Propaganda Masa Pendudukan Jepang di Bandung

4 menit baca
Malia Nur Alifa
Ditulis oleh Malia Nur Alifa diterbitkan
Propaganda-propaganda Jepang ini dibentuk untuk menarik simpati dari publik. (Foto: wowshack.com)
Propaganda-propaganda Jepang ini dibentuk untuk menarik simpati dari publik. (Foto: wowshack.com)

Pada masa pendudukan Jepang ada sebuah kantor barisan propaganda yang disebut dengan Johobu (Departemen Penyiaran), departemen Johobu ini kemudian berganti menjadi departemen Sendenbu atau departemen propaganda pada tanggal 30 Oktober 1942.

Sendenbu di Priangan berpusat di kota Bandung dipimpin oleh Tanaka dan Nakara. Semua itu bertujuan melakukan pergerakan dalam bidang media massa dan komunikasi massa. Keadaan kota Bandung dengan adanya Sendenbu tidak lagi memberi ruang bagi media massa dan pers berbahasa Sunda, seperti Sipatahunan.

Pers pada saat itu dijadikan media baru dalam membangun suatu usaha dalam membangun masyarakat baru di pulau Jawa, guna mencapai kemenangan perang Asia Timur Raya. Pada tanggal 8 Juni 1942 semua kantor berita dan surat kabar di Bandung dilebur menjadi satu surat kabar yaitu Tjahaja yang dipimpin oleh Oto Iskandar Dinata, pimpinan redaksinya adalah A. Hamid, pimpinan administrasinya adalah Niti Sumantri, pimpinan propaganda dan reklame adalah Branata, pimpinan percetakan adalah Ali Ratman, anggota redaksi pusat dan bagian umum adalah B. Ananda, anggota redaksi pusat dan sosial anggota redaksi oleh M. Tabrani, Jamal Ali, Khambali, Ace Bastaman, Hisyawara Darmaputra dan Dayat (keterangan ini didapat pada surat kabar Tjahaja pada 10 Juni 1942). Kantor redaksi Tjahaja terletak di Groote Posweg Oost (jalan Raya Timur, sekarang Jalan Ahmad Yani, Bandung) no 54 – 56.

Badan sensor berita dilakukan sangat ketat oleh pemerintah militer Jepang, sehingga kebebasan para wartawan Tjahaja tidak ada hingga mereka merasa tidak puas. Wartawan dan redaksi Tjahaja seperti Jamal dan Hisywara adalah juga pimpinan angkatan muda Bandung.

Pemerintah militer Jepang di Bandung menempatkan ahli radionya di studio Bandung (Bandung Hosokyoku) yang berada di jalan Moh Toha sekarang, area bekas studio bersejarah ini sekarang berada di kawasan Gereja Kristen Immanuel Jemaat Gloria, dekat lapangan Tegalega. Kepala studio saat itu tahun 1942 bernama Tarawa, sebagai kepala penyiaran adalah Hidoki, dan kepala tata usaha adalah Hoshi. Warga pribumi ditempatkan di studio tersebut sebagai pekerja biasa di bagian penyiaran, teknik dan siaran di tempat, mereka itu adalah, E. Badrun, B. Sukiun, Sofyan Junaid, Abdul Razak, R.A. Darya (data ini didapat dari buku Sejarah Kota Bandung Pada Revolusi Kemerdekaan 1945 – 1950).

Pada tanggal 21 Januari 1944 dibuka Nippon Gekko (bagian perguruan) oleh walikota Bandung saat itu yaitu R.A. Atmadinata di jalan Cimanuk no 1, yang diikuti oleh 88 orang guru dan para pegawai campuran (Tjahaja, 13 April 1944). Pada tanggal 21 dan 22 Maret 1944 diselenggarakan ujian masuk Sekolah Teknik Bandung (Bandung Kogyo Daigaku) dengan syarat, untuk kelas 1 daigaku harus tamat sekolah menengah tingkat ilmu alam atau sederajat, bekas pelajar kelas 1 Sekolah Teknik Tinggi Bandung, bekas pelajar kelas 2, kelas 3, 4 diterima di kelas 1 namun harus tetap diuji kepandaiannya.

Propaganda-propaganda Jepang ini dibentuk untuk menarik simpati dari publik. Pihak Jepang menjalankan sejumlah kampanye psikologis, politik dan budaya yang sangat terencana. Salah satu caranya adalah pihak Jepang memberikan kelonggaran dan mendirikan majelis Islam A'la Indonesia (MIAI), untuk mengambil hati umat Islam, nantinya MIAI ini akan berubah menjadi Masyumi. Di Bandung MIAI ini berada di jalan Logeweg no 11 (jalan Wastukancana No. 11).

Poster-poster propaganda pun bertebaran di mana-mana, terutama di kawasan padat penduduk dan kawasan perekonomian. Dalam mobilisasi para pemuda, pihak pemerintah militer Jepang mendirikan organisasi-organisasi semi militer dan militer seperti Seinendan, Keibondan, Fujingkai, Heiho hingga PETA.

