Bukan Jadi Tempat Nyaman untuk Umat, Masjid Raya Bandung Justru Bisa Mencekam

2 menit baca
Muhammad Rafy Lovinka
Ditulis oleh Muhammad Rafy Lovinka diterbitkan
Masjid Raya Bandung terlihat megah pada malam hari di Pusat Kota Bandung (2/12/2025) (Sumber: Dok. Penulis | Foto: Rafy Lovinka)
Masjid Raya Bandung terlihat megah pada malam hari di Pusat Kota Bandung (2/12/2025) (Sumber: Dok. Penulis | Foto: Rafy Lovinka)

Bandung merupakan kota Sejarah dengan banyak peninggalan bangunan yang ikonik, salah satunya Adalah Masjid Raya Bandung. Tidak ada yang bisa menyangkal juga bahwa Masjid Raya Bandung menjadi ikon yang tak terpisahkan dari denyut nadi Kota Bandung. Berhadapan dengan Alun-Alun Kota Bandung yang berada di Kecamatan Regol.

Namun meskipun tampil megah dengan dua menara yang berdiri di sisi kanan dan kiri, masjid tersebut masih jauh dari kata terawat. Diperburuk dengan minimnya penerangan dan maraknya premanisme yang sering menghampiri wisatawan yang datang. Masjid tersebut gagal dalam memenuhi kenyamanan dan keamanan minimal yang seharusnya diutamakan pada ikon bersejarah tersebut.

Menurut pengalaman penulis sendiri, banyak trust issue terhadap stranger yang muncul di kalangan Masyarakat saat melewati masjid tersebut. Mungkin hal ini didasari dengan adanya isu premanisme yang sampai sekarang melekat dalam persepsi publik, sehingga menciptakan tempat yang mencekam dan tidak nyaman.

Isu premanisme juga didasari oleh kesempatan yang dimanfaatkan oleh oknum dengan minimnya penerangan, khususnya di sisi samping dan belakang masjid.

Tempat gelap menjadi tempat strategis yang dimanfaatkan oleh oknum untuk menjadi sarang strategis untuk bersembunyi dan beraksi. Walikota M. Farhan seharusnya bisa mengatasi masalah Masjid Raya Bandung, dengan mengalokasikan dana segera untuk perbaikan menyeluruh system penerangan.

Kualitas perawatan fisik bangunan seperti cat yang mengelupas di beberapa dinding luar menunjukan kegagalan manajemen dalam menjaga kebersihan dan estetika masjid yang notabene nya Adalah rumah ibadah utama.

Tak hanya itu, di malam hari, selasar dan teras masjid banyak dijadikan tempat istirahat untuk gelandangan dengan menebarkan kardus sebagai alas istirahat mereka. Hal ini dapat mengurangi Kesan Masjid Raya Bandung sebagai tempat ibadah yang ikonik di Pusat Kota Bandung.

Dengan banyaknya masalah yang dialami Masjid Raya Bandung, apabila tidak ditangani, dapat memicu kecemasan dan ketidaknyamanan. Secara tidak langsung, hal ini-lah yang akan mengurangi minat warga untuk beribadah dan memanfaatkan area tersebut sebagai ruang publik yang inklusif.

Terlihat beberapa gelandangan memanfaatkan selasar atau teras masjid untuk beristirahat (2/12/2025 – Sumber : Rafy Lovinka) (Sumber: Rafy Lovinka | Foto: Rafy Lovinka)
Terlihat beberapa gelandangan memanfaatkan selasar atau teras masjid untuk beristirahat (2/12/2025 – Sumber : Rafy Lovinka) (Sumber: Rafy Lovinka | Foto: Rafy Lovinka)

Harapan yang ada dari warga bandung kepada bapak walikota beranak dua adalah agar ikon spiritual dapat dikelola secara professional. Dengan mengembalikan fungsi utama Masjid Raya Bandung sebagai pusat spiritual yang megah, bersih, dan nyaman untuk semua umat.

