Mengenal DISPUSIPDA: Pusat Perpustakaan dan Pengarsipan di Bumi Priangan

5 menit baca
Raffi Islam Madina
Ditulis oleh Raffi Islam Madina diterbitkan Minggu 14 Jun 2026, 10:01 WIB
Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Raffi Islam Madina)

Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Raffi Islam Madina)

Bagi wargi Bandung yang sering melewati jalan Soekarno-Hatta, pasti sudah tidak asing dengan sebuah jalan kecil bernama Jalan Kawaluyaan Indah Raya. Jika pembaca menelusuri jalan tersebut, maka dapat ditemukan sebuah bangunan besar yang, jika dilihat dari jauh, akan banyak orang yang mengira bahwa bangunan itu adalah mal. Tetapi bangunan itu bukanlah mal, melainkan suatu tempat yang justru lebih berharga daripada mal-mal yang berada di Kota Bandung. Bangunan itu adalah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Barat, atau dapat disingkat sebagai DISPUSIPDA. Dan dalam artikel ini, penulis akan mendeskripsikan mengenai DISPUSIPDA serta sejarahnya sebagai pusat perpustakaan dan pengarsipan di Jawa Barat.

Menurut Devi Fitriana (2024), DISPUSIPDA merupakan instansi pemerintah daerah yang saat ini memiliki tugas pokok dan fungsi untuk melaksanakan urusan pemerintahan pada bidang perpustakaan dan bidang kearsipan (p. 1). DISPUSIPDA memiliki fungsi dalam bidang pengembangan, pembinaan, pengelolaan dan pelayanan dalam urusan pengarsipan dan perpustakaan. DISPUSIPDA sendiri berlokasi di Jl. Kawaluyaan Indah Raya No.4, Jatisari, Kec. Buahbatu, Kota Bandung. Bangunan tersebut memiliki gaya arsitektur modern, dengan luas sebesar 5.380 m² serta memiliki 4 lantai.

Dalam setiap lantai, DISPUSIPDA menyediakan tempat fasilitas baca khusus yang diperuntukkan pada demografi tertentu. Dilansir dalam detik.com pada 15 April 2026, lantai pertama memiliki Ruang Baca Anak yang dirancang menarik dengan koleksi buku anak yang beragam serta dilengkapi area bermain, lantai kedua memiliki dua Ruang Baca Dewasa yang nyaman untuk membaca maupun belajar, lantai 3 memiliki Ruang Baca Referensi dan Ruang Baca Remaja yang ditujukan bagi pengunjung yang membutuhkan bahan bacaan lebih spesifik dan mendalam, dan lantai 4 yang memiliki perpustakaan VIP yang diperuntukkan tamu-tamu khusus yang diundang oleh DISPUSIPDA sendiri.

Menurut website resmi DISPUSIPDA, sejarah lembaga perpustakaan di Jawa Barat diawali dengan adanya Perpustakaan Negara yang pertama kali didirikan di Jl. Diponegoro pada 23 Mei 1956, dengan didasari oleh adanya surat keputusan Menteri Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan nomor 29103/S, dan memiliki induk organisasinya yaitu Biro Perpustakaan dan Pembinaan Buku. Lalu pada tahun 1967, BPPB berubah namanya menjadi Lembaga Perpustakaan. Dua belas tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1979. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengubah nama Perpustakaan Negara menjadi Perpustakaan Wilayah.

Lalu pada dekade selanjutnya, yaitu tahun 1989, dikeluarkannya surat keputusan presiden yang mengubah nama dari institusi Perpustakaan Wilayah menjadi Perpustakaan Daerah Jawa Barat dan induk organisasi dari lembaga tersebut adalah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Pada tahun 1997, diterbitkannya keputusan Presiden mengenai Perpustakaan Nasional RI, yang menyatakan perubahan nama dari Perpustakaan Daerah Jawa Barat berubah menjadi Perpustakaan Nasional Provinsi Jawa Barat. Semenjak era reformasi dan menguatnya otonomi daerah, terjadinya perubahan dalam institusi Perpustakaan Provinsi Jawa Barat, yang pada awalnya merupakan instansi vertikal dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang berada di ibukota Provinsi, dilimpahkan otoritasnya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2002 dikeluarkannya pemda yang menyatakan perubahan nama Perpustakaan Nasional Provinsi Jawa Barat menjadi Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Barat.

