Peran Akuntan dalam Mencegah Praktik Greenwashing pada Laporan Keberlanjutan Perusahaan

3 menit baca
Cindy Anastasia
Ditulis oleh Cindy Anastasia diterbitkan
Greenwashing adalah praktik menyesatkan yang dilakukan oleh perusahaan atau organisasi untuk memberikan kesan bahwa produk, layanan, atau operasi mereka lebih ramah lingkungan. (Sumber: Pexels/Alena Koval)
Greenwashing adalah praktik menyesatkan yang dilakukan oleh perusahaan atau organisasi untuk memberikan kesan bahwa produk, layanan, atau operasi mereka lebih ramah lingkungan. (Sumber: Pexels/Alena Koval)

Laporan keberlanjutan adalah salah satu dokumen yang penting untuk mengevaluasi kinerja suatu perusahaan. Laporan keuangan dan laporan keberlanjutan berfungsi sebagai sumber utama yang menunjukkan tanggung jawab sosial yang dilakukan perusahaan, baik dari aspek finansial maupun non-finansial.

Laporan keuangan fokus pada aspek ekonomi, sedangkan laporan keberlanjutan mencakup tiga aspek utama yakni environment, social, governance atau ESG. Kedua laporan ini saling terkait dalam membangun kepercayaan publik terhadap perusahaan.

Oleh karena itu, integritas dan keandalan informasi yang disajikan menjadi fokus utama dalam menentukan citra dan keberlanjutan perusahaan.

Peran akuntan publik dan auditor sangat krusial dalam memastikan bahwa laporan keberlanjutan perusahaan dapat dipercaya dan sesuai kondisi sebenarnya. Melalui proses audit, akuntan dapat memastikan bahwa data yang dilaporkan sesuai dengan standar yang berlaku.

Dalam hal ini, audit juga membantu mendeteksi potensi manipulasi informasi. Menurut Arens, Elder, dan Beasley (2017), audit merupakan proses sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai asersi-asersi tentang tindakan dan peristiwa ekonomi, guna memastikan tingkat kesesuaian antara asersi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Maka dari itu, auditor perlu untuk mempunyai integritas agar dapat memberikan jaminan bahwa laporan tersebut mencerminkan kondisi perusahaan yang sebenarnya. Hal ini penting agar pengguna laporan dapat mengambil keputusan yang tepat dan terhindar dari informasi yang salah atau menyesatkan.

Seiring perkembangan zaman, kesadaran publik terkait isu keberlanjutan terutama fenomena seperti greenwashing menjadi semakin meningkat.

Greenwashing adalah praktik organisasi dalam menyebarkan informasi yang menyesatkan atau menyampaikan klaim yang berlebihan terkait kinerja lingkungannya, dengan tujuan membentuk citra ramah lingkungan di mata publik tanpa diikuti tindakan nyata yang sepadan (Lyon & Montgomery, 2015).

Semakin marak perusahaan yang berlomba-lomba membangun citra ramah lingkungan agar lebih menarik di mata publik. Namun, tidak semua perusahaan melaksanakan praktik keberlanjutan sesuai pengakuan yang dipublikasikan.

Situasi ini membuat masyarakat sulit membedakan antara penerapan yang benar-benar nyata atau hanya sekadar strategi pemasaran. Kondisi inilah yang menjadi tantangan bagi akuntan dan auditor untuk menjaga objektivitas serta integritas pelaporan. (Delmas & Burbano, 2011).

Dengan demikian, perusahaan dan auditor dapat menerapkan beberapa langkah untuk mencegah greenwashing.

AI paling banyak digunakan dalam akuntansi untuk melakukan transaksi rutin (Sumber: Pexels/Mikhail Nilov)
AI paling banyak digunakan dalam akuntansi untuk melakukan transaksi rutin (Sumber: Pexels/Mikhail Nilov)

Langkah-langkah tersebut meliputi audit independen yakni pemeriksaan oleh pihak luar perusahaan yang netral, penerapan aturan pelaporan yang jelas dan tegas, serta pengecekan ulang oleh pihak ketiga.

Pelatihan berkala bagi para akuntan juga diperlukan agar tetap mengikuti perkembangan isu keberlanjutan. Strategi ini membantu menghindari risiko penyajian informasi yang menyesatkan.

Menurut Roadmap Keuangan Berkelanjutan Tahap II (2021–2025), OJK mendorong penguatan ekosistem keuangan berkelanjutan melalui pengembangan regulasi transparan, sinergi antar lembaga, dan peningkatan kapasitas SDM sektor jasa keuangan (OJK, 2021).

