Kehidupan di Indonesia yang Penuh Serba Salah

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Masyarakat Indonesia. (Sumber: Pexels/Nuh Rizqi)
Masyarakat Indonesia. (Sumber: Pexels/Nuh Rizqi)

Pernah gak sih, ngerasa kalau tinggal di Indonesia itu serba-salah? Miskin salah, menengah ke atas juga salah.

Misalnya saja, kita berasal dari keluarga yang memiliki ekonomi yang bisa dikatakan miskin. Tentu kondisi ini banyak memunculkan problematik yang harus dihadapi setiap harinya.

Semua bermula dari terbatasnya kesempatan pendidikan. Di Indonesia sendiri memang sudah ada kebijakan yang mengatur wajib belajar selama 12 tahun.

Meski demikian dalam penatalaksanaannya kadang tidak semulus yang diharapkan. Meski beberapa sekolah meniadakan pembiayaan masuk sekolah. Namun beberapa buku dan seragam masih harus dibeli untuk menunjang kegiatan belajar.

Belum lagi jika ada kondisi murid yang memiliki akses jauh ke sekolah tapi tidak memiliki ongkos. Beberapa orang tua memilih untuk tidak menyekolahkan anak karena hal tersebut.

Bahkan mirisnya keluarga miskin di Indonesia, beberapa anggota keluarga yang belum cukup umur dipaksa oleh keadaan untuk membantu perekonomian keluarga.

Lantas tingkat pendidikan yang kurang akan mempengaruhi posisi pekerjaan seseorang. Mungkin jika tidak memiliki ijazah atau lulusan SD hingga SMP hanya tersedia pekerjaan kasar yang gajinya pun kadang tidak setimpal.

Setingkat SMK mungkin masih bisa memiliki kesempatan mendapat gaji yang lebih baik tapi naasnya beberapa dari mereka menjadi sandwich generation.

Kondisi ini membuat pasak lebih besar daripada tiang. Sementara kebutuhan makanan tidak bisa terlepas dari kehidupan seorang manusia.

Gaji yang kecil tidak cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akhirnya untuk membeli bahan makanan, sebagian harus berhutang kepada warung tetangga.

Hutang menjadi masalah baru dalam masyarakat, karena akan menjadi efek domino gali lobang tutup lobang. Tak heran jika aplikasi judi online dan pinjaman online makin menjamur.

Kehadiran fenomena ini menjadi bukti bahwa masyarakat sudah tidak memiliki jalan keluar selain melakukan hal tersebut.

Mirisnya kejadian ini bisa merambah pada tindakan kriminal dan kejadian bunuh diri akibat dari tidak bisa memenuhi kewajiban melunasi hutang.

Masyarakat miskin akan sangat banyak mengalami ketidakberuntungan. Tidak mendapat akses pendidikan terbaik, tertutup pada akses kesehatan yang layak juga kondisi mental dan pemikiran yang tidak berkembang dengan baik.

Lantas apakah orang miskin tidak bisa berubah? Mengubah stigma dengan memperjuangkan pendidikan. Memiliki karier yang cemerlang dengan pendidikan yang menjulang?

Tentu bisa, banyak dari masyarakat miskin yang memiliki tekad yang kuat justru bisa keluar dari rongrongan kemiskinan.

Masyarakat Indonesia. (Sumber: Pexels/Tom Fisk)
Masyarakat Indonesia. (Sumber: Pexels/Tom Fisk)

Namun apakah setelah naik kelas menjadi masyarakat menengah atas, hidup akan menjadi aman dan tentram ? Tentu tidak, ingat kita sedang tinggal di Indonesia. Di mana tidak ada yang paling diuntungkan selain mereka yang berkuasa.

Di mana ketika menjadi masyarakat miskin , mereka dipermainkan bahkan dieksploitasi demi ketenaran dan eksistensi seseorang yang memiliki kepentingan. Ketika sudah naik kelas maka bersiaplah untuk dikuras kantor pajak.

Apakah bayar pajak adalah sebuah kesalahan? Tentu tidak. Alasan diadakannya pajak adalah untuk dinikmati oleh masyarakat sendiri.

Melalui fasilitas umum yang memadai, akses jalan yang aman, pendidikan dan kesehatan yang berkualitas. Tapi apakah alasan tadi sudah sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Rasanya uang pajak, menguap entah kemana. Negara tidak berkembang tapi uang pun hilang.

Banyak program tidak jelas yang hanya menghambur-hamburkan dana. Buktinya banyak program yang tidak terawasi dengan baik dan berujung pada ketidak-berlanjutan. Tujuan belum tercapai tapi dana sudah habis terbagi-bagi.

