Orang yang Luwes dalam Beragama, Apakah Otomatis Liberal?

Arfi Pandu Dinata
Ditulis oleh Arfi Pandu Dinata diterbitkan Selasa 14 Okt 2025, 10:13 WIB
Dalam keluwesan itu, agama menjadi ruang yang menentramkan, bukan menakutkan. (Sumber: Pexels/Pok Rie)

Dalam keluwesan itu, agama menjadi ruang yang menentramkan, bukan menakutkan. (Sumber: Pexels/Pok Rie)

Langsung saja kita jawab, belum tentu, bahkan jauh dari itu.

Seringkali kata “liberal” di masyarakat populer dibayangkan sebagai orang yang bebas, hedonis, apalagi soal pergaulan bebas, duniawi, dan seolah tidak punya prinsip beragama. Jauh sekali dari makna yang sebenarnya kita mau bicarakan.

Luwes dalam beragama bukan soal itu. Luwes itu kritis, selalu mempertanyakan, melihat konteks, sejarah, dan akar budaya. Ia hidup dengan kecurigaan pada klaim-klaim yang kerap menjadi momok bagi banyak orang. Terutama yang memonopoli kebenaran atas nama Tuhan dan menutup ruang dialog, serta perbedaan tafsir yang sesungguhnya kaya dan manusiawi.

Ia juga adaptif, rendah hati, dan membumi. Meletakkan nalarnya dengan bijaksana. Dia dialogis, mendengar suara-suara yang tak terdengar, menghargai pengalaman orang lain, sekaligus sadar dari mana dirinya tumbuh, rumah dan tradisi yang membentuknya. Dalam dirinya, kearifan lahir dari keseimbangan antara berpikir dan merasakan, antara mendengar dan berbicara, antara menjaga warisan lama dan menyapa dunia baru.

Orang yang luwes berani menggugat ketidakadilan dan menggoyahkan status quo, tapi selalu beradab dan bermartabat. Ia tidak melawan dengan kemarahan, melainkan dengan kejernihan pikiran. Kritiknya lahir dari cinta terhadap kebenaran dan kemanusiaan, bukan karena ambisi pribadi.

Ia tahu bahwa melawan ketidakadilan bukan berarti menebar kebencian, melainkan menegakkan martabat manusia. Ia menantang struktur yang timpang tanpa kehilangan rasa hormat pada manusia yang berada di dalamnya.

Ia juga tidak sembarangan menggurui mereka yang sudah hidup lama. Setiap sikap dan tindakannya dipikirkan dengan hati-hati. Bagi orang luwes, kecerdasan memang penting tapi bukan satu-satunya ukuran kemuliaan. Yang lebih utama adalah teladan dan praktik sehari-hari yang membumi.

Ia belajar dari pengalaman, dari kesalahan, dari kisah orang lain, dari alam, dari kesendiriannya. Luwes itu pembelajar yang terus mencari, mengerti banyak hal tanpa kehilangan arah, dan selalu menambatkan diri pada akhlak serta prinsip moral universal.

Yang menarik, luwes menawarkan opsi, memperjuangkan idealisme tanpa menutup perspektif berbeda. Termasuk dari lawan atau oposannya. Ia menolak kekerasan.

Hidupnya sederhana, bersahaja, ugahar. Ia tidak butuh pengakuan atau sorotan untuk merasa berarti. Dalam kesunyian sekalipun, ia tetap setia pada nilai-nilai yang diyakininya. Ada orang ataupun lagi sendiri, sikapnya sama, tenang, jujur, dan bukan artifisial.

Bukan hura-hura, bukan memuja materi belaka. Ia menemukan kebahagiaan justru dalam kesederhanaan, dalam kemampuan menikmati hal-hal kecil yang sering dilewatkan orang lain.