Dalam bidang seni dan budaya pun pihak pemerintah militer Jepang melakukan pendekatan, salah satunya dibentuklah wadah untuk penyalur kegiatan kesenian di Bandung, yang bernama Pusat Kesenian Priangan atau Puseur Kabinangkitan Priangan, wadah ini bertujuan untuk menyelidiki kesenian asli dari Priangan, memelihara agar kesenian agar tetap lestari, memelihara kesenian sesuai dengan perkembangan zaman dan menjadi pusat penerangan tentang masalah kesenian.

Para pengurus dari wadah kesenian atau Priangan Shuchokan dalam balutan propaganda Jepang ini adalah, ketua yaitu Surya Angganagara, wakil ketua 1 yaitu Jayadireja, wakil ketua 2 yaitu Sastraatmadja, penulis/sekretaris yaitu Sastranegara, pembantu umum yaitu Puradiredja dan anggota yaitu Martakusumah, riwayat dan kesusastraan yaitu D.K. Ardiwinata, gambar yaitu D. Saleh, tarian yaitu Uning dan kerajinan tangan yaitu Lasmadipura (Tjahaja 3 Februari 1943). Di kalangan pengurus dan pegawai kotapradja Bandung pun didirikan Pusat Kesenian dengan ketuanya yaitu dr. Djunjunan Setiakusumah.

Untuk memperkenalkan budaya Jepang kepada masyarakat Bandung, dengan maksud mengubah mentalitas ke alam pikiran pemerintah militer Jepang / Nippon, khususnya semangat Boshido di tengah kota Bandung didirikanlah Priangan Shuchu Kurabu. Selain itu di jalan Lengkong Besar didirikan Zai San Kanri Kyoku, yang menempati sebuah kantor bekas perkumpulan Jepang Tempo dulu ketika masih dalam masa pemerintahan kolonial Belanda.

Pada masa pendudukan pemerintah militer Jepang banyak sekali yang berubah, warga Bandung pada masa itu dipaksa untuk cepat beradaptasi dan mau tidak mau merasakan perubahan-perubahan drastis dari berbagai segi kehidupan sehari-hari. Terutama bahasa dan perubahan struktur dalam berbagai aspek kehidupan, dari mulai pendidikan, budaya, bahasa, kinerja, hingga perekonomian. Semua hal ini dilakukan pemerintah militer Jepang untuk dapat cepat mengubah tatanan yang telah terdoktrin oleh masa pendudukan pemerintah kolonial Belanda mampu dirubah dalam waktu yang sangat singkat dan mendatangkan keuntungan sepihak bagi Jepang. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Malia Nur Alifa
Tentang Malia Nur Alifa
Periset sejarah Lembang sejak 2009. Menuliskan beberapa buku sejarah tentang Lembang dan pemandu wisata sejarah sejak 2015.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Jul 2026, 19:52

Menilik Komunikasi Digital dalam Publikasi Peluncuran Layanan Kereta Api

Penggunaan kata kunci pada website dan Instagram memiliki fokus informasi yang sama kepada seluruh masyarakat pembaca digital.

Ilustrasi komunikasi digital layanan kereta api. (AI)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 17:12

Propaganda Masa Pendudukan Jepang di Bandung

Propaganda-propaganda Jepang ini dibentuk untuk menarik simpati dari publik.

Propaganda-propaganda Jepang ini dibentuk untuk menarik simpati dari publik. (Foto: wowshack.com)
Wisata & Kuliner 21 Jul 2026, 17:05

Lontong Balap, Kuliner Ikonik Surabaya yang Lahir dari Para Pedagang Berlari

Sejarah lontong balap Surabaya, dari tradisi pedagang memikul kemaron hingga menjadi salah satu makanan khas Jawa Timur yang paling legendaris.

Lontong Balap khas Surabaya. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 16:20

Time Travel Seru bareng Cerita Bunda: Menguak Sejarah dan Thrifting Perangko di Museum Pos Bandung!

Kemarin, hari Sabtu tanggal 18 Juli 2026, saya bareng 20 orang teman-teman dari komunitas Cerita Bunda, main ke Museum Pos Indonesia. Mari simak keseruannya!

Foto 1 Peserta Komunitas Cerita Bunda Sedang Thrifting Perangko dan Postcard. (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 16:07

Tren Manusia Digital: Ketika Live Streamer menjadi Pekerjaan Baru bagi Masyarakat

Media sosial memang kerap membuka banyak peluang bagi masyarakat. Namun dibalik gemerlap dunia maya seringkali menyisakan moral dan budaya yang semakin terkikis.

Media sosial memang kerap membuka banyak peluang bagi masyarakat. Namun terkadang ada harga yang dibayar untuk moral. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 15:32

Kampanye Digital Akhir Tahun Terbesar Raih Lebih dari 200 Juta Pengguna dalam Satu Hari

Spotify Wrapped 2025 jadi kampanye digital akhir tahun terbesar dengan lebih dari 200 juta pengguna dalam 24 jam pertama dan lebih dari 500 juta kali dibagikan di TikTok, Instagram, dan X.

