Air Mengalir Gratis: Menagih Konsistensi Keadilan Sumber Daya

4 menit baca
Muh Husen Arifin
Ditulis oleh Muh Husen Arifin diterbitkan
Warga mengambil air sumur yang berada di trotoar Jalan Cipaganti, Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Warga mengambil air sumur yang berada di trotoar Jalan Cipaganti, Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)

BMKG sudah menyatakan tentang fenomena el nino yang membuat kekeringan di beberapa wilayah di Indonesia, juga di Jawa Barat. Terjadinya cuaca ekstrem ini memberikan dampak negatif kepada masyarakat. 

Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menyebutkan bahwa pada bulan Juli 2026 kekeringan telah meluas hingga 207 desa di 15 kabupaten dan kota, serta berdampak pada lebih dari 205.000 jiwa. 

Data ini sangat memberikan dampak yang tidak bisa didiamkan begitu saja. Pemerintah daerah mesti memberikan kebijakan yang sesegera mungkin. Kebijakan yang mampu menjadikan masyarakat keluar dari permasalahan yang sangat menyiksa bagi masyarakat di wilayah Jawa Barat. 

Permasalahan kekeringan menjadi satu hal yang tidak dapat dibiarkan terjadi setiap tahunnya. Meskipun terdapat perencanaan yang telah diprogramkan dan akan direalisasikan. Namun hal ini mesti disegerakan menjadi solusi yang tidak selalu mengorbankan masyarakat. 

Wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan di Jawa Barat di antaranya Kabupaten Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Pangandaran, Sukabumi, Bandung Barat, Indramayu, Garut, Cianjur, Ciamis, Kota Sukabumi, Kota Banjar, dan Kota Bogor. 

Di wilayah yang terdampak tentu diharapkan agar secepatnya ada solusi yang membuat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Kondisi yang sudah dirasakan oleh masyarakat kini menunggu kebijakan yang secepat dengan janji. 

Air Sebagai Kebutuhan

Hakikatnya masyarakat tidak bisa berjarak dengan air. Sumber kehidupan yang mampu menghidupkan seisi keluarga. Kebutuhan sehari-hari yang tidak dapat dipisahkan tentu dengan air. 

Selain sebagai pilar, jika bukan dengan air maka masyarakat tidak mampu berkehidupan dengan semestinya. Sebagaimana yang kita rasakan dan tidak mungkin dapat bertahan hidup jika air disingkirkan. Sebutuh itu masyarakat terhadap air. 

Problematika yang dihadapi masyarakat jika air bersih tidak tersedia, pencemaran lingkungan semakin menghantui. Juga air yang mengalir bukan lagi menjadi air bersih melainkan perlu disaring, bahkan di perumahan yang notabene adalah pemukiman elit tetap saja menemukan kendal terkait air. 

Untuk itu kekeringan bukan permasalahan ringan, setiap tahunnya sering disampaikan keluhan masyarakat tentang air. Namun kebijakan sering terlambat untuk pengambilan keputusan. 

Dari BPBD sebenarnya sudah memberikan kemudahan mengakses air jika fenomena kekeringan terjadi, masyarakat berhak ditolong dalam waktu sesingkat-singkatnya. 

Soal air yang mengalir benarkah harus gratis? 

Gagasan Perairan

Ada pergeseran hak akses atas sumber air tradisional dari masyarakat ke tangan perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK). (Sumber: Pexels/Luis Quintero)
Ada pergeseran hak akses atas sumber air tradisional dari masyarakat ke tangan perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK). (Sumber: Pexels/Luis Quintero)

Pemerintah sebagai simbol yang tunggal dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat. Pemerintah wajib memberikan pertolongan yang cepat. Desakan untuk menggratiskan air kepada masyarakat terdampak sudah terlaksana, namun yang menjadi sorotan adalah bagaimana air menjadi sumbu keadilan bagi masyarakat?

Adil dalam makna menjadikan sumber kekuatan bagi masyarakat yang berdaulat. Pada umumnya, masyarakat tetap harus membayar dengan harga yang belum terjangkau dan cukup melilit bagi ekonomi rumah tangga. Belum tuntas masyarakat mengeluh, pun tak berdaya. Hilangnya rasa keadilan bagi masyarakat. 

Meski menjadi suatu kebutuhan yang sangat penting, air masih diperlakukan sebagai komoditi, padahal air yang mengalir adalah berkah dari alam, Tuhan yang memberikan agar menjadi lebih mudah diakses oleh masyarakat tanpa dibebani biaya tinggi. 

Dalam artian bahwa masyarakat menganggap air adalah anugerah yang seharusnya dikelola swadaya dan menjunjung nilai-nilai gotong royong dan memberikan dampak positif tanpa ada pembebanan kepada masyarakat dan terhindar dari segala hal berhubungan dengan biaya yang mencekik. 