Saluran digital islami kini telah jadi hal lumrah dan mudah ditemukan. (Sumber: Pexels/esralogy)
Saluran digital islami kini telah jadi hal lumrah dan mudah ditemukan. (Sumber: Pexels/esralogy)

Sabar, reflektif, pengampun, dan apa adanya. Spiritualitasnya lahir dari batin yang dalam, bukan sekadar ritual yang mekanistik. Ia menjalankan ibadah bukan karena kewajiban sosial, tapi karena kebutuhan jiwa untuk terhubung dengan sesuatu yang lebih besar dari dirinya.

Dan itu terus dilatih, hari demi hari, dalam setiap keputusan kecil yang ia ambil. Ia belajar bahwa kesalehan bukan diukur dari seberapa sering ia terlihat berdoa, tapi seberapa tulus ia berbuat baik ketika tak ada yang melihat.

Luwes juga asik. Dia bisa masuk ke berbagai lapis identitas. Dari yang paling serius, seru, sampai yang paling receh. Dia ikut nongkrong, tiduran, kadang males, tetap manusiawi. Dia guyub, ikut baur, hidup sebagaimana orang biasa. Tanpa sok iya, ingin terlihat sempurna. Ia tahu bahwa kebijaksanaan tidak selalu lahir dari ruang-ruang formal, tapi sering muncul di tengah canda dan keluguan.

Dalam keakrabannya dengan banyak kalangan, ia belajar memahami dunia dari berbagai sudut pandang. Justru karena tidak menjaga jarak itulah, pandangannya luas, tidak menghakimi, dan selalu menemukan makna di balik hal-hal yang tampak remeh.

Yang lebih penting, luwes memandang isu bukan sekadar masalah global, tapi juga masalah lokal. Masalah orang-orang di sekitarnya.

Dia punya mimpi besar, tapi mencicilnya dalam keseharian. Ia sadar bahwa perubahan sejati tidak lahir dari klaim besar, melainkan dari tindakan kecil yang konsisten.

Sepanjang hari dan setiap hari, ia bekerja dalam diam, tapi dampaknya terasa nyata bagi mereka yang hidup di dekatnya.

Luwes jelas berbeda dari guminter, ia mencari jalan termudah dan sering meringankan beban orang lain. Tapi luwes tetap tegas dan disiplin pada dirinya sendiri, sekaligus memberi ruang bagi orang lain untuk hidup merdeka. Ia tidak merasa perlu menunjukkan kehebatan, karena yang ia kejar bukan pengakuan, melainkan kemanfaatan hidup.

Pada akhirnya, keluwesan dalam beragama adalah wujud kematangan spiritual yang tidak banyak dimiliki orang.

Ia bukan soal longgar terhadap nilai, melainkan kemampuan untuk hidup dengan arif di tengah perbedaan dan perubahan. Ia tidak memaksa orang lain untuk sejalan dengannya.

Dalam keluwesan itu, agama menjadi ruang yang menentramkan, bukan menakutkan. Luwes adalah seni menjalani religi dengan akal yang terbuka, hati yang teduh, dan laku yang tulus. Sebuah cara beragama yang tidak hanya cerdas, tapi juga beradab dan penuh kasih. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Arfi Pandu Dinata
Menulis tentang agama, budaya, dan kehidupan orang Sunda
Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 28 Nov 2025, 23:00 WIB

Trotoar di Bandung: Jalan Kaki di Zaman Sandal Jepit ke Zaman Sneaker Premium

Trotoar di Bandung bukan sekadar tempat berjalan, tapi panggung kehidupan kota — kadang panggung tragedi, kadang komedi, seringnya keduanya sekaligus.
Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Biz 28 Nov 2025, 21:27 WIB

Membangun Kebiasaan Aman di Jalan Bersama Sadulur Bikers Bandung Timur

Keselamatan berkendara di Bandung kini bukan lagi sekadar kampanye, melainkan sebuah kesadaran yang perlahan tumbuh menjadi budaya.
Ilustrasi. Keselamatan berkendara di Bandung kini bukan lagi sekadar kampanye, melainkan sebuah kesadaran yang perlahan tumbuh menjadi budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 20:51 WIB

