'Berfoto bersama Idola', Tren Penggunaan Generative AI yang Melanggar Batas Privasi

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Trend Menggunakan Generative AI dengan Idola. (Sumber: Kolase Instagram)
Trend Menggunakan Generative AI dengan Idola. (Sumber: Kolase Instagram)

Penggunaan teknologi AI pada mulanya memunculkan dampak yang positif bagi usernya. Beberapa aktivitas seperti automatisasi pekerjaan rutin, meningkatkan produktivitas kinerja bisnis, menganalisis data yang cepat dan akurat dan mengembangkan sejumlah inovasi terhadap beberapa lintas sektor.

Teknologi AI kian bertumbuh dan menciptakan jenis baru bernama AI generatif yang mampu membuat konten baru dan ide yang segar berhubungan dengan gambar dan video. Kemudian bisa menggunakan kembali data yang ada untuk dianalisis demi memecahkan permasalahan baru.

Teknologi AI memang mampu menghadirkan beberapa kondisi yang dianggap mustahil untuk berwujud di dunia nyata. Misalnya dulu kita tidak punya kenangan berfoto bersama orang tua saat kecil, entah karena tidak terdokumentasi atau orang tua sudah pergi meninggalkan kita. Namun lewat Gemini AI keinginan tersebut bisa terwujud dan setidaknya bisa mengobati rasa kerinduan terhadap orang terkasih.

Selain itu dulu public figure merupakan sosok yang eksklusif, tidak bisa sembarang orang menemuinya, berbicara dan berfoto dengannya. Bahkan akses informasi perihal keberadaan mereka pun cukup sulit. Berbeda dengan hari ini melalui media sosial akses tersebut lebih mudah untuk ditemukan.

Saking teknologi mempermudah kehidupan manusia, hari ini netizen dengan mudah membuat dirinya seolah berfoto dengan sang idola tanpa harus bertemu secara langsung. Teknologi menunjukkan hadirnya bias antara informasi yang nyata dengan informasi yang hanya berisi hoaks. Hampir tidak ada ruang yang membedakan keduanya jika kita tidak bijak sebagai pengguna.

Kecintaan terhadap idola kadang membuat fans buta dibuatnya. Apapun dilakukan demi sang idola misalnya membeli tiket seharga uang makan satu bulan anak kosan, membeli merchandise dengan harga tak masuk akal hingga mengedit foto bersama dengan sang idola agar terlihat nampak akrab.

Mengedit foto bersama idola sebetulnya masih dalam tahap wajar tapi jika sudah lebih dari bergandengan, merangkul, mencium pipi, ciuman bahkan hingga diedit sang idola menyentuh daerah sensitif perempuan rasanya sungguh menyedihkan.

Rasanya sia-sia bagi mereka yang berjuang untuk kemerdekaan perempuan sementara segelintir perempuan lainnya membiarkan penjajahan atas perempuan itu kembali datang. Rasanya percuma bagi mereka para aktivis yang membuat narasi bahwa perempuan adalah manusia yang wajib untuk dihormati tapi segelintir perempuan lain justru merendahkan harga dirinya demi tren yang tidak ada manfaatnya.

Tak hanya melecehkan kaum perempuan, tren ini juga menganggu bagi para idola. Sejumlah Timnas Indonesia bahkan melakukan aksi protes di media sosial pribadinya setelah fotonya diedit oleh fans secara berlebihan.

Justine Hubner menghimbau agar para fans tidak mengedit fotonya secara berlebihan yang diunggahnya melalui instagram mode eksklusif.

"Teman-teman bisakah kita berhenti membuat editan seperti aku mencium gadis lain ? Satu-satunya yang aku inginkan hanya Jen", ungkapnya.

Protes yang sama juga disampaikan oleh Rizky Ridho "Teman-teman minta tolong lebih sopan lagi ya, tidak perlu edit yg kyk gini", tukas pesepak bola yang baru saja menikah pada 22 Juni 2025 tersebut.

Sandy Walsh bahkan tak segan akan memblokir fansnya jika tak kunjung memberhentikan tren tersebut. "Dan satu lagi pesannya tetap sama. Jika saya terus melihat ini di instagram, saya akan mulai memblokir orang karena saya tidak dapat menerima ini", ujarnya melalui postingan di instagram.

Tidak hanya artis dalam negeri, netizen pun mengedit fotonya dengan idol Korea Selatan. Masih serupa kejadiannya tidak hanya berfoto berdua tapi terdapat beberapa editan yang tidak pantas. Padahal di Korea Selatan, berfoto dengan idola adalah suatu hal yang amat sensitif terlebih jika adegan yang terlihat dalam foto bersifat intim.

Bahkan kasus yang pernah terjadi pada mendiang Kim Saeron dan Kim Soo Hyun sempat menjadi sorotan publik Korea karena dalam foto tersebut terlihat adanya keintiman ketika kedua pipi idol tersebut saling menempel. Sementara dalam foto tersebut mendiang Kim Saeron diduga masih di bawah umur.

Berfantasi dengan idola bisa menjadi akar masalah karena penggunaan citra seseorang tanpa adanya izin (konsen) untuk tujuan yang bersifat sangat personal. Bahkan fenomena tren ini bisa dikategorikan ke dalam Kekerasan Gender Berbasis Online (KGBO).

