Lailatul Qadar, Malam yang Datang Tanpa Pengumuman

4 menit baca
Ridwan Rustandi
Ditulis oleh Ridwan Rustandi diterbitkan
Ilustrasi seorang laki-laki memanjatkan doa, melatih kepekaan batinnya (Sumber: Pixabay | Foto: Mohammed Hassan, Pixabay)
Ilustrasi seorang laki-laki memanjatkan doa, melatih kepekaan batinnya (Sumber: Pixabay | Foto: Mohammed Hassan, Pixabay)

Penghujung terakhir bulan ramadan menyisakan misteri waktu yang mendatangkan keberkahan. Setiap manusia beriman berharap peroleh karunia bertemu dengan malam yang datang tanpa ada pengumuman. Malam itu, dinisbahkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam yang mengundang jiwa-jiwa beriman memilih untuk bangun ketika yang lain tidur, bersujud ketika yang lain beristirahat, dan berbisik kepada sang pencipta dengan keyakinan mendapat ukuran pasti dari pengharapan yang dimunajatkan. Itulah lailatul qadar, malam yang menggetarkan semesta dengan tasbih. Malam yang mempertautkan penduduk langit dan bumi dalam segala urusan. Malam yang mengantarkan fajar dengan kedamaian.

Kata lailatul qadar berasal dari dua akar kata: lailah (malam; waktu setelah matahari terbenam hingga terbit fajar; satu malam) dan al-qadru (ketentuan / takdir; ukuran / ketetapan; kemuliaan / keagungan; kekuasaan). Para ulama menafsirkan kata lailatul qadar sebagai malam ditetapkannya kemuliaan, malam penetapan takdir, malam yang didalamnya terdapat nilai dan ukuran pahala yang besar. Lailatul qadar mencerminkan sebuah keteraturan kosmologis yang menentukan laju alam semesta. Di malam ini, Allah Swt menetapkan fine tunning atau penyetelan alam semesta secara halus. Didalamnya terdapat beragam informasi kosmik yang memberikan ruang kontemplasi (tafakkur) kepada manusia beriman untuk menyiapkan jiwanya agar bisa bertemu dengan momen besar kesadaran spiritual.

Resonansi Semesta

Tiga puluh hari selama ramadan adalah proses menempa jiwa manusia agar bertemu dengan momen agung dalam ber-taqarrub kepada Allah Swt. Melalui lapar dan dahaga, manusia menurunkan ego. Melalui malam-malam panjang yang dihiasi dengan sembah sujud pada-Nya, manusia melatih kepekaan batin. Melalui do’a-do’a yang dipanjatkan, manusia berupaya membuka kanal spiritualitas dengan rabbul alamin.

Lailatul qadar mempertemukan getaran langit dan bumi. Di dalamnya Allah Swt menyingkap yang terlihat (syahadah) dan yang tersembunyi (ghaib). Penduduk langit turun ke bumi (nuzulul malaikat wa ruh) menebarkan kedamaian bagi semesta kehidupan (salamun hiya hatta matla’il fajr). Pada malam itu pula, Allah Swt mengirimkan keberkahan dengan turunnya kitab al-Qur’an. Inilah resonansi semesta yang menggetarkan jiwa manusia melalui tasbih yang dilantunkan. Lailatul qadar adalah momen yang dinanti sekaligus dicari agar menyatu dengan irama penghambaan kepada-Nya.

Menariknya, kedatangan malam seribu bulan ini tidak memiliki kepastian waktu. Ia datang tanpa pengumuman. Rasulullah Saw hanya meneladankan pencarian malam ini dengan mengencangkan ikat pinggang dan meningkatkan intensitas ibadah pada sepuluh malam terakhir bulan ramadan. Beliau menghidupakan malam-malam tersebut, terutama pada malam-malam ganjil sebagai fase pencarian aktif momen spiritual manusia.

