Soul Release Art, Tangan yang Menari di Atas Lukisan Suara Jiwa

5 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Soul Release Art Bersama Ruang Therapeutic Bandung (Sumber: Ruang Therapeutic Bandung)
Soul Release Art Bersama Ruang Therapeutic Bandung (Sumber: Ruang Therapeutic Bandung)

Pernahkah kita merasa, suatu hari ketika sedang duduk atau sedang rebahan di kamar atau bahkan sedang melakukan aktivitas, tapi riuhnya dunia tiba-tiba datang tanpa di undang?

Begitu gaduh saling mengintervensi. Ada banyak hal yang tidak sesuai dengan ekspektasi, ada banyak teriakan yang tak bisa terejawantahkan, ada banyak keegoisan yang sebetulnya pantas kita ambil tapi rasa empati kita terlalu mendominasi, lantas membuat kita tersingkir dan penuh dengan kenaifan berkata, "gapapa asal orang lain bisa bahagia".

Betul membuat orang lain bahagia adalah perasaan paling melegakan dan membahagiakan. Rasanya kita seperti pahlawan dalam kehidupan seseorang. Perasaan merasa bisa diandalkan menjadi sebuah bentuk validasi bahwa kita hebat.

Tapi kadang kita lupa, kita adalah orang pertama yang berhak mendapatkan cinta dan kebahagiaan itu. Bagaimana bisa kita berbagi kebahagiaan kepada orang lain? sementara tangki cinta kita belum terpenuhi dengan baik. Sampai akhirnya kita memaksakan memberikan semua cinta, maka diri kitalah yang menjadi korban pertama kesakitan itu.

Sebetulnya permasalahan mengenai kesehatan mental sudah ada sejak zaman pra ilmiah. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Indra Aditiyawarman berjudul Sejarah Perkembangan Gerakan Kesehatan Mental menyimpulkan bahwa kesehatan mental sudah ada sejak orang primitif mempercayai adanya animisme hingga kemunculan naturalisme.

Sementara perkembangan gerakan kesehatan mental pada masa modern tidak lepas dari kebudayaan sebelumnya, yaitu kebudayaan islam yang menjadi transformator antara pengetahuan masa lampau, pengetahuan islam dan pengetahuan kekinian tentang kesehatan mental itu sendiri selama hampir lebih 13 abad hijriyah.

Kali ini Ruang Therapeutic Bandung mengadakan sebuah event yang berjudul Healing Hypno Nature Retreat "Soul Release Art" yang berlokasi di Kamakarsa Garden. Sebuah judul yang powerfull menurut saya karena memiliki beberapa makna yang mendalam dan merepresentasikan acara ini.

Melalui acara ini, semesta seperti ingin menyampaikan bahwa kita perlu rehat atau jeda sejenak dari rutinitas sehari-hari dan riuhnya kehidupan kota untuk sementara waktu. Kita seperti diajak untuk sedikit rileks dan terhubung kembali dengan alam demi memulihkan diri baik secara fisik atau pun mental melalui salah satu media yaitu seni lukis.

Acara Pembukaan oleh Pemateri (Sumber: Ruang Therapeutic Bandung)
Acara Pembukaan oleh Pemateri (Sumber: Ruang Therapeutic Bandung)

Selaras dengan apa yang disampaikan Santi Yuliany, S.Psi, M.Si,Ch,CHt,Ct sebagai pemateri dalam acara tersebut,

Kita adalah ibu bagi anak-anak kita yaitu anggota tubuh kita sendiri

Adapun acara ini memiliki banyak manfaat diantaranya,

  • Membantu peserta mengakses emosi bawah sadar melalui teknik hipnoterapi ringan yang aman dan terarah.

  • Memfasilitasi proses transformasi emosi menjadi karya seni, sebagai bentuk penyembuhan simbolik.

  • Menyadarkan peserta akan pola pikir dan luka lama yang selama ini tersembunyi di balik pikiran sadar.

  • Meningkatkan koneksi antar tubuh, pikiran dan emosi melalui proses menggambar, mewarnai dan menulis reflektif.

  • Membekali peserta dengan metode self-hypnosis dan expressive journaling sebagai alat penyembuhan jangka panjang.

  • Menambah relasi / teman baru.

