Historitas Goa Jepang, dari Bunker Perang Jadi Destinasi Wisata Sejarah

Khayru Nizam
Ditulis oleh Khayru Nizam diterbitkan Kamis 20 Nov 2025, 13:54 WIB
Goa Jepang, Kompleks Tahura Jl. Ir. H. Juanda, Bandung, 25/10/2025. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Khayru Nizam Pria Nugroho)

Goa Jepang, Kompleks Tahura Jl. Ir. H. Juanda, Bandung, 25/10/2025. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Khayru Nizam Pria Nugroho)

Di balik rindangnya pepohonan dan sejuknya udara kawasan wisata Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Bandung, tersimpan peninggalan sejarah yang jarang dikenal generasi muda masa kini. Goa Jepang, salah satu situs pertahanan peninggalan tentara Jepang pada masa Perang Dunia II.

Situs itu masih berdiri kokoh menyimpan jejak perjuangan serta kisah kelam di balik lorong-lorong gelapnya. Tempat ini bukan sekadar objek wisata, tapi tempat sejarah yang menyimpan cerita tentang perjuangan dan penderitaan.

Aji, pemandu wisata Goa Jepang menjelaskan di lorong pertama yang kini ramai dilalui wisatawan dahulu nya merupakan jalur logistik, yang dimana menurutnya disana, Goa Jepang ini memiliki tiga lorong utama dengan empat pintu masuk dan dua ventilasi udara yang digunakan juga sebagai jalur pelarian. 

“Dulu goa ini dibangun untuk digunakan sebagai tempat persembunyian, interogasi sama untuk penyimpanan logistik kayak amunisi dan lain lainnya,” tutur Aji, pemandu wisata yang menemani penelusuran di dalam goa.

Goa Jepang dibangun pada tahun 1943 hingga 1945, Goa Jepang sebenarnya belum selesai dibuat oleh Jepang namun terpaksa diberhentikan karena kekalahan Jepang pada sekutu pada saat itu. lorong-lorongnya yang besar menjadi saksi bagaimana para pekerja paksa pada masa pendudukan Jepang harus menggali batu dan tanah dengan alat seadanya.

Setiap lorong dibangun dengan fungsi berbeda, mulai dari tempat pelarian, penyimpanan logistik, persembunyian, interogasi hingga ruang isitirahat.

Suasana di dalam Goa Jepang
Suasana di dalam Goa Jepang

Menariknya, bentuk Goa Jepang di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda masih asli sejak pertama kali ditemukan tanpa adanya perubahan, kecuali pembersihan rutin oleh pengelola. menurut Aji, luas keseluruhan goa mencapai sekitar 600 meter persegi dengan panjang setiap lorong utama sekitar 80 meter. 

Dari sisi sejarah, Goa Jepang dibangun oleh tentara Jepang menggunakan tenaga kerja paksa dari pribumi. Goa ini dulu digunakan sebagai pangkalan militer dan tempat perlindungan dari serangan udara sekutu.

Setelah Jepang kalah pada tahun 1945, tempat ini sempat terlantar dan tertutup hutan sebelum akhirnya ditemukan Kembali oleh warga lokal. Goa ini kemudian diresmikan sebagai situs bersejarah pada tahun 1986 oleh Presiden Soeharto.

Kini, suasana Goa Jepang yang dahulu mencekam telah berubah menjadi destinasi sejarah dan wisata alam. Banyak pengunjung datang pada akhir pekan untuk berlari, berjalan santai, atau sekedar mengunjungi wisata yang tersedia di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda.

“Paling ramai di weekend, kadang weekday juga ramai, tapi lebih ramai di akhir pekan,” ungkap pemandu wisata itu.

Meskipun sering dikaitkan dengan cerita mistis, Aji menegaskan bahwa Goa Jepang tidak seangker yang diceritakan, berbeda dengan Goa Belanda yang memang mempunyai suasana yang menyeramkan.

