Ketika Ramadhan Akan Berakhir

5 menit baca
kurniawan abuwijdan
Ditulis oleh kurniawan abuwijdan diterbitkan
Sejumlah pengunjung memilih pakaian di Pasar Baru Trade Center, Kota Bandung, Jumat 13 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah pengunjung memilih pakaian di Pasar Baru Trade Center, Kota Bandung, Jumat 13 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Waktu berjalan begitu cepat. Tanpa terasa bulan Ramadhan telah memasuki fase sepuluh hari terakhir. Di berbagai tempat, aktivitas manusia justru tampak semakin meningkat.

Para pegawai dan karyawan di kantor maupun perusahaan dituntut untuk segera menyelesaikan pekerjaan atau mencapai target sebelum memasuki masa libur panjang Hari Raya Idul Fitri. Di sisi lain, aktivitas ekonomi di berbagai pusat perdagangan juga semakin menggeliat.

Pasar tradisional, minimarket, supermarket, hingga pusat perbelanjaan modern menawarkan berbagai diskon menarik untuk kebutuhan Lebaran. Mulai dari kebutuhan pokok, pakaian baru, hingga aneka kue Lebaran dan parcel. Kini mereka juga harus bersaing dengan layanan belanja daring yang dalam beberapa tahun terakhir semakin berkembang pesat, bahkan membuat sebagian pusat perbelanjaan konvensional harus berjuang keras mempertahankan pelanggan.

Kafe, restoran, dan rumah makan pun tidak mau ketinggalan. Mereka berlomba menawarkan paket berbuka puasa, baik untuk keluarga maupun acara perusahaan. Beragam pilihan takjil, makanan utama, hingga hidangan penutup yang menggugah selera tampil dalam iklan di media sosial maupun spanduk-spanduk di berbagai sudut kota.

Memang hampir setiap tahun, ketika Ramadhan tiba dan mendekati hari Lebaran, aktivitas ekonomi meningkat cukup signifikan. Para pelaku usaha yang jeli—baik perorangan, kelompok usaha, maupun perusahaan skala menengah dan besar—berlomba memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan penjualan dan meraih keuntungan yang lebih besar.

Sebuah laporan dari datasatu.com menyebutkan bahwa perputaran uang selama periode Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 diperkirakan meningkat secara signifikan. Ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, memproyeksikan total perputaran uang pada periode tersebut berpotensi menembus Rp190 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan realisasi Lebaran tahun sebelumnya yang tercatat sekitar Rp160 triliun.

Peningkatan ini sejalan dengan naiknya aktivitas konsumsi masyarakat, mulai dari belanja kebutuhan pokok, pakaian, transportasi mudik, hingga sektor pariwisata dan hiburan. Momentum musiman Ramadhan dan Idul Fitri memang menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Di sisi lain, ada juga sebagian umat Islam yang justru memilih memanfaatkan sepuluh hari terakhir Ramadhan untuk semakin bersungguh-sungguh dalam beribadah. Mereka memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, melaksanakan shalat sunnah, qiyamul lail, serta beritikaf di masjid.

Hal ini meneladani apa yang dicontohkan oleh Rasulullah S.A.W. Dalam sepuluh hari terakhir Ramadhan, beliau meningkatkan kesungguhan dalam beribadah kepada Allah. Padahal beliau adalah Nabi dan kekasih Allah yang telah dijamin ampunan atas dosa-dosanya, baik yang telah lalu maupun yang akan datang. 

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha disebutkan:

"Apabila telah masuk sepuluh hari terakhir Ramadhan, Rasulullah Sholallohu “Alaihi Wassalam menghidupkan malam-malamnya, membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh dalam beribadah, dan mengencangkan ikat pinggangnya."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menggambarkan bagaimana Rasulullah memberikan teladan kepada umatnya untuk memaksimalkan ibadah pada penghujung Ramadhan. Malam-malam tersebut dihidupkan dengan berbagai bentuk ibadah, mulai dari shalat malam, membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa, hingga memperbanyak amal kebaikan lainnya.

Bulan yang penuh berkah dan limpahan pahala ini tentu sangat sayang jika dilewatkan begitu saja. Banyak amal ibadah yang dapat dilakukan untuk meraih pahala yang berlipat ganda. Terlebih lagi pada sepuluh hari terakhir ini terdapat malam yang sangat mulia, yaitu malam Lailatul Qadar.

