Gen Z Ubah Peta Konsumsi, Konsumen Indonesia 2025 Kian Selektif Cari Pengalaman Kuliner

Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ditulis oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil diterbitkan Rabu 14 Jan 2026, 21:01 WIB
Gen Z kini menjadikan makanan dan minuman sebagai kategori belanja utama, dengan preferensi pada produk yang menawarkan pengalaman otentik dan bisa dibagikan di media sosial. (Sumber: Freepik)

Gen Z kini menjadikan makanan dan minuman sebagai kategori belanja utama, dengan preferensi pada produk yang menawarkan pengalaman otentik dan bisa dibagikan di media sosial. (Sumber: Freepik)

AYOBANDUNG.ID -- Perubahan perilaku konsumen Indonesia di 2025 semakin nyata. Konsumen kini tidak lagi sekadar membeli produk untuk memenuhi kebutuhan dasar, melainkan mencari pengalaman yang otentik, relevan, dan penuh rasa. Fenomena ini paling jelas terlihat di kalangan generasi muda, terutama Gen Z, yang menjadikan konsumsi sebagai bagian dari identitas dan gaya hidup.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi, menyumbang lebih dari 50 persen terhadap PDB sepanjang 2025. Sementara itu, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) mencatat industri makanan-minuman tumbuh sekitar 6,49 persen pada 2025, dengan subsektor kuliner menjadi penggerak utama. Angka ini menegaskan bahwa konsumen Indonesia semakin cerdas dan kritis dalam menentukan pilihan.

Generasi Z, yang lahir di era digital, tumbuh dengan akses informasi tanpa batas. Mereka terbiasa membandingkan produk, membaca ulasan, dan mencari rekomendasi di media sosial sebelum membeli. Survei QASA Insights 2025 menunjukkan lebih dari 45 persen Gen Z menjadikan makanan dan minuman sebagai kategori belanja utama, dengan preferensi pada produk yang menawarkan pengalaman otentik dan bisa dibagikan di media sosial.

Fenomena ini terlihat nyata di lapangan. Anak muda di Bandung misalnya, rela antre berjam-jam demi mencoba menu baru yang sedang tren. Mereka kemudian membagikan pengalaman tersebut di TikTok atau Instagram, menjadikan makanan bukan hanya soal rasa, tetapi juga konten yang bisa dikonsumsi secara digital. Kuliner viral, menu unik, hingga makanan dengan sentuhan budaya global menjadi daya tarik tersendiri.

Dalam konteks ini, Brand Manager Ramen YES, Yohana Adityarini menegaskan bahwa tren kuliner global sudah memiliki basis penggemar yang kuat di Indonesia. Alhasil, kondisi itu memperlihatkan bagaimana generasi muda menjadi motor utama dalam eksplorasi kuliner.

“Contohnya seperti Japanese ramen yang sudah punya basis fans yang kuat di Indonesia, terutama di kalangan pecinta kuliner urban, millennial, dan Gen Z yang aktif mencari pengalaman baru,” ungkap Yohana.

Selain itu, selektivitas konsumen juga tercermin dalam tuntutan terhadap kualitas dan nilai tambah. Produk yang halal, sehat, dan memiliki cerita kuat lebih mudah diterima. Konsumen kini tidak mudah terpengaruh iklan, melainkan mencari bukti nyata dari pengalaman orang lain. Mereka mengutamakan produk yang mampu menghadirkan rasa premium namun tetap terjangkau, serta mudah diakses melalui layanan pesan-antar atau distribusi ritel yang luas.

Yohana mengambarkan bahwa anak muda masa kini khususnya Gen Z tidak hanya membeli produk, tetapi juga mencari pengalaman yang bisa mereka bagikan. “Gen-Z suka menikmati moment, mencoba tren, dan merasakan sesuatu yang berbeda. Kondisi ini membuat konsumen kini lebih mengutamakan produk yang mampu memberikan nilai lebih, kualitas terpercaya, serta pengalaman yang memuaskan,” katanya.

