Bahlil, Antara Puji, dan Hujat

3 menit baca
Muhammad Sufyan Abdurrahman
Ditulis oleh Muhammad Sufyan Abdurrahman diterbitkan
Bahlil Lahadalia. (Sumber: Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral)
Bahlil Lahadalia. (Sumber: Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral)

Penganugerahan Bintang Mahaputera Adipurna yang baru saja diterima Bahlil Lahadalia dari Presiden Prabowo di Istana Negara kembali menempatkan figur ini dalam sorotan publik.

Gelar itu bukan sembarangan, melainkan kelas tertinggi dalam kategori Bintang Mahaputera, diperuntukkan bagi mereka yang dinilai luar biasa menjaga keutuhan dan kejayaan bangsa. Ironinya, penghargaan itu hadir di tengah kontroversi yang tak kunjung sepi.

Publik masih ingat bagaimana wacana pergantian dirinya di Munaslub Golkar santer beredar awal Agustus, seiring isu reshuffle kabinet yang juga menyeret namanya. Belum tuntas kritik atas kebijakan distribusi gas melon tiga kilogram, muncul polemik lain seputar disertasi cepat di Universitas Indonesia.

Belum reda perbincangan itu, keputusannya meneruskan eksplorasi tambang di Raja Ampat menambah daftar panjang isu yang membuat Bahlil menjadi figur penuh kontroversi.

Namun begitulah gaya komunikasinya, penuh energi dan cenderung memantik reaksi keras. Sejak menjabat Menteri Investasi hingga Menteri ESDM, Bahlil dikenal sering melontarkan pernyataan yang memecah opini.

Klaim investasi ratusan triliun di IKN, tuduhan adanya campur tangan asing di Rempang, hingga ungkapan simbolik tentang “Raja Jawa” menjadi bahan diskursus panjang. Ucapan-ucapannya sering dianggap menyederhanakan masalah, tetapi sekaligus memperlihatkan keyakinan diri yang kuat.

Meski dihujat, Bahlil juga dipuji. Narasi personalnya tentang perjalanan dari sopir angkot hingga menduduki kursi elite politik membangun kedekatan emosional dengan publik. Dalam studi komunikasi, ini dikenal sebagai narrative proximity, yakni kemampuan membangun jembatan emosional dengan rakyat melalui kisah hidup.

Ia menegaskan bahwa jalan menuju kekuasaan tidak hanya terbuka untuk anak pejabat, tetapi juga bagi mereka yang datang dari pinggiran. Dari perspektif framing, biografinya dibingkai sebagai bukti bahwa kerja keras bisa mengubah keterbatasan menjadi kekuatan.

Bahlil Lahadalia. (Sumber: Komdigi)
Bahlil Lahadalia. (Sumber: Komdigi)

Kekuatan narasi ini terbukti efektif. Banyak yang melihat Bahlil sebagai simbol mobilitas sosial dari tanah Papua menuju pusat Jakarta. Namun, di balik daya tarik tersebut, ada sisi rentan yang tidak bisa diabaikan.

Penelitian linguistik dari UGM menunjukkan bahwa pidato Bahlil kerap mengandung kesalahan fonologis, seperti penghilangan atau perubahan fonem. Walau tidak selalu bermakna negatif, dalam forum formal kesalahan seperti itu bisa menurunkan kredibilitas. Apalagi ketika lawan politik dengan mudah menjadikannya bahan sindiran.

Selain itu, retorikanya yang kadang terlalu simbolik, seperti ungkapan tentang raja, berisiko merusak citra institusi yang ia pimpin. Dalam era komunikasi digital, setiap kata direkam dan disebarkan tanpa filter. Ambiguitas pesan dapat menimbulkan krisis legitimasi. Retorika yang kuat harus selalu ditopang dengan kejelasan makna dan tanggung jawab etik.

Di sinilah letak paradoks Bahlil. Ia sosok yang berani vokal, mudah dikenali gayanya, dan penuh energi ketika berbicara. Namun, saat kata-katanya tidak selaras dengan tindakan, publik bisa mempertanyakan integritasnya. Misalnya, kisah sederhana tentang perjalanan hidupnya yang kontras dengan kritik terhadap disertasi super cepat. Narasi personal yang seharusnya menjadi aset justru bisa berbalik menjadi bumerang jika tidak konsisten dengan realitas.

Pada akhirnya, Bahlil adalah potret figur politik yang memadukan pujian dan hujatan dalam satu waktu. Ia dicintai karena dianggap mewakili rakyat kecil, tetapi juga dikritik karena gaya komunikasinya yang penuh kontroversi.

Dari perspektif komunikasi politik, keberhasilan Bahlil membangun kedekatan emosional tidak boleh diabaikan. Namun, kekuatan itu hanya akan bertahan bila ia mampu menjaga konsistensi antara ucapan dan tindakan.

Politik demokrasi digital menuntut lebih dari sekadar gaya bicara yang membumi. Publik hari ini menilai pemimpin bukan hanya dari retorika, melainkan dari kesesuaian makna dan integritas. Bahlil menunjukkan bahwa jalan menuju puncak bisa ditempuh siapa saja, tetapi untuk bertahan di sana diperlukan kedisiplinan dalam kata dan kejujuran dalam tindakan.

Figur seperti Bahlil, yang terus menuai pro dan kontra, sejatinya menjadi cermin bagi kita semua bahwa komunikasi politik adalah medan di mana kata-kata bisa menjadi kekuatan, sekaligus kelemahan yang menentukan arah perjalanan seorang pemimpin. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)