Rosyid E. Abby Menghidupkan Spirit Sunda lewat Sastra dan Film

3 menit baca
Vito Prasetyo
Ditulis oleh Vito Prasetyo diterbitkan
"Tambéla", naskah saduran Rosyid E. Abby dengan naskah asli "Peti Mati" karya Yessi Anwar. D. (Sumber: Instagram/bunduygurnita)
"Tambéla", naskah saduran Rosyid E. Abby dengan naskah asli "Peti Mati" karya Yessi Anwar. D. (Sumber: Instagram/bunduygurnita)

Di dunia sastra, siapa yang tidak kenal Rosyid E. Abby? Ia adalah jurnalis, sastrawan, dan sutradara yang menghidupkan spirit sunda. Ia lebih populer sebagai redaktur senior Harian Pikiran Rakyat Bandung.

Rosyid E. Abby, lahir di Bandung, 19 September 1965, adalah salah satu sosok penting dalam dunia sastra, teater, dan perfilman Indonesia, khususnya dalam konteks kebudayaan Sunda. Ia dikenal sebagai jurnalis, sastrawan, sutradara, dan penulis lintas genre yang karya-karyanya tidak hanya merekam denyut kehidupan masyarakat, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai kemanusiaan dan kearifan lokal dalam bentuk yang estetis dan reflektif.

Sebagai penulis produktif, Rosyid menulis cerpen, puisi, esai, artikel, terjemahan, serta naskah drama, teater, dan sinetron — baik dalam bahasa Sunda maupun bahasa Indonesia. Kemampuannya menulis dalam dua bahasa membuatnya menjadi jembatan antara sastra lokal dan nasional, memperkaya khazanah kesusastraan Indonesia.

Dalam proses perjalanan kreatifnya, kita bisa melihat beberapa karya penting Rosyid E. Abby, antara lain:

  • Lembah Pengasingan (naskah drama, 1984)
  • Di Bawah Matahari (kumpulan puisi, 1987)
  • Tembang Kasih tak Pernah Istirah (kumpulan puisi, 2004)
  • Pengembaraan Sunyi (kumpulan puisi, 2007)
  • Kasidah Cinta Sang Muadzin (drama musikal, 2007)
  • Sajak-sajak Rosyid E. Abby (kumpulan puisi Sunda, 2010)
  • Kabayan Ngalanglang Jaman (drama, 2010)
  • Kasidah Cinta Sang Abid (drama musikal, 2010)
  • Kasidah Cinta Sang Singa Allah (drama, 2011)
  • Simponi Dunya Kelas Teri (kumpulan puisi Sunda, 2012)
Rosyid E. Abby, lahir di Bandung, 19 September 1965, adalah salah satu sosok penting dalam dunia sastra, teater, dan perfilman Indonesia, khususnya dalam konteks kebudayaan Sunda. (Sumber: Twitter/Rosyid E. Abby)
Rosyid E. Abby, lahir di Bandung, 19 September 1965, adalah salah satu sosok penting dalam dunia sastra, teater, dan perfilman Indonesia, khususnya dalam konteks kebudayaan Sunda. (Sumber: Twitter/Rosyid E. Abby)

Dalam dunia sastra Sunda, nama Rosyid E. Abby menempati posisi penting. Dua puisinya, Sareupna (2003) dan Senen Pasosore (2005), yang dimuat di majalah Galura, meraih Hadiah Sastra dari Lembaga Bahasa dan Sastra Sunda (LBSS) masing-masing pada tahun 2004 dan 2006. Penghargaan ini menjadi bukti apresiasi atas kekuatan estetik dan kedalaman makna dalam puisinya yang menggambarkan kehidupan masyarakat Sunda dengan gaya bahasa yang halus namun penuh daya gugah.

Pada tahun 2011, Rosyid kembali mendapat pengakuan penting ketika dianugerahi “Anugerah Budaya” dan hadiah Kujang Mas dari Bupati Bandung, H. Dadang M. Nasser, atas dedikasinya dalam pelestarian dan pengembangan budaya Sunda melalui karya sastra dan teater.

Di samping itu, bagaimanakah kiprahnya dalam perfilman Indonesia?

