Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Menolak Lupa: Surat Samantha untuk Perdamaian Dunia

5 menit baca
Deardo Amigo Purba
Ditulis oleh Deardo Amigo Purba diterbitkan Rabu 27 Mei 2026, 12:31 WIB
Samantha Smith (Sumber: Kennebec Journal)

Samantha Smith (Sumber: Kennebec Journal)

Sejarah umat manusia sering kali ditulis oleh pertumpahan darah. Namun, pada musim gugur tahun 1982, sejarah dunia justru diukir oleh goresan pensil seorang gadis kecil berusia sepuluh tahun asal Manchester, Maine, Amerika Serikat. Namanya adalah Samantha Reed Smith. Di tengah puncak ketegangan Perang Dingin—sebuah era di mana umat manusia berada di ambang pemusnahan massal akibat ancaman senjata nuklir antara Amerika Serikat dan Uni Soviet, Samantha melakukan sebuah tindakan yang cukup luar biasa: menulis surat kepada Pemimpin Uni Soviet, Yuri Andropov.

Ketakutan Global dan Kejujuran Bertanya

Untuk memahami signifikansi dari tindakan Samantha, kita harus kembali ke awal dekade 1980-an. Saat itu, Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan menjuluki Uni Soviet sebagai "Kekaisaran Jahat" (Evil Empire). Di sisi lain, Yuri Andropov, yang baru saja menggantikan Leonid Brezhnev, membawa latar belakang keras sebagai mantan Kepala KGB. Perlombaan senjata nuklir mencapai puncaknya, dan media massa di kedua negara setiap hari memproduksi narasi tentang kemungkinan pecahnya Perang Dunia III.

Dalam suasana yang dipenuhi paranoia inilah, Samantha Smith membaca sebuah artikel di majalah Time yang membahas sosok Andropov. Dengan kepolosan dan keberanian seorang anak, ia bertanya kepada ibunya, "Jika orang-orang begitu takut padanya, mengapa tidak ada yang menulis surat dan bertanya apakah ia menginginkan perang atau tidak?" Ibunya menjawab, "Mengapa bukan kamu saja yang menulisnya?"

Samantha benar-benar menulis surat tersebut. Dalam suratnya, ia bertanya dengan lugas: "Apakah Anda akan memilih untuk berperang atau tidak? Jika tidak, tolong beritahu saya bagaimana Anda akan membantu untuk tidak terjadinya perang." Pertanyaan sederhana ini, yang bebas dari retorika politik dan jargon diplomasi, justru menjadi senjata paling ampuh untuk mengguncang kebuntuan komunikasi antara dua negara adidaya.

Diplomasi Warga (Citizen Diplomacy) dan Peran Aktor Non-Negara

Dalam diskursus kajian Hubungan Internasional, fenomena Samantha Smith sering dianalisis melalui lensa Citizen Diplomacy atau Diplomasi Jalur Dua (Track II Diplomacy). Jurnal-jurnal yang berfokus pada diplomasi publik secara konsisten menyoroti bagaimana aktor non-negara dapat mempengaruhi kebijakan luar negeri dan opini publik global.

Secara tradisional, teori Realisme dalam Hubungan Internasional berpendapat bahwa negara adalah satu-satunya aktor rasional dan penting dalam politik global, dengan kekuatan militer (hard power) sebagai instrumen utamanya. Namun, kasus Samantha membantah paradigma ini. Ketika Andropov membalas surat Samantha pada April 1983, membandingkannya dengan karakter Becky Thatcher dari novel Tom Sawyer karya Mark Twain, dan mengundangnya untuk mengunjungi Uni Soviet, terjadilah pergeseran paradigma yang luar biasa.

Undangan tersebut menghasilkan kunjungan dua minggu Samantha bersama orang tuanya ke Moskow, Leningrad, dan kamp pemuda Artek di Krimea. Dari perspektif diplomasi publik, kehadiran Samantha di Uni Soviet berfungsi untuk "memanusiakan" pihak yang selama ini dianggap sebagai musuh (demistifikasi musuh). Orang Amerika yang melihat liputan berita melihat bahwa anak-anak Soviet bermain, bernyanyi, dan tertawa persis seperti anak-anak di Amerika. Demikian pula, warga Soviet melihat bahwa orang Amerika bukanlah monster kapitalis yang haus darah, melainkan manusia biasa yang juga menginginkan perdamaian dan kehidupan yang aman untuk anak-anak mereka.

