Muludan, Rindu Rosul

5 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Suasana malam di Masjid Raya Al Jabbar. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Suasana malam di Masjid Raya Al Jabbar. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Malam yang cerah itu, suasana Masjid Ikomah bagaikan lautan manusia. Laki-laki dan perempuan berbusana muslim-muslimah, berbaju koko, berpeci, dan berkerudung, saling berdatangan dari berbagai penjuru, menyemut menuju masjid kebanggaan UIN Bandung.

Di depan Gedung Pusat Perkembangan Bisnis (P2B), dulunya Fakultas Ushuluddin yang sejak 2024 pindah ke Kampus II bersama Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Pascasarjana, terlihat meja tamu dan tumpukan nasi kotak.

Setiap peserta Muludan terlebih dahulu mengisi daftar hadir sebelum menerima konsumsi. Antriannya mengular hingga ke pohon jambe.

Dzikir Kebangsaan dan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Ikomah, Kampus I UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Kamis (4/9/2025) malam. (Sumber: www.uinsgd.ac.id | Foto: Humas UIN SGD)
Dzikir Kebangsaan dan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Ikomah, Kampus I UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Kamis (4/9/2025) malam. (Sumber: www.uinsgd.ac.id | Foto: Humas UIN SGD)

Biasanya, hanya para maha santri Ma’had al-Jami’ah yang rutin menggelar kegiatan keagamaan, salat berjamaah, kultum, dan peringatan hari besar Islam. Malam itu, setelah salat magrib berjamaah, shalawat terus bergema, barzanji dilantunkan, dan Mahallul Qiyam dibacakan dengan penuh khidmat. Dzikir kebangsaan dipimpin oleh Buya Mujib, dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

Rektor Rosihon Anwar menegaskan Dzikir dan Maulid Nabi ini tidak hanya memperkuat kecintaan kepada Rasulullah Saw, tetapi meneguhkan komitmen kebangsaan di tengah kehidupan beragama dan berbangsa.

“Alhamdulillah di malam Jum’at, saidul ayam, doa terijabah, doa kebangsaan oleh Dr. Mujib dikabulkan. Di tempat yang mulia ini semuanya berdzikir, memberikan kehormatan, keberkahan, dengan terus meneladani Rasulullah dan mengamalkan akhlak mulia. Mudah-mudahan kampus ini menjadi kampus yang rahmatan lil ‘alamin.”

Puncak acara diisi tausiah KH Mahmud, Ketua Senat Universitas, bertajuk Cinta Rasul, Cinta Tanah Air: Merajut Kebhinekaan melalui Dzikir dan Shalawat.

Menurutnya mencintai Rasulullah tidak bisa dipisahkan dari mencintai tanah air. Sambil menuturkan kisah hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah. “Pada saat Rosul akan hijrah dari Mekah ke Madinah, ketika sudah mencapai 40 langkah, Rasulullah menengok ke belakang untuk melihat kota Mekah dan mengatakan, ‘Wahai kota Mekah, andai aku tidak diusir, andai aku tidak dizalimi, berat rasanya aku meninggalkanmu.’”

Guru Besar Sosiologi Pendidikan ini menambahkan, “Rasulullah SAW tetap mencintai Mekah, meskipun sudah berhasil membangun Madinah. Bahkan Nabi memimpin penaklukan Mekah (futuh Mekah) sebagai bukti cintanya pada tanah air. Dalam konteks Indonesia, Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari menegaskan hubbul wathon minal iman, mencintai tanah air adalah bagian dari iman. NKRI harga mati.”

Tradisi Siraman Panjang di Keraton Kasepuhan menjadi salah satu rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Cirebon. (Sumber: Ayocirebon.com | Foto: Erika Lia)
Tradisi Siraman Panjang di Keraton Kasepuhan menjadi salah satu rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Cirebon. (Sumber: Ayocirebon.com | Foto: Erika Lia)

Ziarah Merawat Ingatan

Di tengah khusyuknya acara, ponsel berdering. Pesan dari istri masuk, “Bah, acara Muludan di mana?”

Kujawab singkat, “Ikomah.”

“Pami masih lami bade ngahadiran Muludan di RW 6 nya?”

“Muhun.”

Justru pikiranku melayang ke kampung halaman di Bungbulang, Garut Kidul. Teringat suasana sederhana panggung kayu alakadarnya, hadroh, solawatan, lantunan lagu Rindu Rasul, tumpeng, besek, dan keresek.

