Historitas Goa Jepang, dari Bunker Perang Jadi Destinasi Wisata Sejarah

2 menit baca
Khayru Nizam
Ditulis oleh Khayru Nizam diterbitkan
Goa Jepang, Kompleks Tahura Jl. Ir. H. Juanda, Bandung, 25/10/2025. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Khayru Nizam Pria Nugroho)
Goa Jepang, Kompleks Tahura Jl. Ir. H. Juanda, Bandung, 25/10/2025. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Khayru Nizam Pria Nugroho)

Di balik rindangnya pepohonan dan sejuknya udara kawasan wisata Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Bandung, tersimpan peninggalan sejarah yang jarang dikenal generasi muda masa kini. Goa Jepang, salah satu situs pertahanan peninggalan tentara Jepang pada masa Perang Dunia II.

Situs itu masih berdiri kokoh menyimpan jejak perjuangan serta kisah kelam di balik lorong-lorong gelapnya. Tempat ini bukan sekadar objek wisata, tapi tempat sejarah yang menyimpan cerita tentang perjuangan dan penderitaan.

Aji, pemandu wisata Goa Jepang menjelaskan di lorong pertama yang kini ramai dilalui wisatawan dahulu nya merupakan jalur logistik, yang dimana menurutnya disana, Goa Jepang ini memiliki tiga lorong utama dengan empat pintu masuk dan dua ventilasi udara yang digunakan juga sebagai jalur pelarian. 

“Dulu goa ini dibangun untuk digunakan sebagai tempat persembunyian, interogasi sama untuk penyimpanan logistik kayak amunisi dan lain lainnya,” tutur Aji, pemandu wisata yang menemani penelusuran di dalam goa.

Goa Jepang dibangun pada tahun 1943 hingga 1945, Goa Jepang sebenarnya belum selesai dibuat oleh Jepang namun terpaksa diberhentikan karena kekalahan Jepang pada sekutu pada saat itu. lorong-lorongnya yang besar menjadi saksi bagaimana para pekerja paksa pada masa pendudukan Jepang harus menggali batu dan tanah dengan alat seadanya.

Setiap lorong dibangun dengan fungsi berbeda, mulai dari tempat pelarian, penyimpanan logistik, persembunyian, interogasi hingga ruang isitirahat.

Suasana di dalam Goa Jepang
Suasana di dalam Goa Jepang

Menariknya, bentuk Goa Jepang di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda masih asli sejak pertama kali ditemukan tanpa adanya perubahan, kecuali pembersihan rutin oleh pengelola. menurut Aji, luas keseluruhan goa mencapai sekitar 600 meter persegi dengan panjang setiap lorong utama sekitar 80 meter. 

Dari sisi sejarah, Goa Jepang dibangun oleh tentara Jepang menggunakan tenaga kerja paksa dari pribumi. Goa ini dulu digunakan sebagai pangkalan militer dan tempat perlindungan dari serangan udara sekutu.

Setelah Jepang kalah pada tahun 1945, tempat ini sempat terlantar dan tertutup hutan sebelum akhirnya ditemukan Kembali oleh warga lokal. Goa ini kemudian diresmikan sebagai situs bersejarah pada tahun 1986 oleh Presiden Soeharto.

Kini, suasana Goa Jepang yang dahulu mencekam telah berubah menjadi destinasi sejarah dan wisata alam. Banyak pengunjung datang pada akhir pekan untuk berlari, berjalan santai, atau sekedar mengunjungi wisata yang tersedia di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda.

“Paling ramai di weekend, kadang weekday juga ramai, tapi lebih ramai di akhir pekan,” ungkap pemandu wisata itu.

Meskipun sering dikaitkan dengan cerita mistis, Aji menegaskan bahwa Goa Jepang tidak seangker yang diceritakan, berbeda dengan Goa Belanda yang memang mempunyai suasana yang menyeramkan.

“Kalau di sini sih belum pernah ada kejadian apa-apa. Tapi kalau Goa Belanda itu memang lebih terasa serem,” jelasnya.

Namun, kisah-kisah mistis tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang dengan rasa penasaran.

Setiap lorong di dalam Goa Jepang memiliki fungsi nya masing - masing. Ada ruang interogasi, tempat penyimpanan logistik, hingga kamar peristirahatan.