Rangkaian acara yang dimulai dari pukul 07.00 hingga pukul 12.00 ini diawali dari kegiatan grounding dengan alam, meditasi, hingga pelepasan emosi melalui seni lukisan. Berjalan tanpa alas kaki di atas rumput yang sedikit basah karena embun, cukup merelaksasikan otot-otot kaki.

Grounding Bersama Alam (Sumber: Ruang Therapeutic Bandung)
Grounding Bersama Alam (Sumber: Ruang Therapeutic Bandung)

Melalui meditasi, pemateri mengajak peserta untuk menyatu dengan alam dan kembali memanggil masa lalu. Beberapa tahapan meditasi ternayata mampu membantu merilis emosi pada setiap diri.

Semilir angin yang datang menerpa wajah, alunan musik yang menentramkan jiwa juga harumnya aromaterapy yang melegakan dada. Seni lukis menjadi media yang dapat menyalurkan suara jiwa yang selama ini sulit untuk diungkapkan.

Setelah kegiatan melukis selesai, peserta diajak untuk sharing session menceritakan karya lukisan dan juga membagikan hasil journaling. Pemateri memberikan sedikit penjelasan mengenai hasil karya beberapa peserta. Ajaibnya apa yang dibaca pemateri melalui lukisan ternyata merefleksikan hasil journaling yang sudah ditulis para peserta.

Dalam sesi ini saya menyadari bahwa setiap orang punya lukanya masing-masing. Ada yang begitu merasa kesepian dan tidak merasakan kehadiran ibu dalam hidupnya.

Sosok yang seharusnya menjadi rumah saat tubuh membutuhkan pelukan. Sosok yang seharusnya menjadi pendengar di antara  riuhnya kehidupan. Sosok yang justru sangat dibutuhkan oleh seorang anak di tengah kerasnya kehidupan. Sosok yang seharusnya menjadi pijakan saat hancurnya dunia. Sosok yang seharusnya merangkul tanpa harus bertanya kamu kenapa? Tapi dalam dekapan ibu kamu aman.

Hebatnya tarian lukisan di atas kanvasnya berhasil menceritakan apa yang menjadi keresahan, ketakutan dan kebencian yang bercampur dengan rindu yang mendalam secara bersamaan.

Sementara disisi lain ada yang memiliki luka masa kecil yang ternyata ikut hadir dalam bertambahnya usia. Mungkin secara biologis tubuh akan mengalami pertumbuhan tapi apakah jiwa yang hadir pun bisa seleras dengan fisiknya.

Melalui peserta ini saya belajar bahwa kesehatan mental bukan masalah enteng yang bisa diabaikan. Ternyata seseorang yang tampak baik-baik saja diluar bisa menyimpan luka yang teramat dalam.

Maka dari itu rasa empati dan simpati perlu ditumbuhkan setiap orang saat melakukan interaksi sosial. Terlepas itu pertemuan pertama dengan stranger atau dengan orang terdekat kita.

Relaksasi Anggota Tubuh (Sumber: Ruang Therapeutic Bandung)
Relaksasi Anggota Tubuh (Sumber: Ruang Therapeutic Bandung)

Acara di akhiri dengan pelepasan burung sebagai simbolisasi pelepasan emosi, hal-hal negatif atau luka yang sudah terkukung sejak lama. Selain itu juga peserta menuliskan beberapa harapan atau afirmasi positif dalam sebuah pita yang kemudian diikatkan pada sebuah pohon harapan.

Acara yang di support oleh Mie Berkah Abadi, Saan Store, Get Pome, Calmea, Granova, Nadifa Clinic Surapati, 95 Villas, YK The label dan RHX Skin memberikan beberapa keuntungan bagi peserta baik pemberian produk dalam bentuk fisik, potongan harga melalui voucher produk dan kesempatan menginap satu malam di salah satu villa yang berada di Parongpong.

Setiap dari diri kita pasti memiliki luka, entah yang berangkat dari masa kecil atau saat dewasa. Bisa berasal dari rumah yang disebut sebagai keluarga, lingkungan pekerjaan atau instansi seperti sekolahan. Bisa dari trauma sebuah kejadian atau dari tindakan baik verbal maupun non verbal.

