Dari Limbah Batu, Gamelan Sorawatu Membawa Harapan Baru

5 menit baca
Muhammad Assegaf
Ditulis oleh Muhammad Assegaf diterbitkan
Nayaga Sorawatu (Foto: Disya Dwi Nurhidayah)
Nayaga Sorawatu (Foto: Disya Dwi Nurhidayah)

Gamelan sorawatu yang berada di Padepokan Kirik Nguyuh Majalengka memberikan sebuah nyawa tersendiri dalam menjaga sebuah fondasi pendidikan Indonesia yang bertempat di Desa Girimukti, Kecamatan Kasokandel.

Fondasi itu di rancang untuk meningkatkan sebuah “kemandirian, gotong royong, kreativitas, dan bertanggungjawab” gamelan sorawatu itu terbagi menjadi dua kata “sora itu suara dan watu itu batu.”

Gamelan sorawatu tercipta dari potongan limbah yang ada di pabrik tepatnya di Desa Salagedang, Kecamatan Sukahaji.

Baron Famousa sebagai pencipta gamelan sorawatu memiliki sebuah imajinatif yang tinggi di dalam dirinya, yang ia sadari bahwa ilham itu datang dari Tuhan dan memberikannya sebuah niscaya yang amatlah gemilang atau bisa di analogikan dari pepatah Ki Hadjar Dewantara (KHD) bahwa setiap manusia memiliki kodratnya yang unik.

Baron kemudian memilah dan memilih batu-batu itu dalam nada, tanpa adanya pentatonik ataupun diatonik.

Ia berpikir bahwa batu itu memiliki sebuah nada yang berubah-ubah sesuai dengan perubahan cuaca karena batu tersendiri adalah makhluk juga yang hidup di alam bebas, dan gamelan sorawatu “bermain pakai perasaan dan hati,” keselarasan antar nayaga itulah yang melahirkan sebuah nilai-nilai pancasila sebagai fondasi pendidikan Indonesia.

Di Kirik Nguyuh sendiri konsepsi pembelajarannya memakai sebuah konsep-konsep Ki Hadjar Dewantara sebagai Identitas Manusia Indonesia. Bermain gamelan sorawatu tersendiri memiliki semboyan yang sama dengan KHD mengenai “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani”.

Dari ketiga semboyan itu gamelan sorawatu memberikan sebuah makna dalam ke lima sila pancasila “Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan keadilan” itu adalah fondasi dari sebuah permainan musik gamelan sorawatu dalam menciptakan sebuah harmonisasi indah di atas ancak yang berongga.

Bisa Menjadi Fondasi Pendidikan Indonesia?

Gamelan Sorawatu adalah seni terapan baru yang ada di Majalengka dan merupakan inovasi jenius. Baron ingin gamelan ini diajarkan di sekolah-sekolah di Majalengka.

Masyarakat pada umumnya juga bisa memainkannya, kebudayaan memang harus terus menerus menjalar seperti akar rumput liar, karena karya itu memang memiliki kaki yang terus berjalan. Setiap orang pada umumnya memang memiliki karakter, sifat yang berbeda, begitu pun dengan suara gamelan sorawatu, ia bisa merasakan soal perasaan nayaga yang dapat menarik untuk bersatu.

Pendidikan itu sebenarnya tidaklah mahal, “Jadikan setiap tempat sebagai sekolah dan jadikan setiap orang sebagai guru” menurut Ki Hadjar Dewantara. Pesan ini mengandung makna bahwa pendidikan dapat dilakukan di mana pun, kapan pun, dan oleh siapa pun. 

Prinsip ini membuka pintu untuk pembelajaran sepanjang hayat. Di Kirik Nguyuh siapa pun boleh ikut bermain musik gamelan sorawatu, gratis tidak di pungut biaya, dengan sebuah rasa cinta dan kasih sayang “hubungan manusia dengan sesama”.

Sebuah pendidikan yang berbasis kekeluargaan, akan menjadi fondasi yang kuat dalam merawat sebuah kultur dalam pembelajaran  yang sesuai dengan pancasila dan pembelajaran sosial emosional.

Gamelan sorawatu sebagai Ikonik

Gamelan sorawatu kini sudah menjadi ikonik di Majalegka. Batu pada umumnya memang digunakan untuk konstruktur bangunan (apapun itu jenis bangunannya), Hal baru memang sebuah ciptaan atau penemuan yang harus di pertanggungjawabkan.

Jenis seni terapan ini sudah di HKI (Hak Kekayaan Intelektual) sebagai hak untuk memperoleh perlindungan sesuai dengan perundang-undangan bidang HKI menjadi satunya-satunya alat musik yang ada di Indonesia bahkan Dunia.

Batu yang tersusun di atas ancak itu menjadi hak paten gamelan sorawatu, yang dimainkannya melalui perasaan, hati, dan ke-ikhlasan.

Sorawatu merupakan gamelan yang sangatlah unik, dan ini adalah kesenian yang harus terus-menerus dilestarikan mengangkat nilai-nilai dalam keberagaman sesuai dengan profil pelajar pancasila sebagai falsafah negara Indonesia yang menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.  

Hingga saat ini gamelan sorawatu terus dimainkan oleh nayaga yang senantiasa datang, mereka tidak direkrut satu per-satu lebih tepatnya karena penasaran.