“Kalau di sini sih belum pernah ada kejadian apa-apa. Tapi kalau Goa Belanda itu memang lebih terasa serem,” jelasnya.

Namun, kisah-kisah mistis tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang dengan rasa penasaran.

Setiap lorong di dalam Goa Jepang memiliki fungsi nya masing - masing. Ada ruang interogasi, tempat penyimpanan logistik, hingga kamar peristirahatan.

Kini, Goa Jepang bukan lagi sebagai tempat untuk pertahanan, melainkan menjadi tempat wisata bersejarah dan juga menjadi tempat pengingat bagi generasi muda tentang masa perang, penderitaan dan perjuangan pada masa pendudukan Jepang. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Khayru Nizam
Tentang Khayru Nizam
@khayru.nizam
Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 10 Jan 2026, 19:34 WIB

Pisau Bermata Dua Naturalisasi: Prestasi, Bisnis, dan Tantangan Olahraga Indonesia

Naturalisasi atlet asing kini bukan sekadar isu teknis, melainkan fenomena yang mengubah wajah industri olahraga Indonesia.
Naturalisasi atlet asing kini bukan sekadar isu teknis, melainkan fenomena yang mengubah wajah industri olahraga Indonesia. (Sumber: Satria Muda Bandung)
Ayo Biz 10 Jan 2026, 16:11 WIB

Ribuan Sepeda Motor Menumpang Kereta, Tren Baru Mobilitas Masyarakat di Libur Panjang

Keramaian di stasiun besar pada akhir tahun 2025 hingga awal 2026 memperlihatkan wajah baru. Tidak hanya penumpang yang berdesakan menunggu keberangkatan, tetapi juga deretan sepeda motor.
Ilustrasi pengiriman sepeda motor melalui layanan kereta api menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin tetap praktis, aman, dan efisien dalam perjalanan liburan panjang. (Sumber: KAI Logistik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 20:34 WIB

Bandung dan Tawanan Kota yang Terjajah Diam-Diam: Sebuah Resolusi Baru

Kota bergerak maju, tapi belum pulih. Di balik modernitas, tersisa warisan kolonial yang membentuk birokrasi, selera, dan mimpi warga.
Persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan tahun 1910-an. (Sumber: kitlv)
Beranda 09 Jan 2026, 19:07 WIB

Sebelum Terlambat 2030, Strategi Komunikasi SDGs Harus Melampaui Jargon Birokrasi

SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif.
SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 17:49 WIB

Keamanan Data dan Masa Depan AI: Jalan Panjang Membangun Kepercayaan Publik

Di Indonesia, AI sudah semakin relevan dan meresap ke dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari rekomendasi konten hiburan, aplikasi belajar daring, hingga layanan finansial digital.
Ilustrasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI). (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 17:14 WIB

Bandung Semakin Padat, Saatnya Berbenah Sebelum Terlambat

Kemacetan di Bandung dipicu kendaraan berlebih, jalan sempit, angkutan umum kurang baik, wisatawan, dan parkir liar.
Kemacetan di salah satu ruas jalan Kota Bandung di Jl. A. Yani  Kacapiring. 01/12/25 (Sumber: Naila Husna Ramadan)
Beranda 09 Jan 2026, 16:37 WIB

Wajah Lain Wisata Delman di Kota Bandung: Romantis bagi Wisatawan, Berat bagi Kuda

Tantangan besarnya adalah kebutuhan akan regulasi yang mampu menjembatani kepentingan hewan, kusir, dan penumpang secara adil.
Ade, kusir delman di sekitar wilayah Gedung Sate. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 16:28 WIB

Food Genomics, Teknologi Nutrisi Presisi yang Mengubah Cara Anak Muda Makan

Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik.
Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 16:13 WIB

Balai Kota Bandung sebagai Promotor Produk Kriya Unggulan Glassware dan Mesin Roaster Kopi