An Se Young Ratu Bulu Tangkis Korea yang Berhati Bersih dan Senang Berbagi

Sepanjang 2025, An Se Young berhasil menjuarai 10 dari 14 turnamen internasional yang ia ikuti.
Sepanjang 2025, An Se Young (kiri) berhasil menjuarai 10 dari 14 turnamen internasional yang ia ikuti. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kim Sunjoo)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 19:11 WIB

Cadasngampar dan Cicadas Itu Endapan Material Letusan Gunung Api 

Menelisik asal-asul nama geografis Cicadas dan Cadasngampar.
Cadasngampar di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. (Sumber: Citra satelit: Google maps)
Ayo Jelajah 28 Nov 2025, 18:46 WIB

Hikayat Kota Hantu Semipalatinsk, Halaman Belakang Uni Soviet yang jadi Kuburan Senyap Radiasi

Kisah suram Semipalatinsk, situs uji coba nuklir Soviet yang meninggalkan radiasi dengan jejak 456 ledakan nuklir, jutaan penduduk terdampak, dan kota yang membeku dalam kesunyian
Tampakan Semipalatinsk di Semey, Kazakhstan dan bekas lokasi uji coba senjata nuklir utama Uni Soviet dari tahun 1949 hingga 1989 (Sumber: Google Earth)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 18:37 WIB

Tren Olahraga Pilates: Solusi Kebugaran Holistik untuk Gaya Hidup Urban Bandung

Maulia Putri seorang praktisi gaya hidup sehat di Bandung, menceritakan manfaat pilates yang menjadikan latihan ini sebagai rutinitas.
Dua perempuan sedang melakukan latihan pilates pada Sabtu Siang, (08/11/25) di Studio Pilates Mekarwangi, Bojongloa Kidul, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penuis | Foto: Maya Amelia)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 18:15 WIB

Menyalakan Kehidupan Malam di Tengah Hening Lembang

Saat malam mulai turun di kaki Gunung Burangrang, kawasan Dusun Bambu berubah menjadi ruang wisata penuh cahaya.
Cahaya lampu menghiasi suasana malam di area wisata Dusun Bambu Lembang, (06/10/2025) (Foto: Dokumentasi Pihak Narasumber.)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 17:20 WIB

Kreativitas Generasi Z Bawa Warna Baru bagi Industri Pernikahan Bandung

Inovasi Gen Z dari Marlina mendorong Indhira Wedding Organizer berkembang pesat di Bandung.
Tim Indhira Wedding Organizer mengatur prosesi pernikahan adat Sunda di Bandung dengan detail dan kehangatan (18/10/2025). (Sumber: Indhira Wedding Organizer)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 17:03 WIB

Inovasi Risol yang Menggabungkan Citra Rasa Modern dan Pelestarian Budaya Sunda

Mourisol menyajikan risol premium dengan 8 varian rasa unik. Ukurannya besar, cocok sebagai pengganti makan berat.
Gambar 1.1 Rissol yang menjadi keunggulan Mourisol (5/11/2025) (Foto: (Sumber:Maura))
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 16:49 WIB

Makna Budaya Siraman dalam Pernikahan Adat Sunda

Pengantin asal Bandung, memilih melaksanakan tradisi siraman sebelum prosesi pernikahannya sebagai bentuk penyucian diri dan pelestarian budaya adat Sunda.
Mutiara Syoba’ah sedang melakukan budaya sakral siraman sebelum melangkah ke jenjang pernikahan, Jumat (14/01/2022) (Sumber: Dokumentasi Wedding Organizer | Foto: Ali Solehudin)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 16:39 WIB

Ko Dalang Menghidupkan Warisan Wayang Golek di Tengah Arus Modernisasi Budaya

Wayang Golek dihidupkan Ko Dalang Irfan lewat inovasi bahasa, durasi, dan alur modern.
Ko Dalang menampilkan pertunjukan Wayang Golek di Saung Angklung Udjo diiringi  dengan musik tradisional Sunda, Kamis (6/11/25), Kec. Cibeunying Kidul, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Ishanna Nagi)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 15:24 WIB

