal karena tradisi makan rasi, tetapi juga karena perempuan-perempuan yang memelihara nilai-nilai ekologis dan spiritual sekaligus.
Seabad Lebih Tanpa Nasi, Kampung Cireundeu Pertahankan Kemandirian dan Ketahanan Pangan Lokal Lewat Singkong
Tradisi ini terus dijaga oleh sekitar 60 kepala keluarga di kampung itu, yang menurunkannya dari generasi ke generasi sebagai wujud swasembada pangan yang khas dan mandiri.
Gerakan Warga Kota Bandung Mengubah Kebiasaan Buang Jelantah Sembarangan
Minyak yang telah berubah warna menjadi pekat itu dikenal sebagai jelantah. Banyak orang membuangnya begitu saja, tanpa menyadari dampaknya bagi tanah dan air.
Jejak Panjang Harry Suliztiarto Merintis Panjat Tebing Indonesia
Sebagai seorang perupa, ia terbiasa menciptakan sesuatu dari keterbatasan. Maka ketika belum ada peralatan panjat di Indonesia, Harry membuat semuanya sendiri.