Allah menjanjikan bahwa siapa saja yang beribadah pada malam tersebut akan mendapatkan pahala seperti beribadah selama seribu bulan, atau sekitar delapan puluh tiga tahun lebih. Sebuah kesempatan yang luar biasa bagi setiap Muslim untuk memperbanyak amal dan mendekatkan diri kepada Allah.

Di berbagai masjid besar di seluruh Indonesia, bahkan di berbagai belahan dunia, kegiatan iktikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan menjadi tradisi yang terus hidup. Kegiatan tersebut biasanya diisi dengan kajian ilmu syariah seperti fikih, tauhid, akhlak, dan muamalah, tadarus Al-Qur’an bersama, serta qiyamul lail berjamaah.

Para pengurus masjid biasanya juga menyiapkan takjil untuk berbuka puasa hingga makanan sahur bagi para jamaah, yang berasal dari infak dan sedekah kaum Muslimin. Tidak sedikit masjid yang dipenuhi jamaah yang ingin memanfaatkan sisa hari Ramadhan dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya. Harapan mereka sederhana namun sangat mulia: mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadar dan meraih ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ketika Ramadhan berakhir dan tanggal 1 Syawal tiba, mereka menyambut Hari Raya dengan perasaan bahagia—sebuah kebahagiaan karena telah berusaha memaksimalkan ibadah di bulan suci ini dan berharap kembali kepada fitrah yang suci.

Pada akhirnya, kita melihat dua pemandangan yang cukup kontras. Di satu sisi, sebagian orang disibukkan dengan berbagai agenda buka puasa bersama, mulai dari reuni teman sekolah, rekan kerja, hingga komunitas tertentu. Di sisi lain, ada pula yang disibukkan dengan mengejar peningkatan omzet usaha karena tingginya permintaan menjelang Lebaran, terutama pada sektor makanan dan pakaian.

Suasana i’tikaf dengan tadarus Al Qur an Di Masjid Ar Rohman Parahyangan Kencana Kab Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Suasana i’tikaf dengan tadarus Al Qur an Di Masjid Ar Rohman Parahyangan Kencana Kab Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Tidak jarang aktivitas tersebut membuat sebagian orang melewatkan kesempatan untuk beribadah di masjid, seperti shalat tarawih atau membaca Al-Qur’an. Alasannya sederhana: momen ini hanya datang setahun sekali dan sayang jika tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan dunia.

Sesungguhnya tidak ada yang salah dengan memanfaatkan peluang ekonomi atau mempererat silaturahmi. Ramadhan juga membawa keberkahan bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Namun alangkah bijaksananya jika urusan akhirat juga mendapatkan prioritas yang utama. Sebab kehidupan di dunia ini tidaklah abadi. Pada akhirnya setiap manusia akan kembali kepada Allah, dan bekal terbaik yang dapat dibawa adalah amal ibadah.

Allah telah memberikan satu bulan istimewa di antara sebelas bulan lainnya agar manusia memberikan perhatian lebih pada ibadah, yaitu bulan Ramadhan. Bukan berarti urusan dunia tidak penting, tetapi ada waktu yang seharusnya kita sisihkan untuk memperkuat spiritualitas dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Semoga sisa hari Ramadhan ini masih memberi kesempatan bagi kita untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal, dan meraih keberkahan yang telah Allah siapkan bagi hamba-hamba-Nya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:10

Bandung Menuju Kota Digital Aman

Kota yang benar-benar cerdas bukan hanya kota yang mampu mengadopsi teknologi terbaru, melainkan yang mampu melindungi warganya.

Ilustrasi layanan digital. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Biz 01 Nov 2026, 15:21

Lahan Sempit di Kota Bandung Disulap Jadi Kebun Produktif, Hasilnya untuk Warga

Sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 16:33

Persembahan untuk Lembang

Lembang telah jatuh ke tangan para kapitalis, memaksakan berubah wujud, memeras keindahan alamnya, meluluhlantakkan kenangan hijau yang terpatri di benak warganya.

Persembahan saya untuk Lembang, tertuang dalam beberapa karya buku. (Foto: Malia)