Pemeriksaan yang ketat dan menyeluruh tersebut diperlukan untuk mendorong kegiatan yang tidak hanya berfokus pada ekonomi namun juga memperhatikan dampak sosial dan lingkungan, serta memastikan kesesuaian antara kondisi yang terjadi sebenarnya dengan informasi yang disajikan dalam laporan.

Menjaga transparansi laporan keberlanjutan membutuhkan komitmen jangka panjang dari seluruh pihak di perusahaan. Data yang disajikan harus dapat diverifikasi dan didukung bukti yang valid.

Akuntan dan auditor juga harus bekerja sama dalam meningkatkan kualitas pelaporan dalam rangka mengikuti perkembangan zaman. Dengan demikian, laporan keberlanjutan akan menjadi perwujudan kredibilitas yang dapat mendukung upaya keberlanjutan, bukan hanya formalitas demi reputasi perusahaan.

Transparansi informasi menjadi dasar untuk menjaga citra dan kepercayaan publik terhadap perusahaan agar dapat terus bertahan di tengah persaingan global tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan. (*)

Daftar Pustaka:

  • Arens, A. A., Elder, R. J., & Beasley, M. S. (2017). Auditing and assurance services: An integrated approach (16th ed.). Pearson.

  • Delmas, M. A., & Burbano, V. C. (2011). The drivers of greenwashing. California Management Review, 54(1), 64–87. https://doi.org/10.1525/cmr.2011.54.1.64

  • Lyon, T. P., & Montgomery, A. W. (2015). The means and end of greenwash. Organization & Environment, 28(2), 223–249. https://doi.org/10.1177/1086026615575332

  • Otoritas Jasa Keuangan. (2021). Roadmap Keuangan Berkelanjutan Tahap II (2021–2025). Jakarta: OJK. https://www.ojk.go.id

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Cindy Anastasia
Tentang Cindy Anastasia
Mahasiswa S1 UNPAR
Tag Terkait

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Jul 2026, 18:02

Risiko Kenaikan Suhu Ekstrem di Bandung

Bandung yang sejak dulu dikenal berhawa sejuk, kini harus mawas diri terhadap perubahan suhu ekstrem. Bagaimana dampaknya terhadap kehidupan.

Seorang anak berjalan di sawah yang mengalami kekeringan. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 17:37

Tyson, Bullying, Bandung

Kenangan terhadap Mike Tyson petinju sohor dan fenomenal meraih empat sabuk juara dunia WBC, WBO, WBA dan IBF

Mike Tyson. (Sumber: Flickr | Foto: Eduardo Merille)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 17:06

Tubuh sebagai Prioritas: Kausalitas Pandemi Covid-19 dan Kebangkitan Tren Fitness di Kalangan Anak Muda

Pandemi COVID-19 meningkatkan kesadaran anak muda terhadap pentingnya kesehatan tubuh. Kondisi ini mendorong kebangkitan tren fitness sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan investasi jangka panjang.

Pandemi COVID-19 meningkatkan kesadaran anak muda terhadap pentingnya kesehatan tubuh. (Sumber: Pexels | Foto: Marta Nogueira)
Wisata & Kuliner 14 Jul 2026, 16:54

Kelezatan Coto Makassar, Empat Puluh Rempah dari Kerajaan Gowa untuk Semua Orang

Kenali sejarah Coto Makassar dari era Kerajaan Gowa, filosofi 40 rempah, kuah air tajin, hingga rekomendasi warung legendaris yang wajib dicoba.

Coto Makassar.
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 16:34

Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD, Birokrasi dan Pelayanan Publik Terancam?

Belanja pegawai sebesar 30% dari APBD sering dipandang sebagai indikator tingginya beban birokrasi terhadap kapasitas fiskal daerah.

Ilustrasi. (Sumber: Created by gpt)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 16:16

Semangat Intelektual Remy Sylado Bergema di UNISBA

Bagi Remy Sylado bahasa tidak pernah sekadar menjadi alat komunikasi.

Peserta mengikuti diskusi "Irama Pembangkangan Remy Sylado: Merayakan Keberanian Berbahasa dan Berpikir" yang digelar Majelis Tangga Batu UNISBA di Pelataran UNISBA, Jalan Tamansari No. 1, Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 15:15

Pentingnya Merawat Imajinasi untuk Memahami Literasi

Memahami literasi secara benar adalah cara berpikir logis untuk melihat dan berinteraksi dengan dunia luar. Tanpa merawat imajinasi secara sehat, kita tidak mampu berpikir kritis.

Memahami literasi secara benar adalah cara berpikir logis untuk melihat dan berinteraksi dengan dunia luar. Tanpa merawat imajinasi secara sehat, kita tidak mampu berpikir kritis. (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 14:47

Mewujudkan MPLS yang Ramah dan Nyaman untuk Anak

MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) bertujuan mengajak siswa mengenal lingkungan sekolah sebelum akhirnya menjalani hari-hari dengan baik dan menyenangkan di sekolah.