Melalui website yang sama, awal mula dari lembaga kearsipan di provinsi Jawa Barat diawali dengan adanya penetapan Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Barat No. 29 Tahun 1990 pada tanggal 4 Mei 1990 tentang pembentukan organisasi dan tata kerja Kantor Arsip Daerah Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan izin prinsip dari Gubernur pada tanggal 7 Juni 1990 Nomor 011/1856/Ortak (sekarang Undang-undang Republik Indonesia No.43 Tahun 2009) dengan tembusan kepada Arsip Nasional Republik Indonesia untuk mendapatkan rekomendasi. Berdasarkan Kepmendagri No.4 Tahun 1991 tentang Pedoman Pembentukan KAD Provinsi Jawa Barat tentang: “Pembentukan Kantor Arsip Daerah Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Barat SOTK Kantor Arsip Daerah Tingkat I Jawa Barat.”

Pada tanggal 23 Desember 1992, Kantor Arsip Daerah diresmikan oleh Wakil Gubernur Bidang Pemerintahan dan Kesra HMA yang didasarkan pada Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 2 tahun 1991 dan No. 3 tahun 1991 tentang Pembentukan Kantor Arsip Daerah Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 1998, Gedung Kantor Arsip Daerah dipindahkan ke alamat Jalan Kawaluyaan II No.4 Soekarno-Hatta dan diresmikan oleh Gubernur KDH Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Barat. Sebagai dampak dari diberlakukannya UU No. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang pertimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah. Pengarsipan di daerah Jawa Barat ikut serta mengalami perubahan mengikuti berkembannya otonomi daerah. Dan pada tahun 2002 diberlakukannya Perda Nomor 06 Tahun 2002 yang mengubah Kantor Arsip Daerah Provinsi Jawa Barat menjadi Badan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat, atau dapat disingkat menjadi BASIPDA JABAR.

Pada tahun 2008, kedua lembaga tersebut disatukan menjadi Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat, atau disingkat menjadi BAPUSIPDA JABAR. Penyatuan kedua lembaga tersebut memiliki tujuan untuk mempermudah efisiensi dalam administrasi pemerintahan daerah dan mengoptimalkan tugas pengarsipan dan perpustakaan di bawah satu institusi. Penetapan disatukannya kedua lembaga tersebut melalui Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 22 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Lembaga Teknis Daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Barat (Lembaga Daerah Tahun 2008 Nomor 21 Seri D, Tambahan Lembaran Daerah Nomor 56).

Dan akhirnya pada tahun 2016, BAPUSIPDA berubah nomenklatur menjadi dinas, yaitu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat (DISPUSIPDA JABAR) yang terbentuk dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 06 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Jawa Barat. Semenjak terbentuknya BAPUSIPDA, lembaga ini telah dipimpin oleh setidaknya sebelas kepala. Berikut adalah nama-nama yang pernah menjabat menjadi Kepala BAPUSIPDA / DISPUSIPDA Jabar:

1. Dedi Junaedi, M.Si. (2008-2011)

2. Enny Heryani Ratnasari Soebari,S.H., C.N. (2011-2014)

3. Tati Iriani, SH., MM. (2014-2015)

4. Hj. Nenny Kencanawati M.Si. (2015-2017)

5. Tati Iriani, SH., MM. (2017)

6. Ir. H. M. Taufiq Budi Santoso,M. Soc. Sc (2018-2019)

7. Riadi, SKM., MPH (2019-2020)

8. Ir. H. Ahmad Hadadi, M.Si (2020-2021)

9. Dr. Hening Widiatmoko, MA (2021-2023)

10. Dra. Hj. I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, M.Si (2023 – 2025)

11. Drs. Kusmana Hartasdji. M.M (2025-Sekarang)

Itulah sejarah dari DISPUSIPDA, dari dua lembaga berbeda menjadi suatu kesatuan yang kita kenal. Sebuah lembaga yang sejak zaman dahulu hingga sekarang membantu masyarakat dalam pengembangan literasi dan melestarikan dokumen-dokumen bersejarah.

