Bukan Jadi Tempat Nyaman untuk Umat, Masjid Raya Bandung Justru Bisa Mencekam

Muhammad Rafy Lovinka
Ditulis oleh Muhammad Rafy Lovinka diterbitkan Minggu 28 Des 2025, 19:06 WIB
Masjid Raya Bandung terlihat megah pada malam hari di Pusat Kota Bandung (2/12/2025) (Sumber: Dok. Penulis | Foto: Rafy Lovinka)

Masjid Raya Bandung terlihat megah pada malam hari di Pusat Kota Bandung (2/12/2025) (Sumber: Dok. Penulis | Foto: Rafy Lovinka)

Bandung merupakan kota Sejarah dengan banyak peninggalan bangunan yang ikonik, salah satunya Adalah Masjid Raya Bandung. Tidak ada yang bisa menyangkal juga bahwa Masjid Raya Bandung menjadi ikon yang tak terpisahkan dari denyut nadi Kota Bandung. Berhadapan dengan Alun-Alun Kota Bandung yang berada di Kecamatan Regol.

Namun meskipun tampil megah dengan dua menara yang berdiri di sisi kanan dan kiri, masjid tersebut masih jauh dari kata terawat. Diperburuk dengan minimnya penerangan dan maraknya premanisme yang sering menghampiri wisatawan yang datang. Masjid tersebut gagal dalam memenuhi kenyamanan dan keamanan minimal yang seharusnya diutamakan pada ikon bersejarah tersebut.

Menurut pengalaman penulis sendiri, banyak trust issue terhadap stranger yang muncul di kalangan Masyarakat saat melewati masjid tersebut. Mungkin hal ini didasari dengan adanya isu premanisme yang sampai sekarang melekat dalam persepsi publik, sehingga menciptakan tempat yang mencekam dan tidak nyaman.

Isu premanisme juga didasari oleh kesempatan yang dimanfaatkan oleh oknum dengan minimnya penerangan, khususnya di sisi samping dan belakang masjid.

Tempat gelap menjadi tempat strategis yang dimanfaatkan oleh oknum untuk menjadi sarang strategis untuk bersembunyi dan beraksi. Walikota M. Farhan seharusnya bisa mengatasi masalah Masjid Raya Bandung, dengan mengalokasikan dana segera untuk perbaikan menyeluruh system penerangan.

Kualitas perawatan fisik bangunan seperti cat yang mengelupas di beberapa dinding luar menunjukan kegagalan manajemen dalam menjaga kebersihan dan estetika masjid yang notabene nya Adalah rumah ibadah utama.

Tak hanya itu, di malam hari, selasar dan teras masjid banyak dijadikan tempat istirahat untuk gelandangan dengan menebarkan kardus sebagai alas istirahat mereka. Hal ini dapat mengurangi Kesan Masjid Raya Bandung sebagai tempat ibadah yang ikonik di Pusat Kota Bandung.

Dengan banyaknya masalah yang dialami Masjid Raya Bandung, apabila tidak ditangani, dapat memicu kecemasan dan ketidaknyamanan. Secara tidak langsung, hal ini-lah yang akan mengurangi minat warga untuk beribadah dan memanfaatkan area tersebut sebagai ruang publik yang inklusif.

Terlihat beberapa gelandangan memanfaatkan selasar atau teras masjid untuk beristirahat (2/12/2025 – Sumber : Rafy Lovinka) (Sumber: Rafy Lovinka | Foto: Rafy Lovinka)
Terlihat beberapa gelandangan memanfaatkan selasar atau teras masjid untuk beristirahat (2/12/2025 – Sumber : Rafy Lovinka) (Sumber: Rafy Lovinka | Foto: Rafy Lovinka)

Harapan yang ada dari warga bandung kepada bapak walikota beranak dua adalah agar ikon spiritual dapat dikelola secara professional. Dengan mengembalikan fungsi utama Masjid Raya Bandung sebagai pusat spiritual yang megah, bersih, dan nyaman untuk semua umat.