Salah satu yang menjadi ekonomi penggerak di Indonesia adalah UMKM. Melalui mereka, perputaran uang sedikitnya berjalan lebih baik.

Tapi tonggak yang seharusnya dijaga malah seringkali berujung dipatahkan. Bukannya mencari cara bagaimana agar produk UMKM bisa terkenal di kancah internasional. Regulasi sering kali berbuat sebaliknya.

Pemilik UMKM dipersulit dengan administrasi yang dirasa tidak terlalu penting. Peraturan yang mengikat juga pemotongan pajak yang seringk ali tidak masuk akal.

Kecanggihan teknologi yang tidak disiapkan dengan SDM yang memadai justru menggerus sebagian pelaku UMKM yang sudah sejak lama menjadi roda perputaran ekonomi bangsa.

Bahkan beberapa informasi yang masih hangat diperbincangkan mengenai kebebasan tarif pajak pada produk asing yang masuk ke Indonesia. Rasanya menjadi tidak adil, masyarakat negeri sendiri benar-benar ditekan tapi pihak asing bisa dengan mudah melenggangkan diri di negeri pendatang.

Jadi naik kelas sosial di Indonesia tidak serta merta menjadikan masyarakat berada dalam kondisi yang aman dan tentram. Secara tidak langsung namanya berubah tapi kehidupannya tidak jauh dari kondisi sebelumnya ketika menjadi miskin.

Rasanya serba salah menjadi masyarakat Indonesia. Menjadi karyawan seringkali mendapatkan perlakuan semena-mena tapi ketika menjadi bos pun ditekan dari berbagai macam peraturan.

Entah bagaimana negeri ini akan dibawa. Katanya Indonesia tidak ingin dinyatakan dalam kondisi gelap. Tapi secara tidak sadar keputusan-keputusan hari ini membawa sedikit pada kemungkinan menuju kegelapan itu. (*)

Podcast Terbaru AYO TALK:

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 23 Jun 2026, 18:54

Panduan Wisata Waduk Jatiluhur, Bendungan Terbesar Indonesia yang jadi Destinasi Favorit

Panduan lengkap Waduk Jatiluhur Purwakarta, mulai dari sejarah bendungan terbesar di Indonesia, aktivitas wisata, kuliner khas, hingga tips berkunjung terbaru.

Waduk Jatiluhur. (Sumber: Disparbud Purwakarta)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 18:11

Penyalin Cahaya: Ketika Kekerasan Seksual tidak Memandang Gender

Kekerasan dan Pelecehan Seksual hari ini tidak memandang gender karena bisa terjadi kepada perempuan maupun laki-laki.

Penyalin Cahaya adalah film yang merepresentasikan kekerasan dan pelecehan seksual yang tidak memandang gender. (Istimewa)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 17:56

Membedah Konsistensi Pesan Promo Launching Brand oleh Perusahaan Sportswear di Berbagai Platform

Kolaborasi Nike dan NAKED Copenhagen menghadirkan produk yang menggabungkan unsur fashion dan sneakers dalam satu desain yang unik.

Diambil dari Website Resmi Nike
Ayo Biz 23 Jun 2026, 17:38

'Ngeureuyeuh' Membawa Athiya Cake dari Dapur Rumahan Jadi Pemberi Lapangan Kerja

Kini, di pertengahan 2026, dapur Rika tidak lagi sepi seperti dahulu. Pesanan mengalir hampir setiap hari.

Produk Athiya Cake di kompleks perumahan Mega Mutiara Tasik Regency, Kabupaten Tasikmalaya, (20/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Sejarah 23 Jun 2026, 16:25

Hikayat Ngamplang, dari Pusat Pemulihan Paru Pertama Hingga Pemberi Julukan Swiss Van Java

Dibangun pada 1912 sebagai sanatorium, Ngamplang kemudian berkembang menjadi wisata yang mendunia.

Salah satu sudut bangunan Sanatorium Ngamplang Garut yang kini berubah fungsi jadi lapangan golf. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 16:04

Trotoar, PKL, dan Keadilan Ruang Kota

Kebutuhan trotoar, PKL yang tertata dan berkelanjutan hingga adanya keadilan ruang kota.

Warga berjalan di trotoar kawasan Jalan Ahmad Yani, Cicadas, Kota Bandung, Kamis 4 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 15:11

Optimasi Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Industri Kendaraan Listrik

Audit teknologi tidak hanya terkait dengan transfer teknologi namun juga bertujuan untuk memperluas lapangan kerja yang layak secara berkesinambungan.