Ketidakpastian waktu datangnya lailatul qadar mengisyaratkan agar manusia menyiapkan diri untuk menangkap sinyal kesadaran ilahiyyah. Hal ini sekaligus menghindarkan manusia dari transaksi spiritual. Seandainya, kehadiran lailatul qadar ini diumumkan dari awal, misalnya ia akan datang pada malam ke-27 bulan ramadan, maka bisa dipastikan, manusia memenuhi masjid-masjid hanya pada malam itu saja. Meramaikan malam dengan tasbih, tahmid dan tahlil di waktu itu saja. Inilah yang dimaksud penghindaran terhadap ‘transaksi spiritual’. Sebab, lailatul qadar hanya akan didapatkan oleh manusia yang jiwanya telah di-tuning ulang oleh shaum, doa, keheningan, dan ketulusan. Bukan kecerdasan rasional yang menemukannya, melainkan kepekaan batin yang mengenalinya.

Inilah filter kesadaran spiritual yang membedakan malam-malam sebelumnya dengan lailatul qadar. Bahkan Allah Swt menegaskan bahwa ibadah pada satu malam ini sama dengan seribu bulan. Satu malam peribadahan sama dengan 83 tahun, di mana amal yang dilakukan pada malam itu peroleh pahala yang besar dan tidak berbatas. Al-Qur’an menggambarkan malam ini bukan hanya sebagai peristiwa waktu, tetapi proses spiritual yang menuntut kesungguhan jiwa.

Setidaknya ada empat perjalanan batin yang harus ditempuh dalam proses kesadaran spiritual ini. Pertama, pemurniaan jiwa atau tazkiyah. Ibadah ramadan mendidik jiwa manusia agar bersih dan suci. Shaum, sedekah, salat malam, dan ibadah lainnya adalah latihan tazkiyah agar menyucikan jiwa dalam menerima limpahan rahmat lailatul qadar (Qs. 91: 9; 87: 14; 24: 21).

Kedua, pencarian dengan penuh kesungguhan agar memperoleh keberkahan universal dari lailatul qadar. Dalam hal ini, proses pencarian berkaitan erat dengan proses pemurnian jiwa. Allah Swt menegaskan bahwa orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, pasti Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami (Qs. 29: 69). Pencarian ini dilakukan dengan menghidupkan malam dengan ibadah, qiyamul lail (Qs. 17: 79). Serta melalui pencarian karunia dan keridaan Allah Swt, ibtighā’ ridwānillāh (Qs. 48: 29).

Baca Juga: Ketika Ramadhan Akan Berakhir

Ketiga, pertemuan atau liqa al-barakah. Pertemuan ini adalah momen kosmis ketika langit dan bumi dipenuhi rahmat, tanazzalul-malā’ikatu war-rūḥu fīhā (Qs. 97: 4). Pada lailatul qadar, para malaikat dan ruh (Jibril) turun ke bumi. Pertemuan ini bukan sekadar peristiwa waktu, tetapi perjumpaan batin antara manusia dan rahmat ilahi.

Keempat, transformasi atau taghyir. Momen lailatul qadar menghadirkan energi spiritual yang mengubah arah perjalanan hidup manusia. Satu malam yang menampilkan lompatan spiritual tiada berbatas, laylatul-qadri khayrun min alfi shahr (Qs. 97: 3). Transformasi ini dimulai dari adanya perubahan jiwa (Qs. 91: 9), kesungguhan spiritual (Qs. 29: 69), perubahan keadaan (Qs. 13: 11), kesadaran baru untuk kembali kepada Allah Swt (Qs. 39: 54), sampai dengan keberhasilan spiritual (Qs. 87: 14).

Lailatul qadar adalah malam ketika alam berzikir dan manusia mendengar. Dalam keheningan penghambaan diri kepada Allah Swt, manusia tunduk menangkap sinyal-sinyal spiritual. Mereka melatih kepekaan batin dalam keheningan ber-taqarrub kepada Allah Swt. Di malam yang paling sunyi di bulan yang paling mulia, ada jiwa manusia yang berdiri di persimpangan itu, cukup kecil untuk tunduk, dan cukup besar untuk menerima. Inilah satu malam, seribu bulan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ridwan Rustandi
Tentang Ridwan Rustandi
Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung

Berita Terkait

News Update

Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)