Stereotipe 'si Kabayan' Masih Menempel Laki-Laki Keturunan Sunda

6 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Iustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Zulfikar Arifuzzaki)
Iustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Zulfikar Arifuzzaki)

Kabayan adalah tokoh fiktif dalam cerita yang terkenal di Jawa Barat. Tokoh Kabayan bermula dari perbincangan mulut ke mulut yang kemudian mulai bertransformasi ke dalam bentuk lain seperti, sastra, cerita anak, drama dan film.

Si kabayan menjadi tokoh yang populer ketika mulai diadaptasi menjadi sebuah film diantaranya: Si Kabayan (1975) yang disutradarai oleh Sofyan Sharna, Si Kabayan Saba Kota & Kabayan dan Gadis Kota (1989) yang disutradarai oleh Eddy D. Iskandar, Si Kabayan & Anak Jin (1991), Si Kabayan Saba Metropolitan (1992) yang disutradarai oleh Maman Firmanjah, Si Kabayan Cari Jodoh (1994) dan Si Kabayan dari Milyuner (2010) yang disutradarai oleh Guntur Soeharjato.

Menurut sebuah penelitian yang ditulis oleh Iwan Muhammad Ridwan dengan judul Si Kabayan dalam Kehidupan Masyarakat Sunda, menyebutkan bahwa cerita Si Kabayan sudah begitu mengakar bagi masyarakat Jawa Barat khususnya suku Sunda, sehingga masyarakat secara luas mengenal Kabayan sebagai salah satu identitas dari laki-laki Sunda.

Karakter Kabayan dipresentasikan sebagai sosok yang pemalas, jenaka tapi sedikit cerdas yang begitu melekat pada laki-laki Sunda dengan latar belakang kehidupan di pedesaan.

Melalui film, tokoh Si Kabayan di simbolkan menjadi karakter masyarakat Sunda. Sejauh ini karakter Si Kabayan hanya hidup dalam imajinasi masyarakat yang menghidupkannya. Tapi apakah sebetulnya Si Kabayan hanya karangan fiksi semata ? atau justru kritik sosial terhadap laki-laki keturunan Sunda ?

Sepanjang hidup, saya seringkali melihat realitas kehidupan laki-laki Sunda di lingkungan terdekat yang saya tinggali. Mungkin saat kecil saya tidak bisa menjustifikasi sosok laki-laki yang pernah saya lihat sebagai bagian dari representasi " Kabayan". Namun seiring bertambahnya usia, informasi kian terbuka, terlebih di era yang masif dengan internet.

Jika saya mengulang lagi memori masa lalu rasanya saya melihat beberapa laki-laki memiliki karakter seperti Kabayan. Bahkan tak hanya masa lalu, laki-laki dengan karakter Si Kabayan masih sering saya temui di lapangan hingga hari ini.

Waktu kecil saya pernah melihat ada seorang pasangan suami istri, saya lihat setiap hari istrinya selalu pergi pagi-pagi ke pasar untuk membeli bahan jualan lotek dan karedok. Tak hanya itu mulai dari menyiapkan bahan hingga melayani pembeli dilakukannya seorang diri. Sementara suaminya hanya merokok, kadang terlihat berkumpul dan mengobrol dengan bapak-bapak yang lain.

Kemudian beranjak remaja menjelang dewasa, ketika saya baru mengenal dunia kerja. Di lingkungan sekitar saya bekerja, saya melihat mayoritas perempuan bekerja dan berjualan. Sementara suaminya hanya ayun-ayun kaki bak raja.

Biasanya di pagi hari sekitar jam 9 mereka berkumpul di depan toko, tempat saya bekerja. Kelihatannya belum mandi, dengan wajah yang berminyak dan rambut yang sedikit acak-acakan, juga pakaian yang kusut seolah menandakan bahwa mereka baru bangun tidur.

Menjelang makan siang, mereka pergi ke warteg lalu makan di depan toko sambil berbincang tipis-tipis dengan bapak-bapak lainnya. Tak berselang lama mereka merokok sambil tertawa terbahak-bahak bahkan tak jarang pandangannya tidak di jaga setiap ada wanita yang dianggap cantik lewat. Menjelang malam mereka berkumpul lagi sambil bermain kartu, merokok, berjudi bahkan hingga minum-minum.

Sementara saya lihat istrinya berjualan dari pagi menjelang sore bahkan beberapa hingga larut malam. Selain itu istrinya juga yang harus merawat dan memenuhi kebutuhan anaknya. Tak jarang ketika memandikan sang anak, warung di tutup sementara dan kembali lagi jika urusan dosmetik sudah selesai.

Berlanjut hingga hari ini, di lingkungan tempat kerja yang berbeda, saya juga menemukan laki-laki suku Sunda yang hampir serupa. Setiap hari kegiatannya hampir selalu sama, di mulai pagi hari berjemur di bawah sorot matahari, sambil sesekali memberi makan atau memandikan burung dalam sangkar.

Siang harinya berkumpul sambil mengobrol mirip ibu-ibu yang sedang bergosip. Menjelang sore mereka pulang dan malam hari berkumpul lagi sambil minum kopi dan merokok membicarakan hal-hal ngalor-ngidul. Adapun di hari libur panjang biasanya mereka pergi untuk memancing ikan di balong (kolam ikan) terdekat.

Sementara perempuannya beragam ada yang bekerja di pabrik, ada yang berjualan ada juga yang berdiam diri di rumah menjadi juragan kontrakan karena memiliki warisan dari kedua orang tuanya.

Sebagai keturunan Sunda saya juga ingin menyangkal bahwa laki-laki sunda di pandang menjadi representasi tokoh Si Kabayan tapi realitas yang ada mengatakan sebaliknya. Fakta bahwa mayoritas laki-laki Sunda memiliki karakter yang pemalas memang tak bisa ditutupi.