Maka swadaya pengelolaan air ini perlu digagas dengan cara yang fungsional. Tidak hanya dikelola dengan pembayaran yang terlewat mahal, tetapi mekanisme yang berkeadilan. Layanan yang diberikan dan dilibatkan untuk kepentingan masyarakat seutuhnya. 

Jika musim kekeringan seperti ini, maka tata kelola perairan bukan hal yang sulit. Masyarakat tidak kesulitan dan kesusahan mendapatkan perairan, baik yang dikelola untuk irigasi, pertanian, perkebunan, peternakan, dan rumah tangga.

Tetapi sampai sekarang, memang tidak mudah. Tidak ada kebijakan yang terbaik dari sisi pemerintah. Hanya berjalan dengan peraturan dan dikomersilkan.

Jika Makan Gratis, Kenapa Airnya Bayar?

Letak sungsangnya kebijakan yang masih didominasi oleh politik saat ini. Jika makan gratis menjadi program bermutu tinggi yang wajib berjalan apapun kondisi yang terjadi. Walaupun tata cara yang berantakan. Pengabaian atas keracunan para murid. 

Lantas, bagaimana air harus tetap bayar? Mengapa demikian. Air yang justru tidak perlu diadakan dengan datangnya dari Tuhan. Mengapa tidak menjadi mata kebahagiaan bagi masyarakat? 

Tidak perlu pembiayaan yang tinggi terkecuali pengelolaan yang terpercaya, maka air sangat berpotensi menguatkan masyarakat di tengah fenomena el nino. 

Sesingkat-singkatnya, kebijakan pemerintah pusat sampai daerah melakukan tindakan yang adil, jika makan gratis maka airnya gratis pula. 

Kekeringan terjadi tetapi air tetap ada. Air yang mengalir dari Tuhan untuk hamba yang membutuhkan. Tanpa ribut-ribut dan tidak perlu disebut sebagai masyarakat yang kurang bersyukur. 

Mari menggratiskan air, air dari Tuhan, air kehidupan. Selamatkan nalar manusiawi, bersosial dan berkeadilan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muh Husen Arifin
Dosen Aktif di Prodi PGSD UPI Kampus Cibiru

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Agu 2026, 19:39

Jejak Rasa di Garis Depan: Menelusuri Kaitan Erat Aantara Kuliner, Logistik Perang, dan Kedaulatan Indonesia

Kuliner dan kemerdekaan Indonesia berkelindan secara berkelanjutan.

ilustrasi Sukarno dan buku "Mustikarasa". (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 02 Agu 2026, 15:52

Ingatan Kolektif Bangsa dan Sejarah

Bagaimana kita menghidupkan ingatan sejarah? Karena dari situlah bangsa terlahir dan menuju peradaban maju.

Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat terletak di Jalan Dipati Ukur Nomor 48, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 02 Agu 2026, 14:44

5 Pilihan Empal Gentong Cirebon untuk Wisata Kuliner

Sedang wisata ke Cirebon? Jangan lewatkan lima empal gentong terbaik yang terkenal dengan kuah gurih, daging empuk, dan resep turun-temurun.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 02 Agu 2026, 11:34

Air Mengalir Gratis: Menagih Konsistensi Keadilan Sumber Daya

Permasalahan kekeringan menjadi satu hal yang tidak dapat dibiarkan terjadi setiap tahunnya.

Warga mengambil air sumur yang berada di trotoar Jalan Cipaganti, Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 02 Agu 2026, 09:05

Tasikmalaya sebelum Kota Benar-benar Terbangun

Tasikmalaya belum benar-benar bangun. Jalanan di depan masjid yang siang hari dipenuhi sepeda motor dan mobil kini hanya sesekali dilintasi kendaraan.

Salah satu sudut Kota Tasikmalaya. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Djoko Subinarto)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 21:58

Bandung Mesti Ramah Disabilitas, Jangan Serobot Fasilitas Mereka!

Pemerintah daerah perlu bekerja sama dengan inovator teknologi untuk mewujudkan pembangunan inklusif untuk disabilitas

Ilustrasi kaum disabilitas di Kota Bandung (Sumber: Kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 20:49

Ketika Sempadan Sungai Tergusur, Bandung Kehilangan Nilai Luhur

Bandung lestari alamnya jika segenap warga kota terus berusaha memuliakan air dan memahami siklus hidrologi.

Salah satu aliran sungai di Kota Bandung yang tidak punya sempadan dan ekosistemnya rusak akibat pencemaran berat. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 18:40

Kamp Konsentrasi Jepang di Lembang

Kamp konsentrasi Jepang atau kamp interniran adalah tempat penahanan yang didirikan oleh tentara Kekaisaran Jepang pada masa Perang Dunia II.

