Berziarah ke Kampung Adat Mahmud: Karomah ‘Sekepal Tanah’ dari Tanah Suci Mekah

4 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Rombongan peziarah ke Makam Mahmud. Situs ini terletak di Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dudung Ridwan)
Rombongan peziarah ke Makam Mahmud. Situs ini terletak di Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dudung Ridwan)

SELEPAS shalat magrib, dua mobil kami baru keluar dari kompleks perumahan Bumi Parahyangan Kencana, perbatasan Soreang-Cangkuang Kabupaten Bandung.

Pak sopir yang sekaligus Pak Ustaz agak tergesa-gesa—kalau tidak mau dikatakan ngebut—menjalankan mobilnya. Sementara mobil yang satunya lagi mengikuti di belakang mobil yang dikemudikan Pak Ustad. Mengapa harus tergesa-gesa? 

“Perjalanan ke Makam Mahmud dari sini paling lama memakan waktu satu jam. Kita usahakan bisa ikut berjamaah Shalat Isya di Masjid Agung Kampung Mahmud,” kata Pak Ustaz beralasan.

Lalu lintas Jumat malam itu masih ramai-lancar, terutama di Jalan Gading Tutuka, etalasenya kota Soreang. Keramaian di mall baru; para pedagang kaki lima; café-café yang sudah memancarkan lampu kelap-kelip; membuat mobil kami sedikit tersendat. 

Rute perjalanan kami adalah menyusuri Citaliktik-Gading Tutuka-Tol Soroja- Jl. Soreang-Cipatik, Jalak Harupat, pertigaan Gajah Mekar, lewat sedikit kemudian belok kanan menyusuri jalan kecil yaitu Jalan Bojong yang –jika berpapasan dengan mobil yang berlawanan arah—terpaksa salah satu mobil harus menepi. Sedangkan jalannya sih lumayan mulus berbeton.

Selepas menyusuri Jalan Bojong, sekira dua kilometer, lalu mobil kami mentok dan berbelok kanan menyusuri jalan yang tak terlalu bagus karena belum dibeton yang di sebelah kiri kami ternyata adalah Sungai Citarum—sungai terpanjang di Jawa Barat. 

Lalu, tak terlalu jauh dari pertigaan tersebut, tak lebih dari dua kilometer, jog weh dua mobil kami ke tempat parkir atau bisa disebut juga Terminal Mahmud.

Ya, di sekitar Sungai Citarum itulah konon beberapa abad yang lampau Eyang Dalem Haji Abdul Manaf--sepulang dari tanah Suci Mekah—menebarkan “sekepal tanah” yang diambilnya dari tanah suci Mekah sebagai tanda tugasnya untuk menyebarkan Islam di daerah Bandung, Kabupaten Bandung, dan sekitarnya. 

Makam Mahmud adalah makam keramat yang berada di Kampung Mahmud, sebuah kampung adat di Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.

Makam ini merupakan makam dari Sembah Eyang Dalem Haji Abdul Manaf, seorang ulama penyebar agama Islam di Bandung, yang juga merupakan keturunan dari Syarif Hidayatullah (Wali Songo).

Kampung Mahmud sendiri dikenal sebagai kampung adat yang kental dengan nuansa Islami dan tradisi leluhur. 

Sejarah kampung ini bermula dari kepulangan Eyang Abdull Manaf dari Mekah. Sebelumnya ia berangkat ke sana guna mencari ilmu agama. Sebelum meninggalkan Mekah dan kembali ke tanah air, Eyang Abdul Manaf memiliki firasat buruk tentang akan adanya bangsa asing yang menjajah negerinya.

Oleh karena itu, ia memohon petunjuk dan berdoa supaya bisa kembali ke negerinya namun ditempatkan di tempat yang tidak terjajah. Ia berdoa di suatu tempat dekat Masjidil Harram yang disebut dengan Gubah Mahmud.

Setelah mendapatkan Ilham dari doa-doanya, Eyang Abdul Manaf pun akhirnya mantap dan pulang menuju tanah air membawa ‘sekepal tanah’ dari Mekkah.

Sesampainya di tanah air, ia pun menemukan sebuah tempat berupa delta atau rawa labil di pinggir Sungai Citarum, untuk kemudian membangun permukiman di sana. Akhirnya lokasi itu pun diberi nama dengan Kampung Mahmud.

Kami memarkir mobil—setelah membayar karcis masuk Rp20.000 per mobil—di kompleks kampung Mahmud. Kebetulan para peziarah malam itu tidak terlalu ramai karena bukan malam Jumat atau seperti bulan Mulud. Dari parkiran mobil kami berjalan menuju Masjid Agung Mahmud yang dibangung dari serratus persen dari  kayu.

Penduduk Kampung Adat Mahmud kebanyakan berprofesi sebagai petani, pedagang, sopir, dan pegawai.

Kampung ini sangat kental dengan nilai-nilai agama Islam. Sepanjang jalan atau gang yang dilewati berjejer para pedagang. Masyarakat sekitar menjual beragam dagangan seperti pernak-pernik, makanan khas, dan pakaian. Ini seperti tempat berziarah para wali pada umumnya.

Konon, kampung ini memiliki banyak daya tarik di antaranya berupa larangan, seperti tidak boleh membangun rumah yang bertembok dan berkaca, larangan untuk memukul gong, larangan memelihara angsa dan larangan membuat sumur.

Beberapa larangan seperti memukul gong, memelihara angsa diketahui dibuat agar tidak menarik perhatian, karena zaman dahulu tempat ini juga dijadikan sebagai tempat persembunyian dari pejajah.

Sedangkan larangan membangun rumah bertembok permanen dan berkaca ialah karena masa itu kampung ini berdiri di wilayah tanah yang tidak stabil berupa rawa.

Alhamdulillah, kami pun masih bisa ikut berjamaah di Masjid Agung Mahmud meskipun ketinggalan satu rakaat. Sesudah shalat, lalu, diteruskan berziarah ke kompleks makam Eyang Abdul Manaf yang ada di depan masjid dengan terlebih dahulu menyusuri lorong yang dipagar besi. 

Para petugas kotak amal memukul-mukul kotak amalnya hingga mengeluarkan bunyi “tak … tak … tak, pertanda mengajak para jamaah untuk men-sadaqah-kan sebagian rezekinya yang akan  digunakan untuk pemeliharaan makam.

Di sekitar makam, para jamaah dari berbagai penjuru tempat tampak penuh dan melantunkan doa-doa kepada Allah Swt—membaca tahlil, yasin, dsb. Kami pun ikut berdoa dipimpin Pak Ustad. Ya Allah, semoga doa-doa kami terkabul. 

Pulang berziarah, malam semakin larut. Hawa dingin menerpa tubuh kami. Kami menutup rapat jaket kami. Kami pun mampir di salah satu warung kopi. Lagu salawat Nabi mengalir terdengar syahdu. Secangkir kopi panas dan beberapa bala bala serta gehu haneut menghangatkan tubuh kami. Alhamdulllah semoga barokah. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)