Untuk di Pasar lama Bungbulang, daerah yang terkenal dengan camilan opak, wajit, dan sale. Peringatan Maulid Nabi begitu membekas. Seminggu sebelumnya, anak-anak pengajian Masjid Darussalam mendapat tugas dari Ajengan, untuk mengikuti lomba hafalan surat pendek, azan, iqamah, hingga tabligh akbar yang menghadirkan kiai tamu, termasuk KH Jujun Junaedi dengan gaya ceramah penuh humor.

Bagi masyarakat tradisional Indonesia, Muludan kerap diisi dengan ziarah makam dan pembasuhan benda pusaka peninggalan para penyebar Islam. Misalnya perayaan Panjang Jimat di Cirebon, Nyangku di Panjalu (Ciamis), Ngalungsur Pusaka di Makam Prabu Kian Santang (Garut), di Kraton Solo dan Yogyakarta, tradisi sekaten dengan tabuhan gamelan Kiai Sekati menjadi bentuk dakwah kultural yang diwariskan sejak Wali Songo.

Suasana senja di Masjid Raya Al Jabbar (Sumber: Ayo Bandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Suasana senja di Masjid Raya Al Jabbar (Sumber: Ayo Bandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Ekspresi Mencintai Rasulullah

Guru Besar Ilmu Pendidikan Islam Nusantara, Dadan Rusmana menuliskan Maulid Nabi: Ekspresi Kultural Mencintai Rasulullah SAW, salah satu madah paling terkenal adalah Qashidah Burdah karya Imam Bushiri (1213–1294). Qasidah ini bukan hanya ekspresi kerinduan kepada Nabi, tetapi menjadi media perekat umat Islam menghadapi ancaman Mongol dan Perang Salib setelah runtuhnya Baghdad pada 1258 M.

Ingat, tradisi pembacaan sirah nabawiyah dan syair-syair pujian kepada Nabi terus berkembang. Setelah Qashidah Burdah, lahir Qashidah al-Barzanji karya Syaikh al-Barzanji al-Kurdi (1716–1763) dan Simtud Durar karya Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi (1843–1915). Karya-karya ini hingga kini masih dilantunkan di pesantren dan masjid-masjid Nusantara, terutama pada peringatan Maulid Nabi.

Dalam konteks Sunda-Muslim, ada pula karya lokal seperti Syi’r Hisan karya Ajengan Juwaini bin Abdurrahman dari Sukabumi (ditulis 1930-an, populer 1960-an), Riwajat Kangjeng Nabi Moehammad karya Wiranatakusumah V (1888–1965).

Syi’r Hisan berakar pada tradisi pesantren dan Riwajat Kangjeng Nabi Moehammad lebih bergaya historiografi Barat untuk kalangan priyayi dan akademisi Hindia Belanda. (www.jabar.nu.or.id dan www.uinsgd.ac.id).

Acil Bimbo ini dimakamkan di TPU Muslim Cipageran, Cimahi, Selasa (2/9) pukul 11.00 WIB. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Restu Nugraha)
Acil Bimbo ini dimakamkan di TPU Muslim Cipageran, Cimahi, Selasa (2/9) pukul 11.00 WIB. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Restu Nugraha)

Semua maha karya itu menegaskan satu kerinduan, kecintaan pada Rasulullah SAW tak pernah lekang dimakan zaman. Ya dari Ikomah hingga Bungbulang, dari sekaten hingga barzanji, umat Islam terus berusaha merawat spirit profetik, menyatukan diri lewat dzikir, shalawat, dan narasi cinta kepada Baginda Rosul.

Walhasil, lirik Rindu Rosul karya Bimbo terasa menyempurnakan suasana malam yang semakin dingin sambil diiringi hujan yang terus mengguyur Cibiru.

Rindu kami pada-Mu, Ya Rasul

Rindu tiada terperi

Berabad jarak dari-Mu, Ya Rasul

Serasa Dikau di sini

Cinta ikhlas-Mu pada manusia

Bagai cahaya swarga

Dapatkah kami membalas cinta-Mu

Secara bersahaja?

Rindu kami pada-Mu, Ya Rasul

Rindu tiada terperi

Berabad jarak dari-Mu, Ya Rasul

Serasa Dikau di sini

Cinta ikhlas-Mu pada manusia

Bagai cahaya swarga

Dapatkah kami membalas cinta-Mu

Secara bersahaja?

Rindu kami pada-Mu, Ya Rasul

Rindu tiada terperi

Berabad jarak dari-Mu, Ya Rasul

Serasa Dikau di sini

Lantunan syair itu bukan hanya pengobat rindu ke lembur, justru menjadi persembahan cinta untuk Rasulullah sekaligus hadiah doa bagi almarhum Acil Bimbo yang wafat, Senin malam (1/9/2025) sekitar pukul 22.13 WIB di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Sungguh meninggalkan kenangan mendalam bagi kita semua. Alfatihah..! (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)