Hingga sekarang DISPUSIPDA masih dipenuhi oleh khalayak masyarakat, baik dengan alasan demi mengejarkan tugas, mencari ilmu, atau hanya sekedar bermain saja. Walaupun beberapa tahun yang lalu DISPUSIPDA sempat mengalami kekosongan dikarenakan adanya pandemi COVID-19, kondisinya sekarang sudah pulih dan mampu menempuh angka pengunjung yang sama dengan sebelum diadakannya lockdown. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Raffi Islam Madina
Hanya mahasiswa biasa yang sedang mencoba menulis

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Jun 2026, 19:00

Di Era Digital Kita Hidup dalam Situasi Alone Together

Di era digital, kita telah terjebak dengan hubungan teknologi dalam berkoneksi dengan sesama.

Ilustrasi teknologi digital di sekitar generasi muda saat ini. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 15:00

AI Art: Pencuri Masa Depan para Seniman

Jika AI mampu menghasilkan gambar secara massal, apa yang akan terjadi pada keberadaan dan masa depan para seniman masa kini?

Ilustrasi seni hasil AI. (Sumber: Pexels | Foto: Google DeepMind)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 12:51

1 Dolar Mencapai Rp 17.865 Rupiah: Apakah Kita Berada dalam Keadaan Baik-Baik Saja?

Pada 27 Mei 2026, nilai rupiah terhadap 1 dolar mencapai Rp 17.865.

Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels/Defrino Maasy)
Wisata & Kuliner 14 Jun 2026, 11:46

Kopi Joss Jogja, Tradisi Kuliner Unik yang Bertahan Lebih dari 60 Tahun

Kenali kopi joss khas Yogyakarta, kopi dengan bara arang panas yang kini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Simak sejarah dan keunikannya.

Kopi Joss, salah satu kuliner khas Jogja.
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 11:12

Bagaimana Merek Lokal Membangun Branding dalam Multi-Platform

Aroma kopi menjadi identitas utama yang digunakan Implora Cosmetics untuk membangun branding Caffe Matte Lip Cream secara konsisten di berbagai platform komunikasi.

Penulis sedang menelaah kajian tentang merek lokal di Bandung.
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 10:01

Mengenal DISPUSIPDA: Pusat Perpustakaan dan Pengarsipan di Bumi Priangan

DISPUSIPDA JABAR, merupakan perpustakaan dan pusat pengarsipan terbesar di Provinsi Jawa Barat.

Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Raffi Islam Madina)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 09:06

BBM Naik, Rakyat Kian Tercekik: Alarm bagi Kita Semua

Ketika semua harga naik, biasanya ada sesuatu yang harus "diturunkan".

Sebuah SPBU di Jl. Surapati Kota Bandung. (Foto: Abah Omtris)
Bandung 13 Jun 2026, 20:44

Sektor Perdagangan dan Industri Loyo, Kredit UMKM Jabar Sentuh Rp186,4 Triliun

Total kredit UMKM Jawa Barat tembus Rp186,4 triliun per Maret 2026. Namun, sektor perdagangan besar dan industri pengolahan justru mengalami kontraksi yoy.

Ilustrasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Bandung 13 Jun 2026, 19:45

Gaya Hidup Serba Cepat, Begini Cara Wanita Modern Pilih Tas Multifungsi yang Sesuai Jati Diri

Wanita urban masa kini cenderung mencari keseimbangan antara fungsionalitas yang tinggi dan pesan personal yang ingin mereka sampaikan kepada dunia melalui penampilan mereka.