Luka dan trauma tak selamanya bisa digenggam karena kita bisa hancur sendirian. Maka dari itu kita membutuhkan kegiatan yang bisa merilis emosi. Bahkan kita butuh bantuan profesional jika sudah tidak bisa mengendalikannya lagi.

Meditasi (Sumber: Ruang Therapeutic Bandung)
Meditasi (Sumber: Ruang Therapeutic Bandung)

Ruang Therapeutic Bandung menjadi salah satu jalan bagi kamu agar tidak merasa berjalan sendirian. Seperti apa yang diungkapkan oleh pemateri bahwa kita adalah ibu bagi anak-anak dalam anggota tubuh kita. Mungkin mereka tidak bisa berbicara tapi setiap tindakan dan emosi kita menjadi penanda bahwa mungkin anggota tubuh kita sedang tidak baik-baik saja.

Terkait informasi kegiatan selanjutnya bisa dilihat melalui instagram @ruangtherapeutic.bdg. Bagi yang ingin berkonsultasi lebih intim lagi kalian juga bisa mendatangi Klinik Hipnoterapi Bandung di Jl. Sarimanah Blok 7 No.74 Bandung, Jawa Barat. 

Melalui acara ini saya berharap Bandung bisa lebih banyak menghadirkan acara sekeren ini. Semoga makin banyak lagi profesional khususnya dalam bidang kesehatan mental yang bisa turut berkontribusi bahkan bisa berdampak bagi masyarakat Indonesia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Jul 2026, 19:52

Menilik Komunikasi Digital dalam Publikasi Peluncuran Layanan Kereta Api

Penggunaan kata kunci pada website dan Instagram memiliki fokus informasi yang sama kepada seluruh masyarakat pembaca digital.

Ilustrasi komunikasi digital layanan kereta api. (AI)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 17:12

Propaganda Masa Pendudukan Jepang di Bandung

Propaganda-propaganda Jepang ini dibentuk untuk menarik simpati dari publik.

Propaganda-propaganda Jepang ini dibentuk untuk menarik simpati dari publik. (Foto: wowshack.com)
Wisata & Kuliner 21 Jul 2026, 17:05

Lontong Balap, Kuliner Ikonik Surabaya yang Lahir dari Para Pedagang Berlari

Sejarah lontong balap Surabaya, dari tradisi pedagang memikul kemaron hingga menjadi salah satu makanan khas Jawa Timur yang paling legendaris.

Lontong Balap khas Surabaya. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 16:20

Time Travel Seru bareng Cerita Bunda: Menguak Sejarah dan Thrifting Perangko di Museum Pos Bandung!

Kemarin, hari Sabtu tanggal 18 Juli 2026, saya bareng 20 orang teman-teman dari komunitas Cerita Bunda, main ke Museum Pos Indonesia. Mari simak keseruannya!

Foto 1 Peserta Komunitas Cerita Bunda Sedang Thrifting Perangko dan Postcard. (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 16:07

Tren Manusia Digital: Ketika Live Streamer menjadi Pekerjaan Baru bagi Masyarakat

Media sosial memang kerap membuka banyak peluang bagi masyarakat. Namun dibalik gemerlap dunia maya seringkali menyisakan moral dan budaya yang semakin terkikis.

Media sosial memang kerap membuka banyak peluang bagi masyarakat. Namun terkadang ada harga yang dibayar untuk moral. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 15:32

Kampanye Digital Akhir Tahun Terbesar Raih Lebih dari 200 Juta Pengguna dalam Satu Hari

Spotify Wrapped 2025 jadi kampanye digital akhir tahun terbesar dengan lebih dari 200 juta pengguna dalam 24 jam pertama dan lebih dari 500 juta kali dibagikan di TikTok, Instagram, dan X.

Ilustrasi platform musik. (Sumber: Pexels | Foto: Breakingpic)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 14:48

Pengembangan Stadion GBLA dan Pusat Produk Peralatan Olahraga

Pentingnya transformasi stadion olahraga dengan ekosistem yang memberikan tempat untuk menumbuhkan industri produk peralatan olahraga

Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 12:06

Tangkis Tengkes untuk Generasi Emas Bandung

Urusan stunting pada dasarnya kompleks dan penuh perjuangan dengan menggunakan pendekatan multi sektor dan multi disiplin.

