Menuai Cerita Mappanre Temme Saat Mengungjungi Omah Jangan Diam Terus

5 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Acara Pembukaan Mappanre Temme (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Acara Pembukaan Mappanre Temme (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Kali ini perjalanan mencari cita rasa nusantara mulai memasuki babak baru. Berusaha berangkat dari zona nyaman, keluar dari stigma bahwa hanya Bandung yang menjadi surga kuliner masakan nusantara.

Bukan karena Bandung tidak spesial lagi tapi untuk memenuhi memori akan sebuah cita rasa dari kayanya rempah nusantara, butuh banyak pengalaman untuk mendapat eksplorasi rasa yang nyata.

Perjalanan kali ini memiliki euforia yang berbeda, selain perjalanan yang di tempuh menggunakan travel.

Ini juga menjadi pengalaman pertama menginjakkan kaki di Kota Depok. Sebuah kota yang mendapat julukan kota belimbing ini ternyata memiliki cuaca yang tidak jauh berbeda dengan Kota Bandung. Kadang sejuk tapi beberapa waktu bisa berubah menjadi panas.

Perjalanan kali ini tidak hanya sekedar memburu kuliner semata tapi ikut menghadiri acara Mappanre Temme yang diadakan oleh Omah Jangan Diam Terus.

Mappanre Temme sendiri merupakan tradisi dari suku Bugis yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dari aktivitas spiritual seperti mengkhatamkan pembacaan Al-Qur’an atau sebagai bagian dari rangkaian prosesi pernikahan.

Mappanre sendiri bermakna memberi makan, sementara Temme merujuk pada sebuah pencapaian yang berhubungan dengan spiritual. Acara ini memiliki nilai akan sebuah penghormatan bagi ilmu, kebersamaan dan keberlanjutan budaya.

Sementara di acara kali ini Mappanre Temme menjadi bentuk simbol rasa syukur bagi tim pesepedah yang sudah menyelesaikan perjalanan selama 6 bulan melintasi kawasan Sulawesi.

Adapun urgensi dari kegiatan ini, tim berharap bisa membagikan ilmu, pengalaman dan rasa yang dibawa kembali dalam bentuk sajian yang kemudian akan diceritakan kembali dalam beberapa bacth selanjutnya.

Dalam acara ini semua peserta diwajibkan menggunakan dresscode berwarna hitam. Warna hitam sendiri menjadi simbol kenetralan yang menyiratkan pada sebuah nilai dan makna bahwa semua manusia berada dalam derajat yang sama. Terlepas dari berbagai profesi dan jabatan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum acara dimulai semua peserta wajib membasuh tangan dengan air bunga yang sudah disediakan dalam kendi sebelum memasuki area walasuji (bangunan yang terbuat dari bambu). Prosesi ini dipercaya dapat membuang energi negatif yang terbawa dari luar.

Setelah selesai para peserta bisa menikmati sejenak pameran mini yang ada. Sebuah perjalanan yang terdokumetasi dengan baik, berwujud menjadi sebuah karya yang tidak hanya bisa dinikmati tapi juga bisa bercerita.

Misalnya saja, perjamuan yang dihidangkan oleh masyarakat yang ditemui oleh tim Omah Jangan Diam Terus selama melakukan perjalanan, bisa berwujud menjadi sekumpulan resep yang menunjukkan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang kaya akan bahan rempah.

Ada beberapa baju tergantung yang pernah dipakai selama perjalanan, kaus kuning bertuliskan Moluccas dan satu kurta dari India yang bewarna lebih muda.

Melihat pameran tersebut mengingatkan betapa pentingnya dokumentasi, alat yang mengingatkan kenangan sebuah perjalanan pada ingatan manusia yang terbatas.

Pun lewat sebuah dokumentasi, seseorang yang belum pernah ikut singgah dalam perjalanan tersebut bisa ikut merasakan bagaimana menakjubkannya memori-memori kecil yang dialami oleh para traveler.

Acara di mulai pukul 17.30 ditemani temaramnya langit juga cahaya obor dan lilin cantik yang berjajar di setiap meja. Dalam acara ini peserta akan mendapat tujuh sajian yang terdiri dari minuman, makanan berat dan dessert. Menariknya kali ini setiap hidangan akan dijelaskan baik resep pembuatannya atau cerita sejarah dibaliknya.

Minuman bernama Selendang Ratu Jaya menjadi minuman pertama yang disajikan oleh Omah Jangan Diam Terus. Berwarna pink muda dengan cita rasa seperti nano-nano, asam-manis-gurih lalu meledak dengan cita rasa pedas di akhir.

Sajian selanjutnya adalah Singkong Sambal Roa Asap, tekstur singkong yang lembut di dalam dan crunchy di luar berpadu dengan gurih sedikit pedas dan aroma smokey dari sambal roa asap.

