media sosial
Kemarahan Digital Perang Iran dan Keuntungannya bagi Platform Media Sosial
Beberapa hari terakhir ini, linimasa media sosial dan juga WhatsApp Group di Indonesia dipenuhi umpatan dan kutukan.
Lahir dari Kegelisahan Warga, @infobdgbaratcimahi Menjadi Ruang Solidaritas Digital
Ia membagikan cerita seorang penjual es keliling di akun Instagram pribadinya, dengan harapan sederhana—dagangan si penjual bisa lebih laris.
Baru Lahir, @ceritahegarmanah Langsung Tancap Gas Angkat UMKM dan Cerita Warga Lokal
Hegarmanah—yang dalam bahasa Sunda berarti hati yang bersih dan tulus—pelan-pelan menemukan wajah digitalnya.
Hey Bandung: Menguji Kekuatan dan Dampak Homeless Media dari Sudut Pandang Warga
Sejak awal peluncuran, Hey Bandung menerapkan strategi agresif untuk membangun distribusi konten. Pada masa awal, mereka bisa mengunggah hampir 20 konten per hari.
Pagi Mengurus Ternak, Siang Mengurus Viewers, Cerita Homeless Media @infolembang_update
Selain intimidasi, statusnya sebagai pengelola media tanpa badan hukum resmi sering membuatnya dipandang sebelah mata di lapangan.
Info Ciumbuleuit, Homeless Media yang Hidup dari Kepercayaan Warga Sekitar
“Kalau sampai ada yang keberatan atau komplain, jujur saja bingung mau berlindung ke siapa. Kita kan nggak punya lembaga atau badan hukum,” tuturnya.
Beragama di Tengah Pusaran Algoritma
Media sosial dan kecerdasan buatan (AI) menjadi perantara baru dalam pengalaman beragama, menghadirkan kemudahan sekaligus kebingungan.
Tanpa Kantor, Tanpa Redaksi Besar: Cerita Wartawan Lawas Bangun Homeless Media
Salah satunya adalah akun Instagram @beritabandungraya_com, sebuah platform yang lahir dari tangan wartawan yang telah berkiprah sejak 2011, Ahmad Taopik.
Menelusuri Jejak Info Coblong, Media Akar Rumput yang Menjadi Jembatan Aspirasi dan Etalase UMKM Warga
Info Coblong justru lahir dari kegelisahan warga, dikelola secara mandiri sejak 2019, dan bertahan sebagai sumber informasi lokal di Kecamatan Coblong, Kota Bandung.
Benteng Kritis Mahasiswa UNPAR dalam Menangkal Hoaks dengan Literasi Digital
Mengulas urgensi pengembangan literasi digital bagi mahasiswa, khususnya dalam merespons penyebaran informasi palsu di media sosial.
Infinite Scrolling dan Hilangnya Fokus
Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas.
Bukan Sekadar Tren: Alasan Perempuan Gen Z Lebih Aktif di Second Account Instagram
Acara tersebut digelar untuk memperkenalkan ruang aman bagi para perempuan untuk saling berbagi cerita dan pengalaman yang disebut Kutub Sisters.
Budaya Scrolling: Cermin dari Logika Zaman
Di banyak ruang sunyi hari ini, kita melihat pemandangan yang sama, seseorang menunduk menatap layar, menggulir tanpa henti.
Bangkit Bergerak, Melawan Rebahan dan Scroll Medsos
Saatnya melawan rebahan yang berlebihan. Ayo bangkitlah, bergerak, dan gunakan waktu dengan lebih berarti.
Swipe, Match, Ghosting: Cerita Mahasiswa Bandung Mencari Cinta di Aplikasi Kencan
Mahasiswa Bandung berbagi pengalamannya dalam menggunakan aplikasi kencan.
Ekspresi Kemerdekaan Warganet di Media Sosial
Kemerdekaan Indonesia bukan sekadar peristiwa sejarah yang tercatat pada 17 Agustus 1945.
Fenomena People Nearby: Sekadar Cari Teman atau Tren Selingkuh Digital Gaya Baru Anak Muda Bandung?
Cari teman baru lewat People Nearby? Hati-hati, interaksi yang awalnya cuma iseng ngobrol bisa berkembang menjadi selingkuh digital.
Dunia Influencer Indonesia: Saat Memeras Demi Citra Jadi Biasa
Ada apa dengan para komunikasi publik digital Indonesia kekinian?
Ekshibisionisme Digital
Ada faktor yang mengakibatkan semakin meningkatnya konten ekshibisionisme atau pornografi di media sosial.
Personal Branding di Panggung Virtual
Kini, media sosial menjadi panggung global, tempat siapa pun bisa menampilkan diri, membentuk citra, dan menarik perhatian.