Padahal jika kita ulas balik dari Sejarah yang ada, Masjid Raya Bandung berdiri pertama kali pada abad ke-18 dan merupakan salah satu peninggalan bersejarah di Kota Bandung. Masjid tersebut juga mengalami perubahan bentuk atau renovasi dari tahun 1810–2001, dimana renovasi tersebut selesai pada tahun 2004.

Baca Juga: Bandung Minim Penerangan Jalan, Keamanan di Malam Hari Dipertaruhkan

Dilengkapi dengan arsitektur interior bergaya budaya Islami tatar sunda, seharusnya juga bisa dirawat untuk kegiatan acara pengajian bahkan pernikahan. Namun, Jika dibandingkan dengan Masjid Raya di Ibukota Provinsi lain, Masjid Raya Bandung sangat tertinggal dalam hal manajemen kebersihan dan system keamanan.

Manajemen DKM juga perlu menerapkan protocol kebersihan dan perawatan dengan standar yang ada, termasuk jadwal pembersihan insentif untuk toilet, tempat wudhu, dan lain-lain. Pemerintah Kota Bandung juga perlu ikut turut tangan dalam merawat dan menjaga salah satu peninggalan bersejarah ikonik Kota Bandung. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Rafy Lovinka
Mahasiswa Digital PR Telkom University 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Jul 2026, 20:05

Melihat Dunia dari Bandung: Dari Objek Kolonial ke Subjek Global

Suara Bandung tidak selalu terdengar konsisten. Kadang menguat, kadang tenggelam. Tergantung pada konteks global yang sedang berlangsung.

Museum Konferensi Asi-Afrika. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 18:01

Urgensi Bandara Husein Sastranegara Menuju Konektivitas ASEAN

Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung perlu segera mendesak agar pemerintah pusat mengijinkan rute internasional untuk Bandara Husein

Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 17:00

Jejak-jejak Sejarah 'Kawadanaan' di Kecamatan Lembang

Salah satu potensi dan daya tarik wisata sejarah yang dimiliki Kota Lembang yaitu bangunan “Pendopo eks Kawedanaan”.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 16:44

Luas 150 Hektar, Bagaimana Cara Jelajah TMII dalam Sehari?

Bingung keliling TMII dalam sehari? Cek rute terbaik, rekomendasi anjungan, kereta gantung, museum, hingga atraksi Tirta Cerita.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 16:28

Ada Lohbener, Ada Losarang

Semula, toponimi dua kecamatan ini adalah toponim sungai yang mengalir melintasi Indramayu.

Lokasi Lohbener dan Losarang di Kabupaten Indramayu. (Sumber: Google maps)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 15:22

Sisa Peradaban Lama di Utara Bandung

Tak jauh dari kawasan Kebun Binatang Bandung terdapat arca Ganesha yang terdapat di gerbang depan Institut Teknologi Bandung.

Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 14:46

Menimbang Kembali Peran Ayah dalam Memperingati Hari Ayah Nasional

Maka di Hari Ayah Nasional ini, mari kita mencoba untuk menimbang dan melihat kembali, bagaimana peran ayah sesungguhnya terhadap anak-anak dan keluarganya.

Ilustrasi seorang ayah dan anaknya. (Sumber: Pexels | Foto: Faisal Allam)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 14:03

Panduan Wisata Situ Gunung Sukabumi: Tiket, Jembatan Gantung, dan Curug Sawer

Panduan lengkap Situ Gunung Sukabumi, mulai dari harga tiket, jalur wisata, Jembatan Gantung terpanjang di Asia Tenggara, Curug Sawer, hingga cara menuju lokasi.

Danau Situ Gunung Sukabumi.
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 13:34

Diskursus Intelektual dalam Pendidikan Bernuansa Islami

Era teknologi telah memunculkan paradigma baru, bahwa pemikiran-pemikiran baru mengalami diskursus intelektual. Apakah ini juga menjadi tantangan bagi pendidikan bernuansa islami.