Singkong Sambal Roa (Sumber: Instagram | Omah Jangan Diam Terus)
Singkong Sambal Roa (Sumber: Instagram | Omah Jangan Diam Terus)

Sajian selanjutnya adalah Angin Laut Selatan, ada rasa segar seperti nanas atau lemon juga seperti ada rasa susu fermentasi tapi rasanya sangat segar. Cocok diminum ketika cuaca sedang terik.

Makanan selanjutnya datang dari daerah Bali, sate lilit yang disajikan dengan tangkai serai. Lembutnya daging yang gurih bercampur dengan batang serai yang aromatik juga segarnya timun sebagai penetralisir.

Sajian Bebek Songkem with Nasi Jagung disajikan oleh tim yang berasal dari madura. Sajian ini merepresentasikan bagaimana cita rasa dapat merubah stigma yang ada tentang Madura. Bebek songkem menjadi bukti bahwa dapur tidak hanya milik perempuan tapi laki-laki pun terbukti bisa menghasilkan cita rasa yang menggugah selera.

Kali ini bebek songkem yang lembut dimakan bersama nasi jagung beserta sambal mangga yang segar. Menariknya sajian turun-menurun ini disajikan dengan taburan serundeng yang mirip seperti abon. Memang benar resep ibu yang dibuat dengan tangan telaten dan penuh rasa cinta selalu memiliki tempat tersendiri dalam relung jiwa.

Bebek Songkem With Nasi Jagung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Bebek Songkem With Nasi Jagung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Menu ke enam adalah Mawar Rimba, menu minuman dengan campuran bunga kecombrang ini memiliki rasa yang unik, manis segar dan sedikit aromatik. Ditutup dengan KlaperTart yang manis dan penuh aroma menjadi sajian akhir yang penuh kenangan akan cita rasa.

Omah Jangan Diam Terus tidak hanya berhasil membuat perut kenyang tapi mampu menghadirkan suasana makan malam yang sangat magical. Iringan musik Andingingi menambah kesan haru dan merinding, sebuah ritual adat dari masyarakat Kajang untuk memohon berkah atas hasil bumi.

Puncak acara ditutup dengan sebuah penampilan dari seorang tim yang menyajikan karyanya lewat sebuah lirik lagu. Bahkan tidak hanya sebuah lirik, ini adalah hasil keresahan yang ditangkap seorang penyair melalui gambaran sebuah realitas yang dialami oleh seorang Petani di Indonesia.

Perampasan tanah yang seringkali terjadi dengan dalih atas nama pembangunan dan kemajuan bangsa.  Lirik “Petani hilang ladangnya, Petani hilang hak hidupnya”, menjadi bahan refleksi bagi siapa yang mendengarnya.

Terimakasih sudah menjamu dengan baik, memberikan makna dalam setiap momen yang ada, membawa kenangan kembali ke rumah, tidak hanya dengan perut kenyang tapi perasaan senang dan tenang.

Masih banyak kata yang belum terungkap, sehingga kata pun malu untuk mengucapkannya dan pena pun kehabisan tinta untuk menuliskannya. Masih banyak cerita yang tidak bisa tertuliskan di sini karena kalian para pembaca harus menikmati sendiri dinamika perjalanannya.

You are Complete My Journey. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 31 Agu 2026, 19:02

Dua Wajah Paten UMKM Bandung, Dua Jalan Berbeda untuk Naik Kelas di Pasar Digital

Kisah kontras Koku Footwear dan Dimsum Inmons, dua UMKM Bandung yang sama-sama tumbuh lewat Shopee namun dengan tingkat ketergantungan yang jauh berbeda.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin (pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear) dan Ani Andriyani (pemilik Dimsum Inmons). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 17:25

Maut Menjemput Putri Diana, Dunia Berduka

Catatan Nostalgia dan In Memoriam 29 Tahun Kepergian “Lady Di”.

Berita kepergian Putri Diana menjadi perhatian utama berbagai media cetak di Indonesia, mencerminkan besarnya duka dan perhatian masyarakat terhadap sosok Princess of Wales tersebut. (Sumber: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 16:28

Sejarah Nama Bulan (Bagian 2)

Dua belas bulan yang kita kenal hari ini ternyata menyimpan jejak perubahan zaman, kekuasaan, dan cara manusia menata waktu.

Februa atau Lupercalia, suatu festival penyucian di Romawi Kuno. (Sumber: Wikimedia Commons)
Beranda 31 Agu 2026, 16:20

PLN Nusantara Power UP Cirata Overhaul Unit 5 dan 6 Demi Keandalan Pasokan Listrik

PLN Nusantara Power UP Cirata melakukan overhaul Unit 5 dan 6 PLTA Cirata untuk menjaga keandalan pasokan listrik pelanggan.

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat keandalan PLTA Cirata melalui overhaul Unit 5 dan Unit 6 demi pelayanan listrik pelanggan.
Beranda 31 Agu 2026, 16:13

Hari Pelanggan Nasional, PLN NP UP Cirata Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Desa Ciroyom

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Milangkala Desa Ciroyom ke-171 di Hari Pelanggan Nasional.

