Bandung Masa Kini: Magnet Wirausaha yang Berdenyut dengan Tren Gaya Hidup

Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ditulis oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil diterbitkan Senin 05 Jan 2026, 19:38 WIB
Kota Bandung kini menjelma menjadi kota wisata unggulan dan menjadi destinasi para wisatawan lokal maupun mancanegara.

Kota Bandung kini menjelma menjadi kota wisata unggulan dan menjadi destinasi para wisatawan lokal maupun mancanegara.

AYOBANDUNG.ID -- Bandung hari ini bukan sekadar kota wisata dengan panorama pegunungan dan udara sejuk yang memikat. Kota ini menjelma menjadi primadona para pebisnis, sebuah ruang yang terus berdenyut dengan energi kreatif dan peluang pasar yang tak pernah berhenti tumbuh.

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung menunjukkan laju inflasi yang terkendali sepanjang 2025, sementara tingkat okupansi hotel meningkat signifikan pada pertengahan hingga akhir tahun. Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cermin dari geliat ekonomi yang semakin matang, menandakan bahwa Bandung telah bertransformasi menjadi magnet investasi dan wirausaha.

Di jalan-jalan kota, geliat bisnis terasa nyata. Coworking space tumbuh di berbagai sudut, menjadi rumah bagi startup teknologi, fashion, hingga kuliner. Komunitas wirausaha saling bertukar ide, membangun kolaborasi, dan menciptakan atmosfer yang membuat Bandung seolah menjadi laboratorium bisnis.

Kehadiran mahasiswa dari berbagai daerah dan kelas menengah yang terus berkembang memperkuat daya beli, menjadikan pasar lokal semakin potensial. Wisatawan domestik maupun internasional yang datang setiap akhir pekan menambah lapisan permintaan, terutama di sektor kuliner dan akomodasi.

Bandung juga dikenal sebagai pusat industri kreatif, terutama distro dan brand lokal yang mengusung konsep sustainable fashion. Produk pakaian, aksesoris, hingga makanan sehat dengan konsep cafe unik menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

Tren ini bukan hanya fenomena sesaat, melainkan refleksi dari kebutuhan konsumen yang semakin sadar akan kualitas dan pengalaman. Setiap akhir pekan, cafe-cafe baru dengan konsep berbeda muncul, menjadi magnet bagi anak muda dan wisatawan yang mencari pengalaman kuliner sekaligus ruang sosial.

Dony Turdiyana, yang menggeluti bisnis kuliner Steamboat & Yakiniku, melihat potensi pasar kuliner Bandung sebagai sesuatu yang tak terbatas. Baginya, kuliner Bandung bukan hanya soal rasa, tetapi juga pengalaman yang bisa dinikmati lintas generasi.

“Bandung itu khususnya weekend kan selalu jadi area wisata populer yang banyak dikunjungi wisatawan. Dan saya pikir itu benar-benar potensi market yang cukup bagus, khususnya untuk destinasi kuliner,” katanya kepada Ayobandung.

Dony mengakui, respons positif pengunjung menunjukkan bahwa kuliner Bandung mampu menembus berbagai segmen, dari anak-anak hingga orang tua. Hal ini memperkuat posisi Bandung sebagai destinasi kuliner unggulan.

Dengan dukungan wisatawan yang terus berdatangan, Dony menilai, bisnis kuliner di Bandung memiliki peluang ekspansi yang besar, baik dalam bentuk restoran tematik maupun produk oleh-oleh yang bisa dibawa pulang.

"Kuliner di Bandung ini sudah biasa hadir dengan harga yang relatif terjangkau dan digandrungi. Dan saya melihat di zaman sekarang ini yang masih bisa eksis atau bertahan salah satunya kuliner," katanya.

Di sisi lain, kedekatan geografis Bandung dengan Jakarta, memperkuat posisinya sebagai kota strategis. Bandara Husein Sastranegara dan Bandara Internasional Kertajati, ditambah jaringan tol yang memadai, membuat distribusi dan logistik lebih lancar.