Anak-anak beragama Islam sedang mengaji di masjid. (Sumber: Pexels/Hera hendrayana)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 12:09

Redesain Kota Bandung: Sehat Rakyatnya Jaya Kotanya

Dapat kita ketahui bahwa kesehatan merupakan salah satu kebijakan yang perlu diambil sesegera mungkin selain pendidikan.

Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 09:47

Menyusuri Jejak Dunia Hiburan Indonesia Era Tahun 70-an

Annie Rae sebagai pendatang baru tengah menanjak popularitasnya di blantika musik pop Indonesia.

Sampul Majalah Variasari edisi Juli 1970 yang menampilkan Annie Rae, biduanita ternama asal Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 08:01

Kecerdasan Buatan dalam Waktu ke Waktu

Menelusur sejarah perkembangan kecerdasan buatan.

Kecerdasan buatan bukan sekadar teknologi, tetapi sebagai pemahaman bahwa menusia selalu mencari lebih dari Batasan yang telah ada.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 21:54

Masjid Agung Al-Ittihad: Representasi Multikulturalisme di Kota Benteng

eberadaan Masjid Agung Al-Ittihad memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding fungsi religius semata.

Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. (Sumber: Pemerintah Kota Tangerang)
Wisata & Kuliner 09 Jul 2026, 18:37

Kerak Telor Betawi, Kuliner Tradisional Jakarta dengan Sejarah Panjang

Kerak Telor merupakan kuliner khas Betawi yang menjadi ikon Jakarta. Simak sejarah, bahan, cara memasak, dan fakta menarik di balik hidangan legendaris ini.

Kerak Telor Betawi.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 18:00

Asal Usul dan Perkembangan Ampiang Dadiah: Tradisi Kuliner Minangkabau dari Masa ke Masa

Membahas Ampiang Dadiah yogurt yang terbuat dari susu kerbau berasal dari Sumatera Barat.

Es Ampiang Dadiah, dibeli di Pasar Ateh, Bukittinggi. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:48

69 Tahun Navigasi Birokrasi: Mengukuhkan LAN sebagai Think Tank Strategis di Tengah Badai Disrupsi

LAN RI di usia ke-69 memperkuat perannya sebagai think tank strategis yang mendorong transformasi birokrasi melalui inovasi, digitalisasi, dan kebijakan berbasis bukti menuju Indonesia Emas 2045.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. (Sumber: LAN RI)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:11

Antara Bandung dan Yogyakarta, Semarak Kuliner Tiada Henti

Kuliner menjadi patron wisata yang menarik wisatawan. Bandung dan Yogyakarta memiliki karakter budaya yang berbeda, tetapi dengan wisata kuliner, dua kota itu menghadirkan Indonesia kini.

Kehadiran Tjitarum sebagai toko bolu dan kue bukan sekadar membuka ruang baru bagi wisatawan untuk membeli buah tangan. Namun simbol bagaimana kuliner bisa menjadi bahasa pelestarian budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:59

Bedah Konsistensi Strategi Digital PR pada Peluncuran Mobil Listrik Keluaran Terbaru

Peluncuran New Air ev & Cloud EV bukti konsistensi Wuling bangun citra kendaraan listrik modern. Lewat web & Instagram, Wuling tampilkan pesan & visual inovatif masa depan.

Ilustrasi mobil listrik. (Sumber: Wuling Motors)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:05

Menari, Merayakan Masa Kecil

Setiap tarian memang berhenti saat musik usai, tapi cerita ihwal keberanian Kakang berjoged untuk pertama kalinya akan terus hidup, tumbuh subur saat dirawat, dipelihara, dipupuk & menari dalam hati.

Kakang bergaya sebelum tampil menari di spot foto yang ada serambi masjid Al-Hidayah, Kebonterong Cibiru Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 15:05

Menelusuri Jejak Rasa (Bagian II): Penjaga Memori dan Tradisi Kuliner Bandung

Setelah membedah lima ikon pertama pada bagian sebelumnya, mari kita lanjutkan penelusuran enam ikon kuliner legendaris lainnya.

Hidangan Warung Kopi Purnama (Foto: GMAPS)