Tren terbesar yang mendominasi panggung mode sehari-hari saat ini adalah tingginya permintaan terhadap tas yang bersifat multifungsi atau versatile. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Beranda 13 Jun 2026, 09:16

Mengupas Kebiasaan Belanja Baju yang Menjadi Ancaman Lingkungan

Pemutaran film Menolak Punah di Bandung mengungkap dampak tersembunyi industri fast fashion, dari limbah tekstil hingga ancaman mikroplastik bagi manusia.

Diskusi film Menolak Punah di Tjap Sahabat Bandung mengajak peserta melihat kembali hubungan antara isi lemari dan krisis lingkungan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 20:23

Kenaikan Harga BBM, Peningkatan Biaya Operasional Kendaraan, dan Peluang Perpindahan Moda Transportasi

Kenaikan harga BBM meningkatkan biaya operasional kendaraan dan membuka peluang perpindahan moda transportasi, asalkan didukung dengan angkutan umum yang berkualitas.

Kenaikan harga BBM non-subsidi Pertamina jenis Pertamax (RON 92) per 10 Juni 2026. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 19:34

Dari Tjilakiplein ke Taman Lansia Kota Bandung

Perkembangan Taman Lansia dari masa Kolonial Belanda hingga masa kini yang menjadi taman ramah bagi lanjut usia yang inklusif.

Warga saat berada di Taman Lansia, Kota Bandung, Jumat 30 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 18:11

CRISPR-Cas9: Teknologi Penghasil Beras Unggul yang Dikembangkan Peneliti di China

Bisakah padi lokal yang berbulir kecil “diubah” menjadi bulir panjang? Pertanyaan ini mungkin terlihat seperti fiksi ilmiah.

Ilustrasi beras bulir panjang bersih dan minim zat kapur. (Sumber: Pexels | Foto: MART PRODUCTION)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 17:17

Urgensi Drone untuk Mitigasi dan Penanggulangan Gempa

Pemerintah pusat dan daerah perlu bekerja sama dengan industri drone yang sudah memiliki sertifikasi atau mendapatkan pengesahan Design Organization Approval (DOA).

Ilustrasi drone untuk menanggulangi bencana gempa bumi. (Sumber: Meta AI | Foto: Totok Siswantara)
Wisata & Kuliner 12 Jun 2026, 16:46

Itinerary Wisata Bandung 1–2 Hari, Jelajah Kota Kembang dalam Dua Zona yang Berbeda

Panduan itinerary Bandung 1–2 hari dengan rute wisata pusat kota dan Lembang. Cocok untuk liburan singkat tanpa menghabiskan banyak waktu di jalan.

Suasana Bandung dari ketinggian. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 16:16

Banjir Bandung: Bencana Kebijakan, Bukan Bencana Alam

Banjir tahunan di Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang sudah bukan kejutan lagi, banjir datang setiap musim hujan, dan merendam puluhan ribu jiwa.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 15:32

Bojongmalaka, Tanjung yang Ditumbuhi Pohon Malaka

Pohon malaka itu batangnya bengkok-bengkok, tingginya antara 10 m sampai 19m.

Pohon malaka yang sedang berbuah lebat di puncak Gunung Pipisan di Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. (Foto: Ganjar Wigun)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 14:47

Disabilitas Antara Kemanusiaan dan Egaliter

Kaum disabilitas acapkali hanya dijadikan jargon politik, bahwa manusia adalah setara.

Komunitas atlet disabilitas yang tergabung dalam National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) di acara Bandung Communication Run, Minggu, 28 Desember 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 13:21

Mandi Kembang sebagai Cara Perempuan Masa Kini Mengapresiasi Tubuh

Tren amandazahraism sebagai sarana pelestarian budaya, menjadikan mandi bunga yang dulunya dianggap mistis dan kolot sebagai bentuk self-care.

Ilustrasi mandi kembang. (Sumber: "Spa in DVN" by Dennis Wong)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 13:09

Mengenal Dunia Pelayanan Sosial Melalui Magang Berdampak

Mahasiswa Pendidikan Masyarakat UPI melaksanakan Program Magang Mandiri Berdampak di Dinas Sosial Kota Bandung.

Kegiatan Penjemputan Mahasiswa Magang oleh Pihak Kampus & Pihak Mitra.