Hal ini memberi keuntungan bagi pelaku usaha yang ingin menjangkau pasar lebih luas tanpa harus meninggalkan basis kreatif di Bandung. Infrastruktur yang semakin terintegrasi menjadikan kota ini bukan hanya tempat lahirnya ide, tetapi juga tempat yang mendukung eksekusi bisnis secara efisien.

Analisis pasar menunjukkan bahwa sektor kuliner, fashion, teknologi, dan hospitality menjadi tulang punggung pertumbuhan bisnis di Bandung. Data BPS menegaskan bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga, sementara sektor pariwisata terus bangkit pascapandemi.

Kondisi ini menciptakan peluang besar bagi pelaku usaha yang mampu membaca tren dan beradaptasi dengan cepat. Contohnya Ria Nirwana, seorang pelaku usaha kerajinan tangan, mengingat betul bagaimana hobi bisa menjelma menjadi bisnis. Kisah Ria dalam merintis bisnisnya menegaskan bahwa di Bandung, kreativitas bukan hanya ekspresi, melainkan modal yang bisa dikapitalisasi menjadi usaha nyata.

“Intinya kita tidak boleh berhenti belajar dan mencoba. Bahkan dulu saya ingat, dengan modal Rp2 juta yang saya dapatkan dari ibu saya sebagai pengganti uang saku karena saat itu saya masih sekolah, saya gunakan untuk modal awal usaha,” kenangnya.

Oleh karena itu, Bandung kini berdiri sebagai primadona para pebisnis, bukan hanya karena daya tarik wisatanya, tetapi karena ekosistem yang mendukung pertumbuhan usaha dari berbagai sektor. Dengan kreativitas yang tak pernah padam, pasar yang terus berkembang, dan infrastruktur yang semakin matang, Bandung menegaskan dirinya sebagai kota masa depan bagi wirausaha Indonesia.

Selain itu, potensi Bandung juga terlihat dari tren investasi yang semakin beragam. Sektor properti komersial, seperti hotel butik dan ruang kreatif, terus tumbuh seiring meningkatnya permintaan wisatawan. Pemerintah daerah pun aktif mendorong iklim usaha dengan regulasi yang lebih ramah bagi pelaku bisnis kecil dan menengah.

Selain itu, dukungan komunitas menjadi faktor penting. Di Bandung, jaringan informal antarpelaku usaha sering kali lebih kuat daripada regulasi formal. Kolaborasi lintas sektor, mulai dari fashion hingga kuliner, menciptakan ekosistem yang saling menopang. Hal ini membuat Bandung menjadi kota yang tidak hanya ramah bagi investor besar, tetapi juga bagi wirausahawan pemula.

Tak hanya itu, kondisi pasar yang dinamis menuntut pelaku usaha untuk terus beradaptasi. Mereka yang mampu membaca tren gaya hidup, memanfaatkan teknologi, dan membangun brand dengan identitas lokal akan lebih mudah bertahan.

Bandung, dengan segala keunikannya, memberi ruang bagi eksperimen bisnis yang mungkin sulit dilakukan di kota lain. Armita Sunaryo misalnya, pelaku usaha dessert di Bandung, merasakan betul bagaimana teknologi menjadi katalis dalam perjalanan bisnisnya.

“Saya awalnya cari resep cupcake di internet dan memutuskan untuk membuat resepnya. Saya sadar kesempatan ini bisa jadi sebuah peluang bisnis di kota yang serba kreatif seperti Bandung,” ujarnya.

Baginya, internet bukan sekadar sumber informasi, melainkan pintu masuk ke dunia inovasi. Armita meyakini bahwa di Bandung, teknologi dan kreativitas berjalan beriringan, mempercepat proses adaptasi terhadap tren pasar. Kehadiran teknologi digital memberi peluang bagi pelaku usaha sepetinya untuk menjangkau konsumen lebih luas, sekaligus memperkuat daya saing di tengah pasar yang semakin kompetitif.

“Kemajuan teknologi membuat saya termotivasi untuk terus melakukan inovasi dan perubahan dalam mengembangkan bisnis,” tambah Armita.

