Salam Tempel 2026: Ketika THR Beralih ke Dompet Digital, Masihkah Amplop Fisik Diperlukan?

3 menit baca
Gilang Erlangga
Ditulis oleh Gilang Erlangga diterbitkan
Tanpa punya rupiah di dompet, kehadiran paylater menambah lapisan “keajaiban” baru, kita bisa membeli hari ini dan membayarnya nanti. (Sumber: Pexels/Defrino Maasy)
Tanpa punya rupiah di dompet, kehadiran paylater menambah lapisan “keajaiban” baru, kita bisa membeli hari ini dan membayarnya nanti. (Sumber: Pexels/Defrino Maasy)

Jika pada tahun-tahun sebelumnya masyarakat Bandung terbiasa melihat antrean panjang di bank-bank kawasan Jalan Asia Afrika untuk menukar uang baru menjelang Lebaran, pemandangan itu mulai berubah pada 2026. Semakin banyak warga, terutama kalangan milenial dan Gen Z, memilih membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) secara digital melalui dompet elektronik.

Aplikasi seperti GoPay, OVO, DANA, hingga ShopeePay kini tidak hanya digunakan untuk pembayaran sehari-hari, tetapi juga menjadi sarana baru berbagi “salam tempel”. Hanya dengan beberapa ketukan di layar ponsel, uang dapat dikirim kepada saudara atau keponakan yang berada di kota berbeda.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana teknologi mulai beradaptasi dengan budaya Lebaran yang telah lama menjadi bagian penting dari masyarakat Indonesia.

Peralihan ke THR digital tidak muncul begitu saja. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan pembayaran nontunai di Indonesia berkembang sangat pesat.

Data dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa jumlah pengguna sistem pembayaran QRIS telah melampaui puluhan juta orang secara nasional hingga 2025, dengan pertumbuhan signifikan di kota-kota besar seperti Bandung. Sistem pembayaran ini memungkinkan transaksi cepat tanpa uang tunai, bahkan di warung kecil sekalipun.

Di berbagai kawasan kuliner dan pusat UMKM seperti Braga Street atau Dago, pembayaran menggunakan QRIS kini sudah menjadi hal yang lumrah. Tidak sedikit orang tua yang memilih mentransfer THR langsung ke ponsel anak atau keponakannya agar bisa langsung digunakan untuk membeli makanan, pakaian, atau kebutuhan lainnya setelah Lebaran.

Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Ahsanjaya)
Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Ahsanjaya)

Bagi banyak orang, THR digital menawarkan berbagai kemudahan yang sulit ditolak. Pengirim tidak perlu lagi menyiapkan uang tunai dalam jumlah besar, membeli amplop, atau khawatir uang tercecer.

Selain itu, sebagian aplikasi dompet digital kini menyediakan fitur “amplop digital” dengan desain bertema Lebaran yang dapat dikirim ke banyak penerima sekaligus. Proses ini hanya membutuhkan waktu beberapa detik.

Keuntungan lain adalah adanya riwayat transaksi yang tercatat secara otomatis. Fitur ini membantu pemberi THR mengontrol pengeluaran selama masa Lebaran agar tidak berlebihan. Dari sisi lingkungan, penggunaan THR digital juga secara tidak langsung mengurangi penggunaan amplop kertas yang biasanya hanya dipakai sekali.

Etika Salam Tempel Digital: Jangan Sekadar Transfer

Meski menawarkan kepraktisan, tidak sedikit orang yang merasa bahwa THR digital terasa lebih “dingin” dibandingkan pemberian amplop secara langsung. Dalam tradisi Lebaran, momen salam tempel biasanya menjadi bagian dari interaksi emosional dalam keluarga.

Karena itu, muncul etika baru dalam berbagi THR di era digital.

Pertama, jangan hanya mengirim uang. Sebaiknya transfer digital tetap disertai ucapan hangat melalui pesan pribadi di aplikasi seperti WhatsApp atau kartu ucapan digital. Hal ini membantu menjaga nuansa silaturahmi yang menjadi inti dari Lebaran.

Kedua, perhatikan usia penerima. Bagi anak-anak kecil, sensasi menerima uang kertas baru di dalam amplop masih memiliki daya tarik tersendiri. Sementara itu, THR digital biasanya lebih cocok diberikan kepada remaja atau mahasiswa yang sudah terbiasa menggunakan ponsel dan dompet digital.

Ketiga, jaga privasi nominal. Dalam grup keluarga atau komunitas, sebaiknya gunakan fitur yang tidak menampilkan jumlah uang yang dikirim untuk menghindari potensi kecemburuan sosial.

Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels/Ahsanjaya)
Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels/Ahsanjaya)

Meski praktis, tren THR digital juga menimbulkan kekhawatiran bahwa sebagian nilai tradisi Lebaran dapat memudar. Bagi generasi yang lebih tua, momen memberikan amplop secara langsung setelah sungkeman merupakan simbol kedekatan dan kasih sayang yang sulit digantikan oleh notifikasi saldo di layar ponsel.

Selain itu, fenomena berbagi THR digital kadang juga dibarengi dengan tren memamerkan transfer uang di media sosial. Hal ini berisiko menggeser makna asli dari tradisi berbagi yang seharusnya dilakukan dengan ketulusan.

Dalam konteks ini, penting untuk mengingat bahwa teknologi hanyalah alat. Nilai utama dari Lebaran tetap terletak pada silaturahmi, saling memaafkan, dan berbagi kebahagiaan bersama keluarga.

Baca Juga: Silaturahmi Lebaran di Bandung 1964 dalam Arsip Majalah Mangle

Perubahan cara berbagi THR pada Lebaran 2026 menunjukkan bahwa tradisi dapat terus berkembang mengikuti zaman. Dompet digital telah menjadi “amplop modern” yang memudahkan orang berbagi, terutama ketika jarak memisahkan keluarga.

Namun, di balik kemudahan teknologi tersebut, kehangatan interaksi manusia tetap tidak tergantikan. Salam tempel bukan hanya soal nominal uang yang diberikan, tetapi juga tentang perhatian, doa, dan kebersamaan.

Karena itu, di tengah berkembangnya THR digital, menjaga adab dan kehangatan tradisi tetap menjadi hal yang paling penting dalam merayakan hari kemenangan pada Eid al-Fitr.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Gilang Erlangga
Tentang Gilang Erlangga
Siswa SMA yang belajar berpikir jernih lewat membaca dan menulis. Tertarik pada isu nyata, proses kecil, dan konsistensi.

Berita Terkait

Ayo Netizen 12 Mar 2026, 16:07

Cik, THR-na?

Cik, THR-na?

News Update

Ayo Netizen 28 Sep 2026, 11:19

Sesi Cukur Malam

Berkisah pembicaraan dua orang sobat, tukang cukur dan pelanggannya yang seorang dosen. Mereka menggosipkan mengenai kesialan-kesialan nasib karib mereka semasa SMA.

Sesi Cukur Malam. (Sumber: Chat GPT)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 07:40

Gunta Akhiri: Mewujudkan Rumah Besar Para Insinyur Kota Bandung

Tantangan besar ketersediaan Insinyur Profesional mesti segera diatasi

Ilustrasi Ketua PII  Cabang Bandung, Gunta Akhiri dan Ketum PII Pusat, Ilham Akbar Habibie (Sumber: dikreasi dengan chatgpt | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 19:12

Eksplorasi Gastronomi Bandung: Menyingkap Jejak Rasa, Sejarah, dan Warisan Budaya Pasundan

Memahami kuliner Bandung bukan sekadar aktivitas konsumsi, melainkan sebuah penelusuran antropologis terhadap budaya Pasundan yang menempatkan harmoni alam di atas piring saji.

Soto Bandung tampil unik dengan kuah bening kaldu sapi sebagai pembeda dari soto bersantan di daerah lain, dipadukan secara khas dengan potongan lobak. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 16:09

Jalan yang Benar di 'Google Maps' Belum Tentu Benar bagi Kendaraan Kita

Google Maps tidak berada di balik kemudi. Ia tidak tahu secara langsung apakah kendaraan tertentu membawa muatan berlebih atau apakah mesin kendaraan sedang prima.

Google Maps (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 10:36

Cuma Rp216 Bisa Keliling Bandung! Merayakan Ulang Tahun Kota Kembang Naik Bandros dan TMB

Pemerintah Kota Bandung memberikan kado spesial kepada seluruh warga dan wisatawan dalam rangka merayakan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216.

Salah satu video Youtube Boby Rachma "BANDUNG TOUR ON BUS!! KELILING KOTA BANDUNG NAIK BANDROS!!".
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 10:06

Ekstrakurikuler yang Membahagiakan sebagai Resiliensi Pendidikan Berkelanjutan

Hadirnya pembelajaran ekstrakurikuler bagi murid diwujudkan dengan kegiatan yang lebih tepat dan memberi ruang bagi murid untuk mengekspresikan dirinya sesuai dengan hobi atau minat bakatnya.

Ilustrasi murid sekolah negeri. (Sumber: Pexels/Yazid N)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 08:26

Kamera Dulu, Peluk dan Tolong Kemudian

Fenomena masyarakat modern yang lebih mengutamakan kamera dan dokumentasi dibandingkan dengan mengutamakan empati.