Baca Juga: Ijazah, Penting atau Tidak Penting Tergantung dengan Konteksnya

Dilansir dari laman Kemenko PMK, KGBO merupakan bentuk kekerasan berbasis gender yang terus meningkat seiring meluasnya penggunaan teknologi, terutama yang menyasar perempuan, anak perempuan dan kelompok rentan. Bentuknya mencangkup pelecehan daring, penyebaran konten intim tanpa persetujuan hingga eksploitasi seksual digital.

Narasi yang dibuat sedemikian rupa oleh KPPPA (Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) dibuat untuk melindungi kaum perempuan. Namun ironinya justru kaum perempuan sendiri yang menyeret dirinya untuk menjadi pelaku sekaligus korban Kekerasan Gender Berbasis Online.

Maka kini pertanyaannya bukan lagi, "Apa yang bisa kita lakukan dengan AI ?" tapi "Apa yang seharusnya kita lakukan dengan adanya AI ?". Kita harus saling mengingatkan untuk tetap bijak menggunakan media sosial.

Jangan karena kesenangan semata, fantasi liar yang tak perlu di ekspos juga FOMO yang tak pernah mau ketinggalan tren tersebut bisa berbalik menjadi bumerang bagi para pengguna. Jangan sampai "Seru-seruan" berujung pada "Aksi penuntutan jalur hukum", jangan sampai mendekam dipenjara hanya karena sebuah keisengan semata. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Agu 2026, 16:57

Harga Daging Ayam Melambung Tinggi, Simalakama Makanan Bergizi

Masalah klasik peternakan rakyat terkait dengan pakan dan pengadaan bibit ayam perlu segera dibenahi.

Ilustrasi pedagang daging ayam di pasar tradisional (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 13:45

Uswah: Ketika Orang Tua Ingin Melahirkan Keturunan yang Saleh

Jika ingin anak menjadi saleh, jangan hanya sibuk menasihatinya. Jadilah teladan yang baik. Sebab anak mungkin lupa kata-kata kita, tetapi ia akan mengingat siapa kita di hadapannya.

Ringkasan tulisan. (Sumber: chtgpt | Foto: chtgpt)
Mayantara 25 Agu 2026, 10:04

Ketika Visual Menjadi Mata Uang di Ruang Digital

Di media sosial, perhatian telah berubah menjadi semacam mata uang baru.

Pengguna media sosial. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 08:57

Cerita Pedagang Asongan di Bus MGI Bandung-Sukabumi

Banyak cerita kehidupan rakyat yang terdengar dari percakapan sederhana di transportasi umum. Untuk mengerti orang lain kadang kita perlu melihatnya sendiri.

Setiap orang yang kita temui pasti memiliki cerita dan tantangan hidupnya sendiri. Begitu juga dengan mereka yang berjuang menawarkan dagangannya di dalam bus (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 20:00

Kaukus Indonesia dalam Potret Merdeka

Bagaimanakah kita melihat potret Indonesia merdeka kini? Pertanyaan yang muncul, karena proses historis panjang seakan dilupakan. Barangkali, kaukus Indonesia telah kehilangan sosok tokoh.

Panjat pinang, salah satu lomba yang sering digelar saat Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus. (Sumber: Pexels | Foto: a Ayyeee Ayyeee)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 18:13

Nasib Kuyang dalam Kebakaran Hutan Kalimantan

Ketika hutan kalimantan terbakar mungkin kuyang bisa protes kepada manusia dengan menyebar teror tapi bagaimana dengan pohon, hewan atau penghuni hutan lainnya?

Ilustrasi orang utan di tengah kebakaran hutan. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 17:07

Jejak Rasa dari Negeri Tirai Bambu: Menelusuri Warisan Kuliner Tionghoa yang Mengakar di Bandung

Kedatangan bangsa Tionghoa membawa teknik pengolahan pangan yang secara organik berfusi dengan bahan lokal, menciptakan identitas kuliner baru yang diterima secara luas.

Cakwe Lie Tjay Tat di Gor Pajajaran, Jl. Pajajaran No.37, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Google Review | Foto: Buyung)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 16:19

Pengalaman Berburu Buku Tua di Toko Buku Tua di Kota Bandung

Seratus persen buku-buku kuliahku aku beli di Pasar Buku Palasari. Aku sering sempatkan untuk berburu membeli buku-buku tua dan buku-buku baru, bahkan termasuk ke pasar-pasar loak di Kota Bandung.

Toko Buku di bagian depan Pasar Buku Palasari. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ridwan K)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:50

Dari Josepha Alexandra Kita Belajar untuk Berani dan Kritis Terhadap Kesewenang-wenangan

LCC 4 Pilar MPR RI yang seharusnya memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai pancasila, dan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda, bukan malah mempertontonkan arogansi orang dewasa.

Potret Josepha Alexandra saat mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. (Sumber: YouTube | Foto: @MPRRIOfficial)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:28

Mitigasi Kebakaran: Kota Bandung Butuh Drone dan Bambi Bucket 

Diperlukan drone dengan kemampuan Based Fire Monitoring and Suppression System yang dilengkapi kemampuan deteksi yang menggunakan AI driven hotspot.

Mitigasi kebakaran hebat di kota Bandung dengan teknologi drone dan bambi bucket (Sumber: digambar dengan bantuan AI | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 11:39

Mamah Bule dan Kang Ian, Kisah Menarik Nenek dan Cucu yang Mewarnai Media Sosial

Akun media sosial Bridgia Adhella kini telah memiliki sekitar 71 ribu pengikut, dengan ratusan unggahan yang memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Mamah Bule dan Kang Ian.

Nenek Bule, Adellina Ganda Prawira, bersama cucu tercinta, Kang Iyan. (Sumber: Kang Iyan)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)