Bandung Kota Kreatif yang Tumbuh dari Pluralisme dan Energi Anak Muda

Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ditulis oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil diterbitkan Rabu 12 Nov 2025, 20:34 WIB
Bandung bukan hanya kota dengan udara sejuk dan sejarah kolonial yang memesona, tapi juga ruang hidup yang terus berdenyut dengan semangat pluralisme dan kreativitas. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)

Bandung bukan hanya kota dengan udara sejuk dan sejarah kolonial yang memesona, tapi juga ruang hidup yang terus berdenyut dengan semangat pluralisme dan kreativitas. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)

AYOBANDUNG.ID -- Bandung bukan hanya kota dengan udara sejuk dan sejarah kolonial yang memesona. Kota ini adalah ruang hidup yang terus berdenyut dengan semangat pluralisme dan kreativitas. Dari distro, musik indie, hingga kuliner khas, wajah Bandung dibentuk oleh energi warga yang tak henti mencipta.

Sejak era 1970-an, kreativitas anak muda Bandung telah muncul dalam bentuk kelompok musik dan gaya busana. Menurut antropolog Universitas Padjadjaran, Budi Rajab, saat itu kreativitas masih menjadi bentuk aktualisasi diri, belum menjadi industri.

“Kreativitas anak muda Bandung sendiri sudah muncul sejak tahun 1970-an dalam bentuk kelompok-kelompok musik atau mode busana sendiri. Tetapi, memang pada masa itu kreativitas masih sebatas aktualisasi diri, belum menjadi sebuah industri,” ujar Budi kepada Ayobandung.

Budi juga menyebutkan bahwa Bandung tidak memiliki akar budaya tradisional sekuat kota-kota lain, sehingga lebih terbuka terhadap ide-ide luar. “Bandung ini berbeda dari kota-kota yang memiliki akar budaya yang sangat kuat. Kalau pun ada kultur yang dominan, yaitu Sunda, itu hanya terbatas pada bahasa. Kultur Sunda ini bukan satu poin penentu,” ungkap Budi.

Keterbukaan ini, lanjut Budi, menjadikan Bandung ladang subur bagi ide-ide baru. Kota ini juga dibentuk sebagai kota pendidikan, menarik pelajar dari berbagai daerah. “Selain menjadikan Bandung kota plural, kedatangan para pelajar itu membuat warga yang berada pada usia produktif pun tinggi jumlahnya,” lanjut Budi.

Budi mengungkapkan, sejak era kolonial, Belanda menjadikan Bandung sebagai kota gaya hidup. Jalan Braga dan julukan Paris van Java menjadi simbol pertukaran nilai budaya sejak 1920-an. “Belanda sengaja menjadikan Bandung sebagai kota waktu luang dan gaya hidup yang terkenal dengan Jalan Braga dan sebutan Paris van Java. Hal ini membuat Bandung, sejak tahun 1920-an sudah terjadi pertukaran ide dan nilai-nilai budaya dengan pihak luar,” jelas Budi.

Dari distro, musik indie, hingga kuliner khas, wajah Bandung dibentuk oleh energi warga yang tak henti mencipta. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Dari distro, musik indie, hingga kuliner khas, wajah Bandung dibentuk oleh energi warga yang tak henti mencipta. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Senada, mantan Ketua Bandung Creative City Forum, Fiki Satari, bahan menyebut Bandung sebagai kota kosmopolitan. “Bandung sejak dulu itu sudah kosmopolitan, bukan metropolis,” ungkap Fiki.

Ukuran kota yang menengah membuat Bandung lebih mudah dikelola dan menonjolkan keunggulan lokal. Fiki menyebutnya sebagai keuntungan sebuah kota menengah (secondary city).

“Ukuran radius kota dan populasi Bandung ini lebih mudah dikelola. Dan sebagai kota menengah lebih mudah menonjolkan keunggulan yang ada di kotanya. Istilahnya Kota Bandung itu memiliki spiritnya membawa trensetter,” ujar Fiki.

