DAMRI Leuwi Panjang—Cibiru: Antara Antusiasme Penumpang dan Berbagi Jatah dengan Angkot

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Antusiasme Pengguna DAMRI tidak sebanding dengan armada dan waktu yang disediakan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Antusiasme Pengguna DAMRI tidak sebanding dengan armada dan waktu yang disediakan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • DAMRI cukup menjadi pilihan transportasi banyak masyarakat terutama untuk kalangan pelajar dan mahasiswa.

  • Permasalahan lainnya dari DAMRI adalah jam operasional yang singkat terutama untuk trayek Cibiru-Cibereum.

  • Antusiasme penumpang DAMRI yang tinggi semoga bisa menjadi evaluasi bagi kebijakan transportasi yang ada di Bandung.

DAMRI cukup menjadi pilihan transportasi banyak masyarakat terutama untuk kalangan pelajar dan mahasiswa. Hal ini tentu bukan tanpa sebab, selain murah DAMRI juga menjadi transportasi umum yang memiliki trayek yang cukup panjang sehingga penumpang tidak perlu ganti jurusan secara berulang. Untuk harga Rp.4000 secara umum dan pelajar Rp.2000 fasilitas yang dimiliki DAMRI juga cukup worth it karena disediakan tempat duduk yang nyaman juga ada tamabahan AC.

Sebagai pengguna DAMRI yang cukup lama menurut saya kekurangan dari moda transportasi ini hanya pada jumlah armada dan rentang waktu keberangkatannya saja yang masih kurang. Sehingga pada jam tertentu DAMRI bisa mengangkut penumpang secara overload dan dampaknya banyak dari penumpang yang tidak mendapat tempat duduk. Beruntung jika jarak yang ditempuh tidak terlalu jauh tapi jika dari ujung halte ke halte maka dapat dipastikan kaki akan terasa pegal. Namun sejauh pengalaman saya menggunakan DAMRI tidak ada secara langsung penumpang yang menyampaikan keluhan tersebut kepada pengemudi. Menurut saya mungkin hal ini wajar terjadi karena memang DAMRI sudah menyediakan transportasi dengan harga yang sangat ramah dengan kantong mahasiswa juga pelajar serta masyarakat secara luas.

Permasalahan lainnya dari DAMRI adalah jam operasional yang singkat terutama untuk trayek Cibiru-Cibereum yang biasa saya gunakan. Setahu saya DAMRI dengan trayek ini beroperasi pada jam 06:00 hingga 15:30. Waktu yang sangat sempit karena menurut saya kawasan seokarno hatta dipenuhi oleh pekerja dan pelajar serta mahasiswa yang tentunya sangat membutuhkan moda transportasi ini.

"Pak kalau DAMRI biasa sampai jam berapa ya," ucap seorang penumpang.

"Sampai jam 15:30 bu," jawab kondektur.

"Kenapa pak ga sampai malam aja? Pasti masih banyak kok penumpangnya," tanya kembali seorang penumpang.

"Gak bisa bu itu udah jatah angkot nanti kalau maksain bisa jadi masalah," jawab kondektur kembali.

Lewat percakapan yang tak sengaja terdengar saya jadi makin yakin bahwa regulasi transportasi khususnya di Kota Bandung memang belum berjalan dengan sangat baik. Masih banyak tumpang-tindih antara rute, jam operasional hingga seolah terjadi pembagian yang tidak tertulis tapi dijalankan secara kesepakatan yang seolah dipaksakan. Melalui fenomena ini kita jadi bisa melihat bahwa pihak satu bisa menjadi penguasa atau lebih dominan dari pihak lain hanya karena takut tidak mendapatkan penumpang. Padahal menurut saya jika satu moda transportasi menyediakan fasilitas yang sangat memadai dan memiliki pelayanan yang baik maka penumpang juga bisa memilih dan memprioritaskan semua moda transportasi sesuai dengan kebutuhannya.

Antusiasme penumpang DAMRI yang tinggi semoga bisa menjadi evaluasi bagi kebijakan transportasi yang ada di Bandung. Hal ini supaya setiap bus DAMRI tidak mengalami kondisi overload yang khawatirnya jadi memicu terciptanya kesempatan pelecehan seksual oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Mengingat semakin tingginya jumlah penumpang maka semakin berdesakan dan berdempetan antara satu penumpang dengan penumpang lain karena sejauh ini masih belum ada pemisahan antara penumpang laki-laki dan perempuan. Dan bahkan untuk para penumpang laki-laki pun tidak seharusnya berdempetan mengingat di zaman ini pelecehan terhadap laki-laki juga sudah mulai banyak terjadi karena beberapa kasus LGBT yang makin dinormalisasi pada sebagian kalangan masyarakat.

Dilansir dari website asuransiastra.com bahwa kendaraan yang overload dapat memicu bahaya dan masalah yang serius untuk kondisi kendaraan yaitu, kerusakan pada sistem tranmisi dan keadaan ini dapat mengakibatkan kehausan yang lebih cepat pada komponen dan mengurangi umur kendaraan. Kelebihan muatan juga dapat menggangu keseimbangan atau stabilitas dan mengurangi kemampuan pengemudi untuk mengendalikan kendaraan dengan baik. Saat melebihi kapasitas maksimum yang di standarkan kepada kendaraan maka bisa saja stabilitas dan manuverabilitas kendaraan akan terganggu sehingga bisa menyebabkan hilangnya kendali, kesulitan dalam mempertahankan lajur atau bisa saja terguling. Risiko kecelakaan juga dapat meningkat karena jarak pengereman yang lebih lama dan respon pengemudi yang terhambat. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)