200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

4 menit baca
Malia Nur Alifa
Ditulis oleh Malia Nur Alifa diterbitkan
Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Pemandian Tjihampelas pernah menjadi kolam renang pertama di Indonesia dan dibangun pada 1902–1904 dengan empat sumber mata air.

  • Pemandian ini menjadi tempat lahirnya sejumlah prestasi renang, termasuk klub Neptunus dan Aquarius serta catatan rekor perenang Jawa Barat.

  • Bangunan bersejarah tersebut akhirnya dibongkar pada 2009–2010 dan kini lokasinya telah berubah menjadi kompleks Rusunami The Jardin @Cihampelas.

Verboden Toegang Voor Honden en Inlander

Dulu, tulisan ini terpajang di pintu masuk Pemandian Tjihampelas yang artinya, anjing dan pribumi dilarang masuk!. Tulisan yang bernada merendahkan itu ketika saya menyambanginya di tahun 2005 telah dicabut, namun memang kini pemandiannya pun telah punah, “dipaksa reinkarnasi” menjadi apartemen yang menjulang tinggi.

Tulisan-tulisan saya di bulan September ini saya dedikasikan untuk memperingati HUT Kota Bandung yang akan diselenggarakan pada 25 September 2026 mendatang, dengan kata lain 216 tahun sudah kota ini tumbuh dengan jutaan kisahnya. 200 Ikon Bandung adalah sebuah buku yang diterbitkan oleh harian umum Pikiran Rakyat pada 25 September 2020 untuk memperingati 200 tahun Kota Bandung. Kini, saya akan menuliskan objek-objek pada buku 200 Ikon Bandung tersebut yang telah tiada atau telah lama punah dan almarhum.

Hutan bambu yang biasa menyambut kita hendak ke kolam itu, sudah tiada. Berganti dengan dua buah alat berat yang terparkir di sudut bangunan yang penuh sejarah itu. Kondisi ini saya pantau terus ketika 2009 hingga pembongkaran total di 2010. Tahun yang sangat memilukan bagi saya pecinta bangunan heritage. Dahulu kakek sering mengajak saya ke sana hanya sekadar menerangkan bahwa kolam ini adalah kolam renang pertama negeri ini, lalu kami berjalan kaki melihat patung-patung khas toko Cihampelas hingga ke jajaran palem Pasteur yang khas, dan kami beristirahat di tukang sate langganan kakek di ujung jalan (sekarang terbongkar jalan layang Pasupati), sebuah kenangan Cihampelas yang istimewa bagi saya di 1992 dan 1993.

Pada 2009 lahan-lahan yang tadinya kebun bambu rindang yang menyejukkan dibabad habis agar alat berat dapat masuk ke area pemandian, mengerikan sekali melihat para tukang membabat pohon bambu tua. Saat itu di 2009 patung Neptunus dengan trisula khasnya masih tetap berdiri tegak sebagai tempat keluarnya sumber air pemandian tersebut, namun sisi kanan kirinya mulai melompong, ini pemandangan yang sangat mengerikan.

Maret 2009, pembongkaran pemandian Tjihampelas memang sudah dimulai. Perlahan, pemandian pertama di Indonesia itu pun mulai kehilangan bentuk akibat dipereteli sedikit demi sedikit. Bangunan yang pertama kali dibongkar adalah ruangan untuk ganti pakaian, disusul dengan kantin, hingga akhirnya luluh-lantak tak bersisa lagi.

Tarik-menarik rencana pembongkaran Pemandian Tjihampelas memang telah berlangsung lama yaitu sejak 2007. Telah tersiar kabar bahwa pemandian ini akan dibongkar, namun pada 2007 kabar yang beredar adalah hanya rehabilitasi saja, tidak akan merusak bangunan heritage. Namun, pada 2010 faktanya tidak ada lagi yang tersisa di sana. Untuk para pecinta lingkungan dan bangunan bersejarah ini adalah sebuah duka yang sangat mendalam.

Saat pembongkaran baru sebagian, saya pikir mungkin yang disisakan adalah yang diselamatkan, yang lain seperti ruang ganti dan kantin mungkin akan diperbarui. Namun ternyata sang empunya Kota Bandung saat itu mengatakan kepada publik bahwa tidak dapat berbuat banyak, alasannya adalah peraturan daerah mengenai bangunan cagar budaya belum disahkan sehingga akhirnya Pemkot Bandung pada saat itu tidak dapat “melindungi” ikon kotanya.

Dua sisi kepentingan terasa sekali saling bertarung keras, antara kepentingan untuk mempertahankan atau kepentingan “kebutuhan” pada saat itu yang bergulir bersama dengan modernisasi dan nilai keekonomian.

Setelah bertahan cukup lama, akhirnya pemandian bekas milik nyonya Homann, istri pemilik hotel Homann, tak mampu bertahan. Pemandian Tjihampelas harus menyerah kepada pemilik baru mereka. Rusunami The Jardin @Cihampelas pun dibangun dan menggantikan semua kenangan sejarah yang ada di tempat itu sebelumnya. Kini, empat tower berdiri megah dengan 2.444 unit kamar menggantikan kolam renang tertua di Indonesia.

