Merangsang Kreativitas, Merayakan Kertas

8 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Sejumlah siswa SD Cirendeu saat bermain permainan tradisional, seperti egrang, bakiak batok, bedil jepret dan perepet jengkol. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah siswa SD Cirendeu saat bermain permainan tradisional, seperti egrang, bakiak batok, bedil jepret dan perepet jengkol. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Sore yang cerah itu, saat asyik bermain layang-layang di sawah milik Pa H, tiba-tiba istri berkirim pesan yang disertai foto dua halaman teks bacaan.

"Kanggo Aa diajar pidato, saurna énjing dites ku Bu Dedeh."

Kujawab singkat, “Muhun.”

Sudah tiga hari ini, Aa Akil, anak kedua (10 tahun) ini memang sedang giat belajar dan menghafal teks pidato lomba Bahasa Sunda tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Saat mencetak teks bertajuk Ngajaga Lingkungan, kuajukan pertanyaan, "Ieu kangge iraha, A?"

Ananda kelas lima ini menjawab, "Buat latihan hari Senin. Terus kata Bu Guru, lombanya di tingkat kecamatan pas Hari Anak, Bah?"

Senangnya Aa Akil foto bersama dengan Layang-layang "Goang" hasil moto, Ahad 13 Oktober 2024 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Senangnya Aa Akil foto bersama dengan Layang-layang "Goang" hasil moto, Ahad 13 Oktober 2024 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE

Momentum Hari Anak Nasional 2025

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, peringatan ke-41 Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) tidak lagi dipusatkan di satu kota, melainkan digelar serentak di seluruh daerah di Indonesia dengan dukungan dari berbagai kementerian dan lembaga.

“Kemen PPPA tahun ini mengusung konsep perayaan Hari Anak Nasional yang lebih merata. Tujuannya agar anak-anak dari Sabang sampai Merauke bisa ikut merasakan semangat Hari Anak Nasional di lingkungan tempat mereka tinggal. Mulai dari desa, sekolah, komunitas, hingga pemerintah daerah, semua kami ajak untuk merayakan Hari Anak Nasional bersama pada 23 Juli 2025.  Anak-anak harus merasakan kehadiran negara, bukan hanya di pusat, tetapi juga di tempat mereka tinggal dan tumbuh,” ungkap Titi Eko Rahayu, Sekretaris Kemen PPPA.

Tema HAN 2025 bertajuk “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045” dengan tagline “Anak Indonesia Bersaudara.” Ini mencerminkan komitmen bersama untuk membangun generasi anak yang sehat, cerdas, tangguh, dan berdaya saing, sekaligus menanamkan nilai kebersamaan di tengah keragaman bangsa.

Dalam rangka memperluas dampak peringatan, publik diajak untuk mengedukasi masyarakat mengenai isu-isu perlindungan anak melalui berbagai kanal komunikasi. Narasi kunci yang digaungkan secara nasional pada HAN 2025 antara lain: Anak Hebat, Indonesia Kuat, Anak Cerdas Digital, Pendidikan Inklusif untuk Semua, Stop Perkawinan Anak dan Anak Terlindungi Menuju Indonesia Emas 2045.

Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digital, Molly Prabawati menyampaikan dunia digital membawa peluang sekaligus tantangan besar bagi anak-anak.

“Data UNICEF menunjukkan bahwa setiap setengah detik, satu anak di dunia mengakses internet untuk pertama kalinya. Di Indonesia, dari 221 juta pengguna internet, lebih dari 9 persen adalah anak usia di bawah 12 tahun. Ini menempatkan mereka pada risiko tinggi terhadap konten berbahaya, penipuan digital, hingga eksploitasi daring. Oleh karena itu, Komdigi menegaskan pentingnya literasi digital sejak dini dan tata kelola ruang digital yang ramah anak,” ungkapnya.

Sebagai wujud perlindungan konkret, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Ramah Anak (PP TUNAS).

Regulasi ini mengatur agar penyedia layanan digital menjamin keamanan dan kenyamanan anak di ruang siber.

Peringatan HAN 2025 tidak hanya menjadi simbol perhatian negara terhadap anak, tetapi menjadi bukti atas keterlibatan seluruh elemen bangsa untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan memberdayakan anak-anak Indonesia.

Kemen PPPA mengajak seluruh pemangku kepentingan  seperti pemerintah, masyarakat, media, dunia usaha, dan keluarga untuk bersama-sama menjaga, mendampingi, dan memperkuat anak sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. (www.kemenpppa.go.id).

