Semangat 'Ngeunah Pisan' Mode Bandung

4 menit baca
Djoko Subinarto
Ditulis oleh Djoko Subinarto diterbitkan
Penampakan distro brand lokal di Jalan Trunojoyo, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)
Penampakan distro brand lokal di Jalan Trunojoyo, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)

BANDUNG sudah lama menyandang julukan sebagai Kota Kembang. Meski begitu, sejatinya, Bandung bukan sekadar Kota Kembang. Ia juga kota yang tahu caranya tampil keren.

Mau pagi, siang, atau malam, selalu ada saja orang yang bergaya. Bahkan, tukang cilok pun kadang terlihat lebih modis daripada mahasiswa semester awal.

Nah, kalau kita bicara soal mode berbusana di Bandung, rasanya tidak lengkap tanpa menyebut kata ‘distro.’ Kata tersebut merupakan singkatan dari distribution store.

Di Bandung  sendiri, distro lebih dari sekadar toko. Ia adalah simbol perlawanan anak muda yang ingin punya gaya sendiri.

Semangat independen

Dulu, sekitar akhir 1990-an, distro lahir dari semangat independen. Anak-anak muda bosan pakai baju merek luar negeri yang mahal. Mereka lantas bikin desain sendiri, nyablon sendiri, jual sendiri. Keren, kan? Mirip DIY punk, tapi versi lebih rapi.

Maka, jadilah distro bukan sekadar tempat jualan kaos, melainkan juga ruang pertemuan ide. Orang datang bukan hanya beli baju, tapi juga ngobrol, nongkrong, dan tentu saja pamer gaya.

Di sinilah Bandung mungkin berbeda dengan kota lain. Kalau di Jakarta, gaya sering kali ditentukan oleh majalah fesyen mahal. Di Bandung, gaya ditentukan oleh imajinasi anak kos yang lagi cari modal sablonan.

Itu sebabnya, banyak distro awalnya buka di garasi rumah. Konsepnya sederhana: ada kaos, ada logo, ada komunitas. Dan tetiba semua jadi tren.

Yang bikin unik, tak sedikit distro punya identitas. Ada yang fokus pada skateboard, ada yang ke musik underground, ada yang campuran. Jadi, beli baju di distro itu rasanya seperti masuk ke subkultur tertentu.

Ibukota distro

Di tengah semaraknya skena distro yang telah lama menjadi identitas Kota Bandung, ada satu nama yang begitu lekat dalam benak pencinta fesyen dan skateboard, Sch. (Sumber: Instagram @schofficials)
Di tengah semaraknya skena distro yang telah lama menjadi identitas Kota Bandung, ada satu nama yang begitu lekat dalam benak pencinta fesyen dan skateboard, Sch. (Sumber: Instagram @schofficials)

Tak ayal, Bandung pun pelan-pelan mendapat julukan “ibukota distro Indonesia. Orang dari Jakarta, Surabaya, bahkan Kalimantan rela datang ke Bandung hanya untuk belanja di distro.

Bayangkan, dulu ada istilah “belanja baju ke Bandung”, yang jadi kebanggaan. Itu sama prestisenya dengan “liburan ke Singapura” buat generasi sekarang.

Namun, masa kejayaan itu tentu tidak berlangsung selamanya. Seperti tren lain, dunia distro juga mengalami pasang surut. Awal 2000-an, distro meledak. Tapi setelah 2010-an, banyak yang mulai lesu. Persaingan ketat, gaya cepat berubah, dan e-commerce mulai menjamur.

Tapi, jangan salah, dari rahim distro inilah lahir banyak brand lokal yang keren dan beken. Sebut, misalnya, C59, Ouval Research, UNKL347, sampai Screamous. Nama-nama itu tidak asing buat mereka yang pernah jadi anak gaul Bandung.

Para pendiri distro pun bukan sekadar pedagang. Mereka seniman, musisi, dan desainer yang paham bahwa kaos bisa jadi medium ekspresi. 

Karena banyak yang lahir dari scene musik dan komunitas, hubungan distro dengan dunia musik jadi tak terpisahkan. Band-band indie Bandung sering menjual merchandise lewat distro. Jadi, baju distro itu semacam identitas.

Pada titik inilah refleksi menarik pun muncul. Bandung sejak lama punya tradisi kreatif yang lahir dari keterbatasan. Karena tidak bisa beli merek mahal, orang-orang Bandung menciptakan gaya baru.

Dan dari keterbatasan itulah muncul kemandirian. Bandung tidak menunggu majalah Vogue turun ke Braga. Bandung bikin tren sendiri, lalu justru diikuti oleh kota lain.

Kalau direnungkan, ini mirip teori Pierre Bourdieu tentang distinction. Orang Bandung tidak sekadar pakai baju, mereka membangun identitas sosial lewat mode.

Bedanya, kalau di Eropa distinction lahir dari aristokrat dan kaum elite, di Bandung justru lahir dari anak kosan yang mungkin modalnya pas-pasan. Dan ini keren.

Label Kota Kreatif

Tren distro kemudian menjadi fondasi lahirnya fashion district di Bandung. Kawasan seperti Cihampelas, Riau, atau Dago menjadi destinasi belanja. Bukan cuma karena ada mall besar, tapi karena kreativitas mode yang melahirkan distro yang mewarnai sudut kota.

Maka. tak perlu heran jika muncul pula wisata belanja sebagai paket khusus. Orang datang ke Bandung bukan hanya untuk kulineran, tapi juga untuk beli baju.

Yang menarik, pemerintah kemudian ikut melabeli Bandung sebagai kota kreatif. UNESCO pun mengakui Bandung sebagai Creative City of Design. Ini bukan pencapaian kecil. 

Namun, di balik prestasi itu, ada tantangan baru yang tidak kalah berat. Dunia fesyen sekarang bergerak ke arah fast fashion. Kalau tidak hati-hati, brand lokal bisa tergilas.

Bandung perlu mempertahankan kekuatan otentiknya, yakni desain orisinal, cerita lokal, dan komunitas yang solid. Karena pada akhirnya, baju itu bukan hanya kain. Ia adalah narasi yang dipakai. 

Distro dulu sukses karena ada cerita di balik kaos. “Kaos ini bikinan teman saya.” “Logo ini simbol komunitas kami.” Itu yang membuatnya berbeda dengan baju massal dari pabrik besar. Jadi, kuncinya bukan sekadar bikin baju murah meriah, tapi bikin baju yang punya makna.

Orang sekarang makin sadar soal etika fesyen. Isu lingkungan, tenaga kerja, dan keberlanjutan menjadi penting. Bandung bisa masuk ke wilayah ini.

Bayangkan, kalau kaos bikinan Bandung bukan hanya keren, tapi juga ramah lingkungan. Dunia pasti melirik lebih jauh. Dan tentu saja, humor khas Bandung jangan pula hilang. Karena mode Bandung itu bukan mode yang kaku, tapi yang santai, kadang nyeleneh, tapi tetap estetik.

Mungkin itulah alasan kenapa orang selalu merasa muda ketika belanja baju di Bandung. Ada semangat rebel sekaligus playful yang terus hidup.

Pada akhirnya, Bandung telah ikut mengajarkan bahwa gaya tidak harus lahir dari kemewahan. Gaya bisa lahir dari kreativitas, dari keberanian berbeda, dan tentu saja, dari semangat ngeunah pisan ala anak muda Bandung. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)