Refleksi Media

Dari sudut pandang Media, keberanian Samantha Smith memberikan studi kasus yang kaya tentang bagaimana media massa digunakan, baik sebagai instrumen propaganda maupun sebagai jembatan empati. Jurnal-jurnal media menyoroti pertempuran narasi yang terjadi di balik layar kunjungan Samantha.

Pada awalnya, banyak analis politik dan media Barat yang bersikap sinis. Mereka menuduh bahwa Yuri Andropov dan mesin propaganda Uni Soviet hanya menggunakan Samantha sebagai pion untuk mencitrakan Soviet sebagai negara yang cinta damai, sekaligus mengalihkan perhatian dunia dari isu-isu pelanggaran hak asasi manusia dan invasi Soviet ke Afghanistan. Kritik ini valid dalam konteks analisis media; televisi pemerintah Soviet (Pravda dan stasiun TV sentral) memang meliput kunjungan Samantha secara masif untuk menonjolkan kebaikan sistem mereka.

Namun, jurnal media dan komunikasi juga mencatat sebuah kisah yang indah: ketika gambar-gambar Samantha yang sedang berinteraksi, tertawa, dan menari dengan anak-anak Soviet disiarkan di televisi Amerika dan Soviet, pesan visual tersebut menghancurkan narasi kebencian yang telah dibangun selama puluhan tahun. Media, yang biasanya menjadi alat eskalasi konflik, secara tiba-tiba berubah menjadi medium penyembuhan trauma kolektif.

Samantha Smith menjadi "Duta Besar Termuda Amerika". Kepulangannya ke Amerika Serikat disambut dengan karpet merah, wawancara televisi yang tak terhitung jumlahnya, dan ia bahkan menulis buku berjudul Journey to the Soviet Union. Media Barat pun perlahan mengubah framing mereka, dari yang awalnya skeptis menjadi kagum terhadap dampak psikologis yang dibawa oleh gadis tersebut. Konstruksi memori kolektif yang terbentuk bukanlah tentang kemenangan ideologi kapitalisme atau komunisme, melainkan tentang kemenangan kemanusiaan.

Tragedi Akhir

Tragisnya, narasi perdamaian ini dipotong oleh takdir yang kejam. Pada 25 Agustus 1985, Samantha Smith dan ayahnya tewas dalam kecelakaan pesawat Bar Harbor Airlines Penerbangan 1808 di Maine. Ia baru berusia 13 tahun. Kematiannya mengejutkan seluruh dunia.

Reaksi atas kematiannya memperkuat tesis tentang betapa besarnya dampak diplomasi yang ia lakukan. Pemimpin baru Uni Soviet, Mikhail Gorbachev (yang kelak mengakhiri Perang Dingin), mengirimkan surat belasungkawa pribadi yang emosional kepada ibu Samantha. Di Uni Soviet, sebuah prangko diterbitkan untuk menghormatinya, sebuah berlian, kultivar bunga, hingga sebuah asteroid yang ditemukan oleh astronom Soviet diberi nama 3147 Samantha. Di Maine, Amerika Serikat, sebuah patung perunggu Samantha yang melepaskan burung merpati didirikan dengan seekor anak beruang (simbol Rusia) di kakinya.

Warisan Samantha menunjukkan bahwa perdamaian bukanlah sebuah status statis, melainkan sebuah proses berkelanjutan yang membutuhkan suara-suara berani untuk terus disuarakan.

Mengapa kita harus "Menolak Lupa" terhadap surat Samantha Smith hari ini? Memasuki pertengahan dekade 2020-an, dunia kembali dihadapkan pada fragmentasi geopolitik yang tajam. Krisis di berbagai kawasan, kebangkitan kembali nasionalisme ekstrem, perlombaan senjata modern, dan polarisasi opini publik akibat disinformasi digital telah menciptakan kembali "Tirai Besi" dalam bentuk yang baru. Retorika perang dan dehumanisasi lawan kembali menjadi bahasa sehari-hari dalam panggung politik internasional.

