Terobosan dari Tanaman Liar untuk Odapus, Dari Keresahan Menjadi Harapan

Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ditulis oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil diterbitkan Rabu 13 Agu 2025, 16:05 WIB
Prof. Afifah Sutjiatmo dan Prof. Elin Yulinah berhasil mengembangkan obat herbal dari tanaman cecendet atau ciplukan. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

Prof. Afifah Sutjiatmo dan Prof. Elin Yulinah berhasil mengembangkan obat herbal dari tanaman cecendet atau ciplukan. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

AYOBANDUNG.ID -- Diagnosis Lupus sering datang terlambat. Penyakit ini menyamar dalam berbagai bentuk, membuat banyak penderita tak menyadari bahwa tubuh mereka sedang melawan diri sendiri. Di Indonesia, jumlah kasus Lupus terus meningkat, namun kesadaran masyarakat masih rendah.

Lupus Eritematosus Sistemik (LES), atau Systemic Lupus Erythematosus (SLE), dikenal sebagai penyakit “seribu wajah” karena gejalanya yang beragam dan tak khas. Lupus adalah penyakit autoimun kronis yang belum diketahui penyebab pastinya, dan bisa menyerang berbagai organ tubuh secara bersamaan.

Di tengah kompleksitas itu, dua peneliti perempuan Indonesia memutuskan untuk tidak tinggal diam. Prof. Afifah Sutjiatmo dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Prof. Elin Yulinah dari Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) berhasil mengembangkan sebuah obat herbal dari tanaman yang selama ini dianggap biasa, yakni cecendet atau ciplukan.

“Untuk proses penelitiannya sendiri panjang, sekitar empat tahunan ada,” ujar Prof. Afifah.

Obat herbal ini diberi nama Lesikaf, dan masuk dalam kategori jamu. Komposisinya berbasis ekstrak Physalis angulata Linn, nama ilmiah dari cecendet. Produk ini kini diproduksi oleh PT Kimia Farma (Persero), dan ditujukan khusus untuk membantu Orang dengan Lupus (Odapus).

Cecendet atau ciplukan. (Sumber: Freepik)
Cecendet atau ciplukan. (Sumber: Freepik)

Cecendet bukan tanaman asing bagi masyarakat Indonesia. Ia tumbuh liar dan dikenal dengan berbagai nama lokal seperti nyurnyuran, kopok-kopokan, leletopan, dedes, dan lainnya. Selama ini, tanaman ini digunakan untuk pengobatan diabetes dan anti-radang.

“Cecenet ini selain bisa digunakan untuk anti radang, diabetes, ternyata bagus untuk lupus. Juga pengobatan untuk inflamasinya dan ini bisa meningkatkan eritrosit,” jelas Afifah.

Dalam proses penelitian, Afifah dan Elin tidak menghadapi banyak kendala. Bahan baku utama, ciplukan, mudah ditemukan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, tantangan terletak pada standarisasi agar hasilnya konsisten dan aman.

“Kendala sebetulnya gak ada karena bahannya sendiri mudah diperoleh di Indonesia, cuman harus terstandar supaya waktu mengulang tetap sama. Kalau distandarisasi dari marker dan dosisnya juga harus tepat," kata Elin.

Lesikaf bukanlah obat yang menyembuhkan Lupus secara total. Namun, sebagai terapi komplemen, jamu ini mampu meredakan nyeri, memelihara kondisi tubuh, dan mengurangi gejala yang mengganggu aktivitas harian Odapus.

“Obat lupus ini diproduksi dengan bentuknya berupa obat. Tapi karena lupus adalah penyakit autoimun jadi gak bisa sembuh total, tapi setidaknya obat ini bisa untuk memelihara dan mengurangi gejalanya,” ujar Afifah.

Terobosan ini menjadi bukti bahwa riset yang berangkat dari keresahan nyata bisa menghasilkan solusi yang relevan dan berdampak. Dalam dunia medis yang sering bergantung pada teknologi tinggi, pendekatan berbasis bahan alam menawarkan alternatif yang lebih terjangkau dan berakar pada kekayaan lokal.

Bagi Afifah dan Elin, keberhasilan ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk terus mengembangkan terapi berbasis bahan alam yang aman dan efektif.