Populasi usia muda di bawah 40 tahun yang tinggi menciptakan ruang diskusi intensif di kafe, warung, dan tempat nongkrong. Kondisi ni memperkuat ekosistem kreatif yang inklusif. Bahkan Budi mengatakan, faktor lain yang membuat Bandung kreatif adalah banyaknya perguruan tinggi di kota itu sehingga melahirkan banyak anak muda terdidik.

“Syarat tumbuhnya industri atau ekonomi kreatif adalah talenta yang dimiliki warganya sehingga mereka dapat menangkap peluang serta mengakses dan memanfaatkan teknologi. Dengan jenjang pendidikan yang cukup tinggi secara otomatis ide kreativitas pun bisa banyak bermunculan,” kata Budi.

Fiki juga mengamini bahwa karakter masyarakat Bandung menjadi indikator utama kota kreatif dunia. “Unsur utamanya adalah karakter manusianya dan Bandung dari dulu dikenal sebagai pusat kreativitas, seperti desain, seni, fashion, baju, dan kreativitas komunitasnya sendiri sangat aktif,” jelas Fiki.

Tak ketinggalan keguyuban komunitas-komunitas di Bandung, menurut Fiki mampu membangun kepedulian yang berujung pada pengaplikasian usaha ekonomi kreatif. Bahkan kata Fiki, potensi masyarakat Bandung untuk lebih maju lagi, terutama di bidang ekonomi kreatif sangat besar.

“Saat ini Kota Bandung sudah memiliki banyak kampung kreatif. Semua ini punya usaha ekonomi kreatif yang secara tidak langsung bermanfaat untuk perekonomian warga,” kata Fiki.

Hal itu lah yang lantas menunjukkan kreativitas masyarakat Bandung tak terbatas pada satu ide saja, melainkan semua lini usaha ekonomi kreatif mampu dibuat oleh warga Kota Kembang ini. Tidak aneh jika karakteristik masyarakatnya yang kreatif dan kompak tersebut membuat Kota Bandung dianugerahi penghargaan sebagai kota teramah untuk anak muda.

Dari distro, musik indie, hingga kuliner khas, wajah Bandung dibentuk oleh energi warga yang tak henti mencipta. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Dari distro, musik indie, hingga kuliner khas, wajah Bandung dibentuk oleh energi warga yang tak henti mencipta. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)

“Hal ini mampu menjadi trafik pertumbuhan ekonomi dan kreativitas warga lainnya. Karena warga bisa memetik manfaat ketika kampungnya dibuat keren,” tambah Fiki.

Menurut data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung tahun 2025, terdapat lebih dari 42.000 unit usaha ekonomi kreatif aktif. Subsektor kuliner, fesyen, dan kriya mendominasi dengan masing-masing lebih dari 3.000 unit usaha. Hal ini menunjukkan diversifikasi yang kuat dalam ekonomi kreatif lokal.

Kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap PDRB Kota Bandung mencapai 7,8 persen pada tahun 2024, naik dari 6,5 persen pada tahun sebelumnya. Pemerintah melalui program Patrakomala dan Open Data Bandung juga mencatat lebih dari 18.000 pelaku ekonomi kreatif telah terdaftar secara formal.

Namun, tantangan digitalisasi masih menghantui. Sekitar 38 persen pelaku ekonomi kreatif di Bandung belum memiliki akses optimal terhadap teknologi digital dan pemasaran daring. Di sisi lain, ekspor produk fesyen dan kriya dari Bandung ke pasar Asia Tenggara meningkat 12 persen pada semester pertama 2025 menurut data Kementerian Perdagangan.

Kampung kreatif seperti Dago Pojok, Cicadas, dan Braga menjadi contoh bagaimana kreativitas warga bisa mengubah wajah kota. Mereka tidak hanya menciptakan produk, tetapi juga membangun narasi lokal yang kuat. Festival seperti Bandung Design Biennale memperkuat jejaring kreatif dan partisipasi warga.