Merujuk pada prestasi yang telah diraihnya, selain dikenal sebagai sastrawan dan penulis naskah drama, Rosyid E. Abby juga aktif dalam dunia perfilman dan penyiaran televisi, khususnya di wilayah Jawa Barat. Ia menulis dan menyutradarai beberapa skenario film televisi penyuluhan (TVRI Jawa Barat), di antaranya:

  • Mentari di Riak Danau
  • Akhir Sebuah Kelalaian

Kedua karya tersebut menunjukkan kepedulian Rosyid terhadap persoalan sosial dan moral di masyarakat. Melalui media film, ia tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan edukatif dan nilai-nilai kemanusiaan. Gayanya yang khas dalam mengangkat tema keseharian dengan pendekatan budaya lokal menjadikan film-film karyanya dekat dengan penonton akar rumput.

Dalam dunia teater dan sinetron, Rosyid juga dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah yang piawai menggabungkan unsur dramatik modern dengan filosofi Sunda. Karya-karya seperti Kasidah Cinta Sang Muadzin, Kasidah Cinta Sang Abid, dan Kasidah Cinta Sang Singa Allah memperlihatkan upayanya menyatukan nilai spiritualitas, cinta, dan kemanusiaan dalam format pertunjukan yang puitis dan religius.

Lantas, apa yang dapat kita lihat dari warisan dan pengaruh karya-karyanya?

Rosyid E. Abby dapat dipandang sebagai representasi generasi seniman Sunda yang berupaya menjaga jati diri budaya daerah di tengah arus modernisasi. Ia bukan hanya menulis untuk estetika, tetapi juga untuk pencerahan sosial dan spiritual. Karya-karyanya menjadi cerminan perjalanan batin seorang seniman yang berakar kuat pada tanah Sunda, tetapi berpikir universal.

Dengan kiprahnya di dunia sastra, teater, dan film, Rosyid E. Abby telah memberi kontribusi nyata bagi pengembangan budaya dan perfilman Indonesia, menjadikan karya-karyanya bukan hanya catatan artistik, tetapi juga rekam jejak sejarah dan nilai kemanusiaan yang berharga.

Tentunya, masyarakat Sunda sangat berharap munculnya sinema-sinema baru lain, yang mempresentasikan talenta ciri khas Sunda. Sehingga, Bandung bisa menjadi salah satu ikon perfilman nasional dan menjadi rancage budaya yang penting bagi destinasi wisata nasional di masa akan datang. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Vito Prasetyo
Tentang Vito Prasetyo
Malang

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Sep 2026, 21:13

Rekam Jejak Euro Management Indonesia Siapkan SDM Indonesia Go Global

Program Academic Writing diarahkan untuk memperkuat kemampuan pegawai dalam menyusun tulisan akademik secara sistematis dan sesuai dengan standar internasional.

Keberangkatan siswa Euro Management Indonesia kuliah di  Jerman (Foto: Humas Euro Manajemen Indonesia)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 19:25

Art Zine SMPN 1 Kasokandel

Setiap karya harus diapresiasi karena kita percaya bahwa setiap anak memiliki kodratnya yang unik

 (Foto: Penulis)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 08:22

Belajar dari Viralitas Produk: Memotret Pentingnya Pelayanan bagi Konsumen

Terdapat beberapa peristiwa yang mengusik perhatian masyarakat, viralnya antara konsumen dan produk tertentu, maraknya kejadian viral ini mesti jadi perhatian bersama.

Pedagang melayani pembeli yang mencari buku pelajaran di Pasar Buku Palasari, Jalan Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 20:59

Eksplorasi Bandrek: Simbol Kehangatan dan Diplomasi Rempah Tatar Sunda

Dalam khazanah kuliner Nusantara, bandrek bukan sekadar minuman penghangat raga, melainkan manifestasi filosofis dari nilai kanyaah.

Bandrek, minuman penghangat tubuh khas Tatar Sunda yang cocok diseruput di tengah sejuknya dataran tinggi Priangan. (Sumber: IG: daoendjati.smg)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 17:52

Hari Aksara Internasional dan Darurat Membaca Indonesia

Hari Aksara Internasional seyogianya bukan hanya sekadar slogan tentang huruf tapi juga manusia.

Ilustrasi huruf. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 13:11

Jangan Bangun Teras Cihampelas untuk Instagram

Yang perlu dibangun pemerintah di Cihampelas bukan latar belakang foto, melainkan alasan-alasan bagi orang-orang untuk datang, tinggal, dan kembali.

