'Agama Rakyat' di Kota Bandung, Cuma Kita yang Enggak Ngeh

4 menit baca
Arfi Pandu Dinata
Ditulis oleh Arfi Pandu Dinata diterbitkan
Membicarakan 'agama rakyat' memang tidak seperti membicarakan 'agama formal'. (Sumber: Pexels/Ismail saja)
Membicarakan 'agama rakyat' memang tidak seperti membicarakan 'agama formal'. (Sumber: Pexels/Ismail saja)

'Agama rakyat' hari ini sudah jauh berbeda dari bayangan lama yang suka dibilang “kampungan”. Sekarang religiusitas warga muncul dalam bentuk yang lebih kekinian. Bisa menyelinap di dunia digital, ikut gaya urban, atau tetap bertahan dengan model klasiknya.

Bandung jadi salah satu panggungnya. Meskipun digempur dengan modernitas yang bertubi-tubi, kota ini tetap setia merawat lokalitas dengan caranya sendiri. Hal-hal yang dulu dan mungkin masih dianggap primitif, ternyata bisa terus relevan dengan situasi hari ini.

Melihat Bandung dengan lebih jeli bisa jadi cara buat mengenal 'agama rakyat' tersebut. Dengannya kita tidak lagi terpesona dengan lanskap wisata Ibu Kota Jawa Barat ini, tapi lagi menggali nilai-nilai kerakyatan yang masih bisa dituai. Pada sisi yang lain, kita juga sedang menunjukkan bahwa keunikan lokal tidak melulu di kampung adat. Kekayaan ini ternyata hidup berdampingan bersama kita di tengah kota. Dan berikut jejak-jejak yang masih ada tersebut.

1. Toko Rampai Bunga

Ilustrasi Bunga di Toko Bunga Palasari. (Foto: GMAPS)
Ilustrasi Bunga di Toko Bunga Palasari. (Foto: GMAPS)

Satu artefak yang mencolok untuk menggambarkan ritual rakyat adalah keberadaan toko rampai bunga. Toko ini bukan sekadar museum yang banyak menjual barang-barang yang suka dipakai oleh nenek kakek kita dulu, juga menandakan bahwa bunga tabur, kemenyan, kendi, dan perlengkapan ritual lain masih berguna dan suka dipakai oleh orang-orang di hari ini.

 Di mata sebagian orang keberadaannya mungkin hanya dagangan biasa. Tapi sebenarnya toko ini menunjukkan betapa kebutuhan ritual lokal tidak pernah surut. Selamatan, nyekar, upacara jatukrami, ngaruwat cai, atau mengurus goah, masih hidup di tengah kota modern. Kios-kios di Astanaanyar, Andir, Ciroyom, ataupun Cicadas memperlihatkan bahwa 'agama rakyat' tetap berakar pada praktik keseharian.

2. Cerita Hantu di Radio

Di Bandung kosmologi 'agama rakyat' yang cenderung percaya pada keberadaan roh, hantu, dan makhluk halus hadir melalui urban legend. Kisah-kisah penampakan di Jalan Layang Pasupati, sosok misterius di Gedung Sate, patung di Taman Maluku, atau penunggu Goa Belanda di Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda bukan sekadar horor murahan. Dalam cerita ini masyarakat kota merawat keyakinan lokal akan adanya dunia gaib.

Mungkin di zaman ini, cerita mistis tidak lagi dituturkan di gelapnya malam yang ditemani lampu minyak. Tapi cerita hantu-hantu selalu ada, bahkan diarsipkan dengan rapi melalui siaran Nightmare Ardan Radio 105,9 FM. Begitu juga tim Jurnalrisa banyak mendokumentasikan penunggu-penunggu Bandung melalui konten di YouTube maupun aneka filmnya. Meskipun transfer cerita rakyat telah bergeser dari pos ronda ke bioskop dan siaran di radio dalam mobil, tapi pandangan dunia leluhur masih abadi. 

3. Maung Bandung

Salah satu patung maung Bandung yang pernah melompat dari pos jaga. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Salah satu patung maung Bandung yang pernah melompat dari pos jaga. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)

Bicara 'agama rakyat' tidak lepas dari dimensi sosial dan identitas, yang di Bandung menemukan wujudnya dalam totem maung (macan, harimau). Sebagai julukan lain pada Persib, maung bukan sekadar maskot klub sepak bola. Sosok ini adalah totem komunal yang mempersatukan warga, menyalakan rasa kebanggaan, dan mengikat solidaritas di Bandung bahkan wilayah Jawa Barat yang lebih luas.