Kisah Dony, Ria, dan Armita, menggambarkan wajah Bandung yang sesungguhnya, di mana sebuah kota yang memberi ruang bagi kuliner untuk menjadi magnet wisata, bagi hobi untuk tumbuh menjadi bisnis, dan bagi teknologi untuk mempercepat inovasi. Mereka adalah representasi dari ekosistem kreatif yang menjadikan Bandung berbeda dari kota lain.

Pada akhirnya, Bandung bukan hanya kota yang menjanjikan peluang, tetapi juga kota yang menuntut keberanian. Keberanian untuk melihat potensi pasar seperti Dony, keberanian untuk memulai dari hobi seperti Ria, hingga keberanian untuk berinovasi seperti Armita. Semua kisah ini berpadu menjadi narasi besar tentang Bandung sebagai primadona bisnis Indonesia.

Dengan segala dinamika dan potensinya, Bandung menegaskan diri sebagai kota yang tidak hanya layak dikunjungi, tetapi juga layak dijadikan tempat untuk menanamkan mimpi dan membangun usaha. Sebuah kota yang terus bergerak, terus berinovasi, dan terus menjadi magnet bagi mereka yang berani mencoba.

Alternatif kuliner Bandung atau produk serupa:

  1. https://s.shopee.co.id/qd0e3qOdc
  2. https://s.shopee.co.id/6VHNOh1j5r
  3. https://s.shopee.co.id/4q99PeDIvw
  4. https://s.shopee.co.id/5AlzoI2heK
  5. https://s.shopee.co.id/AKU5xezbOk

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Jan 2026, 20:34 WIB

Bandung dan Tawanan Kota yang Terjajah Diam-Diam: Sebuah Resolusi Baru

Kota bergerak maju, tapi belum pulih. Di balik modernitas, tersisa warisan kolonial yang membentuk birokrasi, selera, dan mimpi warga.
Persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan tahun 1910-an. (Sumber: kitlv)
Beranda 09 Jan 2026, 19:07 WIB

Sebelum Terlambat 2030, Strategi Komunikasi SDGs Harus Melampaui Jargon Birokrasi

SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif.
SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 17:49 WIB

Keamanan Data dan Masa Depan AI: Jalan Panjang Membangun Kepercayaan Publik

Di Indonesia, AI sudah semakin relevan dan meresap ke dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari rekomendasi konten hiburan, aplikasi belajar daring, hingga layanan finansial digital.
Ilustrasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI). (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 17:14 WIB

Bandung Semakin Padat, Saatnya Berbenah Sebelum Terlambat

Kemacetan di Bandung dipicu kendaraan berlebih, jalan sempit, angkutan umum kurang baik, wisatawan, dan parkir liar.
Kemacetan di salah satu ruas jalan Kota Bandung di Jl. A. Yani  Kacapiring. 01/12/25 (Sumber: Naila Husna Ramadan)
Beranda 09 Jan 2026, 16:37 WIB

Wajah Lain Wisata Delman di Kota Bandung: Romantis bagi Wisatawan, Berat bagi Kuda

Tantangan besarnya adalah kebutuhan akan regulasi yang mampu menjembatani kepentingan hewan, kusir, dan penumpang secara adil.
Ade, kusir delman di sekitar wilayah Gedung Sate. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 16:28 WIB

Food Genomics, Teknologi Nutrisi Presisi yang Mengubah Cara Anak Muda Makan

Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik.
Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 16:13 WIB

Balai Kota Bandung sebagai Promotor Produk Kriya Unggulan Glassware dan Mesin Roaster Kopi

Gedung balai kota mesti bisa menjadi promotor bagi kriya glassware eksklusif dan mesin roaster kopi buatan Bandung.
Halaman balai kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Jelajah 09 Jan 2026, 16:00 WIB

Hikayat Tamasya Baheula di Kawah Putih Ciwidey, Tempat Healing Kompeni yang Sepi dan Sunyi

Kawah Putih Ciwidey tampil sebagai tujuan berat dan hening dalam Gids van Bandoeng 1927 lengkap dengan belerang dan tanjakan panjang.
Lukisan Kawah Putih Franz Wilhelm Junghuhn. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:43 WIB

Penipuan Online: Apakah Ada Hukumnya?

