Mengenal DISPUSIPDA: Pusat Perpustakaan dan Pengarsipan di Bumi Priangan

5 menit baca
Raffi Islam Madina
Ditulis oleh Raffi Islam Madina diterbitkan
Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Raffi Islam Madina)
Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Raffi Islam Madina)

Bagi wargi Bandung yang sering melewati jalan Soekarno-Hatta, pasti sudah tidak asing dengan sebuah jalan kecil bernama Jalan Kawaluyaan Indah Raya. Jika pembaca menelusuri jalan tersebut, maka dapat ditemukan sebuah bangunan besar yang, jika dilihat dari jauh, akan banyak orang yang mengira bahwa bangunan itu adalah mal. Tetapi bangunan itu bukanlah mal, melainkan suatu tempat yang justru lebih berharga daripada mal-mal yang berada di Kota Bandung. Bangunan itu adalah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Barat, atau dapat disingkat sebagai DISPUSIPDA. Dan dalam artikel ini, penulis akan mendeskripsikan mengenai DISPUSIPDA serta sejarahnya sebagai pusat perpustakaan dan pengarsipan di Jawa Barat.

Menurut Devi Fitriana (2024), DISPUSIPDA merupakan instansi pemerintah daerah yang saat ini memiliki tugas pokok dan fungsi untuk melaksanakan urusan pemerintahan pada bidang perpustakaan dan bidang kearsipan (p. 1). DISPUSIPDA memiliki fungsi dalam bidang pengembangan, pembinaan, pengelolaan dan pelayanan dalam urusan pengarsipan dan perpustakaan. DISPUSIPDA sendiri berlokasi di Jl. Kawaluyaan Indah Raya No.4, Jatisari, Kec. Buahbatu, Kota Bandung. Bangunan tersebut memiliki gaya arsitektur modern, dengan luas sebesar 5.380 m² serta memiliki 4 lantai.

Dalam setiap lantai, DISPUSIPDA menyediakan tempat fasilitas baca khusus yang diperuntukkan pada demografi tertentu. Dilansir dalam detik.com pada 15 April 2026, lantai pertama memiliki Ruang Baca Anak yang dirancang menarik dengan koleksi buku anak yang beragam serta dilengkapi area bermain, lantai kedua memiliki dua Ruang Baca Dewasa yang nyaman untuk membaca maupun belajar, lantai 3 memiliki Ruang Baca Referensi dan Ruang Baca Remaja yang ditujukan bagi pengunjung yang membutuhkan bahan bacaan lebih spesifik dan mendalam, dan lantai 4 yang memiliki perpustakaan VIP yang diperuntukkan tamu-tamu khusus yang diundang oleh DISPUSIPDA sendiri.

Menurut website resmi DISPUSIPDA, sejarah lembaga perpustakaan di Jawa Barat diawali dengan adanya Perpustakaan Negara yang pertama kali didirikan di Jl. Diponegoro pada 23 Mei 1956, dengan didasari oleh adanya surat keputusan Menteri Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan nomor 29103/S, dan memiliki induk organisasinya yaitu Biro Perpustakaan dan Pembinaan Buku. Lalu pada tahun 1967, BPPB berubah namanya menjadi Lembaga Perpustakaan. Dua belas tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1979. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengubah nama Perpustakaan Negara menjadi Perpustakaan Wilayah.

Lalu pada dekade selanjutnya, yaitu tahun 1989, dikeluarkannya surat keputusan presiden yang mengubah nama dari institusi Perpustakaan Wilayah menjadi Perpustakaan Daerah Jawa Barat dan induk organisasi dari lembaga tersebut adalah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Pada tahun 1997, diterbitkannya keputusan Presiden mengenai Perpustakaan Nasional RI, yang menyatakan perubahan nama dari Perpustakaan Daerah Jawa Barat berubah menjadi Perpustakaan Nasional Provinsi Jawa Barat. Semenjak era reformasi dan menguatnya otonomi daerah, terjadinya perubahan dalam institusi Perpustakaan Provinsi Jawa Barat, yang pada awalnya merupakan instansi vertikal dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang berada di ibukota Provinsi, dilimpahkan otoritasnya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2002 dikeluarkannya pemda yang menyatakan perubahan nama Perpustakaan Nasional Provinsi Jawa Barat menjadi Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Barat.