Menolak lupa pada Samantha Smith berarti kita menolak untuk menyerah pada sinisme. Ini adalah panggilan bagi generasi saat ini—baik masyarakat sipil, kaum muda, maupun pekerja media—untuk mengambil peran aktif dalam diplomasi perdamaian. Di balik seragam militer, perbedaan ideologi, dan perbatasan negara, terdapat anak-anak yang memiliki ketakutan dan harapan yang sama. Seperti yang pernah dikatakan Samantha dengan sangat lugas setelah kunjungannya: "Mereka sama seperti kita." Kata-kata itu adalah monumen perdamaian yang sesungguhnya. Tugas kita saat ini bukanlah sekadar mengenangnya, tetapi memastikan bahwa pesan tersebut terus hidup, menggema melampaui zaman, dan menjadi pedoman bagi masa depan umat manusia yang lebih beradab. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Deardo Amigo Purba
Mahasiswa FH UNPAR

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 28 Mei 2026, 00:27

Kelola Belanja Keluarga lewat HP, Ibu Rumah Tangga Perlu Paham Ancaman Digital Perbankan

Era digital yang sudah serba canggih telah memberikan kemudahan untuk pelbagai sektor, termasuk perbankan.

Aplikasi BRImo dari Bank BRI. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 18:04

Wajah Ganda Kota Kembang: Ramah Wisatawan, Menantang bagi Pekerja

Bandung memikat jutaan wisatawan, tetapi pekerjanya menghadapi tekanan biaya hidup.

Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 27 Mei 2026, 15:17

Ketika BUMDes dan BRILink Jadi Duet Andalan untuk Tingkatkan Ekonomi Desa Margamukti

BRILink di Margamukti adalah cermin dari cara berpikir BUMDes Marga Makmur secara keseluruhan.

Agen BRILink BUMDes Marga Makmur, di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 13:19

Ibadah Qurban atau Ibadah Udhiyyah? Yuk Kenali Istilah yang benar dalam Islam

Seringkali terdengar ibadah qurban pada momentum Idul Adha, apa arti sebenarnya?

Hewan udhiyyah di Indonesia adalah sapi, kambing, domba, kerbau (Sumber: Pixeabay | Foto: Paskvi)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 12:31

Menolak Lupa: Surat Samantha untuk Perdamaian Dunia

Kisah seorang anak yang memberi pesan bahwa perdamaian dunia adalah hak mutlak setiap umat manusia

Samantha Smith (Sumber: Kennebec Journal)
Beranda 27 Mei 2026, 10:59

Sambut Idul Adha, PLN Nusantara Power Pastikan PLTA Cirata Beroperasi Prima

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.
Beranda 27 Mei 2026, 10:38

Kalau Tidak Ada Ketupat, Rasanya Bukan Lebaran

Lapak-lapak kecil di Jalan Gurame memperlihatkan satu hal sederhana beberapa tradisi ternyata masih bertahan.

Rio penjual ketupat musiman di Jalan Gurame, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 10:06

Cicaheum Purna, Mampukah Leuwipanjang Menanggung Bebannya?

Pemusatan terminal ke Leuwipanjang patut diapresiasi karena membawa janji modernisasi.

Suasana Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 26 Mei 2026, 09:51

Dupan, Ketika Citarum Menolak Surut

Banjir kembali merendam Sapan Bandung. Luapan Sungai Citarum membuat Dupan terus hidup sebagai langganan genangan warga.

Banjir Citarum di Sapan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 09:29

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026

PT PLN Nusantara Power UP Cirata sukses memborong penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026 atas komitmen keberlanjutan sosial mereka.

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 08:21

Remitologisasi Sunda: Milangkala Tatar Sunda Mestinya 11 Oktober

Remitologisasi merupakan hak, bahkan kewajiban, bagi suatu bangsa yang sedang krisis jatidiri. Namun, mesti dilakukan dengan baik dan benar.

Prasasti Kebon Kopi II/Prasasti Pasir Muara. (Sumber: Leiden Library)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 07:40

Fenomena Mematikan Centang Biru pada WhatsApp dalam Perspektif Etika Komunikasi Digital

Fenomena mematikan centang biru WhatsApp mencerminkan perubahan etika komunikasi digital antara kebutuhan privasi, kenyamanan, dan ekspektasi respons instan.

Ilustrasi fenomena mematikan fitur centang biru pada WhatsApp. (Sumber: Dok. Penulis)