Gedung balai kota mesti bisa menjadi promotor bagi kriya glassware eksklusif dan mesin roaster kopi buatan Bandung.
Halaman balai kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Jelajah 09 Jan 2026, 16:00 WIB

Hikayat Tamasya Baheula di Kawah Putih Ciwidey, Tempat Healing Kompeni yang Sepi dan Sunyi

Kawah Putih Ciwidey tampil sebagai tujuan berat dan hening dalam Gids van Bandoeng 1927 lengkap dengan belerang dan tanjakan panjang.
Lukisan Kawah Putih Franz Wilhelm Junghuhn. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:43 WIB

Penipuan Online: Apakah Ada Hukumnya?

Penipuan melalui telepon berkembang lebih cepat daripada aturan hukumnya.
Media dalam jaringan (daring). (Sumber: Pexels | Foto: Torsten Dettlaff)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:06 WIB

'Berkawan' dengan Gelapnya Jalan Soekarno Hatta

Jalan Soekarno Hatta makin gelap karena lampu PJU mati, membuat warga merasa was-was setiap melintas.
Jalan Soekarno Hatta ramai malam hari, motor, dan mobil bergerak di tengah padatnya arus, (01/12/2025). (Sumber: Fayyaza Jasmine | Foto: Fayyaza Jasmine)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 14:39 WIB

Bobotoh Cek! Cara Beli Single Ticket Pertandingan PERSIB di Aplikasi Resmi

Cara membeli single ticket pertandingan kandang PERSIB Bandung melalui aplikasi resmi PERSIB (PERSIBapp).
Pemain Persib Bandung, Adam Alis. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 13:26 WIB

Bandung Terus Diganggu oleh Pungli yang Tak Kunjung Teratasi

Pungli terus mengganggu kenyamanan warga Bandung muncul berulang di berbagai ruang publik, menunjukkan lemahnya pengawasan dan kebutuhan akan tindakan tegas untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Area parkir di salah satu kawasan kuliner Bandung yang sedang dipadati oleh beberapa kendaraan, terutama pada jam makan siang (4/12/2025). (Sumber: Keira Khalila K | Foto: Keira Khalila K)
Beranda 09 Jan 2026, 11:20 WIB

PKL Cicadas Tolak Jalur BRT, Spanduk Protes Bermunculan: Kami Butuh Kepastian, Bukan Sekadar Proyek

Berdasarkan temuan di lapangan, kegelisahan pedagang memuncak setelah adanya pendataan mendadak yang dilakukan dua kali, masing-masing oleh konsultan dan Satpol PP.
Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Cicadas menolak pembangunan jalur Bus Rapid Transit (BRT). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:27 WIB

Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia

Suasana akrab dan inspiratif menyelimuti acara "Weekend Retreat" yang diselenggarakan oleh Bright Scholarship Regional Bandung.
Membangun Visi dan Networking: Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung Bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:01 WIB

Optimalisasi Keterampilan Pemrograman dalam Kehidupan Sehari-Hari

Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya?
Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya? (Sumber: Pexels | Foto: hitesh choudhary)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 07:53 WIB

Bentuk Sadar Toleransi terhadap Penganut Sunda Wiwitan

Kesadaran toleransi sedang ramai digaungkan, namun terkadang hanya dirasakan oleh penganut agama resmi versi pemerintah.
Podcast bersama Bapak Ira Indrawardana, S.Sos., M.Si., Dosen Antropologi Universitas Padjajaran. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Paguyuban Project)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:32 WIB

Dari Ancaman TPA hingga Harapan Transformasi

Sampah menumpuk, citra kota terancam. Bagaimana Bandung mengubah krisis jadi peluang?
Tumpukan sampah yang mencerminkan darurat lingkungan yang butuh solusi cepat di Gudang Selatan, Bandung, Jawa Barat, (01/12/2025). (Sumber: Azzahra Syifa Lestari)