Membaca Sisi Lain Kota Bandung, di Balik Novel Bandung Menjelang Pagi

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Bandung Menjelang Pagi Karya Brian Krisna (296 Halaman) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Bandung Menjelang Pagi Karya Brian Krisna (296 Halaman) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Jujur membaca buku "Bandung Menjelang Pagi" pada awalnya membuat saya cukup bosan, mengantuk dan sedikit jengkel dengan sosok "Dhipa" sebagai peran utama dalam novel ini.

Buku ini saya beli setelah membaca karya Brian Khrisna lainnya, berjudul "Semangkok Mie Ayam Sebelum Mati". Bagi saya "Bandung Menjelang Pagi" tidak seistimewa cap "Best Seller" yang terpampang nyata pada halaman cover.

Tapi tentu ini menurut saya, karena selera adalah subjektif tergantung dengan sudut pandang masing-masing. Meski pada permulaan novel, penulis menyinggung sedikit tentang kondisi kota Bandung yang sering dielu-elukan "keindahannya" tapi novel ini sangat didominasi oleh kisah cinta dua manusia dewasa yang terasa seperti roman picisan.

Menurut saya cinta dalam novel ini cocok dirasakan bagi mereka yang masih di tahap remaja, cinta monyet, cinta yang terkesan lebay. Membaca novel ini membutuhkan waktu kurang lebih 1 bulan. Saking bosannya saya sempat beralih membaca buku lain kemudian kembali membaca novel ini. Dari 296 halaman saya baru sedikit serius, tersentuh saat memasuki cerita di halaman 201.

Meski demikian, buku ini juga memberikan saya banyak pengetahuan tentang nama-nama jalan di kota bandung, nama tempat makan, pasar kaset atau pasar buku yang belum pernah saya kunjungi selama jadi warga bandung.

Buku ini memberikan sudut pandang baru tentang kota bandung yang selama ini selalu menjadi primadona bagi siapa saja yang mengunjunginya, terlebih Braga yang menjadi spot utama wisatawan lokal hingga mancanegara.

Keberadaan Kaum Marjinal

Tukang becak di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Try Sukma Wijaya)
Tukang becak di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Try Sukma Wijaya)

Dalam buku ini kaum marjinal ditunjukkan penulis dari mulai tokoh utama hingga beberapa peran penting lainnya dalam buku ini. Kaum Marjinal direpresentasikan penulis melalui karakter dipha yang di mana di tengah kota yang dikenal dengan kemewahan, dirinya menjadi salah satu masyarakat yang harus banting tulang memenuhi kebutuhan hidup.

Mulai menjadi karyawan toko kopi, penjual bunga, penjaga toko kaset, karyawan toko kue, toko eskrim, tukang servis ac dan pipa air juga beberapa pekerjaan sampingan lainnya.

Dalam buku ini juga diperlihatkan bagaimana sosok Bang Karina sebagai waria menjadi cerminan bagaimana kelompok masyarakat marjinal berada disisi lain kota yang seringkali di romantisisasi. Meski waria masih menjadi bagian masyarakat yang dipandang sebelah mata oleh lingkup sosial.

Penulis menunjukkan sisi lain waria sebagai seorang manusia yang justru lebih humanis dari manusia normal lain yang hidup di kota bandung.

Narasi soal kondisi braga yang pada umumnya sering diromantisasi karena bernuansa bak kota Paris. Seperti kota metropolis yang kaya dengan sejarah, budaya dan keindahan arsitektur deretan bangunan yang ada di Braga. Kondisi pagi hingga malam braga memang menjadi spot cantik untuk berfoto, tempat kunjungan wisatawan lokal maupun internasional.

Tapi masih banyak orang yang belum mengetahui bagaimana kondisi Bandung menjelang pagi. Bagaimana kelompok anak jalanan keluar untuk berkumpul, para waria yang menjajakan pelayanan kepada pria hidung belang, kumpulan gelandangan dan manusia kardus yang berjajar tidur di emperan toko. Bahkan beberapa bule miskin yang mencari puing-puing sisa makanan di tong sampah.

Kehidupan Malam dan Kriminalitas

Bandung menjelang pagi dalam novel ini dinarasikan menjadi bagian kehidupan dari contoh lapisan masyarakat yang berkeliaran melakukan tindak kriminalitas. Mulai dari pembunuhan, pencopetan, aksi anarkis geng motor dan beberapa aktivitas yang mengganggu ketertiban saat kota bandung terlelap dalam buaian malam.

Brian cukup berhasil menarasikan bagaimana kondisi sisi lain dari kota bandung yang melibatkan setiap sudut jalan, kehidupan, perasaan dan emosi.

Buku ini juga menggambarkan bagaimana manusia bisa memilih hidup sesuai keinginannya, mengajarkan tentang kehilangan orang-orang terkasih hingga permasalahan pelik dan komplek lainnya tentang bandung yang seringkali tidak diketahui, bahkan oleh sebagian warganya sendiri. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)