Sejumlah siswa SD Cirendeu saat bermain permainan tradisional, seperti egrang, bakiak batok, bedil jepret dan perepet jengkol, dalam rangkaian acara Festival Cirendeu 2024 di halaman sekolah SD Cirendeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Sabtu 7 Desember 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah siswa SD Cirendeu saat bermain permainan tradisional, seperti egrang, bakiak batok, bedil jepret dan perepet jengkol, dalam rangkaian acara Festival Cirendeu 2024 di halaman sekolah SD Cirendeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Sabtu 7 Desember 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Sarana Pengendalian Diri Menuju Tuhan 

Dalam konteks Jabar, untuk menciptakan generasi hebat yang berkualitas, tangguh, kreatif, jujur, sehat, cerdas, berprestasi, dan berakhlak mulia menuju Indonesia emas ini dengan cara melestarikan, ngamumule kaulinan barudak baheula sebagai khazanah kesundaan. 

Tentunya syarat makna, merangsang kreativitas, melatih kecerdasan anak dan menjadi sarana pengenalan diri yang berhubungan dengan alam, dan Tuhan.  

Ini dibenarkan oleh Mohammad Zaini Alif, Komunitas Hong menjelaskan permainan rakyat memiliki kelebihan dibandingkan dengan permainan modern.

Bila permainan modern hanya terbatas melatih saraf motorik, kreativitas, dan kecerdasan anak, kaulinan barudak merangsang kreativitas dan kecerdasan anak serta menjadi sarana pengenalan rasa si anak terhadap diri, alam, dan Tuhan.

Permainan Sunda itu sarat dengan nilai ketuhanan, seperti hompimpa. Kalimat hompimpa alaium gambreng itu bermakna dari Tuhan kembali ke Tuhan, mari kita bermain! (Kompas, edisi 21 Mei 2010).

Hans Daeng menjelaskan permainan adalah bagian mutlak dari kehidupan anak dan permainan merupakan bagian integral dari proses pembentukan kepribadian anak. (Andang Ismail, 2009: 17)

Bagi Saleh Danasamita menguraikan permainan dan bermain merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan dari lingkungan anak-anak serta mempunyai kedudukan sangat penting di masyarakat Sunda. 

Pasalnya, segala kaulinan barudak terangkum dalam naskah Siksa Kandang Karesian.“...Hayang nyaho di pamaceuh ma: ceta maceuh, ceta nirus, tatapukan, babarongan, babakutrakan, ubang-ubangan, neureuy panca, munikeun le(m)bur, ngadu lesung, asup kana lantar, ngadu nini; singsawatek (ka) ulinan mah empul tanya" ("Bila ingin tahu permainan, seperti ceta maceuh, ceta nirus, tatapukan, babarongan, babakutrakan, ubangubangan, neureuy panca, munikeun le(m)bur, ngadu lesung, asup kana lantar, ngadu nini, segala macam permainan, tanyalah empul"). (Saleh Danasamita, 1986: 83, 107)

Ya naluri bermain memang bagian dari fitrah manusia. Johan Huizinga, sejarawan dan filsuf Belanda, menegaskan manusia sebagai homo ludens, makhluk yang bermain.

Dalam budaya, bermain bukan sekadar aktivitas kosong, melainkan sarana pembentukan nilai, kreativitas, dan spiritualitas.

Sejumlah siswa SD Cirendeu saat bermain permainan tradisional, seperti egrang, bakiak batok, bedil jepret dan perepet jengkol, dalam rangkaian acara Festival Cirendeu 2024 di halaman sekolah SD Cirendeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Sabtu 7 Desember 2024. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah siswa SD Cirendeu saat bermain permainan tradisional, seperti egrang, bakiak batok, bedil jepret dan perepet jengkol, dalam rangkaian acara Festival Cirendeu 2024 di halaman sekolah SD Cirendeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Sabtu 7 Desember 2024. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Ayo Bermain Bersama Anak

Dalam liputan bertajuk 10 Menit Kebersamaan Ayah-Anak Tingkatkan Prestasi Anak di Sekolah menunjukkan ayah yang rutin menggambar, bermain, dan membaca bersama anaknya yang berusia tiga tahun membantu anak berprestasi lebih baik di sekolah pada usia lima tahun.

Kebersamaan ayah dan anak dalam bermain dan membaca bisa membawa manfaat positif bagi prestasi sang anak. Sesibuk apa pun ayah, meluangkan waktu 10 menit saja sudah sangat berarti bagi peningkatan prestasi anak di sekolah.

Penemuan  ilmuwan dari University of Leeds, Inggris, yang dimuat dalam laporan berjudul "What a Difference a Dad Makes: Paternal Involvement and Its Effects on Children’s Education (PIECE) Study” (2023) yang tak memandang jenis kelamin anak, usia, etnis, dan pendapatan rumah tangga.

Hasil peneliti menemukan anak-anak akan berprestasi lebih baik di sekolah dasar jika ayah mereka secara teratur menghabiskan waktu bersama dalam aktivitas interaktif, seperti membaca, bermain, bercerita, menggambar, dan bernyanyi.