Di sisi lain, potensi pasar jelas besar. UMKM kuliner, menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, menyumbang lebih dari 61 persen terhadap PDB nasional dengan lebih dari 65 juta unit usaha. Kolaborasi antara UMKM dan korporasi besar dapat memperkuat ekosistem kuliner, menghadirkan produk yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memberikan pengalaman yang bernilai.

Kondisi riil di kalangan Gen Z menunjukkan bahwa mereka menjadikan makanan sebagai bagian dari perjalanan hidup. Mereka mencari rasa otentik, pengalaman berbeda, dan sesuatu yang bisa mereka bagikan sebagai cerita. Ramen hanyalah salah satu contoh bagaimana kuliner global bisa diterima dengan cepat oleh generasi ini.

Tren ini juga mendorong munculnya inovasi di berbagai lini. Kopi lokal dikemas dengan storytelling tentang asal-usul biji, restoran cepat saji menghadirkan menu kolaborasi dengan budaya pop, dan UMKM kuliner memanfaatkan media sosial untuk membangun komunitas. Semua ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin cerdas dan kritis, di mana kini mereka menuntut kualitas, transparansi, dan pengalaman yang bisa dibagikan.

Selektivitas konsumen juga berimplikasi pada pola belanja. Menurut survei Sigma Research 2025, lebih dari 70 persen konsumen urban melakukan riset online sebelum membeli produk F&B. Mereka membaca ulasan, membandingkan merek, dan menuntut transparansi. Hal ini membuat brand harus lebih hati-hati dalam membangun komunikasi, karena konsumen tidak lagi mudah percaya pada klaim sepihak.

Dalam analisisnya, Yohana menegaskan bahwa generasi muda kini mencari nilai lebih dalam setiap pembelian. Oleh karena itu, dengan perilaku konsumen yang semakin rasional dan selektif, industri kuliner Indonesia dituntut untuk terus beradaptasi. Hanya produk yang mampu menghadirkan kualitas, pengalaman, dan relevansi yang akan bertahan. Gen Z telah mengubah peta konsumsi, dan kini makanan bukan lagi sekadar kebutuhan, melainkan bagian dari identitas dan gaya hidup.

“Kalangan milenial dan Gen Z mencari nilai lebih dalam berbelanja, termasuk akses terhadap pengalaman yang terasa premium namun tetap terjangkau. Kebutuhan akan kenyamanan di rumah, hiburan sederhana, serta eksplorasi rasa global mendorong pertumbuhan produk-produk yang mampu menawarkan kualitas, pengalaman, dan value sekaligus,” ujarnya.

Alternatif produk kuliner kekinian atau serupa:

  1. https://s.shopee.co.id/9KbnDPFCVg
  2. https://s.shopee.co.id/7pmzQhFzFs
  3. https://s.shopee.co.id/1LZVgmly2D
  4. https://s.shopee.co.id/1LZVgpGAE6
  5. https://s.shopee.co.id/5q1v3Ibya9

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Jan 2026, 22:00 WIB

Ketika Gajah Turun Tangan untuk Membersihkan Bencana Ulah Manusia

Media sosial di gemparkan dengan berita tentang 4 (empat) Gajah yang turun membantu pemulihan pasca banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Gajah Sumatra. (Sumber: WWF Indonesia)
Ayo Biz 14 Jan 2026, 21:01 WIB

Gen Z Ubah Peta Konsumsi, Konsumen Indonesia 2025 Kian Selektif Cari Pengalaman Kuliner

Gen Z kini menjadikan makanan dan minuman sebagai kategori belanja utama, dengan preferensi pada produk yang menawarkan pengalaman otentik dan bisa dibagikan di media sosial.
Gen Z kini menjadikan makanan dan minuman sebagai kategori belanja utama, dengan preferensi pada produk yang menawarkan pengalaman otentik dan bisa dibagikan di media sosial. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 14 Jan 2026, 20:44 WIB