Melalui website yang sama, awal mula dari lembaga kearsipan di provinsi Jawa Barat diawali dengan adanya penetapan Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Barat No. 29 Tahun 1990 pada tanggal 4 Mei 1990 tentang pembentukan organisasi dan tata kerja Kantor Arsip Daerah Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan izin prinsip dari Gubernur pada tanggal 7 Juni 1990 Nomor 011/1856/Ortak (sekarang Undang-undang Republik Indonesia No.43 Tahun 2009) dengan tembusan kepada Arsip Nasional Republik Indonesia untuk mendapatkan rekomendasi. Berdasarkan Kepmendagri No.4 Tahun 1991 tentang Pedoman Pembentukan KAD Provinsi Jawa Barat tentang: “Pembentukan Kantor Arsip Daerah Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Barat SOTK Kantor Arsip Daerah Tingkat I Jawa Barat.”

Pada tanggal 23 Desember 1992, Kantor Arsip Daerah diresmikan oleh Wakil Gubernur Bidang Pemerintahan dan Kesra HMA yang didasarkan pada Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 2 tahun 1991 dan No. 3 tahun 1991 tentang Pembentukan Kantor Arsip Daerah Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 1998, Gedung Kantor Arsip Daerah dipindahkan ke alamat Jalan Kawaluyaan II No.4 Soekarno-Hatta dan diresmikan oleh Gubernur KDH Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Barat. Sebagai dampak dari diberlakukannya UU No. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang pertimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah. Pengarsipan di daerah Jawa Barat ikut serta mengalami perubahan mengikuti berkembannya otonomi daerah. Dan pada tahun 2002 diberlakukannya Perda Nomor 06 Tahun 2002 yang mengubah Kantor Arsip Daerah Provinsi Jawa Barat menjadi Badan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat, atau dapat disingkat menjadi BASIPDA JABAR.

Pada tahun 2008, kedua lembaga tersebut disatukan menjadi Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat, atau disingkat menjadi BAPUSIPDA JABAR. Penyatuan kedua lembaga tersebut memiliki tujuan untuk mempermudah efisiensi dalam administrasi pemerintahan daerah dan mengoptimalkan tugas pengarsipan dan perpustakaan di bawah satu institusi. Penetapan disatukannya kedua lembaga tersebut melalui Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 22 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Lembaga Teknis Daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Barat (Lembaga Daerah Tahun 2008 Nomor 21 Seri D, Tambahan Lembaran Daerah Nomor 56).

Dan akhirnya pada tahun 2016, BAPUSIPDA berubah nomenklatur menjadi dinas, yaitu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat (DISPUSIPDA JABAR) yang terbentuk dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 06 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Jawa Barat. Semenjak terbentuknya BAPUSIPDA, lembaga ini telah dipimpin oleh setidaknya sebelas kepala. Berikut adalah nama-nama yang pernah menjabat menjadi Kepala BAPUSIPDA / DISPUSIPDA Jabar:

1. Dedi Junaedi, M.Si. (2008-2011)

2. Enny Heryani Ratnasari Soebari,S.H., C.N. (2011-2014)

3. Tati Iriani, SH., MM. (2014-2015)

4. Hj. Nenny Kencanawati M.Si. (2015-2017)

5. Tati Iriani, SH., MM. (2017)

6. Ir. H. M. Taufiq Budi Santoso,M. Soc. Sc (2018-2019)

7. Riadi, SKM., MPH (2019-2020)

8. Ir. H. Ahmad Hadadi, M.Si (2020-2021)

9. Dr. Hening Widiatmoko, MA (2021-2023)

10. Dra. Hj. I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, M.Si (2023 – 2025)

11. Drs. Kusmana Hartasdji. M.M (2025-Sekarang)

Itulah sejarah dari DISPUSIPDA, dari dua lembaga berbeda menjadi suatu kesatuan yang kita kenal. Sebuah lembaga yang sejak zaman dahulu hingga sekarang membantu masyarakat dalam pengembangan literasi dan melestarikan dokumen-dokumen bersejarah.