Nisan para korban kekejaman Jepang (dari Kamp Lembang) yang berlokasi di Ereveld Ancol, Jakarta. (Foto: Anggara)
Wisata & Kuliner 31 Jul 2026, 16:44

8 Kuliner Legendaris Sukabumi yang Wajib Dicoba

Temukan 8 kuliner legendaris Sukabumi lengkap dengan lokasi, jam buka, harga, dan cerita di balik tempat makan yang bertahan puluhan tahun.

Skoteng SIngapore Sukabumi. (Sumber: YouTube Bang Mpin)
Ikon 31 Jul 2026, 15:12

BEC Pusat Elektronik di Kota Bandung

Bandung Electronic Center (BEC) masih menjadi pusat elektronik favorit di Bandung dengan ribuan pilihan gadget, aksesoris, hingga layanan servis.

BEC pusat elektronik di Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 15:06

Ketika Air Tinggal Sepercik

Kekeringan alias berkurangnya air atau bahkan hilang sedang melanda beberapa wilayah termasuk Bandung Raya

Sawah yang mengering akibat kemarau di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 30 Juli 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 13:01

Memahami Wajah Lain El Nino di Jawa Barat

El Nino bukan fenomena baru. Yang baru adalah intensitas dan dampaknya yang semakin terasa. Ini seharusnya menjadi dasar untuk membangun strategi jangka panjang.

Kemarau panjang yang terjadi dalam beberapa bulan terkahir, membuat kekeringan melanda di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 31 Jul 2026, 12:01

Bandung, Kota dengan Budaya Sepak Bola yang Kental

Bandung memiliki budaya sepakbola yang kuat, mulai dari Monumen Sepakbola, Persib Bandung, hingga lapangan dan SSB yang tersebar di berbagai wilayah.

Monumen Sepak Bola di persimpangan Jalan Tamblong dan Jalan Lembong. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 11:01

Integrasi Wisata Sungai Citarik, Taman Sumaba dan Stadion GBLA

Masyarakat desa di sekitar Citarik setuju jika desanya bertransformasi menjadi ekowisata.

Pemandangan sempadan anak sungai Citarik dan pematang sawah di daerah aliran sungai. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 10:18

Ci Mahi, Sungai yang Mengalirkan Air Susu Keagungan dan Kemuliaan

Toponim Cimahi berasal dari dua kata bahasa Sunda, yaitu ci atau cai, dan mahi.

Muara Sungai Mahi di Teluk Kambhat, Laut Arab. (Sumber: Istimewa)
Beranda 31 Jul 2026, 09:26

Dalam 43 Hari Dua Pesepeda Tewas di Jalan Soekarno Hatta, B2W Bandung Desak Jalur Terproteksi

B2W Bandung desak pemerintah bangun jalur sepeda terproteksi di Soekarno Hatta setelah dua pesepeda tewas dalam rentang waktu kurang dari dua bulan.

Kecelakaan di Jalan Soekarno-Hatta pada Rabu, 29 Juli 2026 mengakibatkan seorang pesepeda meninggal dunia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 09:16

Perlindungan Pekerja Migran Dimulai dari Tata Kelola, Bukan Sekadar Penindakan

Perlindungan terhadap pekerja migran semestinya tidak dimulai ketika masalah sudah terjadi, melainkan sejak negara mengelola proses keberangkatan mereka.

Perlindungan terhadap pekerja migran semestinya tidak dimulai ketika masalah sudah terjadi, melainkan sejak negara mengelola proses keberangkatan mereka. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 08:32

Jalan Raya Kita Bukan untuk Pesepeda

Negara kita khsusunya Kota Bandung memang belum siap menjadikan jalan raya sebagai tempat yang ramah dengan sepeda.

Pengecatan ulang jalur khusus sepeda untuk meningkatkan kenyamanan dan juga meningkatkan keselamatan lalulintas pengguna sepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 30 Jul 2026, 18:40

Panduan Wisata Dieng: Sunrise Sikunir, Kawah Sikidang, hingga Candi Tertua di Jawa Tengah

Panduan lengkap wisata Dieng mulai Bukit Sikunir, Kawah Sikidang, Telaga Warna, Candi Arjuna, harga tiket terbaru, rute, dan tips berkunjung.

Panorama Dieng. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 18:30

Dari Singkong Menjadi Taart: Jejak Kedaulatan Pangan dari Bandung Tahun 1972

Melalui sentuhan-sentuhan, singkong tidak lagi tampil sebagai bahan pangan sederhana, melainkan sajian dengan kedalaman rasa dan istimewa.

Ilustrasi singkong. (Sumber: Pexels | Foto: Matheus Bertelli)