Bandung Mesti Ramah Disabilitas, Jangan Serobot Fasilitas Mereka!

5 menit baca
Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan
Ilustrasi kaum disabilitas di Kota Bandung (Sumber: Kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ilustrasi kaum disabilitas di Kota Bandung (Sumber: Kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)

Wahai warga Bandung yang baik hati, dengarkan keluhan kaum disabilitas terkait dengan fasilitas dan infrastruktur kota.

Kaum difabel di kota Bandung sering mengeluh karena beberapa fasilitas untuk mereka belum optimal karena diserobot atau digunakan secara keliru oleh pedagang kali lima (PKL).

Fasilitas ubin pemandu (Guiding Block) untuk disabilitas juga sering diserobot bahkan dirusak. Jalur kuning timbul untuk penyandang disabilitas netra perlu diperbanyak. Kini telah terpasang di trotoar jalan-jalan protokol seperti Jl. Asia Afrika, Jl. Ir. H. Djuanda (Dago), dan Jl. Merdeka.

Berdasarkan  penelitian aspek keselamatan dan kemandirian kaum disabilitas masih terhambat karena seringnya guiding block terputus, terhalang tiang listrik, atau terdistorsi oleh parkir liar dan pedagang kaki lima.

Wujudkan Fasilitas Publik yang Ramah Disabilitas

Menurut data statistik Kota Bandung, tahun 2025, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) mengacu pada basis data Kementerian Sosial dan Pemda Kota Bandung, untuk keperluan penyaluran bantuan serta program perlindungan sosial, jumlah penyandang disabilitas yang terdaftar aktif berkisar di angka 6.062 jiwa.

Beberapa kategori ragam disabilitas fisik dan mental, diantaranya : cacat fisik 1.829 jiwa, cacat mental 2.661 jiwa.  Sedangkan cacat mental dan fisik (Ganda) 645 jiwa, tuna netra 678 jiwa, tuna rungu 1.135 jiwa. Dan disabilitas kategori lainnya sebanyak 1.769 jiwa.

Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDis) Kota Bandung terus melakukan asesmen lapangan guna memastikan seluruh warga disabilitas mendapatkan hak pelayanan publik yang setara.

Begitupun pemerintah Kota Bandung terus melakukan pembenahan fasilitas publik agar lebih ramah disabilitas, meski dalam implementasinya masih menghadapi tantangan antara ketersediaan fisik dan efektivitas fungsi di lapangan.

Organisasi dunia telah membuat agenda untuk memberikan dukungan dan perlindungan kepada para penyandang disabilitas. Agenda ini sangat relevan dengan kondisi para penyandang disabilitas di Indonesia yang kondisinya masih memprihatinkan. 

Pemerintah daerah sebaiknya juga bekerja sama dengan inovator teknologi untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif bagi penyandang disabilitas yang berkelanjutan. Jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 16,5 juta orang, terdiri dari 7,6 juta laki-laki dan 8,9 juta perempuan.

Data tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan dalam acara G20 Campaign: Engaging Person with Disabilities for Inclusivity. Perlu memberikan dukungan bagi penyandang disabilitas dalam menjalani aktivitas mereka secara mandiri.

Pada tahun 2023, baru ada 1.271 orang penyandang disabilitas telah bekerja di 72 Badan Usaha Milik Negara dan 4.554 orang penyandang disabilitas telah bekerja di 588 perusahaan swasta. Jumlah tersebut masih kecil karena mereka masih terkendala dengan masalah pendidikan dan keterampilan.

Selain dukungan berupa bantuan sosial dan kebijakan, para disabilitas juga membutuhkan platform digital yang bisa mendukung aktivitasnya, seperti kegiatan pendidikan atau pengajaran dan sebagai platform hiburan.

Perlu Inovasi dan Platform untuk Disabilitas

Pemerintah melalui balai besar yang terkait dengan disabilitas perlu bekerja sama dengan para inovator teknologi pembelajaran dan platform developer mewujudkan platform otentik yang khas disabilitas Indonesia untuk mengimplementasikan berbagai macam aplikasi terkait aksi untuk membantu penyandang disabilitas.

Termasuk platform pendidikan sebagai agregasi konten pengajaran yang menyangkut segala aspek luas disabilitas. Dengan adanya data base yang memadai serta agregasi konten maka segala persoalan disabilitas bisa tertangani secara optimal. Agregasi konten juga termasuk menampung karya seni penyandang disabilitas yang aktivitas sehari-harinya sangat akrab dengan dunia musik dan penyiaran radio.