Ilustrasi kendaraan listrik. (Sumber: Pexels | Foto: Mad Knoxx)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 14:55

Kegagalan Penataan Kota, Menumbuhkan Tata Jalanan

Di balik semrawutnya Pasar Cicadas, membuat PKL terpaksa menutup akses toko. Namun justru memunculkan simbiosis sebagai jalan tengah keduanya tetap hidup.

Sejumlah spanduk penolakan pembangunan jalur BRT yang dipasang oleh para pedagang terlihat di depan lapak PKL, Jalan Ahmad Yani, Cicadas, Kota Bandung, (17/12026). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 14:37

Fenomena Live Shopping, Mengapa Mahasiswa Sulit Menahan Godaan Belanja?

Menilik fenomena live shopping dari sudut pandang mahasiswa. Mengapa diskon temporal dan live shopping begitu adiktif hingga memicu gaya hidup konsumtif?

ilustrasi live shopping. (Sumber: gemini)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 12:26

World Cup TVRI

Selain tahun ini, TVRI pernah melakukannya pada tahun 1970.

Bola Piala Dunia 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: UKinUSA)
Wisata & Kuliner 23 Jun 2026, 11:51

Panduan Wisata Kota Lama Semarang: Riwayat Jejak Kolonial di Jantung Kota Pelabuhan

Kota Lama Semarang menawarkan pengalaman berjalan kaki di antara bangunan kolonial, museum, galeri seni, dan kuliner legendaris Jawa Tengah.

Kota Lama Semarang. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 11:40

Jejak Keemasan Majalah Vista

Jejak Keemasan Majalah Vista: Menelusuri Dunia Hiburan Era 1980-90-an

Pebulutangkis nasional Hastomo Arbi menghiasi sampul depan Majalah Vista edisi Juni 1985. (Sumber: Koleksi Majalah Vista milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 10:48

Menelisik Bisnis Jastip Fashion, Antara Peluang Ekonomi dan Celah Kebocoran Pajak

Jastip fashion membuka peluang ekonomi, tetapi berisiko menimbulkan kebocoran pajak jika tidak diatur.

Ilustrasi jastip fashion. (Sumber: gemini.ai | Foto: gemini.ai)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 09:50

Ngertaken Bumi Lamba di Gunung Tangkuban Parahu

Ritual Upacara Ngeurtakeun Bumi Lamba di Tangkuban Parahu adalah upacara adat Sunda untuk menjaga harmoni manusia dan alam, sarat makna spiritual dan kebersamaan lintas budaya.

Ngertaken Bumi Lamba di Gunung Tangkuban Parahu. (Sumber: Penulis | Foto: Rio Praja)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 08:06

Menelusuri Jejak Selabintana, Hotel Tua di Sukabumi dari Masa Kolonial

Sekilas sejarah mengenai Hotel Selabintana, hotel legendaris dari masa kolonial yang masih bertahan hingga masa kini

Hotel Selabintana sekitar Tahun 1928 (Foto: Sumber: Digital Collection KITLV Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 20:07

Depresi pada Remaja dan Urgensi Aplikasi Konseling

Sejumlah remaja berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan mental karena kehidupan mereka, stigma, dan kurangnya akses terhadap layanan berkualitas.

Ilustrasi Talkshow Kesehatan Jiwa Happiness Project di Cafe Halaman, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Farits)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 18:52

Ketika THR Berubah Menjadi Aset

Meninjau kebijakan PT ANTAM (Persero) Tbk meluncurkan emas tematik edisi Idulfitri 1447H/2026 bertema “Gempita Hari Raya”.

Emas Batangan Edisi Idulfitri 1447H.
Ayo Biz 22 Jun 2026, 17:24

Menempuh Jarak Ratusan Kilometer untuk Melihat Teladan dari 2 Desa BRILian

Dua desa di Kabupaten Sumedang membuktikan bahwa teladan ekonomi desa tidak butuh keistimewaan, justru hanya perlu sistem yang kuat untuk memutar roda nasib.

Siluet dari Ilham Fadilah, Direktur BUMDes Cisurat, di tepian Waduk Jatigede, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, (11/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Wisata & Kuliner 22 Jun 2026, 16:55

Wisata Tembok Ratapan Solo, Destinasi Viral Satire Digital

Fenomena Tembok Ratapan Solo bermula dari satire di Google Maps dan berkembang menjadi arus kunjungan publik ke rumah Jokowi di Solo.

Tembok Ratapan Solo
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 16:49

Cantik yang Mengkhianati: Ketika Aksesori Menjadi Ancaman

Risiko ganda logam saat MRI: luka bakar arus radiofrekuensi dan distorsi gambar pemindaian.

Lepuhan pada kulit pasien akibat arus induksi saat pemindaian MRI. (Foto: Radiology Business)