Mengulik Gedung Kosong 30 Tahun yang Disulap Jadi Rumah Hantu Braga

Wahana seru sekaligus uji nyali di tengah Kota Bandung.
Tampak depan Rumah Hantu Braga di Jalan Braga, Kota Bandung, Rabu 29 September 2025. (Foto: (Sumber: Dokumentasi Penulis | foto: Muhammad Amril Fathurrahman Rovery)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 14:29 WIB

Perluasan Area Petting Zoo Farmhouse Lembang: Pengalaman Belajar yang Menarik dan Seru

Wisata edukasi bernuansa Eropa yang terletak di dataran tinggi wilayah Bandung.
Seoarang anak memberi makan kelinci di area petting zoo Farmhouse Lembang (Sabtu 8/11/25). (Sumber: Fauzi Ananta)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 13:01 WIB

Olahraga Musim Dingin di Tengah Hangatnya Kota Kembang

Sensasi meluncur di atas es dengan latar taman hijau, arena semi outdoor pertama di Indonesia ini jadi spot seru.
Pengunjung menikmati kegiatan bermain ice skating pada sore hari di Garden Ice Rink, Paris Van Java, Bandung (14/09/2025). (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 10:42 WIB

Tips Mancing Gacor dari Komunitas! Wajib Tahu Komposisi Bahan terhadap Kualitas Umpan Ikan

Yang bikin Umpan TMK beda dari yang lain, bahan-bahannya bukan asal-asalan.
Team TOMCAT FISHING mengikuti lomba memancing acara DR FISHING Competition dan mendapatkan hadiah uang tunai pada 17 September 2025. (Sumber: Radhit Adhiyaksa Hermanto | Foto: Dokumentasi pribadi)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 09:33 WIB

Pelari Kalcer Merapat! Komunitas Olahraga Gen-Z Hadir di Kota Bandung

Berawal dari rasa FOMO, para Gen-Z di Bandung mulai menjadikan olahraga sebagai pilihan gaya hidup.
Para Anggota Olahraguys Sedang Melakukan Persiapan Untuk Kegiatan FunRun X Mad.Cultureid, Sukajadi, Kota Bandung (21/10/2025) (Sumber: Olahraguys | Foto: Olahraguys)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 08:59 WIB

Yoga Outdoor, Tren Hidup Sehat di Bandung

Sanggar Senam Vinisa menawarkan kelas untuk semua usia, memberi relaksasi, ketenangan, dan interaksi sosial, dengan tarif terjangkau.
Peserta melakukan yoga bersama di outdoor, Podomoro Park, Kabupaten Bandung pada Minggu (2/11/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wan Maulida Kusuma Syazci)
Ayo Netizen 27 Nov 2025, 20:14 WIB

Pintu Rumah yang Tidak Pernah Tertutup

Pak Katenen seorang ASN yang bertugas di bagian Bimbingan Mental di TNI AU Lanud Sulaiman.
Ilustrasi rumah di dekat lingkungan pesantren. (Sumber: Ilustrasi AI)
Ayo Biz 27 Nov 2025, 19:55 WIB

Potensi Bisnis Mall Bandung Menguat di Tengah Tren Konsumsi dan Gaya Hidup Urban

Mall di Bandung tidak lagi sekadar menjadi ruang transaksi, melainkan telah bertransformasi menjadi destinasi pengalaman yang menyatukan belanja, hiburan, kuliner, dan interaksi sosial.
Ilustrasi. Mall di Bandung tidak lagi sekadar menjadi ruang transaksi, melainkan telah bertransformasi menjadi destinasi pengalaman yang menyatukan belanja, hiburan, kuliner, dan interaksi sosial. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Jelajah 27 Nov 2025, 18:36 WIB

Hikayat Johny Indo, Robin Hood Garut Pemburu Harta Orang Kaya

Kisah lengkap Johny Indo, si Robin Hood Garut yang merampok orang kaya, kabur dari penjara, hingga membintangi banyak film aksi.
Johny Indo, Robin Hood dari Garut.