Mereka berharap, riset ini bisa menginspirasi peneliti lain untuk menggali potensi tanaman Indonesia yang belum tergali.

"Jika diteliti dengan serius, ribuan tanaman obat yang belum tergali potensinya ini bisa menjadi solusi bagi berbagai penyakit kronis," ujar Afifah.

Alternatif produk jamu dan UMKM:

  1. https://s.shopee.co.id/AKQMRh7QbB
  2. https://s.shopee.co.id/BJaL4vZsE
  3. https://s.shopee.co.id/30dliJxJuR
Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 11 Jan 2026, 14:32 WIB

Resolusi Menjaga Kesehatan Mata dalam Keluarga dan Tempat Kerja

Masih banyak perilaku warga Kota Bandung yang bisa merusak mata orang lain namun tidak merasa berdosa.
Masih banyak perilaku warga Kota Bandung yang bisa merusak mata orang lain namun tidak merasa berdosa. (Sumber: Pexels/Omar alnahi)
Ayo Netizen 11 Jan 2026, 13:09 WIB

Wargi Bandung 'Gereget' Pelayanan Dasar Masyarakat Tidak Optimal

Skeptis terhadap kinerja Pemerintah Kota Bandung demi pelayanan yang lebih baik.
Braga pada malam hari dan merupakan salah satu icon Kota Bandung, Rabu (3/12/2024). (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Nayla Andini)
Ayo Netizen 11 Jan 2026, 11:01 WIB

Kabupaten Brebes Pasar Raya Geowisata Kelas Dunia

Kabupaten Brebes di Provinsi Jawa Tengah, memenuhi banyak kriteria untuk menjadi destinasi geowisata.
Fauna awal yang menjelajah Brebes sejak 2,4 juta tahun yang lalu. (Sumber: Istimewa)
Ayo Jelajah 11 Jan 2026, 11:00 WIB

Riwayat Bandit Kambuhan yang Tumbang di Cisangkuy

Cerita kriminal 1941 tentang Soehali residivis yang tewas tenggelam saat mencoba melarikan diri dari pengawalan.
Ilustrasi
Ayo Netizen 11 Jan 2026, 09:51 WIB

Merawat Tradisi, Menebar Kebaikan

Jumat Berkah bukan sekadar soal memberi dan menerima, menjadi momentum yang tepat untuk terus menebar kebaikan dan kebenaran.
Pelaksanaan Jumat Berkah dilakukan secara bergantian oleh masing-masing DWP unit fakultas, pascasarjana, dan al-jamiah (Sumber: Humas UIN SGD | Foto: Istimewa)
Beranda 11 Jan 2026, 08:09 WIB

Cerita Warga Jelang Laga Panas Persib vs Persija, Euforia Nobar Menyala di Kiaracondong dan Cigereleng

Menurutnya, menyediakan ruang nobar justru menjadi cara paling realistis untuk mengelola antusiasme bobotoh dibandingkan berkumpul tanpa fasilitas atau memaksakan datang ke stadion.
Wildan Putra Haikal bersama kawan-kawannya di Cigereleng bersiap menggelar nobar Persib vs Persija. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Biz 10 Jan 2026, 19:34 WIB

Pisau Bermata Dua Naturalisasi: Prestasi, Bisnis, dan Tantangan Olahraga Indonesia

Naturalisasi atlet asing kini bukan sekadar isu teknis, melainkan fenomena yang mengubah wajah industri olahraga Indonesia.
Naturalisasi atlet asing kini bukan sekadar isu teknis, melainkan fenomena yang mengubah wajah industri olahraga Indonesia. (Sumber: Satria Muda Bandung)
Ayo Biz 10 Jan 2026, 16:11 WIB

Ribuan Sepeda Motor Menumpang Kereta, Tren Baru Mobilitas Masyarakat di Libur Panjang

Keramaian di stasiun besar pada akhir tahun 2025 hingga awal 2026 memperlihatkan wajah baru. Tidak hanya penumpang yang berdesakan menunggu keberangkatan, tetapi juga deretan sepeda motor.
Ilustrasi pengiriman sepeda motor melalui layanan kereta api menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin tetap praktis, aman, dan efisien dalam perjalanan liburan panjang. (Sumber: KAI Logistik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 20:34 WIB