Hingga sekarang DISPUSIPDA masih dipenuhi oleh khalayak masyarakat, baik dengan alasan demi mengejarkan tugas, mencari ilmu, atau hanya sekedar bermain saja. Walaupun beberapa tahun yang lalu DISPUSIPDA sempat mengalami kekosongan dikarenakan adanya pandemi COVID-19, kondisinya sekarang sudah pulih dan mampu menempuh angka pengunjung yang sama dengan sebelum diadakannya lockdown. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Raffi Islam Madina
Hanya mahasiswa biasa yang sedang mencoba menulis

Berita Terkait

News Update

Linimasa 31 Jul 2026, 12:01

Bandung, Kota dengan Budaya Sepak Bola yang Kental

Bandung memiliki budaya sepakbola yang kuat, mulai dari Monumen Sepakbola, Persib Bandung, hingga lapangan dan SSB yang tersebar di berbagai wilayah.

Monumen Sepak Bola di persimpangan Jalan Tamblong dan Jalan Lembong. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 11:01

Integrasi Wisata Sungai Citarik, Taman Sumaba dan Stadion GBLA

Masyarakat desa di sekitar Citarik setuju jika desanya bertransformasi menjadi ekowisata.

Pemandangan sempadan anak sungai Citarik dan pematang sawah di daerah aliran sungai. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 10:18

Ci Mahi, Sungai yang Mengalirkan Air Susu Keagungan dan Kemuliaan

Toponim Cimahi berasal dari dua kata bahasa Sunda, yaitu ci atau cai, dan mahi.

Muara Sungai Mahi di Teluk Kambhat, Laut Arab. (Sumber: Istimewa)
Beranda 31 Jul 2026, 09:26

Dalam 43 Hari Dua Pesepeda Tewas di Jalan Soekarno Hatta, B2W Bandung Desak Jalur Terproteksi

B2W Bandung desak pemerintah bangun jalur sepeda terproteksi di Soekarno Hatta setelah dua pesepeda tewas dalam rentang waktu kurang dari dua bulan.

Kecelakaan di Jalan Soekarno-Hatta pada Rabu, 29 Juli 2026 mengakibatkan seorang pesepeda meninggal dunia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 09:16

Perlindungan Pekerja Migran Dimulai dari Tata Kelola, Bukan Sekadar Penindakan

Perlindungan terhadap pekerja migran semestinya tidak dimulai ketika masalah sudah terjadi, melainkan sejak negara mengelola proses keberangkatan mereka.

Perlindungan terhadap pekerja migran semestinya tidak dimulai ketika masalah sudah terjadi, melainkan sejak negara mengelola proses keberangkatan mereka. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 08:32

Jalan Raya Kita Bukan untuk Pesepeda

Negara kita khsusunya Kota Bandung memang belum siap menjadikan jalan raya sebagai tempat yang ramah dengan sepeda.

Pengecatan ulang jalur khusus sepeda untuk meningkatkan kenyamanan dan juga meningkatkan keselamatan lalulintas pengguna sepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 30 Jul 2026, 18:40

Panduan Wisata Dieng: Sunrise Sikunir, Kawah Sikidang, hingga Candi Tertua di Jawa Tengah

Panduan lengkap wisata Dieng mulai Bukit Sikunir, Kawah Sikidang, Telaga Warna, Candi Arjuna, harga tiket terbaru, rute, dan tips berkunjung.

Panorama Dieng. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 18:30

Dari Singkong Menjadi Taart: Jejak Kedaulatan Pangan dari Bandung Tahun 1972

Melalui sentuhan-sentuhan, singkong tidak lagi tampil sebagai bahan pangan sederhana, melainkan sajian dengan kedalaman rasa dan istimewa.

Ilustrasi singkong. (Sumber: Pexels | Foto: Matheus Bertelli)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 17:05

Wujudkan 'Bandung Kota Perkedel' supaya Petani Kentang Makmur

Kota Bandung perlu menjadikan menu perkedel sebagai kuliner unggulan dari usaha kaki lima hingga restoran dan hotel berbintang.

Ilustrasi wujudkan Bandung Kota Perkedel (Sumber: Ayobandung.com dan resepkoki.id)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 16:32

Romantisme Membaca Majalah Jakarta Jakarta: Menyusuri Jejak Peristiwa Era 1990-an

Salah satu majalah yang meninggalkan jejak kuat dalam sejarah pers Indonesia adalah Majalah Jakarta Jakarta atau yang akrab disingkat JJ.

