Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Bandung Barometer Peradaban Budaya Sunda

4 menit baca
Bayu Hikmat Purwana
Ditulis oleh Bayu Hikmat Purwana diterbitkan Rabu 24 Sep 2025, 09:12 WIB
Ada tantangan nyata di ruang publik Bandung dimana rasa kasundaan yang kian bergeser. (Sumber: Pexels/Muhammad Endry)

Ada tantangan nyata di ruang publik Bandung dimana rasa kasundaan yang kian bergeser. (Sumber: Pexels/Muhammad Endry)

Bandung dikenal sebagai kota kreatif, kota pendidikan, sekaligus kota yang ramah anak muda. Di balik semarak musik, fesyen, dan kuliner yang selalu trendi, ada sisi lain Bandung yang tak kalah penting yaitu museum dan bangunan heritage. Di sana, jejak peradaban tersimpan, seakan menjadi mesin waktu yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini, sekaligus memberi arah untuk masa depan.

Museum Geologi menyimpan kisah bumi jutaan tahun lalu. Museum Konferensi Asia Afrika menghadirkan semangat solidaritas global dari 1955 yang masih relevan hingga kini. Museum Sri Baduga merawat narasi kebudayaan Sunda dari tradisi agraris hingga kesenian rakyat.

Museum Pendidikan Indonesia di Universitas Pendidikan Indonesia memberi ruang refleksi tentang perjalanan pendidikan nasional. Sementara, Museum Mandala Wangsit Siliwangi yang menampilkan koleksi militer yang menceritakan sejarah Divisi Siliwangi.

Selain itu, masih banyak museum lain di Bandung. Museum Kota Bandung, Museum Pos Indonesia, Museum Barli, Museum 3D, Museum Gedung Sate, hingga Museum Preanger yang mengoleksi artefak kolonial termasuk memorabilia tokoh Charlie Chaplin dan Amelia Earhart.

Di luar museum, Bandung juga memiliki bangunan ikonik yang ditetapkan sebagai cagar budaya, seperti Gedung Dwi Warna, Rumah Inggit Garnasih, Gedung Indonesia Menggugat, bangunan di area jalan Braga, termasuk cagar budaya Goa Jepang di Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda di Dago Pakar.

Kehadiran museum dan cagar budaya menjadikan Bandung bukan sekadar kota berbudaya, tetapi juga kota dengan ingatan kolektif yang hidup. Lebih jauh, keduanya bisa menjadi bagian dari learning journey yang terintegrasi dengan pembelajaran di sekolah, kampus, bahkan edukasi keluarga.

Siswa bisa belajar sejarah secara langsung di ruang pamer, mahasiswa bisa mengaitkan teori dengan koleksi nyata, sementara keluarga bisa menjadikannya sebagai rekreasi edukatif yang menyenangkan.

Namun, ada tantangan nyata di ruang publik Bandung dimana rasa kasundaan yang kian bergeser. Bahasa Sunda makin jarang terdengar, terutama di kalangan anak muda. Identitas budaya lokal berisiko terkikis oleh derasnya arus urbanisasi dan globalisasi. Jika tidak ada upaya serius untuk menjaga dan melestarikannya, warisan budaya Sunda bisa tinggal nama.

Di sinilah peran museum dan tradisi lokal seperti wayang golek menjadi sangat penting. Wayang golek bukan sekadar hiburan, melainkan media pembelajaran budaya dan peradaban. Cerita Mahabharata dan Ramayana yang dikemas dengan kelakar-kelakar unik keluarga Semar Badranaya yang penuh petuah moral dan nilai agamis.

Dari lakon-lakon itulah masyarakat belajar tentang keadilan, kesetiaan, kebijaksanaan, sekaligus menumbuhkan kebanggaan berkebudayaan Sunda.

Siswa mengikuti kegiatan permainan tradisional di SDN 164 Karangpawulang, Jalan Karawitan, Kota Bandung, Kamis 5 Desember 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Siswa mengikuti kegiatan permainan tradisional di SDN 164 Karangpawulang, Jalan Karawitan, Kota Bandung, Kamis 5 Desember 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Permainan tradisional Sunda seperti galah asin, oray-orayan, sondah, ucing sumput, egrang, perepet jengkol, bebentengan, boy-boyan, slep dur, dan banyak lagi. Permainan itu tidak hanya menghibur dan melatih motorik keseimbangan, tetapi juga menanamkan nilai solidaritas sosial, strategi, hingga kepemimpinan.

Menghidupkan kembali permainan tradisional berarti memperkuat identitas budaya di tengah modernisasi kota, sekaligus mengembalikan ruang publik yang mendidik.

Sejarah juga membuktikan bahwa kearifan Sunda mampu melahirkan pemimpin besar. Prabu Siliwangi dihormati karena kepemimpinannya yang arif dan menekankan keselarasan dengan alam. Dewi Sartika menjadikan pendidikan sebagai jalan emansipasi.

Otto Iskandar Dinata, “Si Jalak Harupat” menunjukkan ketegasan dan keberanian dalam memperjuangkan kebenaran. Sementara K.H. Ahmad Sanusi menghadirkan wajah kepemimpinan religius yang membumi.

Selain tokoh historis, Sunda juga melahirkan tokoh imajinatif “Si Kabayan”. Sosok legendaris ini representasi dari kesederhanaan, kebersahajaan, dan keluguan orang Sunda. Dengan kelucuannya Kabayan mampu menyampaikan kritik sosial yang tajam, namun menghibur. Kabayan menjadi simbol kemampuan orang Sunda menyampaikan kebijaksanaan tidak hanya lewat ketegasan, tetapi lewat humor yang menggugah.