Uniknya, para peneliti menganalisis nilai ujian sekolah dasar anak usia lima dan tujuh tahun dengan menggunakan sampel representatif dari hampir 5.000 rumah tangga (orangtua terdiri dari ibu dan ayah) di Inggris. Data dikumpulkan dari Millennium Cohort Study yang berisi data tentang anak-anak yang lahir pada 2000-2002 saat mereka tumbuh dewasa.

Simpulannya ayah yang rutin menggambar, bermain, dan membaca bersama anak yang berusia tiga tahun membantu anak berprestasi lebih baik di sekolah pada usia lima tahun.

Keterlibatan ayah pada usia lima tahun dapat membantu meningkatkan nilai dalam Penilaian Tahap Utama (Key Stage Assessments) anak di usia tujuh tahun. (Kompas edisi 25 Sep 2023)

Aa Akil dan Kakang tengah asyik mewarnai di salah satu gerai es krim di Cipadung, Selasa 22 Juli 2025 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Aa Akil dan Kakang tengah asyik mewarnai di salah satu gerai es krim di Cipadung, Selasa 22 Juli 2025 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)

Dalam buku Cara Membangun Kedekatan Balita dan Ayah, dijelaskan berbagai upaya yang dapat dilakukan orang tua, khususnya ayah, untuk membangun kedekatan dengan buah hatinya. Untuk anak usia di atas 5 tahun, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan agar hubungan emosional antara ayah dan anak semakin kuat.

1. Berbicara secara Terbuka

Salah satu cara paling efektif untuk mendekatkan diri dengan anak adalah dengan membuka ruang komunikasi yang terbuka. Ayah dapat mengajak anak berbicara tentang kehidupan sehari-harinya, tentang teman-temannya di sekolah, aktivitas yang disukai, atau hal-hal yang sedang dipikirkan.

Dengan cara ini, anak akan merasa dihargai dan didengarkan, yang berdampak positif pada kedekatan emosional.

2. Mengajak Anak ke Tempat Favoritnya

Ayah bisa mengajak anak ke tempat-tempat yang disukai oleh anak, seperti taman bermain, museum, atau tempat-tempat lain yang bisa menarik minat anak.

Dengan cara ini, anak akan merasa senang dan bersenang-senang bersama ayahnya, yang pada akhirnya akan memperkuat ikatan antara ayah dan anak.

3. Bermain Bersama

Bermain bersama merupakan cara yang efektif untuk mempererat hubungan antara ayah dan anak. Aktivitas bermain bisa dilakukan di rumah maupun di luar, seperti  bermain game, sepak bola, bermain layang-layang, atau menonton film bersama.

Saat ayah terlibat langsung dalam aktivitas yang digemari anak, anak akan merasa dicintai dan diperhatikan.

Kedekatan emosional ini penting bagi tumbuh kembang anak, terutama dalam membentuk rasa percaya diri dan kepekaan sosialnya. Walhasil, peran aktif ayah dalam keseharian anak mampu menciptakan hubungan yang sehat dan harmonis di dalam keluarga. (JJ. Fidela Asa, 2023: 41–45).

Sambil menunggu istri pulang dari pelatihan di Kota Bandung, anak ketiga Kakang (4 tahun) terbangun dari tidur dan langsung merengek, minta dibelikan es krim.

Melihat adiknya mulai rewel, Aa Akil memberi usul, “Bah, ayo beli di sana, biar bisa sekalian menggambar?”

“Bisa, A?” tanya Kakang polos, penuh harap.

“Iya, tadi Aa kan lama bareng A Vio, menggambar dulu,” jawabnya sambil tersenyum.

Benar saja. Saat masuk ke gerai es krim, penjaganya menyambut dengan ramah, “Ada yang bisa dibantu? Mau beli apa saja? Kebetulan, dalam rangka Hari Anak, anak-anak bisa menggambar dan mewarnai di sini.”

Tanpa pikir panjang, Aa Akil dan Kakang langsung mengambil tempat duduk dekat pintu, langsung tancap gas larut dalam aktivitas menggambar dan mewarnai, ditemani suasana musik khas bocil yang hangat dan ceria.

Sungguh menyenangkan menyaksikan anak-anak bebas mengekspresikan kreativitasnya. Sesekali terdengar tawa dan canda, terutama saat saling memilihkan warna untuk menyelesaikan gambar masing-masing. Pilih warna merah, kuning, biru, hijau, ungu yang belum. Semua dicoba satu per satu.

Selesai mewarnai penjaga gerai tersenyum sambil ikut memoto hasilnya. Barulah diberikan es krim yang dibelinya tadi.  Stiker menjadi hadiah kecil yang tak terlupakan setelah bermain dan berani mewarnai.  

"Hore, hore, hore dapat hadiah!" celetuk Kakang. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)