Hewan sakral yang ada dalam kosmologi Sunda ini melambangkan perlindungan, tradisi leluhur, sekaligus misteri alam. Pada hari ini dalam berbagai gambarnya, Maung Bandung berhasil menunjukkan kekuatannya itu kembali dengan merangkul segala kelas. Dukungan pada Persib mengartikulasi ritual komunal dengan nyanyian dan koreografi tribun. Inilah identitas yang memadukan senyapnya cara kerja religiusitas lokal dalam kecintaan pada klub sendiri dan jalinan rasa kebersamaan.

4. Ziarah Makam Marhaen

'Agama rakyat' bicara juga soal kesadaran politik. Di Bandung, hal ini tampak pada praktik ziarah ke makam Ki Marhaen di Kampung Cipagalo, Jalan Batununggal, Bandung Kidul. Marhaen sendiri adalah petani kecil yang ditemui Bung Karno dan menjadi simbol perlawanan terhadap kolonialisme. Dengan segala kontroversinya, makamnya kini dipercaya sebagai tempat ziarah politik, spiritual, dan identitas rakyat.

Berdoa, tabur bunga, siram air, dan bertemu dengan anak cucu Ki Marhaen, tidak hanya mencari keselamatan pribadi, juga menyimpan ingatan kolektif tentang ketidakadilan sosial. Para politikus pastinya berduyun-duyun datang ke sini, berusaha menautkan dirinya pada isu kerakyatan. Begitulah di tengah modernisasi Kota Bandung, makam Ki Marhaen menjadi pengingat bahwa salah satu kekuatan politik nasional pernah lahir di sini.

5. Reak dan Benjang

Fesival Benjang di Desa Ciporeat, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Mildan Abdalloh)
Fesival Benjang di Desa Ciporeat, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Mildan Abdalloh)

Seni rakyat seperti reak dan benjang tumbuh lestari di kawasan Bandung Timur. Reak adalah pertunjukan musik tradisional yang menggugah dan kadang kesurupan, sementara benjang adalah seni bela diri dengan nuansa ritual yang magis. Keduanya sering tampil di hajatan, festival, atau acara desa.

Di Ujung Berung, Arcamanik, dan Cibiru, akhir pekan selalu jadi saksi bahwa hiburan rakyat ternyata masih bertahan bahkan di sepanjang jalan kendaraan. Kesenian ini bisa memancing orang-orang ke luar rumah dan pengendara sepeda motor yang berhenti sejenak. Mereka mengabadikannya dalam hp. Dengan segala kreativitasnya yang penuh aksesoris lampu, pelantang suara, dan kaos distro, arak-arak ini menggugat kejemuan dan individualistik kota dengan bising yang menggoyang.

Membicarakan 'agama rakyat' memang tidak seperti membicarakan 'agama formal'. Praktik, kepercayaan, identitas, politik, dan keseniannya yang pernah jadi bulan-bulanan kekuasaan itu, mungkin masih bikin kita agak alergi. Semua itu sering dilekatkan dengan label sisa-sisa tradisi lama atau dicap kuno dan ketinggalan zaman.

Tapi berbagai contoh konkret di Bandung ini telah membuktikan bahwa 'agama rakyat' adalah religiusitas yang tangguh. Strukturnya mungkin tidak serapi agama-agama dunia, mungkin juga bersembunyi atas nama budaya.

Tapi di luar itu semua, 'agama rakyat' selalu bisa menjawab kebutuhan hidup. Bukankah itu juga yang membuatnya justru menarik di tengah Bandung yang gemerlap dengan lampu kota? (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Arfi Pandu Dinata
Menulis tentang agama, budaya, dan kehidupan orang Sunda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!
Wisata & Kuliner 03 Agu 2026, 18:19

Situ Lengkong Panjalu, Tempat Wisata Estetik dan Bersejarah di Ciamis

Panduan wisata Situ Lengkong Panjalu Ciamis lengkap: sejarah Kerajaan Panjalu, Nusa Gede, Museum Bumi Alit, tradisi Nyangku, tiket masuk, dan rute.

Situ Lengkong Panjalu, Ciamis.