Majalah Jakarta Jakarta, salah satu majalah berita bergambar yang paling diminati masyarakat Indonesia pada era 1990-an. (Sumber: Koleksi Majalah Jakarta Jakarta | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 30 Jul 2026, 16:18

Bukan Sekadar Menangkap Begal, Mengembalikan Rasa Aman Warga Lebih Penting

Maraknya aksi begal di Bandung Raya memicu kecemasan warga yang beraktivitas malam dan polemik terkait kebijakan sayembara penangkapan pelaku yang dinilai berisiko memicu aksi main hakim sendiri.

Polrestabes Bandung tangkap 19 orang pelaku kejahatan jalanan yang terjadi sejak 1 hingga 21 Juli 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 15:15

Putri Noong Tahun 1980-an

Kuliner khas di Bandung tahun 1980-an.

Putri noong, salah satu kuliner legendaris di Jawa Barat. (Sumber: Youtube | Foto: Dapur Marlia)
Bandung 30 Jul 2026, 15:04

Suguhkan Sentuhan Seni dan Wangi Teh Pemium nan Otentik, Yuk Nikmati Cerita Baru CHAGEE di Jantung Kota Bandung

CHAGEE merancang gerai flagship secara khusus untuk menampilkan jiwa Kota Bandung yang dikenal berani, ekspresif, kreatif, namun tetap mengakar kuat pada warisan budaya.

CHAGEE secara resmi menjejakkan kakinya untuk pertama kali di Bandung, membawa angin segar bagi lanskap tempat nongkrong di Kota Parijs van Java. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 15:00

Pelajaran 'Zero Waste' dari Stadion Persib Bandung

Jika stadion macam GBLA bisa dianggap sebagai “laboratorium” dalam pengelolaan sampah, maka kota adalah “ekosistem hidup” yang membutuhkan integrasi lintas sektor.

Stadion GBLA yang menjadi kandang Persib Maung Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 12:02

Menjelajah Gastronomi Pasundan dalam Mustikarasa: Kesegaran Alami di Lanskap Kuliner Nusantara

Pada tahun 1967, atas arahan Presiden Soekarno, terbitlah sebuah karya monumental bertajuk Mustikarasa.

Ilustrasi Sukarno dan buku Mustikarasa. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 30 Jul 2026, 11:46

Batagor Tamim, Legenda Kuliner Kaki Lima Bandung yang Bertahan dari Gerobak Sederhana

Batagor Tamim menawarkan batagor kering dan kuah dengan bumbu kacang khas serta rasa ikan yang kuat. Cari tahu lokasi, harga, dan jam bukanya.

Batagor Tamim Bandung.
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 08:47

Harus Menunggu Berapa Korban? Jalan Soekarno-Hatta Harus Punya Jalur Sepeda Terproteksi

Kematian pesepeda di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung kembali menegaskan perlunya jalur sepeda terproteksi.

Kecelakaan maut yang menewaskan seorang pesepeda di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di seberang Terminal Leuwipanjang pada Rabu (29/7/2026). (Sumber: Instagram/@ayobandung_official)
Wisata & Kuliner 29 Jul 2026, 23:55

Sejarah Sop Konro, Kuliner Kuah Hitam dari Kluwek yang Kental dengan Sejarah Sulawesi Selatan

Kenali sejarah Sop Konro Makassar, kuah hitam dari kluwek, asal-usulnya, hingga cara penyajian dengan burasa dan ketupat.

Sop Konro Makassar. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 18:01

Batas Antara Ojek Online dan Ojek Pangkalan

Permasalahan transportasi di Bandung memang seringkali memunculkan persaingan yang tidak sehat antara moda transportasi yang satu dengan yang lainnya.

Ribuan pengemudi ojek dan taksi online melakukan unjukrasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 25 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 17:06

Mempersiapkan Agustus 2026, Ide Tema Semarak Kemerdekaan hingga Panggung Seni

Bagi penulis Ayo Netizen yang masih mencari ide, berikut beberapa pijakan tema yang bisa diangkat sepanjang Agustus 2026 nanti.

Kemeriahan lomba setiap tanggal 17 Agustus di Indonesia. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)