Demi Stop Pelecehan, Perlu Bijak Sex Education sejak Anak Usia Dini

5 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Buku Sex Education For Children, Karya Atreya Senja (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Buku Sex Education For Children, Karya Atreya Senja (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

(Pendidikan Seks yang benar) bisa selamatkan anak dari pelecehan dan penyimpangan seksual -dr. Boyke

Seperti kutipan di atas, penulis setuju, jika pendidikan seks merupakan langkah awal untuk melindungi anak-anak dari pelecehan dan penyimpangan seksual.

Anak yang sudah dibekali ilmu sejak kecil mengenai batasan-batasan akan lebih aware terhadap dirinya sendiri. Sebagai orang tua tentu tidak selalu bisa mengawasi anak dalam waktu 24 jam.

Keterbatasan inilah yang seringkali membuat orang tua khawatir akan keamanan anak. Maka memberikan wejangan sedari dini menjadi hal yang patut diperhatikan oleh setiap orang tua.

Banyak yang salah menginterpretasikan jika pendidikan seks hanya mengajarkan anak tentang bagaimana cara melakukan hubungan seks aja.

Padahal pendidikan seks bisa menjadi upaya untuk memberikan pemahaman kepada anak mengenai perubahan dan perkembangan tubuh secara biologis, psikologis, kultural dan psikoseksual.

Pemahaman mengenai pendidikan seks juga lebih luas dan disesuaikan dengan tingkat usia pada anak.

Selain itu anak-anak juga bisa memahami bagaimana fungsi-fungsi alat seksual hingga hasrat dan naluri yang bisa datang kapan saja.

Lantas tanggung jawab siapa untuk memberikan pendidikan seks pada anak? Sejauh ini pasti jawabannya pihak sekolah. Memang tidak salah tapi alangkah bijaknya jika orang tua memiliki kesadaran lebih untuk mengajarkannya di rumah.

Justru pendidikan sejak dini akan lebih mudah dilakukan dibandingkan anak sudah beranjak dewasa. Kesulitan ini diakibatkan anak sudah memahami terlebih dulu penjelasan pendidikan seksual dari perspektif yang berbeda bahkan bisa saja salah.

Memang rasanya tidak mudah ketika mengajarkan pendidikan seks pada anak. Terlebih di Indonesia sendiri, hal ini masih dipercaya sebagai hal yang tabu.

Maka respons orang tua menjadi sangat penting ketika seorang anak bertanya mengenai menstruasi, melahirkan, hubungan seksual atau apapun yang berhubungan dengan hal tersebut.

Respons yang cenderung ketus dan tertutup justru tidak memuaskan rasa ingin tahu seorang anak. Hal ini yang berujung pada anak yang mencari referensi dari lingkungan lain yang mungkin saja bisa salah.

Maka orang tua seharusnya tidak perlu marah jika anak bertanya mengenai hal-hal tentang seks.

Orang tua perlu bersikap tenang kemudian menjadi sahabat dan bersikap terbuka saat menjelaskan. Sehingga anak merasa aman, rasa ingin tahunya dapat tervalidasi dan dia memiliki perspektif yang benar tentang pendidikan seksual.

Banyak orang tua yang menganggap bahwa hasrat seksual pada anak akan muncul saat usia pubertas.

Padahal menurut teori psikoseksual yang dibuat oleh Sigmund Freud menyatakan bahwa anak sudah menunjukkan ketertarikan seksualnya sejak dini.

Sehingga pada proses perkembangannya peran orang tua sangat penting untuk melihat bagaimana perilaku anak yang memiliki kecenderungan rasa ingin tahu yang tinggi (inquisitiveness).

Berdasarkan teori ini anak-anak mengalami 5 fase psikoseksual di antaranya:

(1) Fase Oral 0-2 tahun, dimana bayi merasakan kepuasan melalui aktivitas oral seperti menyusu, mengisap jempol atau mengoceh.

(2) Fase Anal 2-3 tahun, dimana kepuasan pada anak berada pada aktivitas anus saat mengeluarkan kotoran secara lancar.

(3) Fase Falik 3-7 tahun, dimana anak mulai menyadari adanya perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Pada fase ini juga anak sudah menyadari akan aktivitas seksual.

(4) Fase Genital 3-7 tahun fase dimana anak sudah memiliki ketertarikan akan lawan jenis dan sudah ada dorongan seksualitas.