Melihat 'Apa yang Salah' dari Kemacetan Ciwastra yang Rutin Jadi Sorotan

Kemacetan di Ciwastra dinilai dipicu fasilitas dan penataan lalu lintas yang belum berfungsi optimal.
Deretan motor yang tak bergerak di Ciwastra menggambarkan kemacetan yang semakin sulit dikendalikan pada Selasa (2/12/2025). (Sumber: Audya Athayya Khalisa)
Ayo Netizen 14 Jan 2026, 19:13 WIB

Asal-usul Kesibukan Kita: Halloween, Reformasi Protestan, dan Peradaban Modern

Dari tradisi religius sampai gelombang perubahan besar, budaya kerja keras, FOMO, dan obsesi produktivitas yang kita jalani sehari-hari ternyata punya akar sejarah yang panjang.
Ilustrasi sedang bekerja. (Sumber: Pexels | Foto: Tim Gouw)
Ayo Netizen 14 Jan 2026, 17:18 WIB

Belajar dari Buku 'Broken Strings': Berhenti Berharap Dia Berubah

Jangan biarkan 'dawai' hidupmu putus karena terlalu berharap dia berubah.
Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Jelajah 14 Jan 2026, 15:12 WIB

Sejarah Rumah Sakit Cicendo Bandung, Lawan Kebutaan Sejak 1909

Sejarah RS Mata Cicendo Bandung sejak era kolonial hingga menjadi Pusat Mata Nasional. Dari wabah trachoma sampai teknologi operasi mata modern.
RS Mata Cicendo, Bandung. (Sumber: rsmatacicendo.go.id)
Ayo Netizen 14 Jan 2026, 15:01 WIB

Melipir dari Kota: Pesona Magnetis Pinggiran Bandung

Mengajakmu 'melipir' ke 4 penjuru Bandung. Dari karst Barat hingga kabut Selatan, temukan pesona alam pinggiran yang melengkapi jiwa Bandung sejati.
Situ Cileunca di Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Jelajah 14 Jan 2026, 15:00 WIB

Hikayat Banjir Gedebage Zaman Kolonial, Bikin Gagal Panen dan Jalan Rusak

Dahulu sawah dan kampung yang tenggelam, kini perumahan dan jalan. Sejarah banjir Gedebage telah tercatat sejak kolonial.
Ilustrasi banjir zaman baheula.
Ayo Netizen 14 Jan 2026, 12:46 WIB

24 Jam Versi Risky Aly: Gaya Hidup Sang Peraih Double Degree dalam Satu Waktu

Tulisan ini menceritakan tentang gaya hidup disiplin Risky Aly, pemuda asal Bondowoso yang berhasil meraih double degree.
Foto Risky Aly ketika wisuda double degree. (Sumber: Dari Risky Aly setelah sesi wawancara selesai)
Ayo Netizen 14 Jan 2026, 10:19 WIB

Tes Kemampuan Akademik sebagai Perbaikan Mutu Pembelajaran

Seyogianya kualitas pendidikan di negeri ini harus terus ditingkatkan dari tahun ke tahun.
Ilustrasi sekolah di Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: el jusuf)
Ayo Netizen 14 Jan 2026, 08:31 WIB

Dari Pinggiran Jalan: Menyambung Hidup untuk Kebutuhan Harian

Ketika kas tak lagi mampu menjaga kompor tetap menyala, kios kecil namun penuh makna.
Kios distro Dimas Angga menawarkan berbagai pakaian dan aksesori bergaya streetwear di pinggir jalan kawasan Pasar
Ciwastra pada malam hari di Kota Bandung (4/11/2025). (Sumber: Tito Andrean | Foto: Tito Andrean)
Beranda 14 Jan 2026, 07:30 WIB