Penipuan melalui telepon berkembang lebih cepat daripada aturan hukumnya.
Media dalam jaringan (daring). (Sumber: Pexels | Foto: Torsten Dettlaff)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:06 WIB

'Berkawan' dengan Gelapnya Jalan Soekarno Hatta

Jalan Soekarno Hatta makin gelap karena lampu PJU mati, membuat warga merasa was-was setiap melintas.
Jalan Soekarno Hatta ramai malam hari, motor, dan mobil bergerak di tengah padatnya arus, (01/12/2025). (Sumber: Fayyaza Jasmine | Foto: Fayyaza Jasmine)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 14:39 WIB

Bobotoh Cek! Cara Beli Single Ticket Pertandingan PERSIB di Aplikasi Resmi

Cara membeli single ticket pertandingan kandang PERSIB Bandung melalui aplikasi resmi PERSIB (PERSIBapp).
Pemain Persib Bandung, Adam Alis. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 13:26 WIB

Bandung Terus Diganggu oleh Pungli yang Tak Kunjung Teratasi

Pungli terus mengganggu kenyamanan warga Bandung muncul berulang di berbagai ruang publik, menunjukkan lemahnya pengawasan dan kebutuhan akan tindakan tegas untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Area parkir di salah satu kawasan kuliner Bandung yang sedang dipadati oleh beberapa kendaraan, terutama pada jam makan siang (4/12/2025). (Sumber: Keira Khalila K | Foto: Keira Khalila K)
Beranda 09 Jan 2026, 11:20 WIB

PKL Cicadas Tolak Jalur BRT, Spanduk Protes Bermunculan: Kami Butuh Kepastian, Bukan Sekadar Proyek

Berdasarkan temuan di lapangan, kegelisahan pedagang memuncak setelah adanya pendataan mendadak yang dilakukan dua kali, masing-masing oleh konsultan dan Satpol PP.
Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Cicadas menolak pembangunan jalur Bus Rapid Transit (BRT). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:27 WIB

Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia

Suasana akrab dan inspiratif menyelimuti acara "Weekend Retreat" yang diselenggarakan oleh Bright Scholarship Regional Bandung.
Membangun Visi dan Networking: Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung Bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:01 WIB

Optimalisasi Keterampilan Pemrograman dalam Kehidupan Sehari-Hari

Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya?
Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya? (Sumber: Pexels | Foto: hitesh choudhary)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 07:53 WIB

Bentuk Sadar Toleransi terhadap Penganut Sunda Wiwitan

Kesadaran toleransi sedang ramai digaungkan, namun terkadang hanya dirasakan oleh penganut agama resmi versi pemerintah.
Podcast bersama Bapak Ira Indrawardana, S.Sos., M.Si., Dosen Antropologi Universitas Padjajaran. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Paguyuban Project)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:32 WIB

Dari Ancaman TPA hingga Harapan Transformasi

Sampah menumpuk, citra kota terancam. Bagaimana Bandung mengubah krisis jadi peluang?
Tumpukan sampah yang mencerminkan darurat lingkungan yang butuh solusi cepat di Gudang Selatan, Bandung, Jawa Barat, (01/12/2025). (Sumber: Azzahra Syifa Lestari)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:16 WIB

Kenapa Stoikisme Lebih Ampuh daripada Terjerat Pinjol? Seni Menghadapi Quarter Life Crisis

Jangan sampai salah langkah demi gengsi! Kenali cara hadapi Quarter Life Crisis dengan Stoikisme agar terhindar dari jeratan Pinjol.
Ilustrasi perasaan tersesat dan lelah mental saat menghadapi Quarter Life Crisis. (Sumber: unplash | Foto: Mehran Biabani)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 19:19 WIB

Kota Bandung dan Krisis Sampah

Kota Bandung kembali berada dalam sorotan publik akibat persoalan sampah yang tak kunjung teratasi.
Gunung"sampah di daerah warga jl. buanasari II no.1 , Kota Bandung pada Selasa, 2 Desember 2025. (Foto:Muhammad Fiqri A.)