Teras Cihampelas (Sumber: ayobandung.com | Foto: Dok. Pemkot Bandung via ayobandung.com)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 11:25

Abu Vulkanik, Polusi Udara dan Potensi Bandung sebagai Produsen Full Face Respirator

Perlu mitigasi agar tidak terjebak dalam situasi buruk terkait kesehatan mata dan organ

Ilustrasi APD antidebu sekaligus masker dalam satu kesatuan sistem yang disebut Full Face Respirator. (Sumber: dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 10:55

Abu Vulkanik, Masker, dan MBG

Bila masker mengajarkan kewaspadaan. Sekolah belajar arti pentingnya adaptasi. MBG menegaskan pemenuhan gizi anak harus tetap berjalan dan abu vulkanik mengingatkan kita segala kebijakan yang baik

Sejumlah siswa mengenakan masker saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 132 Cihaurgeulis, Jalan Surapati, Kota Bandung, Senin 7 September 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 17:11

200 Ikon Bandung #2: GMR FM, Keep Rock Until the End

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002.

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 15:58

10 Penulis Ayonetizen Terbaik Agustus 2026, Beropini di Bulan Kemerdekaan

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Agustus 2026, dengan total hadiah tetap dipertahankan sebesar Rp1,5 juta.

Pegiat panjat tebing berkostum spiderman mengibarkan bendera Merah Putih raksasa di Tebing Hawu, Kampung Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 17 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 14:41

Jelajah Rasa Masa Kolonial: Menu-menu Rijsttafel Populer di Awal Abad ke-20

Pada awal abad ke-20, rijsttafel bukan sekadar tradisi santap bersama, melainkan manifestasi prestise sosial dan akulturasi budaya yang kompleks di Hindia Belanda.

Momen pelayanan hidangan Rijsttafel bagi para tamu di Hotel Homann, Bandung, sekitar tahun 1933. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 12:56

Ketika Kebebasan Sipil Terasa Kian Sempit

Pertanyaan yang cukup menyakitkan, kenapa semakin banyak aturan yang mengekang kebebasan sipil? Apa yang terjadi ketika kebebasan pers juga dibungkam karena dianggap membahayakan kedudukan pemerintah.

Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 11:28

Sekolah Bukan Pabrik Kepatuhan

Sekolah tidak cukup menjadi tempat belajar untuk mematuhi aturan. Sekolah harus menjadi tempat anak belajar mengapa sebuah aturan diperlukan.

Sekelompok siswa sedang melakukan upacara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 07:47

Pengalaman Makan Makanan Murah Meriah ala Mahasiswa di Bandung

Nostalgia kuliner Bandung 1985-1988! Kilas balik keseruan berburu makanan murah meriah legendaris ala mahasiswa tempo dulu yang bikin kangen.

Gorengan sebagai salah satu jajanan makanan murah. (Sumber: unsplash | Foto: luthfian alfajr)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 18:33

Menghadirkan Sekolah Mitigasi Bencana

Diperlukan keseriusan mendalam, sekolah-sekolah menerapkan SPAB, hingga pada akhirnya jika hanya sekadar seremonial perlu ada pertimbangan.

Puluhan anak tingkat TK dan SD mengikuti lomba mewarnai yang digelar di kawasan Tebing Pabeasan 125, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 27 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 15:23

Lava Lembar Batutemplek Cisanggarung, Bukan dari Letusan Efusif Gunung Sunda

Lava lembar Batutemplek Cisanggarung diduga merupakan jejak letusan efusif gunungapi purba yang mengalir mengikuti bentang alam Bandung utara dan membentuk lapisan batuan berlembar.

Batutemplek Cisanggarung merupakan lava yang melembar. (Sumber: Herlina)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 12:50

Harmoni Rempah dari Rumah Tua: Dokumentasi Rasa dan Kedermawanan Meja Makan Keluarga Arab-Bogor

Kuliner Arab-Bogor menjadi warisan budaya yang menjaga memori keluarga melalui rempah, teknik memasak tradisional, dan adaptasi bahan lokal.

Buku berjudul "30 Resep Masakan Arab Rumahan" karya Balqies Batarfie yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, tahun 2014. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)