Pencegahan stunting di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 21 Jul 2026, 11:51

Debu Kapur Tak Kenal Batas Administratif, Derita Warga Cipatat Berlanjut

Sejauh ini, arah angin itu selalu membawa debu ke rumah-rumah warga, bukan ke meja rapat para pejabat yang seharusnya menanganinya sejak lama.

Pemandangan udara menunjukkan aktivitas pabrik pengolahan batu gamping di Kecamatan Cipatat, yang dilalui jalur utama penghubung Bandung menuju Padalarang dan Cianjur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 10:34

Adaptasi Batik terhadap Perubahan Gaya Hidup Masyarakat Modern

Adaptasi kain batik terhadap tren di era modern.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Wisata & Kuliner 21 Jul 2026, 10:33

Tamasya ke Leuwi Jurig Garut, Grand Canyon Sunda di Bungbulang

Panduan lengkap wisata Leuwi Jurig Garut, mulai dari harga tiket, jam buka, rute menuju lokasi, fasilitas, hingga peringatan keselamatan saat berenang.

Leuwi Jurig Bungbulang Garut. (Sumber: YouTube budi ahmadr)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 09:41

Belajar tentang Desain dari Monumen Jenderal Soedirman di Soreang

Di balik sebuah monumen, ternyata tumbuh ruang publik yang menghidupkan interaksi sosial, aktivitas ekonomi, dan kebersamaan masyarakat.

Monumen Jenderal Soedirman di Jalan Panglima Besar Jenderal Soedirman, Soreang. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 19:14

Urgensi Sekolah Ramah, Aman dan Nyaman

Penciptaan lingkungan belajar yang berfokus pada daya dukung psikologis dan keterampilan sosial juga mampu dipenuhi praktik implementasi kerjasama dan empati.

Suasana MPLS di sekolah. (Sumber: Kemendikdasmen.go.id | Foto: Kemendikdasmen)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 18:01

Darurat Penerangan dan Melonjaknya Kriminalitas di Jalanan Kota Bandung

Bandung kini berbeda dan kenyamanan kotanya tak lagi sama. Kian hari tingkat kecelakaan lalu lintas dan tindak kriminalitas kian menjamur tanpa ada solusi yang nyata untuk menyelesaikannya.

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Magang Foto/Lukman Hidayat)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 17:00

Pendidikan di Bandung pada Masa Pendudukan Jepang

Pendidikan dalam masa penjajahan Jepang diawali dengan dibukanya kembali sebagian dari sekolah-sekolah yang dahulu pernah berdiri.

Museum Geologi saat Masa Pendudukan Jepang. (Sumber: Koleksi Museum Geologi Bandung)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 16:01

Bandung Begal, Beungal, dan Bedul

Memberantas begal tidak cukup hanya dengan menangkap pelakunya.

Begal makin marak di Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 15:15

Pembongkaran Perpustakaan Gasibu Picu Kekecewaan Pembaca Buku di Bandung

Pembongkaran fisik Perpustakaan Gasibu Bandung memicu banyak kekecewan dari warga sekitar dan pegiat literasi.

Perpustakaan Gasibu yang dibongkar. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 14:34

Posisi Strategis Ibu dalam Pelestarian Bahasa Ibu

Pelestarian bahasa ibu atau bahasa daerah tidak bisa lepas dari peran ibu sendiri.

Ilustrasi masyarakat tradisional Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Wahyu Prabowo)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 13:14

Legitnya Peuyeum Ciruluk, Warisan Kuliner Khas Kalijati Subang

Sebuah kuliner tradisional yang memiliki keunikan tersendiri, yakni Peuyeum Ciruluk, tape ketan hijau yang telah menjadi identitas kuliner masyarakat setempat.

Peuyeum Ciruluk khas Kalijati, Kabupaten Subang, memiliki ciri khas dibungkus menggunakan daun muncang (daun kemiri), sehingga tampil alami sekaligus membantu menjaga cita rasa dan kualitas produknya. (Foto: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 20 Jul 2026, 11:47

Hikayat Pasar Andir Pusat Grosir Fesyen Bandung yang Mencoba Terus Bertahan

Pasar Andir pernah menjadi pusat grosir fesyen Bandung dan kini berjuang menghadapi perubahan perilaku belanja masyarakat.

Suasana Pasar Andir, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)