Fenomena yang sering terjadi pada masyarakat modern yang menjadikan dokumentasi satu-satunya yang penting ketika terjadi sesuatu (Sumber: Generated AI)
Beranda 26 Sep 2026, 11:23

46 Kilometer Jalan yang Melintasi Kota Bandung Ini Bukan Milik Pemkot

Berdasarkan dokumen itu, sebagian besar ruas jalan nasional yang melintasi Kota Bandung tersebut membentang dari barat ke timur.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 19:46

MJT: Program Pemerintah Jawa Barat yang Cukup Solutif untuk Mengurangi Kemacetan

Metro Jabar Trans menjadi program yang cukup bermanfaat untuk meminimalisir kemacetan juga alternatif kendaraan umum yang terjangkau bagi masyarakat

Metro Jabar Trans menjadi salah satu transportasi umum pilihan masyarakat (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 18:19

Menonton Film di Bioskop Legendaris Bandung Era 90-an

Jauh sebelum bioskop hadir di dalam pusat perbelanjaan dan sinepleks modern, Bandung memiliki banyak gedung bioskop yang menjadi bagian dari denyut kehidupan kota.

Penulis berdiri di seberang bekas Bioskop Dian, Jalan Dalem Kaum, tepat di seberang kawasan Alun-Alun Bandung. (Sumber: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 17:24

Apa yang Salah Ketika Kekerasan Dipertontonkan di Sosial Media secara Vulgar?

Tontonan pada konten media sosial kini banyak yang mempertontonkan kekerasan secara vulgar. Nilai-nilai humanistik kian tergerus. Apakah kita bisa bijak dan memikirkan dampaknya untuk masa depan?

Ilustrasi korban kekerasan. (Sumber: Pexels | Foto: Daniel Reche)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 16:50

Nilai Diri 'Dus Obat' dalam Perspektif Industri Farmasi

Dus obat yang sering kita sepelekan ternyata tidak sesederhana yang kita pikirkan karena perlu spesifikasi tertentu saat diproduksi.

Dus Obat. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Seni Budaya 25 Sep 2026, 15:21

Mengenal Makna Kehidupan Melalui Batik

Legenda Ki Bahu Reksa dihadirkan melalui empat panel batik tulis Pekalongan yang menggambarkan perjalanan hidup manusia.

Luqiani Octa Pratiwi menghidupkan legenda Ki Bahu Reksa melalui wayang beber dan batik tulis khas Pekalongan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 15:17

Membenahi Kompetensi Sopir, Atasi Jalur Tengkorak di Bandung Raya

Regulasi mewajibkan pemerintah menjamin penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi pengemudi

Ilustrasi jalur tengkorak di Bandung Raya. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 13:32

Api Biru Papandayan: Ketika Foto Indah Justru Bisa Menyimpan Bahaya

Foto yang baik tidak harus menjadi bukti bahwa fotografer berhasil mengalahkan jarak.

Fenomena blue fire. (Sumber: kemenparekraf.go.id)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 10:19

Jejak Kuliner Nusantara: Telaah Literatur Resep Masakan Indonesia Pascakemerdekaan (1950–1979)

Secara keseluruhan, literatur resep masakan kurun 1950 hingga 1979 berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kebudayaan Indonesia modern.

Di antara buku-buku resep masakan yang terbit pada kurun 1950 hingga 1979 telah berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kebudayaan Indonesia modern. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 08:28

Kado Istimewa Hari Jadi Kota Bandung:  Penghargaan Nasional Layanan Investasi

Pada semester pertama tahun 2026 telah mencatatkan angka investasi yang sangat impresif, yaitu melampaui Rp 6 triliun

Penghargaan Nasional Layanan Investasi 2026 untuk  kota Bandung (Sumber: dok bandung.go.id)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 20:45

Becak Listrik Bandung dan Penyakit Lama Kebijakan Publik

Becak listrik adalah alat produksi. Ia menghasilkan uang hanya ketika bergerak dan membawa penumpang. Kalau baterai habis, ada risiko pendapatan hilang.

Becak listrik bantuan Presiden tiba di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayobandung)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 18:56

Koleksi Media Cetak Lawas: Merawat Ingatan dan Sumber Pengetahuan 

Di tengah derasnya arus informasi digital yang serba cepat dan instan, koleksi media cetak lawas menghadirkan cara lain untuk memahami perjalanan bangsa.

Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, melakukan penelitian terhadap surat kabar Pikiran Rakyat edisi lawas. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 17:27

Toponimi yang Lahir dari Respons Indra Manusia terhadap Stimulus Gempa 

Guncangan gempa bumi yang besar dengan kehancuran permukiman, akan menimbulkan emosi dan rasa takut, sebab inilah yang dapat menjadi alasan lahirnya toponim Cieundeur dan Cigenjlong.

Korban Gempa Cianjur. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)