(5), Fase Laten 7-11 tahun, pada fase ini justru aktivitas seksual sudah tidak terlihat jelas karena anak sedang fokus mengejar kesenangan dan meraih prestasi.

Melalui penjelasan ini diharapkan orang tua bisa lebih bijak dalam memahami dan menanggulangi perilaku anak sesuai dengan usia tumbuh kembangnya.

Bagaimana Caranya ?

Demi cegah pelecehan seksual, perlu sex education sejak dini. (Sumber: Pexels/Markus Winkler)
Demi cegah pelecehan seksual, perlu sex education sejak dini. (Sumber: Pexels/Markus Winkler)

Langkah pertama yang sederhana ternyata dimulai dari pemberian nama anak sesuai dengan jenis kelamin. Hal ini membuat anak-anak bisa membedakan perbedaan dirinya dengan lawan jenis secara lebih sederhana.

Identitas yang jelas membuat seseorang bisa melihat diri kita secara utuh. Dengan demikian pola pikir anak akan berkembang menuju memperlakukan teman lawan jenisnya seusia dengan norma yang berlaku.

Apa yang boleh dan tidak boleh, mana hal yang pantas dan tidak pantas dilakukan. Sehingga nampak jelas hal ini bisa menjadi langkah utama bagi anak untuk terhindar dari tindak pelecehan seksual.

Selanjutnya orang tua harus memiliki kesadaran dalam memisahkan kamar tidur untuk anak yang memiliki jenis kelamin berbeda. Ada baiknya jika hal ini dilakukan sejak anak masih kecil untuk menjaga anak bertindak agresif secara seksual.

Setelah itu anak harus diberi pembelajaran mengenai fungsi organ dalam tubuhnya, termasuk alat kelamin.

Sejauh ini orang tua seringkali membiaskan makna kelamin yang sebenarnya dengan bahasa yang dianggap lebih sopan. Misalnya saja payudara seringkali disebut 'nenen' atau penis seringkali disebut dengan 'burung'.

Padahal penyampaian kata yang tidak sesuai justru akan melahirkan multi tafsir pada pemahaman anak-anak. Biasakan untuk menyebutkan organ sesuai dengan namanya sehingga perlahan kata 'tabu' akan menghilang ketika berbicara perihal pendidikan seksual di lingkungan masyarakat.

Terakhir yang tidak kalah penting adalah memperhatikan apa yang anak-anak tonton di televisi dan media sosial.

Kecanggihan teknologi memang tidak bisa dihindari. Salah satu cara orang tua adalah mengawasi dan membatasi waktu atau konten apa saja yang ditonton.

Kemudahan dalam mengakses informasi sudah sepatutnya menjadi dampak positif sebagai sumber informasi dan edukasi. Jangan justru sebaliknya, internet menjadi lahan bagi anak untuk terekspos hal yang negatif.

Mengintip Penyimpangan Seksual

Ada beberapa jenis penyimpangan seksual yang harus diberikan informasinya kepada anak. Jangan sampai anak menormalisasi hal yang negatif karena ketidaktahuannya.

Beberapa jenis penyimpangan seksual diantaranya, pemerkosaan, biasanya dilakukan dengan cara memaksa orang lain untuk berhubungan seks.

Kedua, ekshibisionisme, sebuah tindakan untuk membuat orang lain terkejut saat pelaku menunjukkak alamat kelaminnya di depan umum. Maka beri pemahaman pada anak ketika berinteraksi di ruang publik untuk selalu waspada.

Ketiga, voyeurisme, tindakan yang dilakukan pelaku dengan mengintip orang yang mandi, berganti pakaian hingga beraktivitas seksual.

Keempat, froteurisme, tindakan yang dilakukan pelaku dengan cara menggesekkan kelamin ke tubuh orang lain untuk mendapatkan kepuasan.

Selain keempat hal itu masih banyak penyimpangan seksual yang mesti diketahui maknanya, misalnya pedofil, sadomasokis, sadisme, transvestisme, nekrofilia, zoofilia, sodomi dan beastiality (aktivitas seksual pada binatang).

Tindak kejahatan seksual harus segera diberantas dengan kerjasama antara pihak orang tua, guru di sekolah dan tatanan sosial masyarakat yang hidup bersama.

Tetap waspada di zaman yang sudah semakin tidak terkendali akibat pengaruh dan penggunaan yang kurang bijak terhadap internet dan media sosial. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)