Padahal jika kita ulas balik dari Sejarah yang ada, Masjid Raya Bandung berdiri pertama kali pada abad ke-18 dan merupakan salah satu peninggalan bersejarah di Kota Bandung. Masjid tersebut juga mengalami perubahan bentuk atau renovasi dari tahun 1810–2001, dimana renovasi tersebut selesai pada tahun 2004.

Baca Juga: Bandung Minim Penerangan Jalan, Keamanan di Malam Hari Dipertaruhkan

Dilengkapi dengan arsitektur interior bergaya budaya Islami tatar sunda, seharusnya juga bisa dirawat untuk kegiatan acara pengajian bahkan pernikahan. Namun, Jika dibandingkan dengan Masjid Raya di Ibukota Provinsi lain, Masjid Raya Bandung sangat tertinggal dalam hal manajemen kebersihan dan system keamanan.

Manajemen DKM juga perlu menerapkan protocol kebersihan dan perawatan dengan standar yang ada, termasuk jadwal pembersihan insentif untuk toilet, tempat wudhu, dan lain-lain. Pemerintah Kota Bandung juga perlu ikut turut tangan dalam merawat dan menjaga salah satu peninggalan bersejarah ikonik Kota Bandung. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Rafy Lovinka
Mahasiswa Digital PR Telkom University 2024

Berita Terkait

News Update

Beranda 11 Apr 2026, 08:51

JPO Berkarat dan Berlubang Membahayakan Pelajar di Batas Kota Bandung–Cimahi, Tanggung Jawab Siapa?

JPO di Jalan Amir Machmud rusak parah: lantai berlubang, berkarat, dan tanpa atap pelindung, membahayakan pejalan kaki terutama pelajar.

Pelejar berjalan di JPO di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Bandung dan Cimahi, Jumat, 10 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 20:01

Antara Bandung yang Kubayangkan dan Kenyataan yang Kutemui

Bagi banyak orang, Bandung selalu punya tempat istimewa dalam imajinasi.

Jalan Asia-Afrika, depan Alun-Alun Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Suci Firda)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 18:23

WFH sebagai Cermin Budaya Kerja Aparatur

Hilangnya kehadiran fisik dalam WFH menantang organisasi untuk membangun sistem penilaian kerja yang berbasis output dan tanggung jawab.

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Diskominfo Depok)
Bandung 10 Apr 2026, 16:36

Mengenal Dongmoon Dimsum, Ikon Kuliner Baru di Pasar Cihapit yang Viral Lewat Varian Mentai

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum tetap kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung.

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ikon 10 Apr 2026, 15:17

Sejarah Istana Cipanas, Warisan Kolonial di Kaki Gunung Gede Pangrango

Istana Cipanas bermula dari rumah singgah abad ke-18, berkembang menjadi istana kepresidenan yang menyimpan jejak kolonial, perang, hingga keputusan penting negara

Lukisan Istana Cipanas, Cianjur, tahun 1880-1890-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:26

Jelajah Wisata Pangalengan dengan Pilihan Tempat Menginapnya

Pangalengan punya sejarah penginapan panjang, dari Berghotel hingga glamping modern di Rahong dan Situ Cileunca dengan nuansa alam yang menenangkan.

Muara Rahong Hills, salah satu glamping tempat menginap wisatawan di Pangalengan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:18

Panduan Wisata Gunung Guntur, "Semeru"-nya Jawa Barat dengan Panorama Spektakuler

Gunung Guntur menawarkan jalur berpasir terjal, panorama pegunungan luas, serta pengalaman mendaki unik di gunung berapi aktif dekat pusat Kota Garut.

Gunung Guntur dilihat dari kawasan pemandian Cipanas, Garut (Sumber: Wikimedia)
Beranda 10 Apr 2026, 09:29

Power of Ibu-ibu Cibogo Mengubah Sampah Jadi Gerakan Kolektif yang Berdampak Nyata

Power of Ibu-Ibu Cibogo mengubah pengelolaan sampah rumah tangga menjadi gerakan kolektif yang berdampak, menghadirkan solusi lingkungan sekaligus manfaat sosial dan ekonomi bagi warga.