Sejumlah siswa dari SMP-SMA Advent Cimindi memunguti sampah di Jalan Babakan Cianjur, Kota Bandung, saat para mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) 2023-2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 14 Jul 2026, 14:00

Malam Jalan Soekarno-Hatta Bandung yang Tak Tidur

Jalan Soekarno-Hatta Bandung tetap ramai hingga dini hari, dari lalu lintas, balap liar, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Suasana malam di Jalan Soekarno-Hatta Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 10:54

Asyiknya Menggambar, Mewarnai, dan Merawat Imajinasi

Setiap gambar memiliki cerita, dan setiap kisah layak untuk didengarkan dan disuarakan. Terlebih di tengah-tengah derasnya arus media informasi dan kecanduan gawai.

Aa Akil dan Kakang tengah asyik mewarnai di salah satu gerai es krim di Cipadung, Selasa 22 Juli 2025 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 09:54

Membangun Integritas sebagai DNA Utama Aparatur

Integritas benar-benar meresap menjadi DNA dalam setiap urat nadi Aparatur Sipil Negara (ASN) kita.

Ilustrasi ASN. (Sumber: Dok. Kemenpan)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 08:56

Pesan Tersembunyi dari Empat Semifinalis Piala Dunia 2026

Prancis, Argentina, Spanyol, dan Inggris memiliki satu kesamaan: mereka tidak hanya memiliki sebelas pemain hebat.

Ilustrasi semifinalis Piala Dunia 2026. (Sumber: Arsip pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 19:03

Ketika Kebebasan Ber-(SUARA) Disalahpahami

Katanya Silahkan jadi Penulis yang Kritis tapi jangan abcd

Ilustrasi kebebasan berpendapat. (Sumber: Pexels | Foto: Dany Kurniawan)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 18:39

Anak Cerdas Tak Bisa Kuliah

Ribuan anak cerdas terancam gagal kuliah karena biaya. Persoalan bermuara pada paradigma pendidikan, bukan hanya UKT.

Ilustrasi topi wisuda saat simbolisasi lulus kuliah. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Wisata & Kuliner 13 Jul 2026, 17:25

Jelajah Leuwi Raksamala Ciamis, Lubuk Tersembunyi di Kawasan Curug Jami

Cari hidden gem di Ciamis? Leuwi Raksamala dekat Curug Jami menawarkan kolam alami, air jernih, dan suasana tenang. Cek panduan wisata lengkapnya di sini.

Leuwi Raksamala Ciamis. (Sumber: TikTok @heru_montana2)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 17:00

Tumbal Pembangunan Halus Berupa Pengusiran Pedagang Cicaheum demi Depo Bus Modern

Kios pedagang Terminal Cicaheum akan dibongkar demi depo BRT. Kompensasi Rp2-3 juta dinilai jauh dari nilai puluhan tahun mata pencaharian mereka.

Tak lagi dipadati penumpang, Terminal Cicaheum kini menyisakan cerita dan kenangan di setiap sudutnya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 16:40

Selebrasi Ikonik Piala Dunia

Pertandingan Piala Dunia menghadirkan beberapa selebrasi gol ikonik yang masih menjadi perhatian masyarakat dunia sampai saat ini

Selebrasi khas Brian Laudrup di Piala Dunia 1998. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 16:06

Mengintip Strategi Public Relations Writing dalam Kampanye Brand Olahraga di Piala Dunia 2026

Analisis strategi public relations writing Adidas dalam kampanye “Backyard Legends” menjelang Piala Dunia 2026 melalui website dan Instagram untuk memperkuat citra brand.

Kampanye Piala Dunia 2026. (Sumber: .adidas.com/world-cup-2026)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 15:25

Saya, Lapar, dan Knut Hamsun

Entah ini memang takdir, atau kesengajaan yang konyol. Saya membaca Lapar (Sult/Hunger) karangan Knut Hamsun dalam keadaan lapar, benar-benar lapar.

Buku "Hunger" (Lapar) karya Knut Hamsun. (Sumber: oldsovereignpublishing.com)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 15:08

Politik Bandung Terlalu Sibuk Mencari Ikon

Politik perkotaan kerap bergerak di antara dua kepentingan: yang pertama adalah membangun citra kota, yang kedua adalah mengelola kehidupan kota sehari-hari. 

Sejumlah warga Bandung, dibantu sanggota Satlantas Polresta Bandung, sedang antre air bersih.
sedang mengantre air bersih, (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)