Modal Kolaborasi dan Relasi, Cerita SeputarSoettaBdg Bertahan di Tengah Riuhnya Media di Bandung

Kisah SeputarSoettaBdg menjadi bukti bahwa di tengah riuhnya media besar di Bandung, kedekatan personal dan relasi antarwarga masih menjadi modal utama untuk bertahan.
Rezza Radian Zulfikar (kanan) dan Muhammad Saeful, pengelola homeless media seputarsoetta.bdg. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 19:48 WIB

Kenapa Americano Jadi Favorit Baru Anak Muda? Ini Manfaatnya!

Americano lagi viral karena rasanya ringan, dan kalorinya rendah.
Ini dia manfaat dari kopi Americano yang perlu kamu ketahui! (Sumber: Freepik)
Ayo Jelajah 13 Jan 2026, 18:47 WIB

Riwayat Bandung Tiris, saat Hawa Dingin Kepung Kota Cekungan

Letak geografis Bandung membuat udara dingin mudah terperangkap dan menciptakan sensasi sejuk hingga menggigil sejak dulu.
Ilustrasi cuaca dingin Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan al Faritsi)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 18:04 WIB

Profesi dan Hobi Harus Seimbang: Seorang Guru SMA Membuktikan Ambisinya

Guru SMA Lisda Nurul Romdani sukses menaklukkan maraton dan trail run (35 km) di tengah jadwal padat, membuktikan ambisi, mental, dan konsistensi.
Lisda Nurul Romdani seorang guru SMA membuktikan hobinya sebanding dengan rutinitas mengajar saat mengikuti Half Marathon Pocari Sweat Run 2024 di Bandung. (Sumber: @lisdaanr | Foto: @fotoyu_official Pocari Sweet RUN 2024)
Ayo Biz 13 Jan 2026, 18:04 WIB

Kekurangan Vitamin D, Masalah Nutrisi Anak yang Masih Mengakar di Indonesia

Kekurangan vitamin D masih cukup sering ditemukan pada anak usia sekolah dan dapat berdampak pada kesehatan tulang dan gigi.
Ilustrasi kekurangan vitamin D masih menjadi masalah nutrisi yang cukup umum pada anak dan remaja, termasuk di Bandung. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 17:19 WIB

Resolusi 2026 Warga Bandung: Berharap Transportasi Umum yang Lebih Terintegrasi

Keluhan warga Bandung mengenai transportasi umum yang dinilai belum efisien dan kurang terintegrasi.
Suasana metro jabar trans dipenuhi penggunana di sore hari sepulang kerja (03/12/2025). (Sumber: Pribadi | Foto: M. Kamal Natanegara)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 16:18 WIB

Penyairan Masa Kini: Bahasa yang Mencari Rumah Baru

Penyair masa kini menjaga kedalaman di tengah riuh digital, merawat bahasa, melampaui klise, dan menghadirkan ruang hening saat dunia bergerak terlalu cepat.
Puisi mencari napas baru, sementara penyair menjaga jantung bahasanya. (Sumber: Pixnio/Bicanski)
Ayo Biz 13 Jan 2026, 16:06 WIB

Gen Z dari Scrolling ke Running, Gaya Hidup Baru yang Menggerakkan Pasar Kebugaran

Gen Z Indonesia mulai menjadikan olahraga dan aktivitas fisik sebagai bagian dari keseharian, bahkan sebagai identitas sosial baru.
Ilustrasi. Gen Z Indonesia mulai menjadikan olahraga dan aktivitas fisik sebagai bagian dari keseharian, bahkan sebagai identitas sosial baru. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 14:34 WIB

'Doom Spending' dan Generasi yang Menyerah Membeli Masa Depan

Mengapa anak muda memilih "kebahagiaan kecil" yang mahal saat impian besar seperti rumah makin mustahil dicapai gaji UMR.
Ilustrasi dompet kosong. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)