Dua Visi Keberlanjutan dalam Ibadah Ramadan

3 menit baca
Ridwan Rustandi
Ditulis oleh Ridwan Rustandi diterbitkan
Seorang laki-laki sedang tilawah al-Qur'an. (Sumber: Pixabay)
Seorang laki-laki sedang tilawah al-Qur'an. (Sumber: Pixabay)

Mengapa kita harus mengulang rutinitas yang sama setiap kali ramadan datang? Shaum di siang hari, salat di malam hari, makan sahur, tilawah al-Qur’an, sedekah, zakat, dan lain sebagainya. Rutinitas ini bukan sebatas pengulangan tanpa makna. Ia adalah sebuah laboratorium peradaban yang mendidik manusia untuk merawat kebaikan hari ini dan mengimajinasikan kebaikan hari esok. Ramadan adalah momentum bertemunya dua visi besar dalam siklus kehidupan manusia.

Selama satu bulan penuh, kita melaksanakan amal saleh dengan penuh antusias. Bulan ramadan menjadi momentum istimewa yang mendorong manusia beriman untuk mengoptimalkan beragam kebaikan. Padahal, kita menyadari bahwa ibadah-ibadah tersebut kita lakukan sepanjang tahun. Salat lima waktu? Sepanjang tahun kita laksanakan. Membaca al-Qur’an? Rutinitas terjadwal yang biasa dilakukan. Zakat, sedekah dan infak? Menjadi perhatian kita setiap masanya.  Ramadan adalah sprint perbaikan diri yang terprogram dengan sangat cermat. Tidur lebih teratur karena sahur, makan lebih terkontrol karena shaum, pikiran lebih fokus karena berkurangnya gangguan konsumsi.

Ramadan adalah momentum untuk membangun inovasi yang bukan dari nol. Ia tidak merombak kebiasaan kita secara total, melainkan mengoptimalkan amalan saleh agar lebih bermakna. Dalam dunia inovasi, ada sebuah konsep yang sering diremehkan, sustaining innovation, yakni inovasi yang bukan menciptakan hal baru dari nol, melainkan memperbaiki, mengoptimalkan, dan merawat apa yang sudah ada agar tetap relevan, kuat, dan bermakna. Ramadan adalah ruang perawatan intensif terhadap sistem yang berjalan. Laiknya mesin kendaraan, ramadan berupaya menguatkan sistem yang sudah berjalan dari mulai keimanan, kebiasaan dan karakter. Ia berupaya merawat kebaikan, agar keimanan yang tertanam tidak mogok di jalan.

Namun demikian, pada saat bersamaan, ramadan menjadi ruang reflektif bagi manusia beriman untuk mengimajinasikan kebaikan selanjutnya. Ramadan menjadi momentum paling subur untuk merencanakan amalan-amalan berkelanjutan. Inilah dimensi envisioning futures dalam dunia inovasi. Yakni, kemampuan untuk membayangkan dan mulai menciptakan kemungkinan-kemungkinan yang belum pernah terpikir sebelumnya. Ramadan menciptakan ruang kosong (white space) untuk berpikir lebih jernih dan merasa lebih dalam. Dengan mengurangi makan, mengurangi hiburan, mengurangi waktu sia-sia, ramadan membebaskan kapasitas mental kita untuk melihat jauh ke depan.

Umat Muslim beribadah di Bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Annas Arfnahri)
Umat Muslim beribadah di Bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Annas Arfnahri)

Visi yang Dipanjatkan

Ramadan adalah momen bertemunya dua visi peradaban secara epik, sustaining innovation dan envisioning futures. Ia menguatkan ritual yang telah ada (sustaining innovation) sekaligus sebuah perjalanan batin untuk mencapai kemenangan masa depan (envisioning futures). Dalam sustaining innovation, ramadan memosisikan amalan keberlanjutan bukan hanya tentang bertahan hidup. Ia tentang memastikan yang baik tetap baik, bahkan menjadi lebih baik, dari satu musim ke musim berikutnya (QS. 11: 112; 02: 148). Dalam envisioning futures, ramadan menjadi ruang reflektif agar kita menyiapkan amalan di masa mendatang (QS. 59: 18; 28: 77).

Ramadan menjadi waktu untuk mengevaluasi perjalanan amal, sekaligus menyusun komitmen baru agar kehidupan setelahnya lebih bermakna. Kedua visi ini bertemu dalam setiap ritual ramadan yang bermuara pada perwujudan kebaikan bersama. Salat tarawih, misalnya. Ia adalah sustaining innovation, ritual yang diperbarui intensitasnya setiap malam. Tapi ia juga envisioning futures, setiap rakaat adalah perjalanan batin yang membuka ruang bagi kemungkinan baru dalam diri kita. Zakat dan sedekah adalah sustaining tatanan sosial yang sudah ada, sekaligus envisioning dunia di mana kesenjangan itu bisa dikurangi, sedikit demi sedikit, dengan tangan-tangan yang bergerak bersamaan.

Baca Juga: Belanja atau Investasi? Mengelola THR di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Shaum ramadan adalah latihan paling fundamental yang mencerminkan keduanya. Secara sustaining, shaum adalah latihan mempertahankan kendali, nilai dan komitmen. Secara envisioning, shaum membuktikan kepada diri bahwa dengan kendali diri yang dilatih akan mengubah persona dan mentalitas kita untuk menjadi pribadi yang bertakwa.

Sustaining ramadan tercermin pula dalam beberapa kondisi. Sahur memaksa kita bangun lebih awal. Iftar mengatur jam makan. Tarawih mendisiplinkan malam. Ramadan men-upgrade jadwal harian kita tanpa mengubah strukturnya. Sabar yang mungkin mulai retak, kembali diperbarui. Syukur yang tumpul, diasah lagi. Empati yang membeku oleh rutinitas, dicairkan oleh lapar bersama.

Envisioning ramadan tampil dalam beberapa momentum. Lailatul qadr, peristiwa monumental. Malam seribu bulan yang bukan saja metafora soal waktu. Ia adalah simbol bahwa dalam satu momen keheningan yang penuh kesadaran, manusia bisa melihat kemungkinan-kemungkinan yang mengubah segalanya. Setiap doa yang dipanjatkan di sepertiga malam adalah latihan envisioning, membayangkan masa depan yang lebih baik, lalu secara aktif memintanya terwujud. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ridwan Rustandi
Tentang Ridwan Rustandi
Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung

Berita Terkait

News Update

Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)