Kini, Goa Jepang bukan lagi sebagai tempat untuk pertahanan, melainkan menjadi tempat wisata bersejarah dan juga menjadi tempat pengingat bagi generasi muda tentang masa perang, penderitaan dan perjuangan pada masa pendudukan Jepang. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Khayru Nizam
Tentang Khayru Nizam
@khayru.nizam

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Agu 2026, 13:45

Uswah: Ketika Orang Tua Ingin Melahirkan Keturunan yang Saleh

Jika ingin anak menjadi saleh, jangan hanya sibuk menasihatinya. Jadilah teladan yang baik. Sebab anak mungkin lupa kata-kata kita, tetapi ia akan mengingat siapa kita di hadapannya.

Ringkasan tulisan. (Sumber: chtgpt | Foto: chtgpt)
Mayantara 25 Agu 2026, 10:04

Ketika Visual Menjadi Mata Uang di Ruang Digital

Di media sosial, perhatian telah berubah menjadi semacam mata uang baru.

Pengguna media sosial. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 08:57

Cerita Pedagang Asongan di Bus MGI Bandung-Sukabumi

Banyak cerita kehidupan rakyat yang terdengar dari percakapan sederhana di transportasi umum. Untuk mengerti orang lain kadang kita perlu melihatnya sendiri.

Setiap orang yang kita temui pasti memiliki cerita dan tantangan hidupnya sendiri. Begitu juga dengan mereka yang berjuang menawarkan dagangannya di dalam bus (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 20:00

Kaukus Indonesia dalam Potret Merdeka

Bagaimanakah kita melihat potret Indonesia merdeka kini? Pertanyaan yang muncul, karena proses historis panjang seakan dilupakan. Barangkali, kaukus Indonesia telah kehilangan sosok tokoh.

Panjat pinang, salah satu lomba yang sering digelar saat Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus. (Sumber: Pexels | Foto: a Ayyeee Ayyeee)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 18:13

Nasib Kuyang dalam Kebakaran Hutan Kalimantan

Ketika hutan kalimantan terbakar mungkin kuyang bisa protes kepada manusia dengan menyebar teror tapi bagaimana dengan pohon, hewan atau penghuni hutan lainnya?

Ilustrasi orang utan di tengah kebakaran hutan. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 17:07

Jejak Rasa dari Negeri Tirai Bambu: Menelusuri Warisan Kuliner Tionghoa yang Mengakar di Bandung

Kedatangan bangsa Tionghoa membawa teknik pengolahan pangan yang secara organik berfusi dengan bahan lokal, menciptakan identitas kuliner baru yang diterima secara luas.

Cakwe Lie Tjay Tat di Gor Pajajaran, Jl. Pajajaran No.37, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Google Review | Foto: Buyung)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 16:19

Pengalaman Berburu Buku Tua di Toko Buku Tua di Kota Bandung

Seratus persen buku-buku kuliahku aku beli di Pasar Buku Palasari. Aku sering sempatkan untuk berburu membeli buku-buku tua dan buku-buku baru, bahkan termasuk ke pasar-pasar loak di Kota Bandung.

Toko Buku di bagian depan Pasar Buku Palasari. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ridwan K)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:50

Dari Josepha Alexandra Kita Belajar untuk Berani dan Kritis Terhadap Kesewenang-wenangan

LCC 4 Pilar MPR RI yang seharusnya memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai pancasila, dan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda, bukan malah mempertontonkan arogansi orang dewasa.

Potret Josepha Alexandra saat mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. (Sumber: YouTube | Foto: @MPRRIOfficial)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:28

Mitigasi Kebakaran: Kota Bandung Butuh Drone dan Bambi Bucket 

Diperlukan drone dengan kemampuan Based Fire Monitoring and Suppression System yang dilengkapi kemampuan deteksi yang menggunakan AI driven hotspot.

Mitigasi kebakaran hebat di kota Bandung dengan teknologi drone dan bambi bucket (Sumber: digambar dengan bantuan AI | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 11:39

Mamah Bule dan Kang Ian, Kisah Menarik Nenek dan Cucu yang Mewarnai Media Sosial

Akun media sosial Bridgia Adhella kini telah memiliki sekitar 71 ribu pengikut, dengan ratusan unggahan yang memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Mamah Bule dan Kang Ian.

Nenek Bule, Adellina Ganda Prawira, bersama cucu tercinta, Kang Iyan. (Sumber: Kang Iyan)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)