Ibu-ibu di Cibogo, Kecamatan Sukajadi mengolah sampah rumah tangga yang memberikan perubahan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 08:30

Tren Rambut Lady Diana

Kehebohan para wanita Kota Bandung dari berbagai kalangan usia meniru gaya rambut Lady Diana saat tahun 1980-an

Lady Diana. (Sumber: Flickr | Foto: Joe Haupt)
Bandung 09 Apr 2026, 19:40

Urgensi Literasi Keuangan dan Akselerasi Sektor Riil demi Resiliensi Ekonomi Jawa Barat

Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar: bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi?

Ilustrasi. Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi. (Sumber: Ayobiz.id/Gemini Generated)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 18:18

Asyiknya Berburu Koran Era 2000-an

Berburu koran tidak hanya mencari informasi, berita, ilmu pengetahuan, melainkan momentum bersejarah saat menerima (menjemput), ikhtiar, harapan dan kenyataan untuk terus belajar sepanjang hayat.

Aa Akil, anak kedua tengah asyik baca koran, Sabtu (4/4/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Wisata & Kuliner 09 Apr 2026, 16:40

Wisata Pantai Patimban, Pesisir Subang Utara yang jadi Pelabuhan Logistik

Pantai Patimban tawarkan sunset, kuliner laut, dan suasana santai, namun kini berubah sejak hadirnya Pelabuhan Internasional.

Pantai Patimban Subang. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 09 Apr 2026, 16:39

Beralih ke Motor Listrik, Ojol Hadapi Dilema Antara Hemat Biaya dan Keterbatasan Jarak

Peralihan ojol ke motor listrik menghadirkan efisiensi biaya, namun dibayangi tantangan jarak tempuh dan infrastruktur, memaksa pengemudi lebih cermat mengatur strategi kerja.

Rizki Ahmad sedang melakukan pengisian baterai motor listrik di Kantor Pos Ujung Berung Kota Bandung, pada Kamis, 9 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 15:02

4 Ide Tulisan Hari Besar Terkait Tema Ayonetizen April 2026: Kartini, Asia-Afrika, sampai Hari Puisi

Bulan April penuh dengan momentum yang bisa diubah jadi cerita.

Warga berwisata di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu, 30 April 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 09 Apr 2026, 13:42

Menjembatani Kreativitas dan Regulasi: Menilik Tantangan Ekonomi Kreatif di Bandung

Pemerintah dan pelaku ekraf Bandung bedah regulasi & standar harga pengadaan dalam Ruang Dialog Ekraf guna dorong dampak ekonomi nyata.

Ilustrasi. Ekonomi kreatif (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 13:14

Dari Sampah Menjadi Penjernih Sungai

Mahasiswa Tel-U menggagas website edukasi Ecoenzyme untuk atasi banjir Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Ilustrasi banjir yang menggenang Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 12:03

Doktrin Pemikiran Manusia

Dalam konteks apapun, doktrin menjadikan sebuah pemikiran otak manusia menjadi lebih aktif dalam berbagai permasalahan.

Ilustrasi manusia. (Sumber: Pexels | Foto: beytlik)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 11:18

Acara Radio Legendaris Top Hits Pop Indonesia (THPI) dari Radio Ganesha Bandung

Di Bandung, salah satu acara yang paling ditunggu adalah Top Hits Pop Indonesia (THPI).

Daftar lagu Top Hits Pop Indonesia edisi Desember 1990 yang dimuat di surat kabar Suara Pembaruan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 09 Apr 2026, 09:55

Menjembatani Kesenjangan Internet: Antara Fiber, FWA, dan Harapan 5G

Kesenjangan akses internet di Indonesia masih tinggi, sehingga kombinasi fiber optik, 4G, 5G, dan FWA serta kolaborasi pemerintah dan operator jadi kunci pemerataan broadband.

Suasana Seminar Teknologi FTTH, FWA & Mobile Broadband di Aula Timur ITB Kampus Ganesa, yang membahas strategi pemerataan akses internet di tengah kesenjangan infrastruktur digital di Indonesia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 09:54

Rambu dan Marka yang Tidak Dipelihara: Ancaman Sunyi di Jalanan Bandung

Rambu pudar, tertutup, dan marka hilang meningkatkan risiko kecelakaan di Bandung. Masalah ini menegaskan pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan.

Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)