Pembongkaran besar-besaran dilakukan diam-diam, pada Agustus 2009, walau masyarakat umum banyak yang melayangkan protes, namun hal ini tak mampu meredam pembongkaran hingga pada Agustus 2009 itulah pembongkaran yang paling besar terjadi.

Bagaimanapun perihnya sejarah yang pernah tertoreh di hati masyarakat pribumi pada awal keberadaan pemandian itu, tapi masih terselip sejarah lainnya yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Tapi kita harus ingat bahwa pemandian itu pernah menjadi sumber prestasi. Dari sanalah muncul perenang-perenang andalan Jawa Barat, yang mampu melaju di ajang nasional ataupun internasional.

Salah satu keunikan pemandian ini adalah ia memiliki sumber mata air sendiri, tak tanggung-tanggung ada 4 mata air yang mengalir di sana. Pemandian Tjihampelas dibangun secara sederhana pada tahun 1902 hingga 1904. Renovasi besar-besaran terjadi pada tahun 1930-an, meski pada masa kolonial pemandian ini hanya untuk kalangan Eropa, namun pada masa pendudukan Jepang, pemandian ini mulai terbuka untuk warga pribumi.

Berikut adalah beberapa prestasi yang pernah tertoreh di Pemandian Tjihampelas, tahun 1930 terbentuk klub renang Neptunus yang berisikan hanya warga Eropa, tahun 1936, Pet Stam, seorang Hindia Belanda, berhasil mencatat rekor 0:59.9 untuk 100 meter gaya bebas yang dicatat di Pemandian Tjihampelas, lalu Pet pun akhirnya dikirim sebagai perwakilan untuk Olimpiade Berlin atas nama negeri Belanda, pada 21 Maret 1951 lahirlah Persatuan Berenang Seluruh Indonesia di Pemandian Tjihampelas, pada 14 Februari 1952 terbentuk klub renang Aquarius dan pada tahun 1995 seorang anggota klub Aquarius, Susanti Wangsawiguna, mencatat rekor pada nomor 200 meter gaya dada putri. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Malia Nur Alifa
Tentang Malia Nur Alifa
Periset sejarah Lembang sejak 2009. Menuliskan beberapa buku sejarah tentang Lembang dan pemandu wisata sejarah sejak 2015.

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 12:36

Romantisme Membaca Majalah Vista September 1983: Ketika Radio, Kaset, Bioskop dan Idola Menghidupkan Kenangan

Membaca Vista hari ini seperti memutar kembali sebuah kaset lama.

Majalah Vista, salah satu majalah hiburan populer pada era 1980–1990-an. Majalah ini menyajikan beragam informasi seputar musik, film, dan perkembangan dunia hiburan. (Sumber: Koleksi Majalah Vista milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 10:03

Waspadai Sindikat Penjualan Bayi dan Perbaiki Tata Kelola Adopsi

Pembentukan keluarga melalui jalur adopsi, proses ini masih sering dihadapkan pada tantangan yang rumit.

Ilustrasi adopsi bayi dalam sebuah keluarga (Sumber: dokpri dengan bantuan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 08:29

Manusia Gerobak, Manusia Statistik, Manusia Bandung

Istilah manusia gerobak mungkin terdengar seperti deskripsi visual. Padahal, ia membawa beban moral yang tidak enteng.

Manusia gerobak. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ANTARA via ayobandung.com)
Ayo Netizen 13 Sep 2026, 20:52

200 Ikon Bandung #3: Medan Prijaji, Koran Bandung Pelopor Nasionalisme Indonesia

Pada 22 Agustus 1912 Medan Prijaji harus tutup karena intervensi pemerintah kolonial, dan Tirto Adhi Soerjo pun harus dibuang ke Ambon.

Koran "Medan Prijaji" 1910. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 13 Sep 2026, 15:36

Menggabungkan OPD, Menggabungkan Kekuasaan?

Penggabungan OPD bakal menjadi lebih dari sekadar merapikan bagan organisasi. Ia bisa menjadi contoh bahwa birokrasi daerah dapat dibuat lebih sederhana.

Kantor Gubernur Jawa Barat. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Instagram/@dihubjabar via ayobandung.com)
Ayo Netizen 13 Sep 2026, 12:47

Seandainya Saya Jadi Presiden (bagian 1)

Setiap orang memiliki mimpi besar, tetapi tidak semua impian itu bisa terwujud. Minimal jadi perenungan tentang pemikiran apa yang bisa kita sumbangkan kepada bangsa dan negara.

Bendera Merah Putih. (Sumber: Pexels | Foto: Irgi Nur Fadil)
Ayo Netizen 13 Sep 2026, 10:40

Miliaran Pemirsa Saksikan Pemakaman Lady Di

Ketika Lady Diana atau Lady Di dimakamkan, 6 September 1997, miliaran orang menyaksikan prosesinya melalui siaran tv

Putri Diana. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: John MacIntyre)
Ayo Netizen 13 Sep 2026, 09:54

Tren Operasi Bariatrik untuk Penuhi Standar Kecantikan yang Semu

Bariatrik menjadi tren operasi yang sedang happening baik di kalangan masyarakat maupun influencer untuk menurunkan berat badan secara instan.

Antara diet sehat dengan operasi bariatrik (Sumber: Pexels)