Bahaya Utang bagi Kehidupan Umat Manusia

3 menit baca
Sam Edy Yuswanto
Ditulis oleh Sam Edy Yuswanto diterbitkan
Gambar utang (Sumber: koleksi pribadi | Foto: Sam)
Gambar utang (Sumber: koleksi pribadi | Foto: Sam)

Bicara tentang utang piutang, mungkin terasa cukup sensitif bagi sebagian orang. Terlebih bagi mereka yang memang memiliki kegemaran berutang. Entah itu utang kepada kerabat atau saudara, orang tua, teman, sahabat, bahkan orang yang baru dikenal.

Malah bisa jadi, ada yang menjadikan utang sebagai sebuah hal yang niscaya dalam hidup. Biasanya hal ini menimpa pada orang-orang yang memiliki gaya hidup tinggi atau glamour. Misalnya, demi menjaga gengsi, mereka nekat berutang untuk membeli kendaraan yang mewah atau membeli handphone merek ternama yang harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah. 

Berutang, apalagi ketika sedang dalam kondisi kepepet atau urgen, memang bukan hal yang terlarang. Misalnya utang sejumlah uang kepada teman atau saudara terdekat. Tentu dengan catatan asalkan bisa mempertanggungjawabkannya, yakni segera melunasi sesuai jatuh temponya. 

Jangan sampai setelah berutang malah kabur tanpa kabar dan tak mau melunasi utang-utangnya. Jangan sampai utang menjadi salah satu penyebab hancurnya hubungan pertemanan, persahabatan, maupun terputusnya hubungan persaudaraan.

Entah sudah berapa banyak hubungan yang hancur berantakan gara-gara persoalan utang piutang. Hubungan baik yang semula terjalin sontak menjadi renggang bahkan bisa berubah bermusuhan hanya karena si pengutang lari dari tanggung jawabnya, yakni tak mau melunasi utang-utangnya. Terlebih bila utang tersebut dalam jumlah besar hingga mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

Hidup Tenang Tanpa Utang

Menurut pandangan saya, hidup yang tenang dan bahagia, salah satu indikasinya adalah ketika tidak memiliki utang. Meski hanya hidup seadanya (sederhana) tetapi bila tak memiliki tanggungan utang, rasanya hidup akan jauh lebih tenang dan damai. 

Berbeda halnya dengan orang yang memiliki banyak utang, meski secara kasat mata seperti orang yang kaya raya yang memiliki kendaraan mewah dan rumah yang megah, akan tetapi hatinya merasa kurang bahkan tidak tenang, karena selalu dikejar-kejar oleh para penagih utang atau debt collector.

Seperti kasus korupsi di Pemkab Bandung Barat, uang korupsi direkayasa jadi macam uang bersih melalui tindak pidana pencucian uang. (Sumber: Pexels/Defrino Maasy)
Seperti kasus korupsi di Pemkab Bandung Barat, uang korupsi direkayasa jadi macam uang bersih melalui tindak pidana pencucian uang. (Sumber: Pexels/Defrino Maasy)

Utang yang tak kunjung terbayar juga akan menjadi penyebab hidup menjadi sengsara. Oleh karena itulah, sebelum memutuskan untuk berutang atau meminjam uang, berpikirlah berkali-kali.

Pikirkan dampak buruknya bila kita tak mampu mengembalikan utang tersebut. Jangan sampai hidup kita menjadi tidak tenang hanya gara-gara memiliki banyak utang. 

Jangan Sepelekan Utang

Seberapa pun utang yang kita punya, jangan pernah menyepelekannya. Artinya, jangan sedikit pun ada niat untuk tidak membayar utang tersebut. Sebab, utang itu sifatnya abadi bahkan akan dibawa sampai mati bila kita tak segera melunasinya.

Perihal bahaya utang, Ustadz Tatam Wijaya dalam tulisannya (NU Online, 13/9/2022) menguraikan sebuah hadis riwayat Ibnu Majah, “Siapa saja yang mengambil harta orang lain (berutang) seraya bermaksud untuk membayarnya, maka Allah akan (memudahkan) melunasinya bagi orang tersebut. Dan siapa saja yang mengambilnya seraya bermaksud merusaknya (tidak melunasinya), maka Allah akan merusak orang tersebut”.

Dijelaskan para ulama, siapa saja yang berutang dengan niat akan melunasinya, maka Allah akan memberikan jalan kemudahan dalam melunasinya. Sebaliknya, orang yang berutang, tetapi tidak ada niat untuk melunasinya, maka Allah akan membiarkan orang itu dalam kesulitan hidup (Ustadz Tatam, NU Online, 13/9/2022).

Bila kita merenungi dawuh Rasulullah Saw. dalam hadis tersebut, maka kita bisa mengambil kesimpulan bahwa orang-orang yang tak berniat membayar utang, maka hidupnya akan mengalami kesulitan. 

Bicara tentang kesulitan hidup yang menimpa orang-orang yang memiliki banyak utang, saya jadi teringat dengan seseorang (sebut saja si Fulan) yang ketika meninggal dunia ternyata dia masih memiliki banyak utang yang belum dibayar. 

Jadi ketika masih hidup, saya melihat kesulitan yang dialami si Fulan. Khususnya perihal rezeki yang terasa seret atau kesulitan. Bahkan untuk biaya makan sehari-hari pun tampak begitu sulit. Saya pun lantas merenung dan bertanya-tanya, “apakah ini bukti nyata bahwa orang yang enggan membayar utang hidupnya akan diwarnai dengan beragam kesulitan?” 

Mudah-mudahan, tulisan singkat dan sederhana ini dapat menjadi renungan bersama, agar kita selalu berhati-hati dan waspada dengan yang namanya utang piutang. Jangan sampai hidup menjadi sengsara dunia akhirat gara-gara memiliki banyak utang yang tak kunjung dibayar. Wallahu alam bish-shawaab. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sam Edy Yuswanto
Penulis Lepas

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)