PLN Nusantara Power UP Cirata berpartisipasi dalam Milangkala Desa Ciroyom ke-171 sebagai wujud sinergi bersama masyarakat dan lingkungan.
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 14:24

Rijsttafel Hidangan Perpaduan Belanda dan Nusantara di Priangan

Nikmati kelezatan Rijsttafel, tradisi kuliner unik era kolonial di Priangan. Perpaduan harmonis antara kemewahan rasa Belanda dan autentisitas rempah Nusantara dalam satu meja

Keluarga C.H. Japing dalam sebuah acara rijsttafel bersama Bibi Jet dan Paman Jan Breeman di Bandung. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Christoffel Hendrik)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 13:01

Medsos, Buku, dan Rindu

Algoritma semakin pandai mengenali, harusnya semakin pandai mengenali diri sendiri. Termasuk waktu berhenti pada satu video, apa dirasakan setelah menontonnya, dan nilai apa yang diambil hikmahnya.

Kaligrafi nama Nabi Muhammad berbentuk hati (Sumber: ayobandung.com)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 11:09

Ketika Rumput Habis, Bagaimana Mitigasi Pakan Ternak?

Berharap agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) membuat program massal sistem mitigasi bencana untuk hewan ternak maupun hewan liar.

Ilustrasi kondisi ternak rakyat ketika musim kemarau ekstrim. (Sumber: dikreasi denganvGemini | Foto: Totok Siswantara)
Beranda 31 Agu 2026, 10:30

Pernah Jadi Pintu Masuk Ratusan Ribu Wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara Kini Bangkit Lagi

Dulu jadi pintu gerbang ratusan ribu wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara sempat mati suri akibat pandemi dan pencabutan status internasional.

Suasana bandara saat pesawat jet komersial Garuda Indonesia mendarat perdana di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat 14 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 09:14

Manajemen Dapur Umum dan Menu Ideal untuk Korban Bencana Alam

Perencanaan dan pemilihan lokasi dapur umum harus bebas dari risiko bencana susulan.

Ilustrasi aktivitas dapur umum untuk korban bencana alam. (Sumber: by AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 08:13

Sisi Lain Sang Jenderal: Menelusuri Makna Filosofis dan Tradisi di Balik Kuliner Favorit Soeharto

Kegemaran kuliner Presiden ke-2 RI, Soeharto, tidak lepas dari perjalanan hidupnya yang berakar di Desa Kemusuk.

Momen Presiden Soeharto dan Ibu Tien memotong tumpeng saat merayakan HUT pernikahan di Jalan Cendana, Jakarta, Juni 1986, disaksikan ibu mertua dan Sumitro Djoyohadkusumo. (Sumber: ANRI, Setneg 634)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 20:52

Ketika Seniman Memilih untuk Tidak Diam, Jangan Biarkan Kezaliman Menjadi Kelaziman

Ketika kezaliman menjadi kelaziman, diam bukan lagi netral. Manifesto Seniman Bandung adalah ajakan untuk bersuara—bukan sekadar nyinyir dari kejauhan.

Aliansi Bandung Ngagoak mengadakan aksi ekspresi seni di Kebun Seni Jalan Tamansari 56 Bandung. (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 18:14

Menciptakan Kembali Televisi Pendidikan

Televisi pendidikan sebagai proyek nasional pun sudah seharusnya menjadi keputusan pemerintah.

Ilustrasi televisi. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 16:45

Cerita Tomakur Milik KWT Desa Nagarawangi Terpilih untuk Pendaftaran Legalitas Merek

Tomakur milik KWT Desa Nagarawangi terpilih mendapat pendampingan pendaftaran merek melalui program KKN UNINUS untuk memperkuat legalitas dan identitas produk UMKM.

Sosialisasi dan Pendampingan Proses Pendaftaran HKI (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 14:11

Kedaulatan di Atas Meja Makan: Diplomasi Kuliner Sukarno pada Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung

Sukarno menegaskan visi bahwa "kemerdekaan dimulai dari lidah"—sebuah manifestasi dari prinsip Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri).

Momen jamuan makan malam resmi pada Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Hotel Savoy Homann, Bandung, pada 19 April 1955. (Sumber foto: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 12:04

Sehat untuk Semua, Warga Desa Nagarawangi Ikuti CKG dan Edukasi Pertolongan Pertama

Warga Nagarawangi mengikuti CKG dan edukasi kesehatan, mulai dari pertolongan pertama dalam situasi darurat hingga kesehatan psikologis anak dan remaja bersama Puskesmas Rancakalong.

Kegiatan Pelaksanaan Program "Sehat  untuk Semua Warga Desa Nagarawangi" (KKN UNINUS Kel.5&6) (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 09:59

Budaya Mengaji di Tengah Kota

Di tengah modernitas dan dinamisnya kehidupan perkotaan. Masih ada ruang di sudut perkotaan untuk mempertemukan anak-anak dengan kehidupan sosial dan agamanya.

Mengaji di kalangan anak-anak menjadi memori yang begitu melekat. Melihat aktivitas tersebut masih berjalan di area perkotaan menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)