Bandung juga menjadi kota percontohan dalam program UNESCO Creative Cities Network sejak 2015. Dalam laporan evaluasi UNESCO tahun 2024, Bandung dinilai memiliki ekosistem kreatif yang kuat, namun perlu memperkuat inklusi sosial dan aksesibilitas. Hal ini menjadi tantangan penting agar kreativitas tidak hanya dinikmati oleh segelintir, tetapi menjadi milik bersama.

Dengan semua dinamika ini, Bandung tetap menjadi kota yang hidup oleh warganya. Kreativitas bukan sekadar label, tetapi cara hidup. Dari ruang publik hingga kampung kreatif, dari festival hingga ekspor, semangat warga Bandung untuk mencipta terus menyala. “Warga Bandung itu dari dulu punya visi menjadi kota kreatif dunia,” ujar Fiki.

Alternatif UMKM Bandung atau produk kreatif serupa:

  1. https://s.shopee.co.id/9KaAhWl717
  2. https://s.shopee.co.id/1qU9lo2uBx
  3. https://s.shopee.co.id/6Ad8voq98E
  4. https://s.shopee.co.id/LfLzLsD4Z
  5. https://s.shopee.co.id/1VrJNM4Swb

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Jan 2026, 20:34 WIB

Bandung dan Tawanan Kota yang Terjajah Diam-Diam: Sebuah Resolusi Baru

Kota bergerak maju, tapi belum pulih. Di balik modernitas, tersisa warisan kolonial yang membentuk birokrasi, selera, dan mimpi warga.
Persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan tahun 1910-an. (Sumber: kitlv)
Beranda 09 Jan 2026, 19:07 WIB

Sebelum Terlambat 2030, Strategi Komunikasi SDGs Harus Melampaui Jargon Birokrasi

SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif.
SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 17:49 WIB

Keamanan Data dan Masa Depan AI: Jalan Panjang Membangun Kepercayaan Publik

Di Indonesia, AI sudah semakin relevan dan meresap ke dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari rekomendasi konten hiburan, aplikasi belajar daring, hingga layanan finansial digital.
Ilustrasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI). (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 17:14 WIB

Bandung Semakin Padat, Saatnya Berbenah Sebelum Terlambat

Kemacetan di Bandung dipicu kendaraan berlebih, jalan sempit, angkutan umum kurang baik, wisatawan, dan parkir liar.
Kemacetan di salah satu ruas jalan Kota Bandung di Jl. A. Yani  Kacapiring. 01/12/25 (Sumber: Naila Husna Ramadan)
Beranda 09 Jan 2026, 16:37 WIB

Wajah Lain Wisata Delman di Kota Bandung: Romantis bagi Wisatawan, Berat bagi Kuda

Tantangan besarnya adalah kebutuhan akan regulasi yang mampu menjembatani kepentingan hewan, kusir, dan penumpang secara adil.
Ade, kusir delman di sekitar wilayah Gedung Sate. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 16:28 WIB

Food Genomics, Teknologi Nutrisi Presisi yang Mengubah Cara Anak Muda Makan

Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik.
Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 16:13 WIB

Balai Kota Bandung sebagai Promotor Produk Kriya Unggulan Glassware dan Mesin Roaster Kopi

Gedung balai kota mesti bisa menjadi promotor bagi kriya glassware eksklusif dan mesin roaster kopi buatan Bandung.
Halaman balai kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Jelajah 09 Jan 2026, 16:00 WIB

Hikayat Tamasya Baheula di Kawah Putih Ciwidey, Tempat Healing Kompeni yang Sepi dan Sunyi

Kawah Putih Ciwidey tampil sebagai tujuan berat dan hening dalam Gids van Bandoeng 1927 lengkap dengan belerang dan tanjakan panjang.
Lukisan Kawah Putih Franz Wilhelm Junghuhn. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:43 WIB

Penipuan Online: Apakah Ada Hukumnya?