Ilustrasi platform musik. (Sumber: Pexels | Foto: Breakingpic)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 14:48

Pengembangan Stadion GBLA dan Pusat Produk Peralatan Olahraga

Pentingnya transformasi stadion olahraga dengan ekosistem yang memberikan tempat untuk menumbuhkan industri produk peralatan olahraga

Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 12:06

Tangkis Tengkes untuk Generasi Emas Bandung

Urusan stunting pada dasarnya kompleks dan penuh perjuangan dengan menggunakan pendekatan multi sektor dan multi disiplin.

Pencegahan stunting di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 21 Jul 2026, 11:51

Debu Kapur Tak Kenal Batas Administratif, Derita Warga Cipatat Berlanjut

Sejauh ini, arah angin itu selalu membawa debu ke rumah-rumah warga, bukan ke meja rapat para pejabat yang seharusnya menanganinya sejak lama.

Pemandangan udara menunjukkan aktivitas pabrik pengolahan batu gamping di Kecamatan Cipatat, yang dilalui jalur utama penghubung Bandung menuju Padalarang dan Cianjur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 10:34

Adaptasi Batik terhadap Perubahan Gaya Hidup Masyarakat Modern

Adaptasi kain batik terhadap tren di era modern.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Wisata & Kuliner 21 Jul 2026, 10:33

Tamasya ke Leuwi Jurig Garut, Grand Canyon Sunda di Bungbulang

Panduan lengkap wisata Leuwi Jurig Garut, mulai dari harga tiket, jam buka, rute menuju lokasi, fasilitas, hingga peringatan keselamatan saat berenang.

Leuwi Jurig Bungbulang Garut. (Sumber: YouTube budi ahmadr)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 09:41

Belajar tentang Desain dari Monumen Jenderal Soedirman di Soreang

Di balik sebuah monumen, ternyata tumbuh ruang publik yang menghidupkan interaksi sosial, aktivitas ekonomi, dan kebersamaan masyarakat.

Monumen Jenderal Soedirman di Jalan Panglima Besar Jenderal Soedirman, Soreang. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 19:14

Urgensi Sekolah Ramah, Aman dan Nyaman

Penciptaan lingkungan belajar yang berfokus pada daya dukung psikologis dan keterampilan sosial juga mampu dipenuhi praktik implementasi kerjasama dan empati.

Suasana MPLS di sekolah. (Sumber: Kemendikdasmen.go.id | Foto: Kemendikdasmen)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 18:01

Darurat Penerangan dan Melonjaknya Kriminalitas di Jalanan Kota Bandung

Bandung kini berbeda dan kenyamanan kotanya tak lagi sama. Kian hari tingkat kecelakaan lalu lintas dan tindak kriminalitas kian menjamur tanpa ada solusi yang nyata untuk menyelesaikannya.

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Magang Foto/Lukman Hidayat)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 17:00

Pendidikan di Bandung pada Masa Pendudukan Jepang

Pendidikan dalam masa penjajahan Jepang diawali dengan dibukanya kembali sebagian dari sekolah-sekolah yang dahulu pernah berdiri.

Museum Geologi saat Masa Pendudukan Jepang. (Sumber: Koleksi Museum Geologi Bandung)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 16:01

Bandung Begal, Beungal, dan Bedul

Memberantas begal tidak cukup hanya dengan menangkap pelakunya.

Begal makin marak di Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 15:15

Pembongkaran Perpustakaan Gasibu Picu Kekecewaan Pembaca Buku di Bandung

Pembongkaran fisik Perpustakaan Gasibu Bandung memicu banyak kekecewan dari warga sekitar dan pegiat literasi.

Perpustakaan Gasibu yang dibongkar. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 14:34

Posisi Strategis Ibu dalam Pelestarian Bahasa Ibu

Pelestarian bahasa ibu atau bahasa daerah tidak bisa lepas dari peran ibu sendiri.

Ilustrasi masyarakat tradisional Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Wahyu Prabowo)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 13:14

Legitnya Peuyeum Ciruluk, Warisan Kuliner Khas Kalijati Subang

Sebuah kuliner tradisional yang memiliki keunikan tersendiri, yakni Peuyeum Ciruluk, tape ketan hijau yang telah menjadi identitas kuliner masyarakat setempat.

Peuyeum Ciruluk khas Kalijati, Kabupaten Subang, memiliki ciri khas dibungkus menggunakan daun muncang (daun kemiri), sehingga tampil alami sekaligus membantu menjaga cita rasa dan kualitas produknya. (Foto: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 20 Jul 2026, 11:47

Hikayat Pasar Andir Pusat Grosir Fesyen Bandung yang Mencoba Terus Bertahan

Pasar Andir pernah menjadi pusat grosir fesyen Bandung dan kini berjuang menghadapi perubahan perilaku belanja masyarakat.

Suasana Pasar Andir, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)