Bandung dan Tawanan Kota yang Terjajah Diam-Diam: Sebuah Resolusi Baru

Kota bergerak maju, tapi belum pulih. Di balik modernitas, tersisa warisan kolonial yang membentuk birokrasi, selera, dan mimpi warga.
Persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan tahun 1910-an. (Sumber: kitlv)
Beranda 09 Jan 2026, 19:07 WIB

Sebelum Terlambat 2030, Strategi Komunikasi SDGs Harus Melampaui Jargon Birokrasi

SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif.
SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 17:49 WIB

Keamanan Data dan Masa Depan AI: Jalan Panjang Membangun Kepercayaan Publik

Di Indonesia, AI sudah semakin relevan dan meresap ke dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari rekomendasi konten hiburan, aplikasi belajar daring, hingga layanan finansial digital.
Ilustrasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI). (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 17:14 WIB

Bandung Semakin Padat, Saatnya Berbenah Sebelum Terlambat

Kemacetan di Bandung dipicu kendaraan berlebih, jalan sempit, angkutan umum kurang baik, wisatawan, dan parkir liar.
Kemacetan di salah satu ruas jalan Kota Bandung di Jl. A. Yani  Kacapiring. 01/12/25 (Sumber: Naila Husna Ramadan)
Beranda 09 Jan 2026, 16:37 WIB

Wajah Lain Wisata Delman di Kota Bandung: Romantis bagi Wisatawan, Berat bagi Kuda

Tantangan besarnya adalah kebutuhan akan regulasi yang mampu menjembatani kepentingan hewan, kusir, dan penumpang secara adil.
Ade, kusir delman di sekitar wilayah Gedung Sate. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 16:28 WIB

Food Genomics, Teknologi Nutrisi Presisi yang Mengubah Cara Anak Muda Makan

Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik.
Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 16:13 WIB

Balai Kota Bandung sebagai Promotor Produk Kriya Unggulan Glassware dan Mesin Roaster Kopi

Gedung balai kota mesti bisa menjadi promotor bagi kriya glassware eksklusif dan mesin roaster kopi buatan Bandung.
Halaman balai kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Jelajah 09 Jan 2026, 16:00 WIB

Hikayat Tamasya Baheula di Kawah Putih Ciwidey, Tempat Healing Kompeni yang Sepi dan Sunyi

Kawah Putih Ciwidey tampil sebagai tujuan berat dan hening dalam Gids van Bandoeng 1927 lengkap dengan belerang dan tanjakan panjang.
Lukisan Kawah Putih Franz Wilhelm Junghuhn. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:43 WIB

Penipuan Online: Apakah Ada Hukumnya?

Penipuan melalui telepon berkembang lebih cepat daripada aturan hukumnya.
Media dalam jaringan (daring). (Sumber: Pexels | Foto: Torsten Dettlaff)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:06 WIB

'Berkawan' dengan Gelapnya Jalan Soekarno Hatta

Jalan Soekarno Hatta makin gelap karena lampu PJU mati, membuat warga merasa was-was setiap melintas.
Jalan Soekarno Hatta ramai malam hari, motor, dan mobil bergerak di tengah padatnya arus, (01/12/2025). (Sumber: Fayyaza Jasmine | Foto: Fayyaza Jasmine)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 14:39 WIB

Bobotoh Cek! Cara Beli Single Ticket Pertandingan PERSIB di Aplikasi Resmi

Cara membeli single ticket pertandingan kandang PERSIB Bandung melalui aplikasi resmi PERSIB (PERSIBapp).
Pemain Persib Bandung, Adam Alis. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 13:26 WIB

Bandung Terus Diganggu oleh Pungli yang Tak Kunjung Teratasi

Pungli terus mengganggu kenyamanan warga Bandung muncul berulang di berbagai ruang publik, menunjukkan lemahnya pengawasan dan kebutuhan akan tindakan tegas untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Area parkir di salah satu kawasan kuliner Bandung yang sedang dipadati oleh beberapa kendaraan, terutama pada jam makan siang (4/12/2025). (Sumber: Keira Khalila K | Foto: Keira Khalila K)