Penipuan melalui telepon berkembang lebih cepat daripada aturan hukumnya.
Media dalam jaringan (daring). (Sumber: Pexels | Foto: Torsten Dettlaff)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:06 WIB

'Berkawan' dengan Gelapnya Jalan Soekarno Hatta

Jalan Soekarno Hatta makin gelap karena lampu PJU mati, membuat warga merasa was-was setiap melintas.
Jalan Soekarno Hatta ramai malam hari, motor, dan mobil bergerak di tengah padatnya arus, (01/12/2025). (Sumber: Fayyaza Jasmine | Foto: Fayyaza Jasmine)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 14:39 WIB

Bobotoh Cek! Cara Beli Single Ticket Pertandingan PERSIB di Aplikasi Resmi

Cara membeli single ticket pertandingan kandang PERSIB Bandung melalui aplikasi resmi PERSIB (PERSIBapp).
Pemain Persib Bandung, Adam Alis. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 13:26 WIB

Bandung Terus Diganggu oleh Pungli yang Tak Kunjung Teratasi

Pungli terus mengganggu kenyamanan warga Bandung muncul berulang di berbagai ruang publik, menunjukkan lemahnya pengawasan dan kebutuhan akan tindakan tegas untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Area parkir di salah satu kawasan kuliner Bandung yang sedang dipadati oleh beberapa kendaraan, terutama pada jam makan siang (4/12/2025). (Sumber: Keira Khalila K | Foto: Keira Khalila K)
Beranda 09 Jan 2026, 11:20 WIB

PKL Cicadas Tolak Jalur BRT, Spanduk Protes Bermunculan: Kami Butuh Kepastian, Bukan Sekadar Proyek

Berdasarkan temuan di lapangan, kegelisahan pedagang memuncak setelah adanya pendataan mendadak yang dilakukan dua kali, masing-masing oleh konsultan dan Satpol PP.
Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Cicadas menolak pembangunan jalur Bus Rapid Transit (BRT). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:27 WIB

Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia

Suasana akrab dan inspiratif menyelimuti acara "Weekend Retreat" yang diselenggarakan oleh Bright Scholarship Regional Bandung.
Membangun Visi dan Networking: Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung Bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:01 WIB

Optimalisasi Keterampilan Pemrograman dalam Kehidupan Sehari-Hari

Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya?
Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya? (Sumber: Pexels | Foto: hitesh choudhary)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 07:53 WIB

Bentuk Sadar Toleransi terhadap Penganut Sunda Wiwitan

Kesadaran toleransi sedang ramai digaungkan, namun terkadang hanya dirasakan oleh penganut agama resmi versi pemerintah.
Podcast bersama Bapak Ira Indrawardana, S.Sos., M.Si., Dosen Antropologi Universitas Padjajaran. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Paguyuban Project)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:32 WIB

Dari Ancaman TPA hingga Harapan Transformasi

Sampah menumpuk, citra kota terancam. Bagaimana Bandung mengubah krisis jadi peluang?
Tumpukan sampah yang mencerminkan darurat lingkungan yang butuh solusi cepat di Gudang Selatan, Bandung, Jawa Barat, (01/12/2025). (Sumber: Azzahra Syifa Lestari)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:16 WIB

Kenapa Stoikisme Lebih Ampuh daripada Terjerat Pinjol? Seni Menghadapi Quarter Life Crisis

Jangan sampai salah langkah demi gengsi! Kenali cara hadapi Quarter Life Crisis dengan Stoikisme agar terhindar dari jeratan Pinjol.
Ilustrasi perasaan tersesat dan lelah mental saat menghadapi Quarter Life Crisis. (Sumber: unplash | Foto: Mehran Biabani)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 19:19 WIB

Kota Bandung dan Krisis Sampah

Kota Bandung kembali berada dalam sorotan publik akibat persoalan sampah yang tak kunjung teratasi.
Gunung"sampah di daerah warga jl. buanasari II no.1 , Kota Bandung pada Selasa, 2 Desember 2025. (Foto:Muhammad Fiqri A.)