Kekayaan intelektual sekaligus ikonik Kirik Nguyuh, Baron Famousa memberikan sebuah khazanah musik yang  penuh harmonisasi dapat dimainkan sesuka hati penuh energi dalam entitas yang tinggi dan hakiki.

Keterampilan Sosial Emosional

Setiap nayaga hendak memiliki keterampilan unik dalam memahami, dan mengelola emosi mereka sendiri, termasuk memahami emosi antar nayaga, membangun hubungan positif, serta membuat keputusan untuk disepakati “biasanya dalam membuat sebuah komposisi”.

Keterampilan sosial emosional mencakup berbagai aspek termasuk kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, manajemen sosial, dan pengambilan keputusan yang bertanggungjawab.

Kesadaran diri harus ada dalam setiap diri seorang nayaga bukan hanya soal menjaga sorawatu agar tetap utuh, akan tetapi lebih kepada mengatur soal kesadaran itu dalam memahami semesta apa adanya.

Semesta akan merestui rasa kesadaran seorang nayaga, dengan suara-suara lirih untuk dapat disalurkan memelalui visualisasi konteks, hal realis menjadi suatu bahan untuk terus bermusyawarah antar nayaga sebagai bentuk kesadaran sosial dalam manajemen diri.

Manajemen sosial dalam berelasi dapat menumbuhkan rasa cinta pada kehidupan dalam memikirkan sorawatu agar terus eksis hingga lestari, sehingga bisa dinikmati diberbagai sektor, dan ini menjadi tanggungjawab bersama dalam menjaga sebuah marwah yang utuh dan murni.

Gamelan Sorawatu dalam Matematika

Dalam bermaian gamelan sorawatu, konteks matematika sebagai konsep “ketukan” atau “tempo” yang mengacu pada irama sebuah instrumen.

Tempo juga  di ukur dalam ketukan per-menit, kita bisa membayangkan ini sebagai kecepatan suatu proses atau operasi. Pola irama dalam gamelan sorawatu sering berhadapan dengan pengulangan bunyi misalnya dalam tangga suara, kecepatan pengulangan bunyi dianggap sebagai tempo dalam konteks matematika.

Kecepatan perubahan dalam setiap komposisi instrumen menentukan seberapa cepat sebuah alunan itu dimainkan. Sebuah alunan dengan tempo cepat akan  terasa lebih dinamis dan penuh emosi, sementara alunan dengan tempo lambat akan terasa lebih menenangkan.

Setiap komposisi yang tercipta memiliki alat ukur, alat ukur ini digunakan untuk menjaga tempo dalam bermain dengan beberapa hitungan ½ , ¼ , dan masih banyak notasi lainnya yang menentukan sebuah ketukan, menggabungkan antara otak kiri dan otak kanan.

di gamelan sorawatu tak ada pentatonik dan diatonik atau biasa disebut pakem dalam bermain musik, akan tetapi ketukan dalam sebuah permainan sangat diutamakan. Bagaimana sorawatu bisa dimainkan dengan penuh harmoni, semuanya tercipta melalui musyawarah mufakat antar nayaga dengan penuh sadar diri, dan sadar lingkungan.

Transdisipliner

Transdisipliner ini merupakan sebuah pendekatan yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dan pengetahuan, atau bisa juga termasuk pengetahuan masyarakat (non-akademis) untuk dapat memahami dan memecahkan masalah kompleks secara holistik dan inovatif.

Baron Famousa adalah seorang yang tak memiliki disiplin ilmu secara akedemis di bidang seni terapan, namun ia mampu memahami sektor lingkungan dengan mengaikatnya dengan berbagai disiplin ilmu yang melampaui batas-batas hingga bisa memberikan dampak positif pada masyarakat yang sangatlah kompleks dan beragam.

Baca Juga: Musisi Flamboyan yang Peduli Budaya Sunda Itu Telah Pergi

Pengintegrasian sorawatu itu sangatlah kompleks, bisa menjadi disiplin ilmu secara ekologi, bahasa, sastra, pendidikan karakter, pendidikan kewarganegaraan, dan masih banyak berbagai disiplin ilmu lainnya.

Sorawatu itu multitafsir, tergantung perspektif dan itu menjadi sesuatu hal yang wajar. Perspektif seseorang dapat dicerna untuk dintegrasikan dengan berbagai disiplin ilmu sebagai multidisiplin (melibatkan berbagai disiplin ilmu), interdisiplin (menggabungkan disiplin ilmu yang berbeda), dan transdisiplin (lebih dari sekadar menggabungkan ilmu). (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Assegaf
Pegiat Literasi

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 20:01

Ketika Gelombang Radio Menyatukan Ribuan Fans Iwan Fals

Ganesha Iwan Fals (GIF), program legendaris Radio Ganesha Bandung yang diasuh penyiar karismatik Kang Denny GIF.

Tim pengisi acara Ganesha Iwan Fals berkunjung ke kediaman Iwan Fals di Cipanas, Puncak. Dari kiri ke kanan: Arif (GIF), Denny GIF (penyiar Radio Ganesha Bandung), Iwan Fals, dan Bram (sahabat karib Iwan Fals dari Bandung). (Foto: Kemal Ferdiansyah)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!