Data menunjukkan penyandang disabilitas Indonesia berusia 15–44 tahun yang mampu membaca dan menulis baru mencapai 90,06 %. Artinya, terdapat hampir 10 % penyandang disabilitas kelompok usia tersebut yang masih buta huruf.

Sementara itu, persoalan buta huruf pada non disabilitas hampir dapat dituntaskan karena sekitar 99,24% non disabilitas berusia 15–44 tahun sudah mampu membaca dan menulis.

Penyandang disabilitas berusia 7–24 tahun juga memiliki angka partisipasi murni (APM) yang lebih rendah daripada para non disabilitas di setiap jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga perguruan tinggi. APM yang lebih rendah tersebut menunjukkan bahwa penduduk bersekolah sesuai usia resmi jenjang pendidikan tertentu lebih sedikit pada kelompok penyandang disabilitas daripada kelompok non disabilitas.

Penduduk usia SD yang bersekolah di SD/sederajat mencapai lebih dari 97% pada kelompok non disabilitas, sedangkan pada kelompok penyandang disabilitas kurang dari 90%. Gap yang lebih besar terjadi pada jenjang pendidikan SMP dan SMA.

Pada jenjang SMP, penyandang disabilitas usia SMP yang bersekolah di SMP/sederajat hanya 47%, sedangkan pada kelompok non disabilitas mencapai hampir 80%. Pada jenjang SMA, di saat 60% anak non disabilitas usia SMA bersekolah di SMA/sederajat, hanya 21% penyandang disabilitas kelompok usia tersebut yang bersekolah pada jenjang yang sama.

Akses penyandang disabilitas terhadap informasi berkaitan erat dengan akses terhadap media komunikasi dan informasi, serta kemampuan untuk berkomunikasi. Berdasarkan data Susenas menyatakan bahwa akses penyandang disabilitas terhadap media informasi masih rendah, jauh lebih rendah daripada akses informasi kelompok non disabilitas.

Penduduk non disabilitas berusia 15 tahun ke atas yang telah mengakses ponsel atau laptop mencapai 81,61 %, sedangkan penyandang disabilitas yang memiliki akses terhadap perangkat teknologi tersebut hanya 34,89 %. 

Ketimpangan yang lebih besar terlihat pada akses terhadap internet. Hanya 8,5% penyandang disabilitas yang memiliki akses internet, sedangkan akses internet penduduk non disabilitas mencapai 45,46%. Perempuan penyandang disabilitas merupakan kelompok yang paling mengalami eksklusi dari akses terhadap media komunikasi dan informasi tersebut.

Hak menggunakan dan memperoleh fasilitas informasi dan komunikasi berupa bahasa isyarat, braille, dan komunikasi augmentatif dalam interaksi resmi masih belum terpenuhi. Dalam banyak kegiatan resmi di Indonesia seperti seminar, forum diskusi, dan forum ibadah, fasilitas komunikasi yang ramah penyandang disabilitas masih jarang tersedia.

Namun, dalam jumlah terbatas, penyediaan informasi melalui bahasa isyarat sudah mulai dipraktikkan oleh beberapa lembaga, seperti di televisi dan pemberian informasi penerbangan di pesawat dan perusahaan tertentu.

Pembangunan inklusif bagi kaum disabilitas merupakan tanggung jawab nasional yang harus dilaksanakan sebaik-baiknya. Komisi Nasional Disabilitas (KND) sebagai lembaga yang bersifat independen perlu dukungan infrastruktur yang berupa platform digital. 

Searah dengan perkembangan zaman, platform terus berkembang dan terus meng-upgrade fitur-fitur di dalamnya. Hal ini agar para disabilitas dapat memenuhi kebutuhannya tanpa harus datang ke dinas sosial. Fitur utama dalam platform itu terutama terkait dengan data diri, fitur lokasi, skrining riwayat kesehatan, pelayanan kesehatan, fitur pengaduan keluhan, kegiatan pendidikan, riwayat pelayanan ketenagakerjaan. (SRI)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sri Maryati
Tentang Sri Maryati
Pemerhati sosial, penikmat destinasi wisata

Berita Terkait

News Update

Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)