Jika Si Kabayan hadir dalam tokoh imajinatif, Kang Ibing (Raden Aang Kusmayatna Kusumadinata) mewujudkannya di panggung nyata. Dengan gaya humor ceplas-ceplosnya, Kang Ibing menyampaikan pesan moral dan kritik sosial tanpa kehilangan kelucuannya. Kehadiran kang Ibing membuktikan bahwa karakter Sunda yang penuh kelakar bisa terus relevan di era modern.

Pertanyaannya, siapa yang mau mempertahankan budaya Sunda selain orang Sunda itu sendiri? Kalimat retoris yang menjadi pengingat sekaligus motivasi dari penggiat budaya Sunda masa kini, Wawan “Hawe” Setiawan yang memilih kesusastraan sebagai pintu masuknya.

Hawe melanjutkan jejak peran Kang Ibing merawat bahasa, makna, dan identitas Sunda melalui tulisan agar tetap bernapas di tengah derasnya arus urbanisasi dan globalisasi.

Tokoh-tokoh nyata maupun imajinatif tersebut, membuktikan bahwa kasundaan bukan sekadar identitas kultural, melainkan fondasi kepemimpinan dan karakter sosial. Maka, melestarikan bahasa, seni, dan tradisi Sunda berarti menjaga sumber inspirasi bagi generasi mendatang.

Bandung punya posisi strategis sebagai simpul budaya, pendidikan, dan kreativitas di Jawa Barat. Apa yang berhasil dijaga dan dikembangkan di Bandung, akan menjadi barometer keberhasilan pembangunan peradaban dan budaya Sunda.

Bayangkan jika museum, permainan tradisional (kaulinan), dan wayang golek berkolaborasi dalam format modern, seni pertunjukan dalam bentuk digital interaktif, wayang hologram, atau cerita yang diadaptasi dalam game edukasi berbahasa Sunda. Dengan begitu, anak-anak muda tidak hanya mengenal Sunda dari buku teks, tetapi mengalaminya secara langsung dan menyenangkan.

Museum, cagar budaya, kaulinan, wayang golek, Si Kabayan, semua berpadu menjadi kearifan Sunda yang menjadi pijakan “Bandung Berbudaya”. Bukan sekadar slogan, melainkan arah masa depan Kota Bandung yang bermartabat. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Bayu Hikmat Purwana
Analis Kebijakan dengan bidang kepakaran pengembangan kapasitas ASN di Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Talenta ASN Nasional LAN RI

Berita Terkait

News Update

Beranda 28 Mei 2026, 09:45

Idul Adha 1447 H, PLN NP UP Cirata Tebar Kepedulian lewat Bantuan Hewan Kurban

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan 5 sapi dan 21 kambing kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 09:34

Harga Mahal Sebuah Piala: Saat Euforia Juara Persib Bandung Harus Dibayar dengan Nyawa

Merayakan Persib boleh menggila, tetapi logika dan kemanusiaan jangan sampai ikut mati.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 28 Mei 2026, 00:27

Kelola Belanja Keluarga lewat HP, Ibu Rumah Tangga Perlu Paham Ancaman Digital Perbankan

Era digital yang sudah serba canggih telah memberikan kemudahan untuk pelbagai sektor, termasuk perbankan.

Aplikasi BRImo dari Bank BRI. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 18:04

Wajah Ganda Kota Kembang: Ramah Wisatawan, Menantang bagi Pekerja

Bandung memikat jutaan wisatawan, tetapi pekerjanya menghadapi tekanan biaya hidup.

Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 27 Mei 2026, 15:17

Ketika BUMDes dan BRILink Jadi Duet Andalan untuk Tingkatkan Ekonomi Desa Margamukti

BRILink di Margamukti adalah cermin dari cara berpikir BUMDes Marga Makmur secara keseluruhan.

Agen BRILink BUMDes Marga Makmur, di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 13:19

Ibadah Qurban atau Ibadah Udhiyyah? Yuk Kenali Istilah yang benar dalam Islam

Seringkali terdengar ibadah qurban pada momentum Idul Adha, apa arti sebenarnya?

Hewan udhiyyah di Indonesia adalah sapi, kambing, domba, kerbau (Sumber: Pixeabay | Foto: Paskvi)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 12:31

Menolak Lupa: Surat Samantha untuk Perdamaian Dunia

Kisah seorang anak yang memberi pesan bahwa perdamaian dunia adalah hak mutlak setiap umat manusia

Samantha Smith (Sumber: Kennebec Journal)
Beranda 27 Mei 2026, 10:59

Sambut Idul Adha, PLN Nusantara Power Pastikan PLTA Cirata Beroperasi Prima

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.
Beranda 27 Mei 2026, 10:38

Kalau Tidak Ada Ketupat, Rasanya Bukan Lebaran

Lapak-lapak kecil di Jalan Gurame memperlihatkan satu hal sederhana beberapa tradisi ternyata masih bertahan.

Rio penjual ketupat musiman di Jalan Gurame, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 10:06

Cicaheum Purna, Mampukah Leuwipanjang Menanggung Bebannya?

Pemusatan terminal ke Leuwipanjang patut diapresiasi karena membawa janji modernisasi.

Suasana Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 26 Mei 2026, 09:51

Dupan, Ketika Citarum Menolak Surut

Banjir kembali merendam Sapan Bandung. Luapan Sungai Citarum membuat Dupan terus hidup sebagai langganan genangan warga.

Banjir Citarum di Sapan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 09:29

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026

PT PLN Nusantara Power UP Cirata sukses memborong penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026 atas komitmen keberlanjutan sosial mereka.

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026