Bahkan sebagian dari perempuan yang menikah dengan laki-laki Sunda banyak mengambil peran ganda yaitu menjadi ibu rumah tangga sekaligus kepala keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Data BPS Pengangguran di Jawa Barat (Feb/2025) (Sumber: Data BPS)
Data BPS Pengangguran di Jawa Barat (Feb/2025) (Sumber: Data BPS)

Berdasarkan data statistik (BSP) tingkat pengguran di Kota Bandung pada bulan Juni 2025 menunjukkan angka 7,4% dengan jumlah pengangguran sebanyak 100.300 orang.

Sementara tingkat pengangguran secara keseluruhan di Jawa Barat pada Februari 2025 diklasifikasikan berdasarkan jenis kelamin, pengangguran laki-laki sebanyak 7,11% sementara pengangguran perempuan sebanyak 6,14%. Jumlah ini menyiratkan bahwa jumlah pengangguran di Jawa Barat masih didominasi oleh kaum laki-laki.

Dibandingkan dengan kota besar lainnya seperti Jakarta ternyata tingkat penganggurannya cenderung lebih kecil dari Jawa Barat yaitu 6,18%, sementara Surabaya 6,06%, Medan 5,05%, Semarang 5,82% dan Yogjakarta sebanyak 3,18%.

Sementara di media sosial x sedang ramai ketika cuitan Panji Pragiwaksono mengenai peran laki-laki dalam film yang berjudul "Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah" dikomentari oleh salah satu produser akun Instagram @bobotohid sekaligus owner dari @maungchicken bernama @ekomaung69.

Entah bermaksud serius, bercanda atau sarkas tapi komentar tersebut diwarnai dengan komentar pro dan kontra dari sudut pandang perempuan dan laki-laki. Dalam postingan instagramnya pemilik akun @ekomaung69 ini kembali menyusun screenshoot komentar para lelaki yang mengamini pernyataan tersebut.

"@irfannyAvin, standar dua bari udud magnum"

"@_iqbaaal69, pinjol, judol, michat"

"@3l_mubaraq, P info teteh teteh yg kerja di pabrik tekstil terkenal di Rancaekek pak Eko"

"@rayminami_ jadikanlah tulang rusukmu sebagai tulang punggungmu"

"@ilhamhm, kearipan lokal"

"@ketuapaguyubanmasyarakat, A man's dream"

"@fourtless1, justru itu letak asiknya"

"@jkt_ans, figur ayah modern"

Cuitan akun X Panji Pragiwaksono (Sumber: Instagram | ekomaung69)
Cuitan akun X Panji Pragiwaksono (Sumber: Instagram | ekomaung69)

Sementara di akun Instagram ada beberapa akun perempuan yang mengamini bahkan kesal dengan screenshoot yang dibagikan oleh eko.

"silvia_moch, Sebagai tth2 pabrik saya bilang ini 100 persen fakta bukan candaan, welcome dark world"

"noirmoria, Gatau, ga masuk di candaan gua ini. Bacanya malah sakit hati"

"ameldatriaguna, Apakah pepatah kolot : harga diri lelaki adalah bekerja sudah tidak lagi relevan ketua ?"

"rifamaghira, pas ayah udah meninggal, ibu beberin apa aja yang dia alami. Dulu aku kira yang kek gini tuh candaan doang, ternyata rill"

Meski fakta di lapangan di dominasi fenomena yang demikian, laki-laki Sunda juga ada yang memiliki karakter pekerja keras dan bertanggung jawab, meski jumlahnya lebih sedikit dari apa yang sudah pernah saya temui. Juga beberapa cerita yang teman sekitar saya lalui.

Ada satu hal yang selalu saya dengar selama tinggal di wilayah Sunda, beberapa masyarakatnya memiliki prinsip "kumaha engke" (gimana nanti). Prinsip tersebut dinilai mengacu pada sikap "santai saja", yang bisa diartikan tidak memiliki perencanaan atau pikiran jangka panjang dan cenderung malas memikirkan masa depan.

Kondisi tataran Sunda yang masih didominasi oleh lingkungan pedesaan yang asri dengan hamparan sawah yang hijau dan megahnya gunung-gunung, udara yang masih sejuk, melimpahnya hasil bumi seperti buah-buahan dan sayuran tentu akan berpengaruh kepada kehidupan dan karakter masyarakatnya. Bahkan Bandung dikenal dengan julukan kota "slowing living" karena adanya kolerasi gaya hidup konsumtif dan budaya "kumaha engke" tersebut.

Bila dibandingkan dengan Jakarta yang memiliki suhu yang panas justru membuat sebagian masyarakatnya lebih semangat dalam melakukan aktivitas. Kondisi lingkungan perkotaan yang dinamis membentuk karakter kuat dan tangguh serta mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Keterbatasan sumber daya juga memicu masyarakatnya untuk lebih inovatif demi bertahan dan berkembang di kota besar.

Kesimpulannya, menurut saya representasi sosok "Kabayan" masih melekat dengan laki-laki Sunda. Meski demikian ini tidak berlaku secara keseluruhan karena masih ada juga laki-laki Sunda yang memiliki rasa tanggung jawab dalam dirinya sebagai kepala keluarga.

Meski demikian kita juga tidak bisa menutup kenyataan bahwa sosok "Kabayan" yang disimbolkan dalam film telah mewujud sosok yang nyata. Ini menjadi bagian fakta dari Kota Bandung, ini adalah bagian dari sisi gelap Kota Bandung yang semoga kedepannya bisa diperbaiki dan menjadi perhatian bersama. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)